Gg

Gg
Mabuk!



Happy Reading my sunsine 🀣


Jngn lupa tekan bintangnya wkwk


*****


Salsa pov


"Ayo pulang!"


"Eh? "


Tiba-tiba saja tanganku sudah ditarik oleh seseorang dari samping sehingga tubuhku tertarik berdiri.


Yah siapa lagi jika bukan boss menyebalkan dan arrogant itu, Frans! aku terkejut,bagaimana bisa ia mengetahui aku berada disini? Apakah mommy nya yang memberitahunya? Ntahlah.


ia ingin menarikku menjauhi meja namun, belum sempat ia menarikku aku sudah terlebih dahulu menahan tangannya yang mencengkram pergelangan tanganku.


"Tuan tolong lepaskan,saya sedang makan siang! " Aku menahan tarikannya, dia berhenti kemudian berbalik menatap ku dengan tatapan nyalangnya.


"Hei, Frans apa yang kau lakukan pada Salsa hah! " Bahkan Brandon pun ikut berdiri sambil berusaha melepaskan cengkraman Frans dari pergelangan tanganku.


"Apa yang aku lakukan? Tentu saja membawa wanitaku makan siang! "


What the hell? Dia gila apa bagaimana sih? Aku ?wanitanya? Ckck siapa juga yang sudi menjadi pasangan boss mesum dan arrogant seperti dia?


"Wanitamu? " Balas Brandon menyeritkan dahinya tanda tak mengerti, Brandon menatap ku seolah-olah Brandon ingin meminta penjelasan melalui tatapanya.


"Eh, maaf tuan Saya bukan wanita anda apalagi kekasih anda, kita hanya memiliki hubungan sebagian atasan dan bawahan jadi saya tolong lepaskan saya, dan biarkan.... "


"Dan membiarkan mu berduaan bersama seorang pria? Apalagi pria itu rivalku sendiri? " Potong boss mesum itu dengan emosinya.


Untung saja dikantin rumah sakit ini tidak terlalu banyak orang jika tidak sudah dipastikan mereka akan menjadi tontonan yang sangat menarik saat ini.


" Bukan itu maksud saya, saya hanya ingin menghabiskan makanan itu" Ucapku sambil menunjuk piring yang berisi Salmon dengan saus krim, nasi, sup labu, dan kue pisang.


"Aku bahkan bisa memberimu makanan itu dengan porsi jumbo bahkan hingga sepuluh ah ralat seratus kali lipat dari yang kau makan saat ini" Kulihat dia menaikkan sedikit sudut bibirnya seolah-olah bahwa ia bisa membuatku luluh dengan ucapannya.


Cih dasar sombong! Kau kira aku wanita yang mudah luluh apa huh? "Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada anda Mr. Frans saya hanya ingin menghabiskan makanan itu! " Rasa muakku tiba-tiba saja mulai menguap.


Frans diam namun dapat kulihat rahangnya mulai mengeras pertanda ia sudah mulai emosi.


"Sudahlah Frans lepaskan Salsa dia hanya ingin makan siang bersamaku! " Brandon ingin menyingkirkan tangan Frans dari pergelangan tanganku namun dengan cepat tangan Brandon sudah terlebih dulu dihempas oleh Frans.


''jangan pernah sedikit pun kau menyentuh wanitaku! Apalagi menaruh harapan padanya! Jika kau masih bersikukuh ingin mendekati Salsa, baik aku Terima pengibaran bendara perangmu. " Ucapnya dengan emosi pada Brandon.


"Dan untuk kau Salsa, aku tidak Terima penolakan dalam bentuk apa pun, suka tidak suka, mau tidak mau, kau akan tetap menjadi milikku dan selamanya akan tetap seperti itu! Dan aku akan membuatmu terjerat denganku!! Camkan itu! " Setelah mengucapkan kalimat terpanjang itu Frans pergi meninggalkanku dan Brandon yang masih berdiri menatap punggungnya yang kian menjauh.


"Mari Salsa kita lanjutkan makannya" Ajak Brandon sambil menarikku agar kembali duduk ditempat semula.


Aku bingung mengapa Frans sangat keukeuh bahwa aku adalah kekasihnya? Jelas-jelas aku dengan Frans sangat tidak sebanding jika dilihat dari sisi mana pun.


Apa aku hanya akan dijadikan mainan jika dia sudah puas maka aku akan dibuang? Sangat tidak mungkin bukan jika Frans menyukai apalagi mencintai wanita sepertiku. Padahal bisa saja dia mengencani model atau aktris ternama apalagi Frans itu sangat tampan pasti banyak wanita yang tergila-gila dengannya.


Namun mengapa dia memilihku? Apalagi tadi maksud dari ucapan Frans? Brandon juga menyukaiku?oh ayolah tidak mungkinkan aku tiba-tiba menjadi tokoh utama dalam sebuah novel romance dengan kisah dimana seorang wanita di rebutan oleh kedua pangeran, itu sangat-sangat mustahil.


Bagaimana bisa Brandon menyukaiku? Berkenalan dengannya saja baru hari ini, yah walaupun memang aku dan Brandon sering berberapa kali bertemu namun kami hanya berpapasan dan mengobrol sekejab dan selebihnya tidak ada lagi.


Bagaimana bisa?tidak mungkinkan jika aku mengatakan bahwa Brandon menyukai sejak pandangan pertama, ckck kalian kira ini novel apa huh?


Cinta pandangan pertama? Cih! Sungguh sangat mustahil terjadi di kehidupan nyata.


akhh otakku sudah lelah memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.


"Salsa... Salsa.. " Suara Brandon mulai menyadarkanku kembali ke kenyataan.


"Eh iya?" Balasku sambil menatap Brandon dengan tampang cengoku. Dapat kulihat Brandon menghembuskan nafasnya dengan pelan, ntahlah mungkin kurasa Brandon cukup tertekan dengan ucapan Frans tadi.


"Kau melamunkan hal tadi? Sudahlah lupakan oke " Kata Brandon sambil menampilkan senyum terbaiknya, kurasa.


Aku pun ikut tersenyum sambil mengangguk, kami kembali melanjutkan makan dengan celotehan Brandon tentunya. Aku tidak menyangka bahwa Brandon adalah orang yang sangat humoris pasti sangat menyenangkan bila mempunyai kekasih seperti Brandon, ehe!


Setelah selesai makan kami kembali keruangan Mr. Brayen daddynya Brandon, mommynya Frans sempat bertanya dimana Frans Brandon langsung menjawab bahwa Frans tadi langsung buru-buru kembali kekantor akibat ada urusan mendadak.


Dalam perjalanan Angelica lebih banyak diam, aku pun jadi semakin sungkan untuk memulai seuatu pembicaraan.


Hampir 30 menit untuk menempuh perjalanan ke kantor akhirnya kami sampai juga, namun sebelum turun mommy Frans mengucapkan sesuatu.


" Mommy yakin Frans sangat tulus padamu, jadi mommy mohon padamu Sal, tolong beri satu kesempatan buat Frans mommy tidak meminta lebih, kau hanya harus yakin dan percaya padanya "


Aku bingung harus membalas ucapan mommy Frans seperti apa? Akhirnya aku putuskan untuk mengucapkan Terimakasih dan turun dari mobil itu, aku kira mommy Frans akan ikut turun juga namun ternyata tidak mobil itu langsung melesat pergi setelah aku turun.


Dengan rasa tak bersemangat aku langkahkan kakiku masuk kedalam gedung bertingkat itu, masuk kedalam lift lalu menekan angka dimana lantai yang akan kutuju, jujur saja hari ini pikiranku kalut sekali setelah mendengar penuturan Frans ditambah ucapan dari mommy Frans.


Aku duduk dikursi ku sambil menatap berkas yang menumpuk itu, justru semakin aku menatap berkas itu semakin pusing yang makin kurasa.


Namun aku tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan urusan kantor itu hal yang berbeda, walau masih dengan ke pusingan yang kurasa aku tetap mengerjakan semua berkas yang ada dihadapanku.


Karena saking fokusnya aku pada semua berkas itu, waktu kini telah menunjukkan 22.22, ntah ini aku yang terlalu fokus atau memang berkas-berkas dihadapanku ini yang tiada habisnya.


Karena sudah terlalu larut aku memutuskan untuk merapikan semua berkas yang berserakan dimeja kerja ku lalu mematikan komputer yang kugunakan, saat mematikan komputer aku teringat tentang Frans si boss arrogant itu, aku tidak melihatnya setelah kejadian siang tadi.


Apa mungkin dia langsung pulang? Ah sudahlah untuk apa juga aku memikirkannya.


Baru satu langkah aku menapakkan kakiku, sebuah suara pecahan terdengar dari dalam ruangan Frans. Suara itu begitu nyaring dan bersahutan.


Dengan sisa-sisa keberanianku aku mencoba mendekati pintu ruangan itu dan membukannya, betapa terkejutnya aku melihat Frans yang tengah duduk disofa dengan banyak botol vodka diatas mejanya.


Jadi seharian ini dia mabuk?


Aku mendekatinya tiba-tiba saja dia dengan asalnya melempar botol sisanya minum kesembarang arah. Untung saja aku bisa menghindari jika tidak habislah aku.


"Tuan Frans saya mohon anda berhenti minum ini sudah terlalu banyak anda bisa masuk rumah sakit jika terlalu banyak minum begini" Ucapku sambil menarik minuman yang akan ia minum lagi.


Ya ampun ada apa dengan pria satu ini sehingga minum dengan banyaknya. "Kau tidak berhak melarangku! Ini semua karena ulahmu tau! " Ucapnya dengan nada yang errr sambil mencoba mengambil botol yang aku pegang.


"Iya maka dari itu saya mohon untuk anda berhenti Tuan Frans, saya khawatir pada anda tolong mengertilah " Sungguh aku sangat tidak suka dengan pria mabuk.


"Kau khawatir padaku... Tapi kau tidak menerima pernyataan cintaku, mau kau ini sebenarnya apa hm? " Dia berhenti sambil menatap wajahku dari dekat hingga dapat kuhirup nafasnya yang sudah berbau alkohol,walau dia sedang mabuk kuakui kharisma nya tidak luntur sedikitpun malah makin bertambah dengan kondisi kemeja dan dasinya yang sudah tak karuan bentuknya.


Astaga pikiranku!


"Anda mabuk Tuan Frans, sebaiknya saya mengantarkan anda pulang " Aku ingin merangkul dia namun ntah dia dapat kekuatan darimana malah dia yang menarikku sehingga aku jatuh kedalam dekapannya.


Aku ingin lepas namun sepertinya kekuatannya sangat banyak hingga aku tidak bisa lepas dari dekapannya.


"Mengapa kau menolakmu terus hm? Kau tau banyak wanita yang sukarela memberikan tubuhnya padaku... "


"Yah jika begitu mengapa kau tidak berkencan pada mereka saja " Balasku cepat.


" Sudah aku katakan padamu aku hanya ingin dirimu bukan yang lain, aku mencintaimu" Deg ini lelaki tidak asal nyebut kan?


"aku marah saat kau bersama lelaki lain apalagi bersama Brandon! Kau harus tau Brandon itu menyukaimu dia sering bercerita bahwa dia.... Dia menyukaimu sejak pandangan pertama. " Aku diam mendengarkan apa yang ingin dia ucapkan.


"Walau dia tidak tau namamu, tapi dari kejadian-kejadian yang sering ia ceritakan sama persis dengan yang kau alami dari situ aku berspekulasi bahwa wanita yang dimaksud Brandon adalah kau.... "


"Aku mohon padamu beri aku kesempatan makan aku tidak akan menyianyiakannya... I love you Salsabilla Endailer Miller " Deg ya Lord kenapa tiba-tiba jantungku seperti marathon gini yah.


Setelah mengucapkan itu dekapannya mulai melonggar aku yakin sekali dia pasti sudah tidak kuat menahan pengaruh alkohol itu, aku pun akhirnya membaringkan dia diatas sofa sembari melonggar dasinya dan membuka satu kancing atasnya agar ia dapat bernafas dengan lega.


Lalu setelah itu aku membersihkan semua botol yang berserakan ditambah dengan pecahan botol yang banyak itu. Aku bahkan harus mengambil pel dan perlengkapan lainnya di lantai dasar.


Untung saja liftnya masih berfungsi jika tidak aku harus menggunakan tangga untuk pergi kelantai dasar. Setelah menyelesaikan semuanya aku diam memikirkan semua ucapan Frans barusan apalagi kalimat terakhir nya yang eeerrrrr itu.


Aku duduk dibawah sofa sambil menatap wajahnya, jujur saja sebagai seorang wanita Frans adalah tipe idaman semua wanita namun hanya sifatnya saja yang minus selebihnya dia seperti seorang dewa yang turun dari langit.


Saling asiknya menatap wajah Frans mataku mulai menggelap, bahkan bibirku suda beberapa kali menguap, hingga akhirnya kegelapan menguasi ku.


TBC


Sorry klu ada typo gk di revisi soalnya. 🀣


Votenya jgn lpa biar diriku snang 🀣


Menyenangkn hati orng lain dpt pahala loh 🀣☺😊