
Matahari mulai naik ke atas dan hyuna terbangun dari tidur nya.
"Hhooaammm.."hyuna menguap
Hyuna merasa ada tangan seseorang dipaha nya saat hyuna melihat kesamping hyuna terkejut.
"Aaaahhhhh...."teriak hyuna.
"Berisik sekali."ucapnya sambil membuka matanya.
"Ap yang kamu lakukan disini?."tanya hyuna.
"Tidur."setengah sadar.
"Miinn ssuuugggaaaa!!!."teriak hyuna
Suga terbangun dan langsung duduk karena terkejut dengan teriakan hyuna.
"Weo??."tanya suga.
"Aku tanya apa yang kamu lakukan dikamar ku?."
"Kamar?? Kamar siapa??."bingung dan terkejut.
"Kamar ku.."
"Heeoolll... ahh mianhae aku salah kamar."menggaruk kepala nya yang tidak gatal yang menandakan bahwa dia merasa malu.
"Haiisshhh.. dasarr mesum."ketus hyuna
"Aku bukan mesum hyuna aku salah kamar.. lagian juga kan kmu pacar aku jadi ngga papa kan kalo aku tidur seranjang berdua dengan pacarku."balas suga.
Bambam mendengar keributan dikamar hyuna dan segera menuju kamar hyuna saat bambam membuka pintu kamar hyuna.
"Apa.. yang ter.."terpotong karena melihat suga yang berada dikamar hyuna.
"Bambam.."hyuna terkejut.
"Apa yang kamu lakukan disini suga.."tanya bambam.
"Aku salah masuk kamar.."balas suga.
"Kembalilah ke kamar ku dan pergilah mandi setelah itu turunlah kebawah untuk sarapan."perintah bambam.
"Haiishh aku masih ingin tidur."
"Namjoon tadi menelfon ku dan mencarimu katanya kamu ditunggu didorm BTS."
"Haaiisshh aku lupa... hyuna ikut aku ke dorm BTS yahh.. bantu aku selesaikan ini.:
"Kenapa aku harus membantumu?."tanya hyuna
"Karena kamu yang membuat masalah ini hyuna!."tegas bambam.
"Baiklah..baikkah.. tapi aku bawa bambam yah."
"Kenapa dia harus ikut? Dia kan ga terlibat masalah ini?."tanya suga.
"Kalo bambam ga ikut aku ga mau pergi dengan mu."
"Oke oke..dia boleh ikut."
Suga berdiri dan keluar dari kamar hyuna.
Saat suga sudah menutup pintu kamar hyuna bambam mendekat kearah hyuna.
"Apa kamu baik-baik saja?."tanya bambam.
"Nee.. aku baik-baik saja."gemetar.
"Tidak.. kamu tidak baik-baik saja hyuna aku tau kamu takut."
Bambam memeluk hyuna untuk menenangkan hyuna.
Setelah tenang hyuna melepas pelukan bambam dan berjalan menuju kamar mandi.
"Turunlah dulu aku akan menyusul mu nanti."ucap hyuna.
"Baiklah."balas bambam.
Bambam keluar dari kamar hyuna dan turun kebawah.
Hyuna masuk ke kamar mandi selesai mandi hyuna memakai baju dan berdandan.

Penampilan hyuna
Setelah selesai hyuna segera turun untuk sarapan.
"Bau nya enak.. kamu masak apa?."tanya hyuna.
"Aku hanya memasak nasi goreng."tanya bambam.
Suga menghampiri hyuna dan bambam.
Suga langsung duduk sedangkan hyuna mengabaikan suga dan melingkarkan tangan nya ke bambam.
"(Sialan dia benar-benar mempermainkan aku)."batin suga.
"(Aahh hyuna kenapa kamu terus seperti ini padaku.. lama kelamaan aku benar-benar akan melakukan banyak cara untuk mendapatkanmu)."batin bambam.
"Ekkhemm.."
"Ehh.. sayang kamu sudah disini?."tanya hyuna yang pura-pura tidak tau.
Hyuna mendekat ke arah suga dan melingkarkan tangan nya keleher suga dan turun keperut suga.
"Hentikan itu hyuna."ucap suga.
"Haha.. oke.. kamu mudah sekali digoda sayang."balas hyuna.
Suga hanya diam dan hyuna duduk disamping suga.
Dan tidak lama hyuna duduk bambam mengantarkan makanannya.
Hyuna memakan makanan yang dibuat bambam.
"Apa kamu mencampurkan bawang putih?."tanya hyuna
"Nasi goreng untukmu aku khususkan untuk tidak menaruh nya.. kenapa?."balas bambam.
"Tidak aku hanya bertanya?."
Mereka fokus menghabiskan makanan mereka.
Beberapa menit setelah makanan habis mereka bersiap-siap keluar rumah dan pergi ke dorm.
"Kamu ikut mobil ku hyuna."perintah suga
"Jangan buat aku kesal hyuna."
"Bodo amatt.."
Suga menarik kasar tangan hyuna dan membawa masuk hyuna ke mobilnya.
"Yaakk!! Bukan pintu nya suga..
Aku tidak mau ikut denganmu.. aku mau ikut mobilku bareng bambam aja."teriak hyuna.
"Hentikan hyuna! Kamu itu pacarku.. kalo kamu mau bersama bambam.. harusnya kamu berhenti membuat masalah dengan ku dan pacaran denganku!!."bentak suga.
Bentakan suga membuat hyuna terdiam dan gemetar.
"Tttokkk..tookkk.tookk."
Bambam mengetuk kaca mobil suga.
Suga membuka kaca mobilnya.
"Kamu jangan khawatir aku mengikutimu dari belakang hyuna.. tenangkan dirimu pikirkan apa yang menurutmu menyenangkan."ucap bambam sambil mengelus rambut hyuna.
"(Kenapa dengannya? Aku merasa ada yang tdak beres dengannya?)."batin suga
"Baiklah.. kamu harus tetap dibelakang dan jangan sampai tertinggal."ucap hyuna.
"Yaa aku janji."balas bambam.
Bambam pergi menjauh dari mobil suga dan masuk ke mobil hyuna.
Suga kembali menutup kaca nya dan mulai menjalankan mobilnya.
Badan hyuna masih gemetar dan hyuna menyilangkan tangan nya dibawah dada nya.
"Kenapa denganmu? Apa kamu takut denganku?."tanya suga.
"Tidak."balas hyuna.
"Lalu kenapa badan mu gemetar?."
Hyuna tidak menjawab pertanyaan suga tiba-tiba salah satu tangan suga memegang dahi hyuna untuk memastikan jika hyuna baik-baik saja namun suga dikejutkan dengan ekspresi hyuna yang berlebihan.
"Jangan sentuh aku!!."teriak hyuna sambil memojokan dirinya mendekat kepintu mobil.
"Maaf hyuna aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.. ekspresi mu terlalu berlebihan aku hanya menyentuh dahi mu."balas suga
Tangan suga kembali menyetir dan hyuna kembali keposisi semula.
"Suga.."panggil hyuna.
"Hhmmm.."balas suga
"Apa kamu bisa dipercaya?."
"Tergantung.."
"Ko tergantung?."
"Ya tergantung.. jika mereka ingin mempercayaiku, aku akan berusaha menjaga kepercayaan mereka. Jika tidak ya untuk apa aku berusaha membuat mereka percaya padaku sedangkan dari awal mereka memang tidak ingin mempercayaiku."
"Ohhh."
"Kenapa kmu menanyakan ini padaku?."tanya suga
"Tidak.. aku hanya bertanya."
"Apa kamu mulai mempercayaiku?."tanya suga.
"Entahlah.. lihat kedepan nya saja."balas hyuna.
"(Percayalah padaku hyuna dan aku dengan cepat menghancurkan mu)."batin suga.
"(Aku ingin mempercayai mu suga kamu terlihat baik dan aku merasa tidak asing denganmu tapi aku takut kamu akan sama seperti mark)."batin hyuna
"Hyuna??."panggil suga.
"Hhmm ya.."balas hyuna.
"Apa kamu lupa denganku?."
"Maksudmu??."
"Sudahlah kamu memang melupakan ku."
"Maaf suga jika aku melupakan mu.. penyakitku yang mengambil ingatan-ingatan ku."
"Ohh."
"Apa kamu tidak percaya?."
"Aahh sudah sampai."suga mengalihkan topik pembicaraan.
"(Penyakit katanya?.. dia pikir aku percaya?)."batin suga.
"(Suga aku benar2 tidak tau kamu yang sebenrnya yang mana? Dan aku tau kamu tidak akan mempercayai ku dengan mudah karena aku telah membuat mu dibenci teman-teman mu)."batin hyuna.
Suga keluar dari mobilnya dan kemudian membukakan pintu untuk hyuna.
"Hyuna ayo turun."ucap suga.
"Maaf aku melamun."
"Apa yang kamu lamunkan?."tanya suga.
Hyuna melihat kebelakang suga ada seseorang yang tak asing baginya dan orang itu yang membuat hyuna trauma berdekatan dengan laki-laki.
"Tidak jangan mendekat!! Kumohon jangan mendekat."hyuna histeris.
"Apa maksudmu hyuna?."tanya suga.
Hyuna tidak menjawab pertanyaan suga hyuna menyilangkan tangannya didepan wajahnya.
Suga masih bingung kenapa hyuna histeris.
Suga mendekap hyuna dan hyuna menenggelamkan wajahnya didada suga tangannya menggenggam pundak suga dengan erat.
*****To be continue****