
Saat masuk ke kamar.
"Waahh.. secepat ini dia mendekor kamar ku.."gumam hyuna

Before

After
Hyuna merebahkan tubuhnya dikasur.
Tiba-tiba bayangan seorang anak laki-laki berbaju merah melintas diingatannya.

"Siapa anak laki-laki itu??."gumam hyuna.
Hyuna memikirkan anak laki-laki itu dan berusaha mengingat siapa dia.
Hingga hyuna tertidur
BTS POV
"Aahh sialan.. kenapa aku sangat tidak berguna."gumam jimin.
"Hyung.. jelaskan padaku dan jimin kenapa hyung menyembunyikan ini?."tanya namjoon.
Suga terdiam dan menundukan kepalanya dan saat suga menatap kedepan suga melihat mata teman-teman nya menatap suga dengan tatapan yang tidak biasa mereka seperti kecewa pada suga.
"Maafkan aku namjoon.. jimin.. aku tidak bermaksud menyembunyikannya.. aku dan hyuna baru kemarin pacaran.. dan aku lupa untuk memberitahukan ini."ucap suga.
"Baru kemarin?? Lupa?? Lalu maksud hyung tadi apa.. hyung mengatakan tidak mencintai hyuna? Aku mendengar itu dengan jelas hyung!."teriak jimin.
"Sebaiknya kita bicarakan besok pagi didorm kita perlu hyuna juga disini."ucap seokjin.
Mereka pun bergegas keluar dari restoran dan kembali ke dorm namun tidak dengan suga.
Suga pergi ke bar dan pulang kerumah hyuna dengan keadaan terluka dan mabuk.
BTS End Pov
Bambam yang masih belum tidur pergi ke ruang tv untuk menonton tv.
Tiba-tiba bambam mendengar bunyi bell dan bambam bergegas berjalan kearah pintu untuk memastikan siapa yang datang pukul 23.00 malam.
Saat bambam membuka pintu bambam terkejut melihat suga yang terhuyung dan banyak luka.
"Suga..."teriak bambam terkejut.
"Dimana hyuna?."tanya suga sambil berjalan masuk dan menuju keruang tamu.
"Dia sudah tidur duduk lah dulu.."perintah bambam.
"Aku perlu bicara dengan nya sekarang! Tolong bangunkan dia!."
"Aku tidak akan membangunkan nya! Dia terluka karena melindungimu! Itu sudah cukup membuktikan bahwa kamu tidak pantas untuknya!."teriak bambam.
"Hahaha.. kamu pikir aku akan mencintainya.. dulu aku pernah mencintainya pernah percaya padanya tapi dia meninggalkan aku dan menghilang tanpa kabar.. dan sekarang dia kembali secara tiba-tiba dan menginginkan aku.. aku akan menghancurkan nya sebelum dia yang menghancurkan ku."racau suga.
Bambam terkejut mendengar apa yang dikatakan suga.
Antara percaya atau tidak seseorang pernah mengatakan pada bambam jika seseorang sedang mabuk dia akan mengatakan apa yang dirasakan dan difikirkan nya.
"Apa maksudmu!!."teriak bambam.
"Aku haus.. berikan aku minum."ucap suga.
"Siiallaann!!."kesal bambam.
Bambam pun pergi kedapur dan membuatkan minuman pereda mabuk serta membawa kotak P3K untuk mengobati luka suga.
Beberapa menit kemudian bambam kembali ke ruang tamu.
"Minum ini."perintah bambam.
Suga pun meminumnya dan beberapa menit kemudian suga sedikit tersadar.
Dan suga melihat ruangan disekitarnya
"Dimana aku? Aww..kepala ku."ucap suga.
"Kamu dirumah hyuna.. apa kamu ingat berapa botol alkohol yang kamu minum?."tanya bambam.
"Hanya 7 atau 8 botol."
"Gila.. sebanyak itu.. kmu berkata hanya."
"Apa aku terluka.. wajah ku terasa sakit."tanya suga
"Sebentar aku ambilkan kaca."
Saat bambam mencari kaca tiba-tiba hyuna terbangun dan turun ke bawah.
Hyuna pergi ke dapur untuk minum saat hyuna akan kembali ke kamar nya dia melihat seseorang di ruang tamu namun itu tidak terlihat seperti bambam.
Hyuna masuk keruang tamu.
"Bambam.. kau kah itu?."tanya hyuna.
"Apa aku terlihat seperti bambam?."balasnya.
"Min suga!."hyuna terkejut
Hyuna mendekat kearah suga dan duduk disamping suga.
Hyuna melihat luka suga dan melihat kotak P3K dimeja.
Hyuna membuka kotak P3K itu dan mengambil kapas dan obat antiseptik untuk mengobati luka diwajah suga.
"Aww.. pelan-pelan itu sakit."rengek suga.
"Maaf.. apa yang terjadi padamu?."tanya hyuna.
"Aku lupa.. aww.. sudah ku katakan itu sakit."
"Tahanlah sedikit."
Suga menatap wajah hyuna.
"(Dia tidak berubah.. dia malah semakin cantik.. sialan kenapa aku berfikir seperti itu)."ucap suga dalam hati.
"Min suga!... kenapa kmu menatapku seperti itu!."tegas hyuna.
"Lagi...??."bingung
"Yahh lagi.. apa kmu lupa..?"tanya suga.
"Apa yang kamu maksud?."tanya hyuna.
"Kamu..."terpotong.
"Ini kacanya.."ucap bambam.
Bambam melihat hyuna yang masih mengobati suga dan bambam menghentikan langkahnya.
"Kenapa kamu berdiri disana bambam.. kemarilah.."perintah hyuna.
"Ahh baiklah.."balas bambam.
Bambam berjalan kearah suga dan hyuna dan duduk didepan suga.
"Selesai.."ucap hyuna.
"Kemarikan kacanya aku ingin melihat wajahku."ucap suga.
Bambam memberikan kacanya pada suga.

"Siallann.."gumam suga.
"Siapa yang memukulmu? Apa jimin yang memukulmu?."tanya hyuna
"Bukan jimin.. dia tdak akan melukai ku separah ini.."
"Aahh sudah lah aku mengantuk aku kembali ke kamar dulu ya.. oh ya bambam apa kamar tamu sudah dibereskan?."tanya hyuna
"Aku melupakan kamar itu hyuna.. aku hanya baru selesai mendekor kamarmu."balas bambam.
"Ahh yasudah.. kalo gitu kmu tidur berdua dengannya malam ini."perintah hyuna.
"Baiklah.."
"Oke.. selamat malam."sapa hyuna sambil berjalan pergi meninggalkan ruang tamu.
Hyuna kembali kekamarnya dan merebahkan tubuhnya dikasur sambil menatap ke atas.
"Apa yang dimaksud suga? Lagi? Apa aku pernah bertemu dengan nya dulu? Apa aku pernah punya masalah dengan nya dulu?."gumam hyuna
Hyuna terus memikirkan apa yang dikatakan suga sampai tertidur.
Sementara diruang tamu keadaan suga dan bambam terasa aneh.
"Sebenarnya apa yang terjadi padaku?."tanya suga
"Kenapa menanyakan itu padaku.. harus nya aku yang bertanya kenapa kamu bisa sampai sini dengan keadaan mabuk."balas bambam
Suga terdiam dan berfikir kenapa dia bisa sampai dirumah hyuna bukan di dorm.
"Kamu duluan saja kekamar aku masih belum ingin tidur."ucap bambam.
"Dimana kamarmu?."tanya suga.
"Kamu naik keatas lalu belok kiri disitu kamarnya."balas bambam.
"Oke.. terima kasih."
Suga pun berjalan keatas namun suga salah berbelok suga malah berbelok ke sebelah kanan.
Itu kamar hyuna. Dan bodohnya hyuna melupakan pintunya.
"Kenapa kamarnya bertema ratu? Cowo aneh."gumam suga.
Suga tidak menyadari keberadaan hyuna karena lampu kamarnya sudah hyuna matikan.
Suga membaringkan dirinya disamping hyuna.
Sedangkan bambam dia kembali ke ruang tv dan tertidur diruang tv.
Dorm BTS Pov
"Kemana suga hyung sudah semalam ini dia belum juga pulang?."tanya jungkook
"Mungkin dia dibar."jawab taehyung.
"Coba kamu telfon dia kook."perintah namjoon.
Jungkook menelfon suga namun ponsel suga tidak aktif.
"Tidak bisa dihubungi hyung.. mungkin telfon nya mati."ucap jungkook.
"Yasudah dia bisa jaga dirinya kan.. sebaiknya kita tidur saja tdak usah memikirkan dia."ucap jimin.
"Yaa!! Jimin!! Bagaimana pun dia jugaa bagian dari kita!!."teriak taehyung.
Jimin mengabaikan taehyung dan berjalan ke kamarnya.
Jimin masuk ke kamarnya.
Sedangkan yang lain nya sibuk memikirkan situasi ini.
"Sepertinya BTS akan bubar dalam waktu dekat."ucap seokjin.
"Maksud hyung?."tanya namjoon
"Kita lihat saja jimin bisa profesional tidak dalam menjalankan bisnis ini bersama suga dengan perasaan bencinya pada suga."ucap seokjin.
"Aku yakin BTS tidak akan bubar hyung.. dan aku yakin jimin akan profesional dan tidak akan membenci suga lebih dari satu minggu karena aku tau jimin."balas taehyung
"Kita lihat saja nanti."balas seokjin.
Mereka semua terdiam dan tenggelam pada fikiran nya masing-masing.
*****To be continue*****