Heart Treatise

Heart Treatise
bab.2 LUKA LAMA ALMIRA



Kicauan burung di pagi hari membuat Mira enggan berangkat ke kantor entah karena alasan apa.namun Mira ingat dengan tugasnya, akhirnya Mira melepaskan selimut nya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


sembari sarapan pun Mira tak begitu menikmati nya.ibunya yang melihat tingkah Mira yang tidak seperti biasanya itu lantas mendekati nya.


" Kamu kenapa Mira, sakit ? Kok lesu begitu.tidak seperti biasanya anak ibu ini.kemarin semangat nya luar biasa, sekarang loyo.ada masalah di kantor ? "


" Gak kok Bu, mungkin mood hari ini kurang baik saja.ya sudah aku berangkat kerja dulu ya Bu Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam, hati-hati di jalan "


Mira melajukan motor nya dengan rasa malas.dia teringat jika mulai hari ini Evano yang menjabat kepala perusahaan.


dan dia akan sering bertemu dengan nya.


sesampainya di kantor Mira langsung masuk melewati pintu karyawan.


sesaat Mira melihat seseorang sedang bergandengan tangan mesra.


saat akan menunggu lift Mira baru menyadari jika itu Evano dan kekasihnya.


betapa rasa perih itu kembali meradang.luka yang sudah terkubur harus tergali kembali.


rasanya Mira ingin lari dari sana


tapi tak Mira lakukan.Mira hanya menundukkan wajahnya dan menyapa atasan nya itu sesaat


lalu pandangan nya dia buang ke arah lain.


Mira merasakan sesak sekali dadanya saat ini


Evano yang tau jika Mira tidak ingin melihat nya hanya tersenyum kecil,lalu menatap nya sebentar dan masuk lift bersama kekasihnya.


sementara Mira memilih lift sebelahnya, sesampainya di ruangan Mira lari ke kamar mandi.


ingin meluapkan rasa sakit itu yang menyesakkan dada nya


Mira menangis sendirian di toilet itu.memikirkan perasaan nya yang kacau hari ini.


setelah bisa menguasai diri,baru Mira masuk ruangan nya dan mengerjakan tugas-tugas nya.


" Mira, mata mu kenapa merah begitu ? "


" Gak apa-apa kok Rin, kena debu tadi di jalan .makanya aku cuci muka "


" Oh gitu, pake kacamata aja kalau lagi di jalan.buat menghindari iritasi "


" Gak biasa Rin hehe ,udah gak apa-apa kok " 


"Ehh CEO baru hari ini anaknya pak Agung loh, hemmmm pemandangan baru iya gak ? "


" Ahh kamu ini, kalau udah urusan cowok aja langsung semangat " 


RIrin hanya tertawa menanggapi omongan Mira.


Melihat pak Andi datang Ririn menghentikan tawanya.


" Pagi pak Andi "


" Pagi Ririn, Mira,Leo dan semuanya "


" Pagi juga pak Andi, semangat sekali pagi ini "


" Iya harus semangat dounk Mir, apalagi kita udah ganti CEO muda yang tampan begitu.jiwa mudaku meronta hahaha "


Ririn dan Mira terbengong melihat tingkah pak Melihat semangat nya pak Andi,


akhirnya Mira ikutan kembali bersemangat dan mengerjakan setumpuk tugas yang menantinya.


tiba-tiba telpon meja kantor nya berbunyi


" Ya mba Lilis dengan Mira Lesmana"


" Mira, kamu di panggil pak Evano ke ruangan nya segera "


" Baik mba "


lalu sambungan  telepon itu mati.


degggg!


jantung Mira berdebar kencang sekali saat mendengar dirinya di panggil Evano, ada apa yah' pikir nya.


" Rin, aku ke lantai atas dulu di panggil pak Evano "


Ririn yang sedang mengetik langsung berhenti.


"Hahh di panggil CEO ganteng itu? Ada apa Mir ?"


Mira hanya mengangkat bahu dan berlalu dari tatapan Ririn.


dengan perasaan was was Mira naik ke lantai 5


dan menyapa mba Lilis sekretaris pak Evano.


" Pagi mba Lilis  "


" Pagi Mira, masuk saja sudah di tunggu pak Evano "


" Iya makasih mba "


tok tok


" Masuk saja Mira Lesmana "


Mira langsung masuk dan menutup pintu ruangan itu.Evano yang tadinya duduk di kursi kebesarannya, langsung berdiri begitu Mira masuk.


" ada apa bapak panggil saya ? "


Evano bukannya menjawab malah mendekati Mira dan tersenyum menatap wajah cantik  yang tidak pernah pudar itu.selalu membuat pria mana saja ingin memilikinya.


" Apa kabarmu Mira Lesmana ? "


Mira tidak menjawab pertanyaan Evano.hanya diam menatap ke arah lain.


" Maafkan aku Mira ! Aku dulu pergi meninggalkan mu begitu saja tanpa menjelaskan apapun padamu" 


Mira masih diam saja.ada rasa enggan untuk melihat wajah seseorang yang pernah mengisi hatinya dan menghancurkan nya.


 Mira, jika boleh aku mengatakan, aku masih mencintai mu hingga hari ini.dan debaran jantung ku masih berdetak cepat setiap kali berada di dekatmu"


saat Evano ingin menyentuh tangan Mira, Mira mundur beberapa langkah.


Evano yang menyadari penolakan Mira hanya tersenyum.


" Apakah permintaan maaf ku tidak bisa kau terima Mira?  Aku menyesal meninggalkan mu begitu saja.demi orang tua ku, Aku harus mengorbankan cinta kita Mir. Maafkan aku ? "


" Aku tidak yakin kamu menyesal ? Terlihat raut bahagia di mataku saat berjalan mesra dengan perempuan itu.jangan membual di hadapan ku, karena itu tidak akan pernah berlaku bagiku ! "


Mira mengatakan itu dengan gemetar dan hati yang tidak baik-baik saja.


" Mira aku menerima Karina bertunangan dengan ku karena perjodohan.dan sesungguhnya aku masih sangat mencintai mu ! "


" Setidaknya kamu memberiku alasan yang pasti sebelum pergi meninggalkan aku begitu saja Evano!"


" Mira maafkan aku sayang "


" Jika tidak ada yang perlu di bahas lagi, saya permisi dulu pak "


saat Mira ingin berbalik dan pergi Evano meraih tangan nya dan memeluk Mira dengan erat.


" Biarkan seperti ini dulu untuk beberapa saat Mira, aku sangat merindukan mu ! "


Mira yang di peluk Evano tiba-tiba terasa jantungnya berdegup lebih kencang dan Evano mendengar degup jantung Mira.


lalu Evano menatap wajah Mira lekat-lekat dan mencium bibir ranum itu.


mendapati bibirnya di cium Evano, Mira berusaha melepaskan.namun Evano lebih kuat dari badan Mira yang kecil.


di lumatnya bibir Mira dengan lembut membuat jantung Mira berdebar kencang tak beraturan.


setelah beberapa detik Evano melepaskan ciuman itu dan mengusap lembut bibirnya.


Mira merasa sangat benci dengan perlakuan Evano hari ini.


" Maafkan aku Mira, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku jika sudah berada di dekatmu "


tanpa menghiraukan ucapan Evano, Mira langsung keluar ruangan itu dengan langkah cepat.


Evano masih mematung di tempatnya, masih merasakan bibir manis itu.


hingga dia ingin lagi dan lagi.hasrat ingin memiliki Mira semakin tinggi,tak peduli dengan pertunangannya.


" Apakah Aku egois ! "


Evano bergumam sendiri sambil kembali duduk di kursi kebesarannya.


Mira kembali menangis di kamar mandi.meluapkan rasa sesak di dadanya.


5 tahun Evano meninggalkan nya dan saat kembali justru menggali luka lama.


setelah puas menangis Mira menenangkan diri dan kembali ke ruangan nya


Rini yang melihat Mira wajahnya satu itu langsung kawatir


" Mira, are you oke ? "


Mira hanya mengangguk dan kembali mengerjakan tugasnya.


" Mira, dokumen yang kemaren sudah selesai kan ? Bawa ke meja ku sekarang ya ? "


perintah pak Andi, Mira langsung gelagapan karena tugas itu belum selesai di kerjakan.


" Maaf pak Andi, belum selesai  dan masih setengah lagi "


pak Andi mengernyitkan dahi nya .merasa heran jika Mira kali ini lambat mengerjakan tugasnya.


Mira yang di tatap pak Andi dengan pertanyaan langsung mengambil dokumen itu dan dikerjakan segera.


' aku merasa sangat kacau hari ini ' batin nya.


setengah jam akhirnya dokumen selesai di kerjakan.


" Mira, kalau kamu sedang ada masalah.tinggalkan dulu masalah itu di tempatnya.fokus bekerja oke ! "


begitu pak Andi menegur nya, Mira hanya nyengir kuda.


jam kerja sudah habis sementara Mira masih mengejar pekerjaan nya yang biasanya dia sudah selesaikan ini masih menumpuk.membuat dia lembur kali ini.


" Mira aku balik dulu ya, kamu yakin lembur hari ini ?"


sapa Ririn pada mirna.


" seperti nya harus begitu ? "


" Yakin, apa cowokmu gak nyari tuh ? "


" Aku bisa kabari dia nanti "


" Oke, aku cabut dulu ya bye "


Mira hanya mengangguk sambil terus mengetik di laptop nya.


pak Andi yang lewat hanya menggeleng kan kepalanya.merasa heran dengan Mira hari ini.namun pak Andi menyadari setiap orang pasti punya masalah.


" Ini kopi untuk mu Mira, met lembur  ya.saya pulang lebih dulu "


Pak Andi membuat kan kopi untuk Mira sebagai hadiah lemburnya.biasanya Mira tidak pernah lembur, tapi kali ini harus Mira kerjakan karena besok Senin dokumen itu harus segera di laporkan ke atasan.


semua karyawan satu persatu pulang.tinggal beberapa yang memang lembur hanya beda divisi.


hingga jam 9 malam Mira belum menyelesaikan pekerjaan nya.


Evano yang memang belum keluar kantor karena ada beberapa proyek yang masih harus dia pelajari.


setelah di rasa cukup Evano berkemas untuk pulang.


saat mau keluar dia teringat dengan Mira lagi.


lalu Evano turun ke lantai 3 tempat Mira bekerja.dan mendapati Mira sedang lembur sendirian di ruangan nya.


Evano mendekati nya tanpa Mira sadari.


Evano menatap Mira dengan perasaan penuh kerinduan.


hingga Mira menyadari kehadiran seseorang di sampingnya yang sedang menatap nya .karena Mira harus menyelesaikan semuanya, dia hanya melihat sepintas setelah itu mengabaikan nya.


Mira tidak peduli pada Evano ,mau dia bosnya sekarang terserah.


karena dia juga pekerjaan nya berantakan hari ini.


" Masih lamakah lemburnya ? "


tanya evano yang mengambil kursi duduk di depan Mira.namun Mira abaikan, hanya meliriknya sebentar dengan penuh kebencian.


" Perlu aku buatkan kopi lagi ? "


" Gak perlu! "


Evano yang tadinya mau beranjak membuat kopi langsung berhenti.


bentakan Mira cukup mengagetkannya, karena Mira dulu tak begini.


akhirnya Evano yang menyadari kesalahannya memilih diam dan menemani Mira sampai dia selesai.


satu jam berlalu Evano yang terus menatap Mira dengan tersenyum.


melihat Mira yang terus fokus pada pekerjaan nya dan sampai selesai membuat Evano kagum.


" Mau sampai kapan kamu diam seperti ini Mira? Aku tau kamu pasti merindukan ku bukan ? "


Mira yang sedang membereskan tasnya berhenti dan menatap Evano.


" Bisa tidak bapak jangan mengganggu saya! "


Mira berbicara dengan nada tinggi. Evano malah mendekati nya dan berbicara dengan lirih di telinganya.


" Marah lah jika bisa membuat mu lega, tapi aku tidak peduli karena aku tetap mencintaimu I love You Mira "


Mira mundur beberapa langkah sambil menahan amarah.


" Sadarkah kamu ! Kamu sudah memiliki Tunangan, dan aku juga punya kehidupan sendiri sekarang.kita cuma masa lalu Evano "


" Aku masih mencintaimu Mira! Aku mau kembali ke Indonesia karena menggantikan Ayahku dan demi bisa bertemu dengan mu lagi!.aku tidak bahagia dengan pertunangan ini Mira "


" Cukup Evano, jangan menambah masalah lagi.aku sangat lelah hari ini, aku mau pulang ! "


Evano menghentikan langkah Mira dan menggenggam lengan Mira.


" Mira, apa sudah tidak ada cinta di hatimu untuk ku Mira? Atau sudah ada hati lain yang memiliki mu ? "


Mira terdiam dan mencoba menenangkan dirinya.handphone nya bergetar di tas nya tapi Mira tidak menyadari nya.


" Jangan ganggu aku Evano, kita sudah punya jalan hidup sendiri.kamu mau menikah begitu juga aku "


" Tidak Mira! Aku hanya mau dengan mu. Beri aku kesempatan untuk memperbaikinya Mira "


" Tidak mungkin ada kesempatan kedua Evano.kita hanya masa lalu "


setelah itu Mira pergi dari hadapan Evano.tapi Evano  menarik Mira dan memeluk Mira dari belakang.


membuat jantung Mira Berdegup kencang seketika, tak memungkiri jika Mira masih mencintai Evano.


tapi dia cukup tau diri dengan keadaan nya sekarang.dirinya juga sudah bertunangan dengan Samuel.


Mira hanya diam saat Evano memeluknya dari belakang .hanya Mira tanpa di sadari menitihkan air mata.


Evano yang tau Mira menangis akhirnya melepaskan pelukannya dan membalikkan badan Mira.


mengusap air mata Mira dan menatap nya dengan cinta.


" Maafkan aku Mira, aku pantas kamu benci jika itu membuat mu lebih baik.tapi aku tetap dengan hatiku yang mencintai mu segenap jiwa dan ragaku, jangan menangis lagi maafkan aku yah "


lalu evano memeluknya, Mira bertambah menangis di pelukan Evano.


Melihat Mira masih menangis, Evano melepaskan pelukannya dan mengusap lembut air matanya lalu mencium bibir indah itu dengan lembut.


Mira kaget jika Evano kembali mencium nya.tapi tak di pungkiri jika Mira pun menikmati Ciuman itu.hingga Mira akhirnya membalas ciuman.dan mereka saling berpagutan dan bertukar Saliva.


Evano menikmati ciuman panas itu dengan  memeluk erat tubuh Mira.


Begitu lama mereka saling berciuman panas hingga merasa kehabisan nafas, Evano melepaskan bibir indah itu sesaat.


Mira menatap wajah Evano begitu pula Evano, tak mau menyia-nyiakan lagi, Evano kembali mencium bibir Mira sambil memeluknya, Evano mengajak Mira ke sebuah sofa di samping ruang kerja Mira.


Mereka saling beradu bibir tanpa melepaskan pelukan itu, hingga Evano tak tahan menahan hasratnya ingin mencumbui Mira.


Tangan Evano menelusuri Bagian dalam tubuh Mira.membuka kancing baju Mira dan menyesap leher jenjang Mira dengan rakus.


" Evano hentikan ! " 


Tapi Evano tidak pedulikan itu.Evano terus menelusuri tubuh Mira hingga turun ke bagian dada indah nya.Mira merasa ada yang salah hingga Mira memaksa Evano menghentikannya.


" Evano tolong jangan lakukan ini ! Hentikan Evano, oughh Evano please hentikan ! "


Walau sebenarnya Mira menikmati cumbuan Evano, tapi Mira ingat dengan Samuel tunangan nya.


Evano akhirnya menghentikan cumbuan nya pada Mira.mengingat handphone di sakunya terus saja bergetar.


********