Gg

Gg
Aneh



Vote jangan lupa ~~🤣


Happy Reading guys


\*\*\*\*\*\*\*


"Sudah sampai turunlah " Ucap Frans mematikan mesin mobilnya tepat didepan halaman sebuah rumah yang sederhana namun sangat terawat.


"Eh, ba... Baiklah, terimakasih " Balas Salsa cepat, ia baru membuka pintu mobil itu namun lengannya terlebih dahulu dicekal oleh Frans.


"Ada apa? " Alis Salsa terangkat sambil menatap Frans yang mencekal lengannya.


"Maaf" Salsa pun menyeritkan dahinya, ada apa dengan boss sialanya ini?  Maaf untuk apa?  Untuk karena telah bersifat kurang ajar, atau karena telah ahhh... Sudahlah.


"Untuk?  "


"Sudahlah sana turun! " Usir Frans sambil melepaskan cekalannya, Salsa pun bergerutu.


"Siapa juga yang ingin berlama-lama dengan mu boss mesum! "Kesal Salsa pelan, namun masih dapat di dengar oleh Frans.


Salsa pun lalu menutup pintu mobil itu dengan keras, lalu ia berjalan kearah pintu rumahnya, saat ingin membuka pintu tersebut Salsa baru dapat berfikir.


Bagaimana bisa boss sialan itu mengetahui arah rumahnya?  Dan mengapa juga tadi Frans meminta maaf? Dan atas Dasar apa juga Frans mengantarnya pulang? 


Padahal sedari tadi di dalam mobil Salsa dan boss sialan itu hanya diam!  Boss sialan itu bahkan tidak menanyakan arah dan di jalan apa Salsa tinggal.


Banyak pertanyaan muncul dalam pikiran Salsa tentang sikap Frans barusan, apa mungkin Frans meminta maaf tadi karena sebenarnya Frans ingin berkata "maaf aku harus memecat mu! " Atau Frans ingin berkata " Maaf atas sikapku tadi padamu? "


Salsa pun langsung menggeleng kuat, untuk opsi yang kedua Salsa rasa itu suatu hal yang mustahil, mana mungkin pria seperti boss nya itu minta maaf pada bawahannya.


Secara inikan bukan cerita romance yang sering  salsa baca di novel-novel dimana sang pria yang berstatus sebagai CEO jatuh hati pada sangat bawahan, dan Sang pria yang berstatus sebagai CEO itu bahkan rela bersujud di bawah kaki sang wanita bawahannya itu agar memberikan pria itu kesempatan untuk menunjukkan cintanya. Apa mungkin sikap Frans barusan karena Frans ingin membuat Salsa luluh padanya... Eh?


BACK TO EARTH  SALSA


"aku rasa aku harus mengurangi membaca novel! Pikiranku menjadi terlalu aktif karena sering membaca novel " Gumam Salsa pada dirinya sendiri.


Cletak


Salsa pun langsung melangkahkan kakinya kearah tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


"Baru pulang eh? " Suara itu, Salsa kenal betul siapa pemilik suara itu, yah siapa lagi jika bukan saudari tirinya. Anne.


"Menurutmu? "Jawab Salsa membalikkan badannya kearah Anne yang sedang melipat kedua tangannya sambil mengangkat kepalanya keatas seolah-olah ingin menantang Salsa.


" Cih, mulai berani melawan hem? Apa karena pria tadi kau mulai berani melawan ku hem? " Ucapan Anne membuat Salsa berdecak sebal, dasar penguntit!


"Sekarang kau sudah mulai nakal ya? Berani pulang malam, bersama lelaki pula! Berapa lelaki itu membayarmu untuk satu malam?apa sekarang Salsa yang polos sudah mulai menunjukkan jati dirinya?" Salsa memutar bola matanya dengan malas, ada apa dengan semua orang, mengapa semua orang mengira dia wanita yang tidak baik!


Ntah itu Anne,ibu tirinya maupun si Boss sialan itu! akh mengingat Boss sialan itu membuat Salsa jengkel saja.


"Jika pria tadi sudah mulai bosan kepadamu, kau bisa rekomendasikan aku, ku yakin pria tadi tidak akan lama bersama wanita jelek seperti mu! " Sambung Anne sambil memilin-milin ujung rambutnya.


Salsa  hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan kasar, sungguh berbicara dengan Anne sama saja berbicara dengan radio rusak. Takkan pernah ada habisnya.


"Terserah dirimu saja An"


Setelah dirasa cukup mendengar ocehan Anne, Salsa pun akhirnya melanjutkan langkahnya menaiki tangga tanpa mendengarkan ocehan tak berguna milik Anne.


"Aku belum selesai berbicara Sialan!  " Itulah kalimat terakhir yang Salsa dengar dari  teriakan Anne sebelum Akhirnya ia menutup pintu kamarnya dengan pelan.


Setelah selesai Salsa pun langsung merebahkan dirinya dikasur sederhana miliknya , kasurnya sudah mulai usang, tak hanya kasur lemari dan beberapa rak buku yang berada di kamarnya pun sudah mulai lapuk dimakan usia.


Salsa juga tidak banyak memiliki koleksi baju, tas, sepatu dan berbagai macam barang lainnya seperti wanita-wanita kebanyakan.


Ia hanya akan membeli pakaian ketika ia merasa gajinya lebih, oleh sebab itu terkadang untuk mendapat uang lebih Salsa lebih suka untuk berkerja lembur agar dapat membeli sebuah baju.


Salsa juga bukan orang suka dengan bau-bau glamor, ia lebih suka dengan kesederhanaan, tidak seperti Anne yang ingin slalu tampil glamor bukan karena Salsa iri!  Jujur Selama ini hanya 1 hal yang Salsa irikan pada Anne.


Yaitu Anne masih bisa merasakan kasih sayang dari ibunya, sedangkan Salsa, ia sudah tidak dapat lagi merasakan kasih sayang dari ibu maupun dari ayahnya.


Hanya itu yang Salsa irikan, dan Salsa inginkan "mom, dad, Salsa rindu dengan kalian" Lirih Salsa sambil memeluk erat sebuah foto, dimana foto tersebut menampakkan dirinya yang masih berumur 4tahun yang digandeng oleh sang ayah dan sang ibu.


Karena mungkin kelelahan atau karena tidak kuat menahan rindu pada kedua orang tuannya akhirnya Salsa pun jatuh tertidur sambil memeluk foto tersebut.


*****


Di Club 02.23


" Kau kenapa hem?? " Tanya Brandon pada Frans yang sedari tadi berdiam seperti orang yang baru putus cinta?  Wait?  Frans putus cinta?  Terdengar mustahil.


Frans tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sahabatnya itu. Ia tetap diam dengan pikirannya yang ntah memikirkan apa?


"  Oh ya Kau tau tadi aku bertemu wanita cantik di kantormu "ucap Brandon bercerita pada Frans.


" Aku sudah bertemu dengannya dua kali, tapi aku lupa menanyakan nama nya, sayang sekali bukan!  Akh aku harap  dapat bertemu dengannya lagi dan di pertemuan yang ketiga nanti aku harus menanyakan namannya dan jika perlu aku harus mengajaknya berkencan " Sambung Brandon panjang lebar.


Frans memutar bola matanya dengan malas, sifat ini nih yang Frans tidak suka dari Brandon


" Dan kau tau pada pertemuan kedua ku dengannya sangat tidak mengenakkan, " Frans yang awal tidak tertarik pun kini mulai menajamkan pendengarannya.


"Memang seperti apa pertemuan mu yang kedua? " Tanya Frans  berusaha santai. Brandon pun tersenyum samar.


Ini sifat Frans yang sangat Brandon suka, gengsinya yang tinggi.


"Saat pertemuan ku yang kedua dia terlihat sangat bersedih setelah keluar dari ruanganmu, bahkan dia sempat terisak di dalam lift. Jika bukan saat itu aku ada urusan sudah ku hajar kau karena berani membuat princess ku menangis " Ucap Brandon menggebu-gebu. Fran menyeritkan dahinya ketika mendengar ucapan Brandon barusan.


Baru keluar dari ruanganku? Sambil menangis?  Mungkinkah?.... Ahh tidak mungkin wanita yang di maksud Brandon adalah wanita yang itu! lagian banyak kan wanita yang keluar masuk ruanganku?  Tapi jika keluar sambil menangis aku rasa.....?  Akhhh sudahlah....


Frans pun menggelengkan kepalanya dengan pelan, "kau kenapa?  Hari ini moodmu jelek sekali, didekati wanita tidak mau, disodorkan wine tidak mau! Maumu jadi apa? " Ucap Brandon tampak kesal.


Pasalnya mereka pergi ke club untuk bersenang-senang bukan untuk menambah beban.


"Aku mau Sal.. Hem maksudnya aku mau pulang,besok aku ada rapat " Frans pun langsung pergi meninggalkan Brandon yang masih terdiam dengan tingkah Frans.


Brandon pun mengedikan bahunya dan mulai melanjutkan acara minumannya sambil sesekali memikirkan seseorang yang sangat membuatnya penasaran dengan namanya.


"Halo tuan Frans, ada yang anda perlukan? "


" Carikan biodata Salsabilla Smith dengan detail lalu kirimkan melalui e-mail "balas Frans sambil menyetir mobil mewahnya.


" Baik tuan, 10 menit dari sekarang biodata itu sudah sampai ke anda"


Setelah mendengar ucapan itu Frans pun langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


"Ntah apa yang ada pada dirimu, sehingga bisa membuat ku seperti ini. Dan jika benar wanita yang dimaksud Brandon adalah dirimu aku tidak akan tinggal diam!  Tidak perduli jika Brandon adalah sahabat ku! "


TBC