
Sampai dirumah hyuna. jimin membawa hyuna masuk ke kamar nya dan dokter perawat yang jimin sewa untuk hyuna ikut masuk dan memasang infus untuk hyuna.
"Tidurlah.. ini sudah hampir malm.."perintah jimin sambil mengelus rambut hyuna.
"Aku akan tidur jika kamu disini bersamaku."balas hyuna
"Aku akan bersamamu.. tpi sebelum tidur aku ingin memasak untukmu.. kmu pasti lapar kan?."
"Bawa aku ikut bersamamu.."
"Baiklah baiklah."
Jimin menggendong hyuna dan membawanya ke dapur untuk melihat jimin memasak.

"Bau nya wangi sekali.. apa kamu akan membuat kue bapao untukku?."tanya hyuna
"Ide yang bagus.. tadinya aku ingin membuat cupcake tapi setelah kamu mengatakan bapao aku berubah pikiran."balas jimin
"Tapi aku ingin cupcake."
"Lain kali yaa.. tunggu kamu sembuh totall aku takutnya cupcake berat untukmu..aku janji jika kamu sembuh aku akan mengajakmu jalan-jalan ke jepang atau amerika."
"Janji.."mengulurkan kelingkingnya pada jimin
"Im promise you."tersenyum.
Jimin menyelesaikan aktifitasnya dan memberikan bapao itu pada hyuna.
Hyuna memakan nya.
"Kmu jago masak? Aku suka rasa masakan mu yang ini.. manis wangi dan lembut.. sepertimu."ucap hyuna
Jimin tersipu malu pipinya memerah.
"Kamu menyamakan aku dengan bapao?? Apa aku terlihat mirip?."tanya jimin
Jimin duduk disamping hyuna dan tiba-tiba hyuna mencubit pipi jimin.
"Yaa!! Itu sakit."sambil memegang pipinya
"Sangat mirip...hahaha.. pipi mu kenyal dan lembut seperti bapao yang kau buat."hyuna tertawa
Jimin hanya tersenyum dan duduk menatap lekat hyuna.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?."tanya hyuna.
Jimin hanya tersenyum lalu jimin melihat jam tangannya.
"Oh tidak ini pukul 22.00 malam waktunya kamu tidur.. ayo tidur ratuku."ucap jimin.
"Baiklah rajaku."balas hyuna
"(Aku bahagia bisa bersamamu hyuna tapi hatiku tidak bisa berbohong bahwa aku pun terluka.. terluka karena hatimu bukan milikku)."batin jimin
Jimin menggendong hyuna ala bridal style dan membawa hyuna masuk ke kamarnya.
Jimin merebahkan tubuh hyuna dikasur dan saat jimin akan melangkah keluar tiba-tiba tangan hyuna menahan nya.
"Mau kemana?? Aku takut."ucap hyuna.
"Baiklah aku akan menemani mu.. tidurlah."balas jimin.
"Tidak mau!! Kamu harus disini!!."menepuk kasur.
"Maksudmu aku tidur sekasur denganmu?."tanya jimin.
"Yaa.. aku ingin memelukmu saat tidur."
"Tapi hyuna.."
"Kamu kan tunangan ku jadi tidak papa kan kita sekasur berdua.. lagian kita juga tidak melakukan yang aneh-aneh."ucap hyuna
"Baiklah baiklah.."mengelus rambut hyuna.
Kemudian jimin naik ke kasur hyuna dan duduk disamping hyuna.
"Sekarang pejamkan matamu."perintah jimin.
"Baiklah."balas hyuna.
Hyuna memejamkan matanya dan tertidur lebih dulu.
"Apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu hyuna."ucap jimin lirih sambil mengelus rambut hyuna.
Hyuna yang belum sepenuh nya tidur mendengar apa yang dikatakan jimin.
Hyuna tersenyum tipis dan tiba-tiba memeluk jimin yang membuat jimin terkejut.

"Nyaman sekali."ucap hyuna lirih.
Jimin terkejut mendengar apa yang dikatakan hyuna.
"Kamu belum tidur?."tanya jimin.
"Berbaringlah.. aku ingin didekapmu."ucap hyuna.
"Baiklah.."
Jimin membaringkan tubuhnya. Dan mata mereka saling bertemu.
Hyuna menenggelamkan wajahnya ke dada jimin dan jimin mencium kening hyuna.
"Tidurlah ratu ku.. ini sudah malam dan hampir tengah malam."ucap jimin.
Hyuna mengangguk dan kemudian mereka tertidur.
_
_
_
_
_
_
Pagi menjelang siang
Pukul : 10.00
"Hhhmmm.. jimin.. bangun."ucap hyuna.
"Hhmmm."gumam jimin
Namun jimin tidak membuka matanya dan hanya bergumam.
Tiba-tiba hyuna mencubit hidung jimin.
"Aww.."teriak jimin.
Jimin membuka matanya dan menatap hyuna.
"Ini sakit.."ucap jimin
"Aku tidak nanya...wlee.."ejek hyuna.
"Jam berapa sekarang?."tanya jimin.
"10 pagi menjelang siang.. kenapa memang..??."tanya hyuna
"Mau jalan2..?"tanya jimin.
"Hhhmmm.. aku mau.."teriak hyuna bersemangat.
"Sebentar..aku panggil perawat dulu."
"Untuk apa?."tanya hyuna.
"Memandikanmu dan menyopot infusan ini."
"Okk."
Jimin pun memanggil perawat itu dan menyuruh perawat itu mengurus hyuna dan kemudian jimin pergi ke kamar tamu dia berniat mandi disana namun dia dikejutkan dengan pemandangan kamar itu.

"Kamar nya berantakan sekali."gumam jimin.
Kemudian jimin memanggil pelayan untuk membereskan kamar tamu itu dan menelfon beberapa tukang untuk mengubah kamar tamu itu.
Dan jimin pergi keatas untuk mandi dikamar bambam.
Selesai mandi jimin menunggu hyuna di ruang tamu.
Beberapa menit kemudian hyuna turun.

Penampilan hyuna.
"Rok nya terlalu pendek bisakah kamu mengganti bajumu?."ucap jimin.
"Tapi aku suka ini.. bukankah ini pemberian darimu?."tanya hyuna
Jimin terdiam karena jimin belum pernah memberikan sesuatu untuk hyuna.
"Yasudah ayo pergi."ajak jimin.
"Ayoo.."menggandeng jimin.
Jimin memasukan hyuna ke mobilnya dan menyetir dengan fokus.
Skip malam
"Apa kau lapar?."tanya jimin
"Yahh aku lapar.."balas hyuna
"Apapun yang penting dengan mu.."
"Oke oke.."mengelus rambut hyuna.
Saat sedang makan tiba-tiba ponsel jimin berdering dan jimin pun langsung mengangkatnya.
Calling pov
"Yeoboseo??."
"Saya dari pihak rumah sakit untuk memberitahukan anda bahwa tes DNA nya sudah selesai anda bisa datang kerumah sakit sekarang dan mengambilnya."
"Oke.. tunggu 30 menit saya akan segera kesana."
Calling and pov
"
Nugu?."tanya hyuna
"Dari rumah sakit..selesaikan makan mu nanti kita kerumah sakit yahh."mengelus rambut hyuna.
"Baiklah.."
Jimin dan hyuna menyelesaikan makan nya dan masuk ke mobil mereka berencana pergi kerumah sakit.
Sampai dirumah sakit jimin langsung mengambil surat tes DNA itu.
"Apa itu?."tanya hyuna
"Tes dna."balas jimin.
"Tes dna siapa?."
"Namjoon hyung..."
"Ohhh.."
"Ayo kita pulang."ajak jimin.
Hyuna mengangguk dan menggandeng tangan jimin.
_
_
_
Sampai dirumah
"Hyuna.."panggil jimin
"Yahh."
"Aku merubah kamar tamu dan kamar diatas sesuai selera ku apa tidak papa?."
"Tidak papa ini juga kan rumah mu?."
"Mau melihat kamar tamu nya bersamaku?."ajak jimin.
"Hmmm.. boleh.."
Hyuna dan jimin pergi ke kamar tamu.

"Wahhh banyak sekali buku."ucap hyuna
"Karena aku suka membaca.."balas jimin.
"Aku akan membiasakan diriku juga untuk membaca sepertimu."
"Tidak perlu hyuna aku mencintaimu apa adanya."
Hyuna memeluk jimin dan jimin membalas pelukan hyuna.
"Hyuna.."panggil jimin.
"Hmmmm."balas hyuna
"Kamu bau..."
"Yaa!! Kamu juga bau.."kesal hyuna
"Pergilah mandi nanti kita ketemu disini.."perintah jimin.
"Okk.."
Jimin mandi dan selesai lebih cepat dari hyuna jimin membuka amplop yang berisi tes DNA itu.
"Apa ini? Ga mungkin.."gumam jimin tida percaya.
Jimin memfoto lembaran itu dan mengirimkannya ke namjoon.
"Kenyataan ini sngt rumit."gumam jimin.
"Rumit apanya..??."ucap hyuna.
Jimin terkejut dan segera membereskan lembar tes DNA itu.
"Kemarilah duduk disini."perintah jimin.
Hyuna hanya diam dan menuruti perintah jimin.

"Kenapa denganmu jimin.. apa kamu sedih?."tanya hyuna.
"Kenapa aku hrus sedih.. kmu disini.. kmu sumber kebhgiaanku knpa aku hrus sedih."balas jimin berbohong.
"Hmmm baiklah."
Jimin meraih buku yang dekat dengan posisi duduknya.
"Buku apa ini?."tanya hyuna
"Hanya sebuah novel."balas jimin
"Aku juga ingin membacanya.."
"Bacalah.."
Hyuna dan jimin membaca buku itu dengan posisi hyuna duduk didepan jimin.
Jimin mencium bau rambut hyuna.
"Samphoo ap yang kau pakai?."tanya jimin.
"Kenapa?."
"Aku menyukai nya."
Hyuna tersenyum dan kembali membaca buku itu.
Jimin tidak bisa fokus dibukunya.
Jimin memiringka kepala hyuna dan merapihkan rambut hyuna ke samping kiri hingga memperlihatkan leher putih dan halus milik hyuna.
Jimin membuat kissmark dileher hyuna.
"Eeehhmmm jimiinnieehh.."desah hyuna
Tangan kiri jimin menutup mulut hyuna.
"Jangan mendesah hyuna aku takut akan ada hal yang tidak ku inginkan terjadi."ucap jimin
Hyuna menengok ke kanan hingga wajah hyuna dan jimin hanya tersisa 2cm mata mereka saling bertemu dan tiba-tiba hyuna mencium jimin.
Jimin terkejut dan tidak membalas ciuman hyuna.
Hyuna menggigit bibir bawah jimin hingga jimin membuka mulutnya dan akhirnya jimin membalas ciuman hyuna kedua tangan jimin memegang kepala hyuna dan buku yang hyuna baca terlepas dar tangan hyuna dan terjatuh kelantai.
"(Apa kmu bnar2 mencintaiku hyuna...)."batin jimin.
Hyuna merubah posisi nya yang tadinya membelakangi jimin sekarang menjadi duduk dipangkuan jimin dan menghadap ke jimin dan tidak melepas ciuman itu.
Tiba-tiba tangan hyuna turun kebawah dan menyentuh milik jimin.
Jimin terkejut dan melepas ciumannya dengan paksa dan melihat kearah hyuna.
"Cukup hyuna.. aku tidak mau melanjutkan nya.. kita tunda ini untuk malm pernikahan kita nanti."ucap jimin.
"Hhhhmm baiklah."ekspresi sedih
"Kenapa dengan wajahmu sangat jelek?."ejek jimin.
"Yaa! Kmu yg jlek."teriak hyuna.
"Hahahaha..."jimin tertawa.
Hyuna merasa malu dan pergi meninggalkan jimin dan masuk kekamarnya.
"Kenapa kamu seberani ini hyuna."gumam jimin.
Jimin membaca buku hingga tertidur.
*****to be continue*****