Heart Treatise

Heart Treatise
bab.7 SULIT DI MENGERTI



Sore sepulang bekerja, Mira merasa sangat lelah dan pusing rasanya.


semua karyawan kantor menatap Mira dengan takjub dan hampir yang bertemu Mira pasti mengucapkan selamat padanya.


Mira hanya tersenyum menanggapi ucapan selamat itu. yang Mira inginkan dia segera sampai di rumahnya.


saat melewati pintu keluar kantor, Mira bertemu dengan Karina.


Mira hanya mengangguk menyapa nya.tapi justru Karina mendekati nya.


" Tunggu Mira? "


" ya Bu Karina ada apa? "


" saya ingin mengucapkan selamat karena kamu bakal jadi menantu keluarga besar Wijaya.kamu karyawan terbaik di kantor suamiku "


"Anda terlalu berlebihan Nona karina "


" oh iya, aku rasa kamu pantas mendapatkannya.karena selera mu juga highclass "


Mira tidak menyukai ucapan Karina.


" sepertinya anda salah persepsi Nona Karina, saya bertunangan dengan Samuel saat dirinya masih menjadi karyawan biasa.bahkan perusahaan nya belum seperti saat ini.kalau selera anda mungkin demikian.tapi saya pribadi menyukai seseorang yang real pekerja keras.kalau tidak ada yang di bicarakan lagi saya permisi Nona Karina "


mendapati jawaban Mira yang cukup menampar wajahnya itu, Karina merasa sangat kesal.


" oke "


lalu Mira segera menuju parkiran motor dan pulang .


Karina yang baru sampai di depan ruangan Evano langsung masuk saja ke dalam ruangannya itu.


Evano yang sedang melamun tak menyadari Karina datang.


Karina memicingkan matanya melihat Evano sedang melamun.


entah sedang melamunkan apa dia begitu penasaran.


dari arah belakang Karina memberi kejutan pada Evano dengan menutup matanya.


Evano kaget seketika ternyata Karina sudah di dalam ruangan nya.


" kenapa tidak mengetuk pintu? mengagetkan saja! "


" sudah tapi kamu tidak mendengar nya karena sedang melamun! apa yang sedang kamu pikirkan Evano biasanya kamu selalu berbagi hal padaku! "


" bukan apa-apa "


setelah itu Evano membereskan pekerjaan nya.


" Evano aku ingin bicara denganmu! "


" bicara tinggal bicara saja! "


Karina merasa sangat kesal dengan jawaban Evano.ternyata benar Evano memang sudah banyak berubah semenjak kembali ke Indonesia.


padahal saat masih berada di Amerika Evano sosok laki-laki yang sangat romantis pada pasangan nya.


" Evano sebenarnya kamu kenapa? ada apa dengan sikapmu ini! kamu banyak berubah semenjak pulang ke Indonesia! jika memang aku melakukan kesalahan, beritahu aku agar aku tau dan perbaiki, bukan begini caranya Evano! "


mendengar Karina yang begitu marah, Evano menatap nya dengan tatapan tajam.


" kamu sadar gak di mana letak kesalahan mu? "


Karina hanya menggelengkan kepalanya.


" kamu akhir-akhir ini selalu menuduhku yang bukan-bukan.kamu tau aku masih baru di sini dan harus beradaptasi dengan lingkungan kantor.


tapi kamu selalu berfikiran lain.


belum menikah saja kamu sudah seperti ini ! bagaimana jika kita nanti menikah Karina ! "


Karina terhenyak mendengar kalimat yang di ucapkan Evano.


" kenapa kamu bicara seperti itu Evano, jika memang kamu hanya sibuk di kantor kamu tak akan marah-marah seperti ini.kamu begitu mengabaikan aku.aku juga ingin di perhatikan seperti pasangan lain Evano "


" sudahlah capek ngomong sama kamu ! perhatian yang selalu kamu minta, tapi kamu tidak pernah tau apa yang aku inginkan "


" kamu ingin apa ? katakan ! jika aku bisa memberikan nya padamu.akan ku berikan "


Evano terdiam, dia tidak mungkin mengatakan putus .karena bisa berdampak pada saham perusahaan nya.Evano memilih berkemas dan pulang ke rumah.rasa penat di pikiran nya membuatnya stres akhir-akhir ini.


Karina yang tidak mendapatkan jawaban dari Evano hanya menatap nya kesal.melihat Evano berkemas untuk pulang, Karina mencegahnya.


" kita belum selesai bicara ! "


" kamu yakin memintaku meneruskan perkataan ku yang tidak aku lanjutkan tadi ? "


Karina memicingkan mata nya.


" iya, aku ingin semuanya clear "


" jika aku mempunyai wanita lain, kamu mau apa ? "


Karina kaget mendengar pertanyaan Evano.karina hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan Evano kali ini.


" kamu sadar gak ngomong kayak gitu ? "


" kurang apa aku Evano ? aku bahkan memberikan kesucian ku padamu saat awal kita bertunangan dulu.karena aku sangat mencintaimu Evano "


" iya aku tau, tapi jika aku memiliki seseorang yang lebih dari kamu, bagaimana ? "


" itu tidak boleh terjadi.ingat perusahaan mu akan hancur jika sampai itu terjadi Evano ! "


" baik lah aku hanya butuh Jawaban mu.aku pulang dulu "


" Evano tunggu ! "


Evano tak menghiraukan panggilan Karina, dia memilih keluar dari ruangan nya dan segera pulang.rasa penat dan rasa lelah dia rasakan hari ini.


Karina yang kesal memilih ikut pergi, tapi bukan pulang.dia memilih ke club' untuk menghilangkan stres nya.


sesampainya di rumah Evano langsung membersihkan diri dan turun ke lantai bawah ke ruang kerjanya.


segera membuka handphone dan menghubungi Mira.


namun tak di angkat olehnya karena sudah terlalu malam.


akhirnya Evano mengirim pesan pada Mira agar saat dia bangun segera membacanya.


'besok malam kita bertemu di tempat biasa kita janjian dulu yah.aku tunggu kamu di sana jam 8 malam'


setelah pesan itu masuk Evano memilih tiduran di sofa ruang kerjanya.


ibunya Evano yang melihat putranya begitu banyak pikiran itu hanya menatapnya dari pintu, melihat putranya tertidur di ruang kerjanya.


hingga pagi menjelang Evano tertidur di sofa ruang kerjanya.Bu Marta merasa heran, putra nya akhir-akhir ini jarang berkomunikasi dengan nya.


pulang kerja langsung tidur.selalu begitu setiap harinya.


" Evano, kamu kenapa nak.kamu akhir-akhir ini irit bicara sekali ? apa ada sesuatu yang membebani mu ? "


Evano yang baru terbangun, melihat Ibunya masuk ke ruang kerjanya itu hanya diam saja.


" kalian dulu menikah karena perjodohan atau memang saling suka ? "


pertanyaan Evano membuat Bu Marta tersenyum.


" Ibu menikah dengan Ayahmu ya karena cinta.dia dulu cuma pemilik toko bangunan kecil.tapi rame pembeli itu saja sih "


" lalu kenapa sekarang itu tidak berlaku untuk ku ? aku seperti boneka kalian yang harus menuruti ini dan itu sesuai kemauan kalian. aku menyesal di lahirkan "


setelah mengatakan itu, Evano meninggalkan Ibunya yang sangat terkejut mendengar ucapan Anaknya itu.


Bu Marta menangis


" maafkan ibu yang tidak bisa menghentikan Ayahmu Evano ! "


Bu Marta segera menghapus air mata nya saat mendengar suaminya memanggilnya.


" Marta, kamu dimana ? "


lalu Bu Marta keluar dari ruangan Evano dengan menundukkan wajahnya.


" ngapain kamu di ruang kerja Evano Bu ? "


" tadi membangun kan Evano yang ketiduran di sofa kerjanya "


setelah itu Bu Marta pergi begitu saja.pak Agung yang melihat tingkah aneh istrinya hanya mengernyitkan dahi nya.


" aneh sekali itu orang, pagi-pagi sudah cemberut saja.padahal jatah bulanan sudah aku kirim kan, jatah malam, semalam baru dapat dan terlihat begitu puas.kenapa tiba-tiba sikapnya berubah lagi, hmmmmm dasar perempuan ! "


******


Mira yang baru bangun dari tidurnya, bermalas-malasan untuk bangun karena hari ini dia libur.


saat melihat handphone nya ada chat masuk semalam dari Evano yang berisi meminta Mira datang ke tempat biasa dulu mereka janjian ketemu jam delapan malam.


melihat chat itu,Mira abaikan dan kembali tidur hingga siang.


ibunya yang tau kalau hari Sabtu Mira tidak mau di ganggu memilih membiarkan putrinya itu tidur nyenyak.


Samuel datang siang itu ke rumah Mira.namun melihat Mira masih tidur, dia meminta ijin pada Bu santi untuk membangun kan nya.


" sayang selamat siang, sudah jam berapa ini ? "


sambil Samuel mencubit hidung Mira yang menggemaskan.lalu menggoda Mira dengan mengusap bibirnya yang indah.Mira yang merasa ada seseorang mengusap bibirnya langsung membuka matanya.


" Sam, kamu datang pagi sekali "


" pagi katamu ? jam 11 siang kamu bilang pagi.ayo bangun "


" hmmmmm tapi aku masih mengantuk Sam "


" ayo bangun, aku mau mengajak mu jalan-jalan "


" sungguh? baiklah aku akan segera mandi "


melihat tingkah Mira yang terkadang konyol itu, Samuel semakin mencintai gadis itu.


sambil menunggu Mira mandi, Samuel ke ruang tamu duduk bersama Bu Santi.