Girl And Falsehood

Girl And Falsehood
3



"Bambam!!."teriak mark dan jackson.



    Bambam terkejut mendengar teriakan itu dan melihat kearah mark dan jackson.



"Ngapain kalian disini?."tanya bambam



     Mark dan jackson hanya diam dan melihat kearahku lalu duduk.



"Hooo.. mereka saling kenal.. haha ini menarik."pikirku



   Selama sarapan mereka hanya  diam dan saling menatap hingga sarapan berakhir dan beralih ke ruang tamu.



"Ya! Ini membosankan! Kenapa kalian diam saja!."ucapku.



"Lalu kita harus apa!!."teriak mereka bersamaan



"Kalian berteriak padaku!!."teriakku.



     Mereka terdiam dan aku berdiri hendak pergi meninggalkan mereka tiba-tiba tanganku dipegang bambam dan membuat langkah ku terhenti.



"Kau mau kemana?."tanya bambam.



"Bukan urusanmu!!."teriakku



     Aku menghentakkan kakiku dan menghempaskan tangan ku dan membuat tangan bambam melepaskan tanganku.


 


    Aku pergi keruang rahasia ku tidak ada seorang pun yg tau ruangan itu kecuali ayah dan ibuku, tempat itu adalah tempat dimana aku melampiaskan perasaanku.



    Banyak buku,minuman beralkohol, dan rokok disana tapi ayah dan ibuku tidak tau jika aku menyembunyikan alkohol dan rokok disana.



     Aku membaca beberapa buku sambil merokok, hingga aku merasa bosan dan akupun melihat ponsel ku, melihat kontak untuk mengecek nomr siapa yang ingin ku hubungi.



     Hingga aktivitas ku terhenti disatu nomr ponsel yang ku namai Kim Namjoon dan aku berfikir ini waktu yang tepat untuk mencari mainan baru.



Message POV



Hai joon.. Im Lee Hyuna..


Apa kau ingat?



Read



Hyuna??.. ahh i know..


Kau menghubungiku lebih dulu?



Read



Yeahh.. why?


Apa aku salah?



Read



Tidak.. aku hanya tidak menyangka..



Read



Apa kita bisa bertemu sekarang?


Aku merasa bosan dirumah dan aku bingung karena aku tidak punya banyak teman di seoul.



Read



Tentu.. Dimana?



Read



Taman bagaimana?



Read



Okay.. aku akan bersiap-siap sekarang.. sampai jumpa.. dahh..



Read



End Messagge



     Akupun mengakhiri aktivitasku diruang rahasia itu dan pergi ke kamar ku untuk mengganti baju selesai berganti baju aku turun kebawah melewati ruang tamu dan mengabaikan keberadaan mereka.



"Kau mau kemana?."tanya jackson



"Bertemu mainan baru."



"Tidak! Kau tidak boleh pergi meninggalkan kami dan mencari yang baru!."teriak mark.



    Aku hanya diam kembali berjalan keluar dan mengabaikan mereka aku masuk ke dalam mobilku mereka mengikutiku dari belakang.


     Saat aku menyalakan mobilku dan pergi meninggalkan rumah tiba-tiba mark menghadang mobilku.



"Ttiiinnnn...Ttttiiinnnn...Tttiiinnn."bunyi klakson mobil



"Jangan pergi!."teriak mark.



"Minggir!! Atau aku akan menabrakmu!."teriakku.



     Bambam menarik mark dan menahan nya untuk diam dan akupun segera pergi meninggalkan mereka.



_________________________



"Biarkan dia pergi."ucap bambam.



"Kenapa? Kenapa kmu membiarkan dia pergi! Aku mencintainya! Dan aku ga mau dia menjadi milik orang lain!."teriak mark



    Bambam pun memukul wajah mark hingga pipinya membiru.



"Ada apa denganmu!."teriak jackson



"Kalian sadar ga sih! Dia tidak akan menjadi milik kita! Dia tidak akan menikah dengan salah satu diantara kita! Dia hanya menganggap kita koleksi nya jadi kalian harus pilih pergi sesuai keinginan kalian sendiri atau dilepaskan oleh nya."teriak bambam



"Aku tau tapi kmu tidak perlu mengingatkan ku akan hal ini!!."balas mark



"Sudahlah dia akan semakin marah jika kita egois, sebaiknya kita masuk dan menunggunya pulang."ucap jackson



"Tidak aku ingin menyusulnya kau mau ikut dengan ku atau tidak!."



"Pergilah!! Lakukan sesuka kalian!."teriak bambam



     Akhirnya mark dan jackson pergi meninggalkan bambam sendirian dirumah Hyuna.



___________________________



       Aku menyetir dengan kecepatan tinggi karena aku tau mark akan mengikuti ku.


     Sampai ditaman aku menelfon namjoon.



Calling..



Annyeong...



Annyeong..



Dimana kamu?



Aku?



Yeahh siapa lagi?


Aku sudah berada di taman dan aku berjalan entah kemana mencarimu.. katakan dimana kamu?..



Berhenti dan berbaliklah..



Heoo..



Kubilang berhenti dan berbaliklah..



__________________________



     Akupun berhenti dan berbalik dan aku melihat namjoon namun tidak terlalu dekat dengan ku.


    Akhirnya aku berlari kearah dimana namjoon berdiri. Sampai ditempat dimana namjoon berdiri aku memeluknya aku tau dia pasti terkejut.


    Namjoonpun membalas pelukan ku dan beberapa menit kami berpelukan aku melepaskan pelukanku darinya aku melihat wajahnya yang terlihat malu sekarang.



"Aku ingin duduk."ucapku.



"Duduk? Kau yakin?."



"Hmmm..."


   


    Aku berfikir dan menengok ke kanan dan ke kiri hingga pandangan ku terhenti pada satu titik.



"Aku ingin gulali itu."menunjuk ke pedagang.



"Oke.. ayo kesana."ajak namjoon.



      Namjoon membelikan ku gulali dan membawaku duduk ditepi danau.




"Weo..??."



"Kamu terlihat berbeda?."



"Upss.. hahaha..."berpura-pura tertawa.



"Heii.. I'm seriously.. so answer my question honestly.."



      Aku terkejut mendengar dia berkata serius. Aku berusaha mengendalikan diriku dan aku tidak mau dia tau bagaimana diriku yang sebenarnya.



"Look at me... Apa aku terlihat berbeda joon? Dan apa aku terlihat sedang tidak baik?."tanyaku.



     Namjoon melihat ku dan menatapku dengan tatapan ragunya.


     Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya hingga beberapa centi wajahnya memerah.


     Aku ingin tertawa namun aku ingin bersenang-senang lebih lama dan aku menempelkan bibirku ke bibirnya.



"Cup...."



    Dan aku segera menjauhkan wajah ku dari nya dan tertawa.



"Hahahaha... upsss."menahan mulutku dengan tanganku.



"Heii!!."teriak namjoon.



"Wlleee.. 😋" mengeluarkan lidahku sedikit dan berdiri.



    Aku pun berlari meninggalkan namjoon dan namjoon pun mengejarku.



"Heii... stop.. hyuna.."teriak namjoon



"Hahahha.. kejar aku.. wlee..😋."



     Belum jauh aku berlari tiba-tiba...



"Bbbbrrruuukkk....!!!"



   Aku menabrak seseorang hingga terjatuh dan lututku berdarah.



"Apa kamu tidak punya mata!!."teriaknya.



   Namjoonpun segera membangunkan ku dan memegang bahuku.



"Maafkan hyuna suga hyung dia tidak sengaja."ucap namjoon.



"Apa yang kamu katakan joon."



"Kenapa kmu yang meminta maaf joon.. dia yang menabrakku bukan kamu!."ketus suga.



"Aku tidak akan minta maaf padamu!!."teriakku



      Akupun berbalik dan berjalan kembali ke tempat duduk tadi meskipun kaki ku terasa sakit dan pincang aku tidak perduli aku sangat ingin menjauh dari suga.



"Hyunaa..  berhenti.."teriak namjoon.



   Aku mengabaikan namjoon hingga dia berlari kearahku dan tiba-tiba menggendongku.



"Kmu mau membawaku kemana?."tanyaku.



"Ke mobilku."



    Aku hanya diam dan menatap wajah namjoon yang khawatir.


Sampai dimobil namjoon dia mendudukanku didepan mobilnya tepatnya diatas mesin mobil.


     Dia pergi ke dalam mobil entah mengambil apa yang jelas dia mengambil sesuatu.



"Kotak obat? Kmu selalu membawa ini?."tanya ku



"Yappss.. karena aku orang yang ceroboh jadi aku butuh ini."tersenyum



    Namjoon pun mulai mengibati lututku yang berdarah karena jatuh tadi.



"Jika sakit kamu bisa menjambak rambutku."ucap namjoon.



"Ahh okay."



"Ini akan sedikit perih."



    Hatiku hampir tergerak karena perhatian namjoon namun sekilas bayangan wajah suga datang difikiranku.



"Awww."rengekku



"Kenapa tidak menjambak rambutku."tanya namjoon.



    Aku hanya diam dan namjoon melihat ke wajahku.



"Kamu menggigit bibirmu."ucap namjoon



"Apa?."



"Bibirmu berdarah, kenapa kmu menyakiti dirimu sendiri! Bukankah kubilang jambak rambutku jika terasa sakit."tegasnya



    Aku hanya diam, dia selesai mengobati lututku dan duduk disampingku.


    Tangan nya memegang wajahku dan tiba-tiba namjoon mencium ku dia menghisap darah yang keluar dari bibirku.


    Aku terkejut dan memukul dadanya, dan dia melepaskan ciuman nya dan meludahkan darah yang dia hisap dari bibirku.



"Aku akan mengantarmu pulang."ucap namjoon



"Bagaimana dengan mobilku?."



"Aku akan menghubungi bodyguard ku untuk membawa mobilmu nanti."



"Baiklah."



    Namjooon mengantarku pulang. Aku tidak tau dia tau dari mana alamat rumah ku dia tidak menanyakan nya padaku.



"Aku akan menggendongmu."ucap namjoon



"Ahh terima kasih.. maaf merepotkanmu."



     Aku menunjukan ruang tamu dan namjoon mendudukan ku dikursi ruang tamu.



"Apa yang terjadi padanya?."



"Bambam!!."namjoon terkejut



"Kalian saling kenal?."tanyaku



"Ya kita saling kenal hyuna. Aku akan pulang sekarang mungkin di dorm mereka mencariku."



"Kenapa buru-buru sekali kamu bahkan belum minum apapun."



"Mungkin lain kali."



"Baiklah.. hati-hati dijalan joon."



"Biar aku yang mengantarmu kedepan."ucap bambam.



"Ahh okey."balas namjoon.



__________________________



"Apa yang terjadi padanya?."tanya bambam.



"Dia hanya terjatuh. Kenapa kmu disini? Apa kmu kekasihnya?."tanya namjoon



"(Jika aku menjawab aku adalah kekasih nya atau mainan nya mungkin hyuna akan marah padaku)."bambam dalam hati.



"Kenapa kau diam?."tanya namjoon.



"Aku memang mencintainya namun mungkin dia tidak mencintaiku."balas bambam.



"Okey aku mengerti.. terima kasih telah mengantarku.. aku pulang.."



__________________________



    Namjoon pun pergi meninggalkan rumahku, dan bambam kembali masuk keruang tamu.








*******to be continue*******