Girl And Falsehood

Girl And Falsehood
16



Satu bulan kemudian....



Hyuna sudah mengingat semuanya hnya ingatan masa kecilnya yg belum kembali.


Hyuna ingt apa yg dilakukan suga padanya? Namun hyuna tidak memberitahukan siapapun bahwa dirinya sudah tidak perawan karena hyuna takut pernikahan ini dibatalkan.


Hyuna sudah terlanjur jatuh cinta pada jimin.




"Kamu terlihat sangat cantik sayang."ucap lee minjung pada hyuna.





"Benarkah amma."ucap hyuna



"Kenapa kamu terlihat sedih?."tanya lee minjung



"Aku gugup amma.



Tiba-tiba seseorang masuk



"Apa hyuna sudah siap mempelai prianya sudah ada dibawah."ucap bambam



"Sebentar lagi..  tunggulah disini.. kamu harus mendampingiku sampai akhir."perintah hyuna.



"Baiklah.."



Hyuna selesai dan bambam membawa hyuna keluar dan menyerahkan hyuna pada jimin.





Jimin dan hyuna resmi menjadi pasangan.



Tiba-tiba seseorang berteriak.



"Hentikan ini.. harusnya yang disana itu aku bukan dia."teriaknya



"Suga."hyuna terkejut.



Suga mendekat kearah jimin dan hyuna kemudian suga  menunjukan sebuah video pada jimin.


Jimin terkejut tidak percaya hatinya sangat sakit dan menatap hyuna dengan kecewa.



"apa yg kau lihat tadi?."tanya hyuna



"Hyuna.. apa kmu sudah melakukannya dengan suga?."tanya jimin dengan matanya yang berkaca-kaca



"Apa maksudmu?."



"Jujur padaku hyuna."teriak jimin.



Hyuna menundukan kepala nya dan menangis jimin menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Suga menarik hyuna dan mendekap hyuna.



"Dia milikku sekarang!."teriak suga.



Semua orang terkejut dan kemudian orang tua hyuna menyuruh para tamu untuk pulang.


Kini hanya ada orang tua jimin, orang tua hyuna,bambam,dan BTS yang berada disana.



"Lepaskan aku suga! Aku tidak mencintai mu! Aku sudah terlanjur mencintai jimin."teriak hyuna sambil menangis.



Jimin bingung dengan perasaan nya dan akhirnya jimin membuat keputusan.


Jimin mendekat kearah suga yang mendekap hyuna.


Suga melepas dekapan nya dan menggenggam tangan hyuna dengan erat hingga membuat hyuna kesakita.



Jimin memukul suga.



"Pukul aku jimin.. aku tidak akan melepaskannya."ucap suga penuh tekanan.



"Suga hyung.. lepaskan dia!! Dia milikku!! Sekarang dia istriku!! Dia bukanlah sebuah barang!!."teriak jimin.



"Tidak akan!."suga membawa hyuna berlari.



Namun tangan hyuna yang satunya ditarik jimin hingga membuat langkah suga terhenti.



"Namjoon hyung kemarikan lembaran kertas itu."perintah jimin.



Namjoon memberikan lembar kertas itu pada jimin.



"Lihat ini suga hyung!! Kamu telah menghancurkan adikmu!! Adik kandung mu sendiri!."



Semua orang terkejut.



"Tidak.. tidak mungki..!!."ucap suga.



"Kamu tidak percaya baca sendiri!."melempar kertas itu pada suga.



Dan suga melepas tangan hyuna dan mengambil kertas itu.


Jimin menarik hyuna hingga hyuna berada dipelukannya sekarang.



"Tidakk..ini..aku..aaaakkkhhh..sialll.."teriak suga.



Lee minjung dan lee minhyuk mendekat kearah suga.



"Kamu yoongi anak kami?."tanya lee minjung dengan matanya yang meneteskan airmata.



Suga hanya terdiam karena suga merasa sangat menyesal.



"Jiimmiinn.. aku.."ucap hyuna terpotong.



Hyuna pingsan dipelukan jimin.



"Hyunaaa..."teriak semua orang.



"Biarkan aku yang membawa hyuna kerumah sakit."ucap  jimin.



"Tidak.. biar aku saja.. aku kakanya."ucap suga



"Kaka kamu bilang.. mana ada kaka yang merenggut keperawanan adiknya sendiri!."ucap jimin.



Suga terdiam membeku melihat jimin membawa hyuna semakin menjauh dari pandangan nya.



Jimin membawa hyuna masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Sampai dirumah sakit hyuna diperiksa oleh dokter.


Beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruangan hyuna.



"Bagaimana kondisinya dok?."tanya jimin.



"Maaf.. kami telah melakukan dengan sekuat tenaga kami tapi tuhan berkehendak lain."ucap dokter.



Jimin terkejut dan berlari masuk ruangan.


Menatap wajah hyuna yang terlihat sangat pucat.



Ponsel jimin berdering.



Calling pov



"Diruangan berapa kamu membawa hyuna jimin."



"Ruang 205."




B



eberapa menit setelah telfon itu mati jimin mendengar banyak langkah kaki.


Jimin melihat sosok suga.


Jimin berjalan kearah suga dengan kepalan tangan nya.



"Apa kamu puass sekarang hah!!!."teriak jimin.



"Apa yang terjadi padanya?."tanya bambam.



"Dia meninggal bambam...dan suga mulai saat ini aku park jimin keluar dari BTS dan aku akan menghancurkan mu!!."ucap jimin penuh tekanan.



Semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakan jimin.


BTS dan Bambam menundukan kepala mereka.


Tiba-tiba suara yang tak asing ditelinga mereka memanggil nama jimin.



"Jii..miin.."lirih



Jimin menengok kearah ranjang pasien dan berlari.



"Hyuna kamu.."ucap jimin terpotong.



"Maaf.. jii..min.. aku mengecewakanmu.. hiduplah dengan baik.. kamu layak bahagia jimin..  maafkan.. aku.."ucap hyuna lirih



"Tidak hyuna kamu tidak mengecewakanku.. aku bahgia bersamamu jadi.. tetaplah hidup dan disampingku.. aku membutuhkanmu.."balas jimin.



"Maa..aaff..kaa..nnn aa..kkuu jiimiinn."hyuna menyentuh wajah jimin



Kemudian hyuna memejamkan matanya dan tersenyum.



"Tidddaakkkk... hhyyyuuunnaaa... bangunlaahh... kuumohoonn.. aku membutuhkanmu..."teriak jimin sambil menangis.



Jimin keluar dari ruangan dan pergi meninggalkan rumah sakit itu. Jimin pulang kerumah baru yang dibelinya untuk ia tinggali bersama hyuna dengan airmata yang mengalir diwajahnya.



"Kenapa begitu cepat kamu meninggalkan ku hyuna."isak jimin.



Jimin merasa untuk apa dirinya hidup jika jiwanya mati bersama hyuna.


Jimin melakukan tindakan yang sama seperti saat hyuna kehilangan suga





Tiba-tiba seseorang masuk ke kamar mandi jimin.



"Apa yang kamu lakukan dasar bodoh!."teriaknya



"Untuk apa aku hidup jika jiwaku mati bersamanya!."teriak jimin.



"Apa kamu tidak mendengar apa yang dikatakan hyuna padamu! Dia berkata kmu harus bahagia jadi kamu harus bahagia jimin!."



"Bahagia.. kebahagiaanku adalah hyuna.. sekrang hyuna tidak disini! Jadi untuk apa aku bahagia!."



"Kamu bukan jimin sahabatku! Jimin sahabatku adalah seseorang yang mampu membuat orang lain bahagia! Sedangkan kamu! Kamu hanyalah seorang pecundang!."teriaknya



Jimin hanya terdiam dan melihat kearahnya.


Dia mengulurkan tangan nya pada jimin.



"Ayo bangkitlah.. hyuna akan bahagia jika melihatmu bahagia."tersenyum pada jimin.



Jimin meraih tangannya.



"Berpakaianlah kita pergi jalan-jalan."ajaknya.



"Kemana?."tanya jimin.



"Bawel.. sudah sana ganti baju."



Jimin pun pergi kekamarnya dan mengganti bajunya.


Selesai berganti baju jimin turun ke bawah menemui sahabatnya.


Dan mereka pergi.



"Kemana kita pergi taehyung?."tanya jimin



"Diamlah kamu cerewet sekali."ucap taehyung.





Taehyung mengajak jimin ke mall.







Pergi ke pantai.





Dan yang terakhir ke bioskop.



"Apa kamu senang?."tanya taehyung.



"Yaa lumayan membaik."ucap jimin



"Aku akan tinggal dirumah baru mu.. aku akan selalu bersamamu jimin.. jadi jangan pernah kamu merasa sendiri."



"Oke..



Jimin memulai hidup barunya tapi jimin masih memakai cincin pernikahannya bahkan jimin slalu melihat foto pernikahan nya dengan hyuna stiap malam.






"Kamu slalu terlihat cantik hyuna.. I miss you so much."gumam jimin.



"Apa yang kau lihat jimin?."tanya taehyung.



Jimin tidak menjawab namun jimin melemparkan senyuman pada sahabatnya.
















*****To be continue*****