Heart Treatise

Heart Treatise
bab.3 EVANO GELISAH



Pagi yang mendung dan berkabut tak membuat Mira malas untuk bangun.


karena hari ini dia harus berangkat lebih pagi untuk mempersiapkan produksi barang dengan tim nya.


dengan berpakaian casual dan rambut di ikat , membuat penampilan nya begitu fresh.


Mira berfikir apa yang terjadi semalam dengan Evano adalah sebuah kesalahan.


Mira merasa telah merebut Evano dari Karina.dan rasa bersalah itu menghantui nya hari ini.


Mira termenung di depan meja rias membayangkan apa yang dia lakukan semalam bersama Evano, membuat pikiran nya menjadi kacau.


Saat sedang pusing itu telpon Mira berdering dan ternyata panggilan dari Samuel.


" Sayang, nanti malam aku jemput ya.ada acara makan malam dengan keluarga besar ku "


" Baiklah Sam, maaf semalam aku lembur dan tidak mendengar telepon dari mu "


" Aku bisa memaklumi itu.jaga dirimu baik-baik oke, sampai jumpa nanti malam "


" Okay Sam bye "


******


" Mira, sudah jam berapa ini.apakah kamu tidak bekerja ? "


panggil Bu Santi


" Kerja dounk Bu sebentar "


Mira langsung turun dan sarapan dengan ibunya


lalu berangkat kerja.


sesampainya di kantor Mira langsung menuju meja kerjanya dan mengecek ulang dokumen yang semalam sudah dia selesaikan.


" Pagi Almira, fresh banget pagi ini kayak abis di guyur air 


"


sapa Ririn dengan sedikit penasaran


" Emang biasanya aku kucel gitu kayak cucian gak kering ! 


"


jawab Mira sambil tersenyum dan merapikan dokumen.


" Kemarin kamu nampak kusuttt kayak lap pel kering tidak di cuci itu hahahaha 


"


ledek Ririn pada Mira.


" Iya sorry, kemarin  lagi sedikit pusing hehe "


jawab Mira berbohong, padahal dalam hatinya sedang kacau sekali.


" Pagi Rin, Mira wow beautiful girls .. Mira biasanya kamu gak kucir itu rambut.ada yang beda kelihatan lebih fresh gitu "


ledek pak Andi, Mira hanya tertawa kecil.


" Semua dokumen sudah saya selesaikan pak Andi.maaf kalau telat sehari "


" Baiklah, saya memaklumi anak-anak muda jaman sekarang.kalau lagi ada problem bisa mengacaukan pekerjaan nya.tapi next time harus bisa mengendalikan diri oke .jangan bawa-bawa masalah ke tempat kerja, urusan nya jadi runyam dan berefek pada hasil kerja "


" Siap pak "


mereka lalu bersiap ke ruangan produksi yang sudah di tunggu karyawan lain.


di kerjakan dengan tim yang kompak proses produksi nya berjalan lancar.


Mira sangat senang karena produksi itu selesai lebih cepat dari perkiraan.


dari arah kejauhan Evano memperhatikan Mira yang tertawa bersama teman tim nya, ada rasa  senang melihat tawa itu.


" Permisi pak Evano, laporan dari tim produksi sudah selesai "


sekretaris Evano menyampaikan pesannya dari pak Andi.


" baiklah langsung di kirim ke bagian marketing, lebih cepat lebih baik "


" Siap pak "


Evano kembali ke ruangan nya,duduk di kursi kebesaran nya dan membayangkan Mira saat malam itu.


Evano merasakan perasaan cinta itu tumbuh lagi bahkan lebih dalam lagi untuk Mira.


" Almira, Ada apa dengan hatiku ini? Setiap melihat mu dan bertemu dengan mu hatiku berdebar kencang sekali. Aku sungguh menginginkan mu Almira ! "


Evano bergumam sendiri sambil menatap photo cantik Mira di akun sosmed nya.


saat sedang membayangkan indah tentang Mira,Karina tiba-tiba datang ke kantor nya,


ada rasa malas menemuinya tapi tidak mungkin bersikap acuh.


" Sayang kamu sedang apa? Aku bawakan makan siang spesial untukmu "


" Kenapa harus repot-repot sih, aku bisa makan di kantin kantor atau kafe depan sana.nanti tangan mu rusak lagi .aku belum lapar, aku selesaikan pekerjaan ku dulu "


" baiklah tak apa, aku mengerti sayang "


Karina duduk di sofa depan meja kantor Evano


" Sayang hari ini kamu gak lembur kan  ?"


" Aku usahakan, hari ini bagian produksi sudah selesai dengan pekerjaan nya.jadi aku harus mengecek semua barang itu sendiri "


" Okay, kalau memang harus lembur.hati-hati yah "


Karin mengecup bibir Evano.


" Love U Karina "


Karin hanya tersenyum manja dan pamit pulang.


karena ada janji dengan teman lamanya.


Evano merasa sangat lega saat mendapati Karin pergi.


" Tolong panggilkan Almira, Lis "


" Baik pak "


Mira yang sedang membantu tim produksi untuk packing barang, di hubungi Lilis lagi untuk ke ruangan Evano.


Ririn kembali mempertanyakan pak Evano yang memanggil Mira.


" Suruh ngapain sih mir ? "


" Kemarin manggil sih tanya barang untuk produksi, sekarang gak tau lagi hmmmm "


Mira berpura-pura menjawab asal pada Ririn.


Lalu Mira dengan malas melangkah kan kaki ke lantai lima untuk menemui Evano.


Evano di dalam ruangannya mondar mandir memikirkan cara agar bisa ngedate bareng Mira tanpa di curigai orang lain.


Evano yang melihat Mira sudah di depan pintu langsung menariknya masuk.


" Pak lepasin tanganku sih "


" Maaf aku kangen banget sama kamu Mira "


Mira memasang muka bete di depan Evano, melihat wajah bete itu Evano malah merayu nya.


" Kamu kenapa Mira, apakah kamu marah dengan ku "


" Bicara yang penting saja pak Evano, saya banyak kerjaan "


" Aku ingin mengajak mu makan siang hari ini bisa ? "


" Maaf tapi aku gak bisa "


jawab Mira tegas


" Lalu kapan kamu bisa, nanti malam ya  "


" Maaf tapi tetap tidak bisa "


melihat Mira sangat singkat menjawab nya Evano semakin gemas.


" Mira semakin kamu marah, aku semakin mencintai mu tau gak ? "


namun Mira hanya diam saja,tak menanggapi omongan Evano.


" Ya sudah aku minta nomor handphone mu ya "


tanpa ijin Mira, Evano mengambil handphone Mira di tangan nya dan mengaktifkan panggilan telepon pada handphone Mira.


setelah tersambung langsung Evano matikan dan di simpan nomornya.Mira menghela nafas panjang


" Nanti aku hubungi saat kita bisa keluar bersama "


" Evano please! Jangan seperti ini "


" Aku merindukan mu Mira, sungguh "


mendengar kata-kata Evano di dekat telinganya,:


membuat Mira merasakan debaran jantungnya berdegup kencang sekali. seketika Evano memegang erat ke dua tangan Mira.


"Aku ingin menebus kesalahanku di masa lalu Mira"


" Evano kita itu masa lalu, masa depan mu Karina "


" Aku tidak peduli ! Aku mencintaimu dan menginginkan mu Mira "


Evano mengecup lembut tangan Mira dan menatap Mira dengan cinta.


saat Evano akan mencium bibir ranum Mira suara pintu di ketuk.membuat Mira buru-buru melepaskan genggaman tangan Evano dan menguasai dirinya kembali.


" Ada apa Lis ? "


" Sayang ini aku, oh maaf ada karyawan mu di sini"


Karina kembali lagi ke kantor karena handphone nya tertinggal.Mira menyapa Bu Karina dengan ramah.


" Siang Bu Karina, maaf saya permisi dulu "


Karina menatap Mira dengan senyuman dan mengagguk.


Mira lantas segera pergi dari hadapan evano dan Karina.


Evano merasa kesal dengan kehadiran Karina yang tiba-tiba.


"  Handphone ku ketinggalan sayang, oke aku pergi Mulu muachhh "


di kecupnya bibir Evano lalu Karina pergi.Evano kembali duduk di kursi kebesaran nya dengan rasa yang tidak menentu.


" Apa yang terjadi padaku sebenarnya, aku masih mencintai Almira tapi aku harus menikah dengan Karina ! Sialll ! "


terasa pening kepala Evano memikirkan itu, dia akhirnya menghubungi sahabatnya Samuel


dan bertemu dengan nya di sebuah klub.


" Hai Evano Bastian apa kabar ? "


" Tidak begitu baik Sam, maka dari itu aku mengajakmu kesini "


" Sudah menjadi Bos besar, calon istri yang cantik.apa lagi ? "


" Ini lebih dari sekedar masalah Karir atau apa lah.aku pusing memikirkan ini "


sambil minum Evano menceritakan perasaan nya yang benar-benar kacau itu pada sahabatnya itu.


Sam tertawa menanggapi curhatan evano


" apa kamu ada perempuan lain Van "


" Apa ! Perempuan lain ? "


" Iya mungkin saja, atau tunangan mu membuat masalah ? "


" Jujur aku masih mencintai masa laluku yang sudah terkubur lama.bahkan aku merasakan debaran jantung ku berdetak lebih cepat dari biasanya setiap kali bertemu dengan nya "


" Seperti apa gadis itu? Sampai-sampai kau berpaling dari Karina yang cantik itu "


Evano tidak memberi tau Samuel karena dia terlalu takut Samuel akan mencintai Mira nya.


" Tak perlu tau dia seperti apa, yang jelas aku menginginkan nya "


" Hahahaha ternyata seorang CEO muda sedang terjebak oleh cinta lain "


mendengar perkataan Samuel Evano langsung berfikir keras tapi tetap saja tidak bisa sehari saja tanpa kabar Almira.


******


di tempat kumpul-kumpul  sosialita, di sana ada Karina yang ikut tergabung dalam geng sosialita itu.karina merasa sangat senang, kegiatannya itu cukup mengisi waktu kosongnya saat bosan harus menunggu Evano .


" Karina, calon suami mu CEO muda itu ya, hati-hati loh .biasanya banyak pelakor dimana-mana "


" Aku percaya pada Evano, kalau dia mau sudah dia lakukan dari dulu  "


" Jangan salah di Indonesia pelakornya ganas- ganas ! "


Karina sedikit sensitif dengan pertanyaan teman sosialita nya itu.


mendengar itu Karina cukup nyeri hatinya.ingin membenarkan ucapan teman nya tapi dia tidak sanggup membayangkan nya.


Karina sangat mencintai Evano, baginya Evano itu cinta pertama nya dan bisa dia miliki seutuhnya suatu kebanggaan.


Karina hanya tersenyum semanis mungkin untuk menutupi kegelisahan nya..


" Ya intinya hati-hati saja.apalagi Evano sangat tampan "


" Iya terima kasih sudah mengingatkan saya untuk lebih hati-hati.tapi saya percaya Evano tidak akan melakukan itu "


semua geng sosialita tertawa bersama menanggapi ucapan Karina yang bucin itu


Karina hanya terus tersenyum agar bisa menguasai hatinya itu.


********