
"Are you okay?? Kamu terlihat sedang tidak baik-baik saja?." Tanyanya.
"I'm okay? Who are you?."
"I'm Namjoon."
"Okay joon kembalilah kedalam aku baik-baik saja dan biarkan aku pergi."
Namjoon hanya terdiam melihat ku mengatakan itu dan dia terus menatap ku.
Kepalaku terasa pusing pandanganku menjadi buram dan aku menabrak seseorang.
"Ohh shitt.. sial banget sih aku hari ini." Pikirku.
"Hey girl.. are you okay?." Memegang bahuku.
"I'm okay, im so sorry and please dont tuch me."
"Oh sorry.. wait.. kamu lee hyuna teman nya hyolyn."
"Hmmm.. ya im hyuna, who are you? Apa kita pernah bertemu sebelumnya."
"Ya kita bertemu dipestanya hyolyn diamerika beberapa hari yang lalu.. namaku Mark, apa kamu baik-baik saja kmu terlihat pucat??."
"Im not okay.. kepala ku sangat pusing.."
"Bolehkah aku mengantarmu pulang?."
"Tapi aku bawa mobil."
"Tidak perlu khawatir.. aku akan membawa mobilmu dan aku akan membawa temanku untuk membawa mobilku."
Aku mengiyakan apa yg disarankan mark dan aku menunjukan jalan ke arah rumahku.
Sampai dirumah aku menawarkan mereka untuk masuk kedalam rumahku lebih dulu dan mereka menyetujuinya.
Aku membawanya keruang tamu. Dan aku memanggil pelayan untuk melayani mereka berdua dan membawakan kotak obat untukku.
Beberapa menit kemudian pelayan datang membawa makanan dan minuman serta kotak obat yang kuminta.
"Kamu sakit." Tanya mark
"Tidak, ini hanya obat pereda mabuk." Fake smile.
"Sebanyak itu?."
Aku hanya diam dan tersenyum pada mark, aku merasa seseorang menatapku.
Yahh dia teman mark, aku melupakan keberadaannya.
Aku menatapnya kembali dan dia melemparkan senyum padaku. Aku membalas senyum nya dengan fake smile ku.
"Oh ya mark siapa temanmu itu?." Tanyaku
"Oh iya aku lupa mengenalkannya padamu, namanya jackson. Kau lupa dengannya? Dia pernah meminta nomr ponsel mu dipesta bahkan kalian mengobrol ckup lama."
"Haaa.. really? I'm so sorry jackson. Apa kmu mengirim pesan padaku?."
"Tidak apa hyuna aku mengerti kmu terlalu sibuk hingga tidak pernah mengecek ponselmu."balas jackson.
"Sebenarnya aku berganti kartu tiap berpindah negara. Aku suka keliling dunia. Berikan saja nomr ponsel kalian agar aku mudah menghubungi kalian."
Mereka memberikan nomrnya padaku.
"Miainan baru." Pikirku.
"Apa kau tinggal sendiri disini?
Kemana ayah dan ibumu hyuna?." Tanya jackson
"Aku tinggal sendiri disini! Ayah dan ibuku diamerika! Mereka sangat sibuk hingga tdak pernah pulang ke korea."
"Wahh.. really? Apa kami pria pertama yg berkunjung dirumahmu?."ucap mark.
"Tidak, biasanya ada seorang teman pria yg slalu menginap disini dan menemaniku.. tapi entah sekarang dia ada dmna?."
"Aku iri padanya? Bisa dekat denganmu bahkan menginap dirumahmu." Balas jackson.
"Kalian ingin menginap disini? Ada 1 kamar tamu lagi yg tidak terpakai."
"Oh no.. jackson.. this is no good!."ucap mark.
"Tak masalah untukku. Tapi aku masih ingin bersenang-senang diluar."
"Kita baru saja sampai dirumahmu hyuna, dan kamu masih ingin pergi keluar."
"Oh ayolah mark dia yg memintanya ini pasti akan menyenangkan." Bujuk jackson.
"Jika mark tak mau ikut, aku tidak masalah hanya berdua denganmu jackson." Ucapku.
"Whats!! No!no!no! Okay!okay! Aku ikut. Sekarang mau kemana?." Balas mark.
"Aku ingin keClub, lalu berkeliling kota, dan melihat kembang api disungai han."
Kami bertiga pun keluar dari rumah dan masuk ke mobil mark. Sampai diclub aku dan jackson masuk lebih dulu karena mark harus memarkirkan mobilnya dulu.
Kami bersenang-senang. Pukul 02.00 kami keluar dari club dan melihat kembang api disungai han hingga pukul 04.00 kita berjalan-jalan keliling kota dan membuat masalah dengan polisi. Hingga pukul 05.00 pagi kami pulang kerumah ku dan sekarang jackson yg memarkirkan mobil mark karena mark merasa lelah dan aku minta digendong mark,
Mark menuruti ku membawaku masuk dengan posisi menggendongku, aku menunjuk kamar tamu dan mark merebahkan ku dikasur dan beranjak pergi ke tempat duduk yg ada disana. Aku mendekati mark dan duduk dipangkuannya mark terkejut dan aku memegang wajah mark aku menciumnya mark tidak membalas ciumanku.
Aku menggigit bibirnya agar lidahku dengan mudah masuk ke dalam mulutnya. Akhirnya dia menyerah dan mengikuti permainan ku.
"Hhhmm.. aahh." Aku menghela nafas.
Aku melepaskan ciuman itu dan beranjak pergi namun mark menarikku dan menciumku dengan kasar.
"Hhmmmm.. mahh rrkkhhh.."
Dia mengabaikan teriakan ku. Aku mendorong tubuhnya dan menggigit bibirnya hingga berdarah.
"Aww.." teriak mark.
"Apa itu sakit?." Tanyaku
"Kenapa kmu mengigitku."
"Hahaha.. maaf aku tidak bisa bernafas karena mu."
"Bolehkan aku melanjutkannya."
Tiba-tiba jackson masuk.
"Apa aku mengganggu kalian?." Tanya jackson.
"Ahh tidak.. aku akan kembali ke kamar ku..jika ada yg ingin kalian perlukan panggil pelayan saja ya."
"Oke hyuna, selamat pagi dan selamat tidur."
Mark hanya diam melihatku pergi.
Pukul 10.00 (menjelang siang)
Aku terbangun dan langsung menuju kekamar mandi, memakai baju dan berdandan.
Selesai melakukan aktifitas itu aku pergi ke kamar tamu dan membangunkan mereka.
"Dasar pemalas! Bangun bodoh! Ayo sarapan aku lapar dan aku tidak mau sarapan sendirian!."teriakku.
"Hhhmmm..kau sudah bangun?
Tunggulah dibawah aku akan membangunkan mark."
"Tidak! Biar aku yg membangunkan si pemalas ini. Kau pergilah mandi dan pakailah baju ini."
Jackson berdiri dan masuk kekamar mandi sedangkan mark dia masih tertidur. Aku mencium pipi mark dan mark membuka matanya.
"Akhirnya kau bangun."
"Hyunnaaa.."
"Kenapa ? Bangun dan mandilah aku lapar aku ingin sarapan bersama kalian dan pakailah ini."
Jackson keluar dari kamar mandi dan sekarang mark yang masuk ke kamar mandi.
Tiba-tiba ponselku berbunyi.
Aku mengangkat telfonnya.
"Nugu?." Tanyaku dalam telfon.
"Kau lupa dengan suaraku? Dimana kamu sekarang? Aku ada didepan rumah mu? Boleh aku masuk?."
"Aahh maaf.. apa kau merindukanku? Jika tidak pergilah jika iya masuklah. Dan tunggulah aku diruang sarapan kau taukan."
"Iya aku merindukan mu sangat merindukan mu, aku akan tunggu diruang sarapan sekarang. Kamu cepatlah turun aku tidak sabar ingin memelukmu."
"Tunggulah 20 menit lagi."
Mark keluar dari kamar mandi dan mendengar pembicaraan ku ditelfon tadi.
"Apa dia pacarmu?."mark menatap dengan kecemburuan.
"Bukan, dia teman pria yg ku ceritakan padamu semalam."
Aku tau mark dan jackson cemburu setelah mendengar telfon itu. Tapi aku mengabaikan perasaan mereka karena aku menganggap mereka hanya sebuah mainan.
"Ayolah turun! Apa kalian mau aku sakit?." Ucapku.
Mereka menuruti ku dan turun kebawah bersamaku.
Posisi ku ditengah mark sebelah kanan dan jackson sebelah kiriku. Sampai diruang tamu mereka terkejut melihat seorang pria yang mungkin tidak asing bagi mereka.
******To be continue*******