Girl And Falsehood

Girl And Falsehood
14



"Hyung.."panggil jimin



"Yaa.."balas namjoon



"Apa yang hyung pikirkan?."



"Entahlah.. tapi jimin kamu pernah dengar masa lalu suga tidak.."tanya namjoon



"Ya aku tau.. dia kehilangan ingatan nya saat berumur 5/6 tahunan dan dia terlantar dijalanan.. lalu suga bertemu Nyonya Min.. karena Nyonya min tidak memiliki anak jadi suga dibawa dan dirawat nyonya min.. oh iya suga juga pernah bercerita saat umur 8 tahun suga pernah bertemu seorang gadis di supermarket gadis itu berumur 5 tahun."ucap jimin



"Aku rasa suga memang kaka kandung hyuna? Tapi siapa gadis yang bertemu dengan nya dulu?."pikir namjoon



"Sudahlah hyung aku malas membahas ini."



"Kamu ada masalah apa lagi dengannya?."tanya namjoon



"Dia yang buat hyuna melakukan tindakan ini hyung.. dia benar2 seorang bajingan.."



"Yasudah jimin.. aku tidak bisa lama-lama disini.. jaga hyuna yahh."



"Tunggu hyung.."panggil jimin.



"Weo??."



"Apa hyung masih mencintainya?."tanya jimin



"Aahh.. mungkin aku salah mengartikan perasaan ku pada hyuna jimin.. ku kira aku mencintainya.. tapi ternyata aku hanya menyayanginya seperti adikku sendiri."balas namjoon.



Namjoon pun pergi meninggalkan jimin.


Dan jimin pun masuk keruangan hyuna.



Jimin duduk disamping hyuna dan menggenggam tangan hyuna



"Hyuna.. ku mohon bangun.. aku sangat mencintaimu"gumam jimin



Beberapa menit kemudian tubuh hyuna gemetar dan jimin panik dengan kondisi hyuna.


Jimin memanggil dokter dan dokter menangani hyuna.





Jimin meneteskan airmatanya melihat kondisi hyuna yang kritis sekarang.





"Hyunaa.. kumohon bertahanlah.. aku berjanji padamu akan selalu menjagamu dan tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian disini."gumam jimin.



Tiba-tiba ponsel jimin berbunyi



Calling



"Annyeonghaseyo.."



"Nee...Annyeong.. jimin ini saya Lee Minhyuk ayahnya hyuna."



"Om..."



"Yaa jimin.. bisakah kamu pulang kesini ke busan kami ada dirumah orang tua mu.. jika bisa bawa hyuna juga."



"Om.. maaf saya tidak memberitahukan om sebelumnya.. hyunaa."



"Kenapa dengannya jimin.. suara mu seperti sedang menangis?."



"Hyuna masuk rumah sakit om dia mencoba bunuh diri."



"Astaga.. anak inii... sekarang bagaimana kondisinya? Bisakah kamu menjaga nya besok kitaa akan kesana."



"Tanpa om menyuruhpun saya akan slalu menjaganya..hati-hati dijalan om."



End Calling



Ayahnya hyuna pun mematikan telfon nya sementara jimin dia tidak bisa menenangkan dirinya sendiri sekarang.



2jam kemudian dokter keluar dari ruangan hyuna.



"Bagaimana dok kondisinya sekarang?."tanya jimin.



"Kondisinya mulai membaik sekarang anda bisa memastikannya sekarang."ucap dokter.



Jimin pun masuk keruangan hyuna dan duduk disamping hyuna sambil memegang tangan hyuna.


Beberapa menit kemudian hyuna terbangun.



"Aku dimana?."tanya hyuna



"Hyuna kamu sudah bangun?."tanya jimin.



Hyuna melihat wajah jimin.



"Kamu.. tampan sekali.."hyuna memegang wajah jimin.



Jimin hanya tersenyum.



"Apa kamu lapar?."tanya jimin.



"Hmmm.. tidak aku haus."



"Sebentar aku ambilkan minum."



Jimin pun memberikan segelas air putih untuk hyuna.



"Apa yang terjadi padaku?."tanya hyuna



"Kamu tidak ingat apapun?."



Hyuna menggelengkan kepalanya.



"Yasudah jangan dibahas yahh.. mau jalan2 ketaman?."tanya jimin.



"Iya aku mau."tersenyum pada jimin.



Jimin pun mengambil kursi roda dan menggendong hyuna dan mendudukan hyuna dikursi roda itu.



"Terima kasih."ucap hyuna



Jimin hanya tersenyum pada hyuna.


Tiba-tiba seseorang berjalan kearah hyuna.



"Hyuna.. apa kamu baik-baik saja?."tanyanya



Hyuna melihat nya dengan kebingungan kemudian menatap jimin.



"Dia ayah dan ibumu."ucap jimin.



"Amma.. appa."ucap hyuna



"Iya kami adalah orang tuamu.. dan namjah ini adalah tunangan mu kalian akan menikah?."ucap Lee minjung



"Menikah?."hyuna dan jimin terkejut bersamaan.



"(Apa ini? Kenapa mereka tiba-tiba mengatakan itu?)."batin jimin



"Jimin."panggil lee minhyuk



"Ya om."balas jimin.



"Saya ingin bicara 4 mata dengan mu bisa?."




"Yaa sekarang hanya sebentar ko.."



"Baiklah."



Lee minhyuk membawa jimin sedikit menjauh dari hyuna dan minjung.



"Jadi gini jimin.. orang tua mu dan kami telah membuat perjodohan antara kamu dan hyuna."ucap lee minhyuk



"Perjodohan? Bagaimana dengan hyuna om?."tanya jimin.



"Panggil saya appa.. melihatnya seperti ini saya rasa hyuna kehilangan sebagian ingatan nya lagi."



"Lagi..??."



"Yaahh lagi.. ini sering terjadi.. dia memiliki penyakit alzheimer dan dia tidak mau berobat dan menjalani pemeriksaan rutin.. mengenai perjodohan ini saya dan orang tuamu telah menentukan tanggal pernikahan kalian.. pernikahan nya akan berlangsung bulan depan."



"Bulan depan??."



"Yahh bulan depan.. aku melihat matamu sepertinya kamu mencintai hyuna."



"Yahh aku sangat mencintainyam... tapi.. dia sama sekali tidak mencintaiku."



"Kamu memiliki waktu satu bulan untuk membuat nya jatuh cinta padamu.. dan sepertinya hyuna melupakan pacarnya itu."



"Baiklah aku akan berusaha.."



"Ayo kembali kesana sepertinya hyuna tidak senang melihatmu jauh darinya."



Lee minhyuk merangkul sambil menepuk punggung jimin.


Mereka kembali ke tempat dimana hyuna berada.



"Jimin.."panggil hyuna



"Kamu tau namaku?."tanya jimin.



"Yahh amma memberitahukan nya padaku.."tersenyum



"Seperti nya kalian ingin berdua.. jadi amma dan appa akan pergi dulu sebentar yahh dahh.."ucap lee minjung



Ayah dan ibu hyuna pergi meninggalkan hyuna dan jimin ditaman rumah sakit.



"Hyuna.."panggil jimin



"Ya jimin."balas hyuna



"Tadi amma ngomong apa aja?."



"Kepo banget sih."



"Aku kan wajib tau kan aku tunangan mu?"



Jimin jongkok dihadapan hyuna dan menatap mata hyuna.



"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Oh aku tau? Kamu terpesona kan dengan ku?."ejek hyuna



"Aku terpesona pada ciptaan tuhan yang sangat sempurna."



Hyuna dan jimin saling menatap beberapa menit.



"Kruyukk..kruyukk.."



"Hahahah..."jimin tertawa



Hyuna tersipu malu.



"Kita makan yah.. kamu mau makan apa?."tanya jimin



"Apapun yang penting tanpa bawang."



"Baiklah ratuku kita pergi ke restoran sekarang."teriak jimin



"Hahaha..."hyuna tertawa



Jimin membawa hyuna ke restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.


Sampai direstoran jimin membawa hyuna masuk dan jimin memesan beberapa makanan untuk hyuna makan.


Tiba-tiba seorang namjah datang menghampiri hyuna yang duduk sendirian dan menunggu jimin yang sedang memesan makanan.



"Hyunaa.."panggil namjah itu



"Nugu??."balas hyuna.



"Secepat itu kamu melupakanku?."



Hyuna kebingungan



"Hyuna ini aku mark.. kamu lupa denganku?."ucap mark



"Mark..?? Maaf... aku bnar2 tidak mengenalmu."balas hyuna



Tiba-tiba mark mencengkram bahu hyuna dan membuat hyuna gemetar ketakutan.



"Jiimmiinn.."panggil hyuna sambil meneteskan airmatanya.



"Siapa lagi yang kamu panggil hyuna? Koleksi barumu lagi?."ucap mark



"Jiminn..hiks..hiks.."hyuna ketakutan sampai menangis.



Jimin mendengar suara hyuna yang memanggilnya dan jimin kembali ke tempat hyuna.


Jimin mendorong mark dan memeluk hyuna.



"Don't afraid babe.. aku disini.. tenanglah..."ucap jimin



Hyuna mulai tenang dan jimin pun berbalik menghadap kearah mark.



"Siapa kamu?."tanya jimin.



"Harusnya aku yang bertanya seperti itu.. siapa kamu?."ucap mark



"Aku tunangan nya hyuna."



"Ohh kalian sudah bertunangan.. okay.. Im so sorry.. ditunggu undangan pernikahannya yahh."ucap mark sambil berjalan menjauh dan pergi dari restoran.



"Jiminn.. aku ingin pulang.."ucap hyuna



"Kamu belum memakan makanan nya.. bahkan makanan nya juga belum sampai."balas jimin



"Cancel aja terus kerumah sakit.. aku ingin dirawat dirumah aja."pinta hyuna



"Baiklah.. tunggu disini.."



Jimin pergi ke kasa untuk membayar semua makanan yang dipesan nya dan untuk memberikan pesanan makanan nya untuk karyawan diresto itu.


Jimin kembali dan membawa hyuna pergi dari restoran.


Sampai dirumah sakit jimin meminta pada dokter untuk mengurus kepulangan hyuna.



Jimin menggedong hyuna ala bridal style dan membawa hyuna masuk ke mobilnya.







*****To be continue*****