
"Hyuna jngan menangis katakan padaku apa masalahmu?."memegang wajah hyuna.
"Aku.. aku.. ingin pulang jimin."ucap hyuna.
"Baiklah jika kamu tidak mau cerita sekarang.. aku akan memgantarmu pulang sekrang.. jadi berhentilah menangis.."
Hyuna tidak merespon jimin.
"Kau tau hyuna.. saat aku melihat airmata mu jatuh membasahi pipimu.. hatiku benar-benar sakit jadi kumohon jangan membuatku sakit."ucap jimin
Hyuna melihat kearah jimin dan tersenyum.
Tiba-tiba ponsel hyuna bergetar hyuna mengecek ponselnya.

Hyuna menangis dan tubuhnya gemetar.
"Tidak ini.. aahhh.. aku benci kamu suga..!!!."teriak hyuna
Jimin menghentikan kembali mobilnya dan memarkir mobilnya dipinggir.
"Kamu kenapa hyuna... apa yang dikatakan suga.."tanya jimin.
Hyuna memberikan ponsel nya pada jimin dan menunjukan pesan dari suga.
"Brengsekk.. aku akan memberinya perhitungan hyuna.. aku tidak akan memaafkan nya kali ini."tegas jimin
"Tidak perlu jimin.. aku baik-baik saja."ucap hyuna sambil memasang fake smile nya.
"Bisakah kita lebih cepat.. aku ingin tidur dirumah."ucap hyuna.
"Baiklah..aku akan menaikan kecepatan nya."balas jimin.
Jimin menyetir dengan serius dan menambah kecepatannya.
Sampai dirumah hyuna.
Jimin keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk hyuna.
Hyuna sempoyongan jadi jimin menggendong hyuna ala bridal style.
Hyuna menekan sandi rumahnya dan masuk kerumah.
Saat itu hyuna dikejutkan dengan kedatangan orang tuanya.
Dan jimin menurunkan hyuna.
"Amma.. appa..kalian sudah tiba? Maaf hyuna tidak bisa menjemput kalian?."ucap hyuna
"Apa dia min suga?."tanya lee minjung.
"Bukan amma.. aku dan suga sudah berakhir.. dia teman ku namanya park jimin."
"Haloo tante.. haloo om."sapa jimin.
"Sepertinya aku mengenalmu..margamu park? Apa kamu dari busan?."tanya lee minhyuk
"Yaa om.. saya berasal dari busan."balas jimin.
"Ayo duduklah dulu amma appa.. tidak baik berbicara sambil berdiri.."ucap hyuna.
Ayah,ibu hyuna dan jimin pun duduk.
Tapi tidak dengan hyuna.
Hyuna izin untuk pergi kekamarnya dengan alasan ingin mandi.
"Apa kamu punya adik bernama park jihoon?."tanya lee minhyuk
"Iya om.. saya punya adik dia kembaran saya om hanya saja kita berdua berbeda 2 tahun."balas jimin.
"Apa nama ayahmu Park Chung-ho dan nama ibumu Park Haneul?."
"Ya om itu nama kedua orang tua saya.. apa om mengenal mereka?."
"Kamu sudah besar sekarang.. ya mereka sahabat ku sejak sma dan sekarang kita terlibat dengan beberapa bisnis.. sepertinya sekarang kami harus ke busan."ucap lee minhyuk
"Secepat itu om.. hyuna kan baru sampai?."tanya jimin.
"Kami hanya memastikan nya saja lagian kan ada kamu dan bambam sekarang.. jadi kami merasa lebih tenang.. kami pamit ya jimin.. katakan pada hyuna kami ke busan ada bisnis yang harus diselesaikan."ucap lee minhyuk
"Baiklah Om.. berhati-hatilah dijalan om tante."ucap jimin.
Ayah dan ibu hyuna pergi ke busan tanpa berpamitan dengan hyuna sedangkan jimin berada diruang tamu sendirian dan bambam entah pergi kemana
Hyuna Pov
Hyuna dikamar mandi
Hyuna terdiam dan melamun.
"Aku hancur.. aku benci dunia yang tak adil ini.. aku benci diriku.. aku kotor.. aku tidak ingin hidup lagi."gumam hyuna.
Hyuna menyayat tangannya

"Aaaaakhhhh... aku bencii kamu suga..."teriak hyuna.
Beberapa menit kemudian saat darah hyuna mulai menetes hyuna masuk ke batdroom nya dan menenggelamkan dirinya disana.

End pov
Diruang tamu....
"Kenapa hyuna lama sekali? Apa dia baik-baik saja?."gumam jimin.
Hyuna berteriak keras jimin mendengar teriakan itu namun jimin tidak tau kamar hyuna jadi jimin membuka semua pintu yang diatas berawal dari kamar bambam.
Beberapa menit kemudian jimin melihat kamar yang terlihat elegan dan melihat beberapa baju wanita jimin masuk ke kamar itu namun tidak ada hyuna dikamar itu.
"Hyuna... dimana kamu? Apa kamu baik-baik saja?."teriak jimin.
Jimin melihat pintu kamar mandi.
"Hyuna apa kamu didalam...???."ucap jimin
Namun tidak ada jawaban dari hyuna.
Jimin dengan tidak berfikir apapun lagi langsung mendobrak pintu kamar mandi itu.
Jimin terkejut melihat hyuna yang tenggelam dibatdroom dengan air yang berwarna merah darah.
"Hyunaa."teriak jimin.
Jimin langsung menggendong hyuna ala bridal style dan membawanya masuk ke mobilnya dan membawa hyuna ke rumah sakit.
Jimin mengendarai mobilnya dengan kencang.
Sampai dirumah sakit hyuna langsung dibawa ke ruang UGD.
"Maaf tuan anda tidak boleh masuk."ucap suster.
Jimin panik dia duduk didepan ruang UGD dengan tangan yang gemetar dia bingung harus bagaimana.
"Hyuna... kumohon bertahanlah.. untukku.. untukk orang tuamu."gumam jimin.
"Bagaimana dok kondisinya?."tanya jimin
"Dia kehilangan bnyak darah dan stok darah yang sama dengannya sudah habis disini."balas dokter.
"Golongan darahnya apa dok?."
"Golongan darahnya O."
"Baik dok saya akan mencarinya sekarang."
"Kabari saya jika anda telah menemukan pendonornya."
"Baik."
Jimin berfikir golongan darah siapa yang cocok dengan hyuna.
"Ahh aku tau siapa yang harus kuhubungi sekarang."gumam jimin.
Jimin calling
"Yeoboso?."
"Ini jimin.. hyung.."
"Oh.. ada apa denganmu terdengar sangat panik?."
"Hyung tolong aku.. datang lah ke rumah sakit xxxx jl.xxx.. ini darurat hyung."
"Kamu dirumah sakit? Baiklah aku segera kesana."
End calling
Setelah 1 jam menunggu seseorang datang menghampiri jimin.
"Ada apa kamu menyuruhku kesini?."tanyanya
Jimin menarik tangan orang itu dan memperlihatkan seseorang yang terbaring didalam ruangan yang dikelilingi alat-alat rumah sakit.
"Apa itu Hyuna."terkejut.
"Yaa hyung dia hyuna."balas jimin
"Kenapa dengan nya?."khawatir
"Dia mencoba bunuh diri dengan cara menyayat tangannya dan menenggelamkan dirinya dibatdroom hyung.. namjon hyung.. tolong bantu aku.. carikan seseorang yang darahnya sama dengannya.. dia membutuhkan darah sekarang."
"Golongan darahnya sama dengan suga tapi suga menghilang sejak kemarin.. tapi aku akan usahakan sebisa ku untuk mencarinya..?."ucal namjoon
"Suga? Kenapa harus dia hyung apa tidak ada yang lain?."
"Jimin sekarang kondisinya sangat mendesak tolong kesampingkan dulu rasa bencimu itu pada suga.. lihat hyuna gadis yang kita cintai sedang kesakitan disana."
"Ya hyung aku tau..sekarang cepatlah selamatkan hyuna."
Namjoon pun menelfon suga tapi tidak ada jawaban akhirnya namjoon menyuruh seluruh bodyguard nya untuk mencari suga di daegu.
4jam kemudian
Bodyguard namjoon membawa suga seperti tahanan.
"Apa yang kalian inginkan?."tanya suga
"Aku menginginkan darahmu hyung."ucap namjoon
"Untuk apa? Bisakah kalian melepaskan tangan para bodyguard ini dan berbicara normal tanpa pengawasan mereka?."
Namjoon menyuruh para bodyguard nya pergi kemudian jimin menarik tangan suga dan mendorongnya ke pintu ruangan hyuna dan suga melihat hyuna.
Suga terdiam melihat hyuna.
"Hyung tau kenapa dia seperti itu? Dia seperti itu karena mu hyung.. dia menyayat tangannya dan menenggelamkan dirinya di badttroom dihari yang sama saat hyung mengirim pesan putus pada nya."
Suga terkejut mendengar apa yang di katakan jimin.

"Baiklah aku akna mendonorkan darahku tapi setelah ini kalian jngan mencariku lagi."ucap suga
"Jngan khawatir aku akan menepati janjiku."balas jimin
Jimin pun membawa suga ke ruangan dokter yang menangani hyuna.
Selesai mendonorkan darah.
"Oke kalian sudah menerima apa yang kalian inginkan.. jadi jangan ganggu aku.. dan jngan cari aku."ucap suga
"Pergilah hyung.. aku tdak akan menahanmu lagi.. tapi terima kasih atas bantuanmu."ucap namjoon
Suga pergi meninggalkan rumah sakit.
Beberapa menit setelah suga pergi dokter pun keluar.
"Bagaimana dok kondisinya?."tanya jimin
"Darah nya sangat cocok pada tubuh pasien mungkin karena mereka kakak beradik jadi Kondisi pasien sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya dan kita hanya menunggunya terbangun."
Jimin dan namjoon terkejut.
"Kaka beradik?."ketus jimin
"bukankah mereka kaka beradik?."
"Bukan dok."balas namjoon.
"Dok bisa tolong cek darah mereka berdua maksudku tes DNA."ucap jimin
"Bisa.. saya akan kabari kalian jika tes DNA nya selesai."
"Terima kasih dok."ucap namjoon dan jimin bersamaan.
*****To be continue*****
sebenarnya cerita ini tuh banyak gift nya hanya saja di Mangatoon tidak bisa digunakan.
jika kalian penasaran dengan gambar2 gift nya bisa lihat ke versi wattpad nya ya🙏