
Vote jangan lupa ~~~
Happy Reading guys
*********
"Bagaimanapun caranya aku akan mencari tahu sendiri mengenai perasaan ini "
Salsa pov
"Hai sal" Sapa seseorang dari belakangku sontak saja aku pun langsung berbalik dan menatap seseorang itu dengan senyum kaku diwajahku
"Kau baru datang yah? " Tanyanya tak masuk akal, sudah jelas-jelas ia melihatku baru turun dari motor scoopy kesayanganku.
"Well, seperti yang kau lihat "balasku sambil terkekeh pelan. Seseorang tersebut pun langsung meruntuki pertanyaannya barusan.
" Ah, iya kau baru saja datang "balasnya sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal. " Oh iya,apa kau ada janji siang ini? Jika tidak apa kau mau makan siang bersamaku? "Sambungnya lagi beruntun.
" Emm tidak ada sih, tapi,bagaimana yah.... "Ucapku menggantung, pasalnya aku tidak mau membuat seseorang yang berada dihadapanku ini makin berharap lebih padaku.
Daniel Craig
Pria yang sudah hampir beberapa bulan terakhir ini mendekatiku, ku akui dia pria yang baik, mandiri, dan jangan lupa dia juga tampan.
Namun sayang semua hal yang ada padanya tidak mampu membuatku jatuh hati padanya, kuakui awal berkenalan dengan nya aku mulai menyukainya, namun semakin mengenalnya rasa suka itu berubah menjadi sebuah rasa kagum belakang.
Kami berempat, aku ,Jennie, Raymond dan Dia dulu sering menghabiskan waktu bersama namun karena suatu peristiwa, aku menjadi kaku berdekatan dengannya, bahkan untuk sekedar menyapanya saja aku harus berfikir dua kali.
Andai saja saat itu ia tidak menyatakan perasaannya kepadaku mungkin saat ini kami akan terlihat seperti biasa-biasa saja. Yah dia menyatakan perasaannya dan aku, tentu saja langsung menyatakan apa yang aku rasakan, bahwa aku hanya menganggapnya seperti kakak sendiri.
Aku tentu tidak ingin menjadi jahat dengan menyatakan bahwa aku juga memiliki rasa yang sama terhadapnya, hanya karena sebuah rasa kasihan.
Dia pria yang baik, sudah sepantasnya dia juga mendapatkan wanita yang baik bukan, bukan berarti aku bukan wanita baik, hanya saja aku merasa tidak pantas bersanding dengannya. Dia sangat tampan,apalagi banyak wanita kantor yang mengaguminya pasti ia akan segera mendapatkan wanita yang cocok dengannya.
" Ayolah,"mohon Daniel sambil menatapku dengan penuh harap,aku pun hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ku hembuskan nafasku dengan kasar semoga ini adalah pilihan yang benar "Baiklah"
"Yes,makasih Sal " Sorak nya kegirangan.
"Yah sama-sama, aku mau makan siang bersamamu karena kau kakak ku jika kau pria lain mana mau aku makan siang bersama mu " Ucapku dengan kekehan terpaksa diakhirnya.
Dia pun langsung memasang senyum terpaksa nya. "Yah aku tau, mana mungkin kau menolak ajakan kakak tertampan mu ini "ucapnya sambil mengacak pelan rambutku.
Aku pun hanya tertawa hambar,salahkah aku melakukan hal ini terhadapnya? Aku kan hanya tidak ingin membuat dia semakin berharap kepadaku!
" Ah iya, ayo kita masuk kekantor" Aku pun langsung mengangguk menanggapi ucapannya.
"Ayo" Aku pun berjalan disampingnya, kami berjalan beriringan tanpa ada yang mau membuka pembicaraan terlebih dahulu. Setelah memasuki lobby kantor banyak pasang mata yang menatap aku dan Daniel dengan tatapan yang sulit diartikan, mungkin dari mereka yang menatapku tau kejadian yang terjadi antara aku dan Daniel,tak ku perdulikan tatapan mereka aku pun segera memasuki lift diikuti Daniel di belakang ku.
Ting
" Aku pergi deluan ya Niel"pamit ku pada Daniel, Daniel pun hanya mengangguk,aku pun berjalan keluar lift menuju kearah kubikal ku.
Kududukan pantatku dikursi kesayanganku sembari menghembuskan nafasku dengan kasar, aku menatap lembaran yang menumpuk dihadapanku " Makin hari kau makin bertambah saja kertas ".
" Kau tidak gila kan Sal? " Ucapan itu membuat aku langsung menatap kearah sumber suara.
" Ck, tentu saja aku masih waras tidak seperti dirimu yang gila akan cintanya Raymond " Yah dia adalah Jennie.
"Ais, kau ini bila sudah jatuh cinta kau akan tau rasanya seperti apa, mungkin saja kau akan gila melebihi diriku " Aku hanya dapat memutar bola mataku dengan malas.
"Ckck, terserah dirimulah ada apa kau mengganggu ku pagi pagi seperti ini? "
"Aku hanya ingin bertanya, apa benar tadi kau datang dan naik lift bersama Daniel? Apa kau sudah menerima Daniel sebagai kekasih mu? " Aku pun langsung menyenderkan bahuku dikursi kesayanganku.
"Apa aku perlu menjawab semua pertanyaan konyolmu yang terakhir Jen? "Jennie pun langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.
" Well, aku memang datang bersama Daniel, itu karena ia menghampiriku saat kami masih berada di area parkir dan yah kami naik lift bersama dan untuk pertanyaan mu yang terakhir kau sudah pasti tau jawabannya Jen, aku sudah menganggapnya sebagai kakak sendiri mana mungkin aku menjadi kekasihnya, dia hanya mengajakku untuk makan siang bersama " Jennie pun langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah mendengar penuturan ku.
"Kau ini! Dia menganggapmu lebih Sal, mengertilah jika___" Ucapan Jennie terpotong dengan ucapan seorang pria dari belakang Jennie.
"Permisi nona Salsa Tuan Frans memanggil anda"Ucap pria tersebut. Aku pun langsung menyeritkan dahiku apa aku membuat kesalahan?
"Maaf nona, tuan Frans tidak bilang apapun ia hanya meminta anda untuk segera datang keruangannya " Ucapnya lagi.
Aku pun menatap Jennie yang terlihat kebingungan dengan pria yang berada dihadapan kami ini.
"Ah baiklah __"
"Nama saya Juan nona " Ucapnya seakan mengerti dengan apa yang aku pikirkan.
"Ah baiklah Juan, saya akan keruangan Tuan Frans setelah saya menyusun berkas ini"
"Tidak bisa nona, anda harus segera keruangan Tuan Frans, atau anda akan dipecat " What? Dipecat?
"Baiklah baiklah, saya akan segera kesana"
"Mari nona saya antarkan " Area you Kidding me? Diantarkan? Oh my good aku hanya perlu keruangan CEO sialan itu mengapa harus diantarkan, astaga apa ia kira aku anak SD yang perlu diantar kemana-mana apa!
"Mari nona " Aku pun langsung mengikuti langkahnya yang lebar, saat aku menoleh menatap Jennie,ia hanya menatapku sambil berkata pelan " Jelaskan padaku nanti! " Aku hanya dapat mengangguk.
"Silahkan masuk nona, tuan Frans sudah menunggu anda " Ucap Juan, aku pun hanya mengangguk menanggapinya.
Aku pun menarik nafasku dan menghembuskannya dengan perlahan untuk menormalisasikan debaran jantungku.
Celetak
Aku melangkahkan kaki ku masuk kedalam ruangan tersebut, setelah masuk tak lupa kututup kembali pintu rungangan tersebut. "Ehm, maaf tuan ada apa anda memanggil Saya? " Ucapku mengalihkan fokusnya.
"Aku hanya ingin kau membuktikan ucapanmu tempo lalu " Ucapnya membuatku menyeritkan dahi.
"Ucapanmu yang dimana kau berkata, perusahaan ini menerima saya karena melihat potensi dalam diri saya " Ucapnya menirukan ucapanku tempo lalu,Aku langsung meruntuki diriku sendiri, apa aku pernah berucap seperti itu.
"Lalu? "Ucapanku tak mengerti, sungguh ini ternyata lebih sulit diartikan.
" Aku hanya ingin meminta pertanggung jawabanmu atas ucapanmu tempo lalu itu, jadilah sekertarisku " Ucap sambil menatapku dengan serius,Apa aku tidak salah dengar? Menjadi sekertarisnya? Yang benar saja.
"Maaf sekali tuan saya___ "
"Apa kau tidak bisa mempertanggung jawabkan ucapanmu heh? Apa ucapanku tempo lalu juga benar bahwa kau masuk ke perusahaan ini melalui jalan yang curang " Cukup sudah boss sialan ini berkata pedas padaku.
"Maaf sekali tuan Frans yang terhormat ucapan anda barusan telah melukai perasaan saya, saya akan membuat Anda menarik ucapan anda tadi " Boss sialan itu pun hanya menatapku sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Jadi? "
"Saya akan menjadi sekertaris anda! "ucapku dengan semangat,enak saja boss sialan itu meragukan kinerjaku, akan kubuat ia menyesal telah mengucapkan kata itu.
" Well baiklah, kau bisa menunjukkan kinerjamu sekarang apa kau keberatan?" Tanyanya sambil menyatukan kedua tangannya diatas meja.
"Baiklah, apa tugas saya ?"
"Kau hanya perlu menyusun rencana harianku, menemaniku saat bertemu dengan Klien, mencatat pokok penting dalam rapat dan kau juga harus membantuku setiap ada kesulitan mengenai perusahaan" Ucapnya dengan cepat seolah olah tak ada titik dan koma.
"Baiklah saya mengerti tuan,lalu apa yang harus saya lakukan sekarang? "
Dia tak menjawab ia hanya menekan interkom yang ada di depannya, selang beberapa detik kemudian seseorang pun masuk kedalam ruangan tersebut yah dia adalah Juan.
"Kau bisa tanyakan pada Juan tentang apa yang ingin keu ketahui tentang pekerjaan baru mu ini " Ucapnya dengan tegas.
"Baiklah tuan, saya permisi " Aku pun pergi keluar bersama Juan untuk mengetahui apa saja yang harus aku ketahui.
"Baiklah nona, apa yang anda ingin tanyakan? Saya akan membantu Anda " Ucapnya dengan senyum yang merekah.
Aku pun langsung menanyakan apa saja hal hal yang harus aku lakukan dan berbagai macam pertanyaan lainnya yang belum aku ketahui mengenai jabatan baru ini.
Dan dia menjelaskannya secara terperinci dan jelas mengenai semua pertanyaanku.
Semoga pilihanku menjadi sekertaris Boss sialan itu tepat.
TBC
Bru up sorry lgi sakit
Gws nya dong biar bisa cepat up 😪