Heart Treatise

Heart Treatise
Bab.1 Dia kembali



Almira seorang gadis yang sedang mencoba keberuntungan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar di kota Jakarta


setelah sekian purnama mondar-mandir mencari informasi pekerjaan, akhirnya Mira di terima  bekerja di perusahaan bonafit. membuat gadis yang berusia 25 tahun itu begitu gembira.


Mira bergabung dengan tim produksi.para tim yang solidaritas nya tinggi itu mendukung penuh Mira terus bekerja lebih keras lagi


dan dalam tiga bulan pertama hasil kinerja Mira mendapatkan apresiasi dari ketua tim produksi dan anggota eksekutif kantor.


Mira memang berbakat dalam hal produksi dan marketing


tidak sulit baginya mengerjakan pekerjaan itu


" Udah denger belum kalau sebentar lagi bakal ada CEO baru di perusahaan kita. Denger - denger sih yang bakal gantiin posisi pak Agung anaknya yang ada di Amerika itu.karena pak Agung sudah ingin pensiun "


" Kira-kira seperti pak agung gak yah sikap nya. Baik dan berwibawa pastinya juga care sama karyawan nya "


" Semoga saja sih begitu "


Mira yang mendengar pembicaraan teman nya itu tak begitu mempedulikan siapa CEO


perusahaan itu.baginya bekerja dengan baik prioritas utamanya


" Mir, kamu udah punya pacar belum ? "


tanya salah satu tim mereka iseng menggoda Mira yang selalu sibuk dengan kerjaannya.tidak seperti yang lain nya kerja sambil pacaran


" mmmmmm bukan pacar lagi tapi udah tunangan tuch !"


Goda Ririn pada Mira yang enggan menjawab.


" Wah kok gak kabar-kabar sich Mir kalau udah Tunangan. Ada yang patah hati nih ! "


Sindir pak Andi pada Leo yang ada di sebelah nya.


" Siapa yang patah hati pak Andi ? "


" Ada tuh lagi mikir gimana nyembuhin nya hahaha"


Leo hanya tersenyum kecut menanggapi atasan nya itu.


Mira pun ikut tertawa menanggapi Ririn dan pak Andi yang kadang terlihat kekonyolan nya.tak terasa jam kerja sudah selesai.


Mira dan teman lain nya segera membereskan pekerjaan dan segera pulang.


hari ini cukup sibuk dan sangat padat,namun Mira tetap enegik hingga jam pulang tiba .


" Mir mau bareng gak nih pulang nya? Apa kamu di jemput tunangan mu ? "


" Gak di jemput kok, dia juga super sibuk.tapi aku mau ke gramedia.biasa nyari novel terbaru "


" Oke dech kalau gitu aku duluan ya "


" Baiklah  hati-hati di jalan Rin "


tinggal Mira sendirian di kantor bagian tim nya.


tapi tim lain nya masih ada beberapa yang tinggal bahkan lembur.


terdengar kasak kusuk kalau CEO pengganti datang hari ini untuk sekedar mampir melihat kantor yang akan dia tempati nanti.


karyawan yang belum pulang pada kumpul dan nunggu CEO itu datang karena penasaran


Mira yang mendengar nya geli saja, dan berlalu dari mereka yang masih bergerombol membicarakan CEO baru itu.


saat Mira keluar dari pintu karyawan, terlihat ramai di arah pintu masuk utama.


Mira hanya melihat sebentar dan kembali pergi


dia ada perlu ke Gramedia untuk membeli buku Novel favorit nya.


dari seberang arah Mira berdiri ada seseorang yang memperhatikan Mira sepintas.


sosok laki-laki berkarisma itu menatap punggung Mira.dia seperti mengenali gadis yang terlihat sesaat itu.


namun lamunannya buyar saat Karina menggandeng mesra tangan nya.


" Ayo masuk Ayahmu sudah menunggu mu di atas "


" Oh iya ayo jalan "


Evano datang ke kantor tempat nya bakal menggantikan Ayahnya bersama tunangannya Karina.


" Pasangan yang serasi sekali , cantik dan tampan"


kata seorang karyawan yang melihatnya.mereka menatap takjub pada calon bos barunya itu.


" Anak ku Evano, apa kabar mu hemmm "


ayahnya memeluk anak satu-satunya yang sudah lama tinggal di luar negri Itu.


Evano pun menyambut pelukan ayahnya yang sudah tua itu.


" Ayah masih saja tampan seperti dulu "


 Evano Kamu sedang memuji atau sedang mengejek Ayahmu yang sudah keriput ini Evano "


Karina yang di samping Evano itu hanya tersenyum menanggapi Evano dan Ayahnya itu bercanda.


" Besok datanglah lebih awal  untuk meeting Bersama petinggi perusahaan dan perkenalan dengan para karyawan di sini.baik- baiklah dengan karyawan di sini.karena  mereka orang-orang pilihan Ayah "


" Ayah tenanglah, Evano hanya meneruskan perjuangan Ayah saja.Evano tidak akan keluar dari batas kok hehe "


"Ayah percaya padamu.ayo kita pulang bersama.Ibumu sedang masak masakan kesukaan mu "


" Karina, welcome to Indonesia.saya harap kalian tetap akur ya "


Evano hanya tersenyum menatap tunangan nya itu.


lalu mereka keluar kantor dan segera pulang ke rumah.kepulangan Evano di sambut meriah.


" Anaku Evano ! Oh Tuhan tambah tampan saja kamu nak.sudah berapa lama kamu tidak kembali ke rumah mu ini hemmmm? Karina ayo masuklah "


" Maafkan aku Ibu, padatnya pekerjaan ku di sana tak sempat untuk mengambil cuti panjang.dan sekarang aku sudah kembali bukan ?"


" Baiklah baiklah ayo kita makan bersama, Ibu sudah masak masakan kesukaan mu, ayo Karina "


mereka makan malam dengan penuh kehangatan bersama.


*******


keesokan harinya


Mira sudah bersiap-siap dari pagi untuk berangkat kerja.


setelah membantu ibunya menyiapkan sarapan pagi


" Pelan pelan Mira, jangan terburu-buru makan nya.nanti keselek loh "


" Aku emang lagi buru-buru Bu, hari ini ada meeting penting.aku gak boleh terlambat " 


lalu Mira segera berangkat menggunakan motor Scoopy kesayangan nya.


hari ini Mira memakai seragam kebesaran nya


baju abu-abu di padukan blazer hitam dan celana kulot hitam serta sepatu hak tinggi 5cm


membuat penampilan nya berbeda . Karena harus mengikuti meeting perusahaan.


" Mira, Ririn sudah siap belum ? Yuk kita ke lantai tiga sekarang.sebelum pak Agung dan CEO baru itu datang "


" sudah siap pak Andi ayo berangkat "


" Teman-teman yang lain nya nanti segera menyusul.setidaknya kita lebih dulu datang "


" Okay pak "


" Kamu hari ini perfect sekali Almira.tetap fokus bekerja sebelum nanti menikah loh "


" Saya akan bekerja lebih keras lagi pak "


semua karyawan sudah berkumpul di ruangan meeting dan para petinggi perusahaan juga sudah hadir semua


banyak pasang mata yang memperhatikan Mira saat memasuki ruangan meeting itu.


auranya yang membawa keteduhan itu membuat para pasang mata melihat nya tanpa bosan.


pak Andi yang berada di sebelah nya merasa ikut jadi pusat perhatian mereka.


gak sia-sia pak Andi merekrut Almira menjadi bagian dari tim nya.


semenjak dia bergabung semua proyek sukses di tangani tanpa harus lembur berhari-hari.


saat Mira merasa sangat malu menjadi pusat perhatian orang-orang di ruangan meeting itu, pak Agung dan Evano masuk ke ruangan meeting.


pak Agung masuk lebih dulu setelah beberapa saat barulah Evano masuk.langsung di sambut tepuk tangan meriah oleh para karyawan dan petinggi perusahaan


Mira yang melihat Evano masuk ruangan kaget dan tubuhnya tiba-tiba terasa panas dingin.


Mira terus menatap Evano tanpa berkedip karena masih belum percaya jika yang ada di hadapannya itu adalah Evano Bastian


mantan kekasih nya yang juga teman masa kecilnya yang begitu dia cintai .yang pergi tanpa kabar selama 5 tahun.


sesaat Evano belum menyadari adanya Mira tepat berada di hadapan nya.namun saat evano melihat lurus ke depan wajah Evano langsung berubah.yang tadinya tersenyum ramah pada orang-orang di dalam ruangan, berubah seperti terkejut.enatap Mira dengan tatapan yang sulit di artikan.


melihat Evano menatapnya Mira langsung menundukkan kepalanya.


Mira berusaha menguasai dirinya.hingga akhirnya Mira kembali mengangkat wajahnya dan membuang tatapan itu ke arah lain.


Lamunan Evano buyar saat Evano di panggil ayahnya untuk memperkenalkan dirinya.Evano kembali menguasai dirinya .dia memperkenalkan diri dengan pembawaan nya yang tenang dan berwibawa itu membuat para petinggi perusahaan dan karyawan kantor menyambut nya dengan tepuk tangan yang sangat meriah.


Mira hanya bertepuk tangan biasa.karena setelah Evano memperkenalkan dirinya dia kembali menatap Mira dengan tatapan yang sulit di artikan.


setelah acara perkenalan diri selesai para karyawan dan beberapa petinggi perusahaan membubarkan diri.


termasuk Mira dan pak Andi.namun justru Mira di hentikan oleh evano yang membuat pak Andi bertanya- tanya dalam pikirannya.


" Maaf kalian dari deviasi mana kalau boleh tau? "


tanya evano sopan sambil menatap Mira


" Kami dari deviasi produksi barang dan marketing pak Evano, perkenalkan ini Almira bagian dari tim produksi kami yang sangat berkompeten di bidangnya "


begitu pak Andi menjelaskan Mira hanya tersenyum hambar.


lalu Mira dan pak Andi pamit kembali bekerja


Evano terus menatap punggung Mira hingga Mira hilang dari pandangan nya.


" Evano sedang melihat apa kamu? Serius sekali !"


tanya pak Agung yang melihat putranya bengong di depan pintu keluar.


" Ayah ingat tidak teman masa kecil Evano di rumah yang dulu.Gadis imut yang jago bela diri Almira "


" Almira? Gadis kecil yang jago silat itu ? kenapa memangnya ?"


" Betul ayah, dia bekerja di perusahaan ini di bagian deviasi produksi dan marketing ternyata "


" Oh ya ? Ayah malah tidak menyadarinya.pernah dengar dari manager kalau dari tim produksi ada yang sangat berkompeten di bidangnya.Almira, ternyata gadis kecil itu "


" Iya Ayah dia jadi perempuan hebat ternyata sekarang.dari dulu sampai sekarang pula dia selalu membantu kita.begitu juga sekarang hemmmmm gadis pembawa keberuntungan "


" Ehmmmmm jangan bilang kamu menyukai nya Evano ? Ingat Karina ! "


" Ayah ini bicara apa ? Memuji teman masa kecil apa salahnya. Dia bukankah dari dulu memang selalu membantu keluarga kita.apalagi Bu Santi, bahkan sampai hari ini Mira yang membuat perusahaan kita berjaya "


" Baiklah ayah mengerti maksudmu.dia pantas mendapatkan posisi yang bagus di masa depan nanti "


Ucap pak Agung pada putranya.


" Ayo kita berkeliling kantor, berkenalan dengan para karyawan agar mereka bisa lebih mengenali atasan nya "


" Baiklah ayo kita berkeliling "


pak agung menunjukkan bagian bagian tim dan mereka menuju ke tim produksi.


pak Agung ingin lebih tau Almira yang Evano katakan barusan.


" Pak Agung dan pak Evano silahkan pak masuk pak"


sapa Ririn pada mereka berdua.


Mira yang tadinya sedang menyusun laporan di laptopnya langsung berhenti saat pak agung datang ke kantor nya


" Pagi pak Agung dan pak Evano "


Mira menyapa atasan nya dengan hormat, membuat pak Agung tersenyum ke arahnya


" Apakah kamu Almira, anak dari Bu Santi Amalia ?"


Mira yang kaget nama ibunya di sebut lantas langsung menjawab


" Benar pak Agung, saya Almira anak dari ibu Santi Amalia "


" Baiklah, bekerjalah dengan baik di sini .saya sudah mendengar kinerja mu selama bekerja di sini .saya sangat menyukai semua hasil kerja keras mu, pertahanan itu "


 Terima kasih pak Agung "


Evano hanya diam menatap Mira lalu di ajak ayahnya berkeliling lagi


"Mira, kamu mengenal pak Agung rupanya? Sejak kapan? 



" Aku kenal pak Agung yang dulu.saat masih menjadi orang biasa.tidak seperti sekarang "


sambil Mira berlalu dari hadapan Ririn.


Ririn hanya mematung mendengar jawaban Mira yang terbilang konyol itu


*******