Gg

Gg
Cemburu 3



Vote jangan lupa ~


Happy Reading my sunshine 😂


***


"Apakah aku harus berteriak agar kau tau jika aku sedang cemburu?"


***


Setelah sekian lama akhirnya penantian Brandon agar bertemu dengan Salsa dapat terwujud juga, mungkin kali ini dewi Afrodit sedang berpihak padanya.


Niat awalnya hanya ingin mengganggu pekerjaan sang ayah malah tanpa sengaja bertemu dengan wanitanya.


Wanitanya ehh? 


Baru dipertemukan Brandon sudah berani mengklaim Salsa adalah wanitanya, sungguh pemikiran yang sangat halu.


"apa kalian sudah saling mengenal?" Tanya Brayen sambil menunjuk anaknya dan Salsa secara bergantian.


"Secara resmi kami belum berkenalan tapi aku telah beberapa kali bertemu dengannya dad, " Balas Brayen menjelaskan.


"Wait wait jadi kamu sudah pernah bertemu dengan Brandon Sal? " Tanya Angelica, Salsa hanya menganggukkan kepalanya.


"Apa kau sakit? " Tanya Brandon menghampiri Salsa lalu memegang dahi Salsa.


Salsa yang diperlakukan seperti itu oleh Brandon pun langsung menjauhkan tangan Brandon dari dahinya. "t...tidak saya tidak sakit" Gagap Salsa.


"Lalu ada keperluan apa kau ke sini? "


"Ekhm, sebenarnya tante yang membawa Salsa ke sini untuk memeriksa memar yang ada di pinggangnya" Angelica menjelaskan.


"Kau sakit lagi? Mana sini biar aku periksa" Ucap Brandon sambil menarik pinggang Salsa  untuk lebih dekat kearahnya. 


Baru saja Brayen hendak membuka baju bagian belakang Salsa, tiba-tiba saja kepala Brayen sudah lebih dahulu di toyor oleh Angelica.


"Mau kau apakan cement ku hah? " Marah Angelica pada Brandon, sontak hal saja Brandon langsung mengelus hasil toyoran Angelica.


"Kan kata tante dia lagi memar yah saya periksa lah tan" Untuk kedua kalinya Brandon mendapat toyoran itu lagi tapi kali ini bukan dari Angelica melainkan dari sang daddy.


Poor Brandon!


"Disini daddy dokternya, kamu jangan coba coba modus sama Salsa Brandon" Peringat Brayen, Brandon pun hanya dapat terkekeh, daddy nya ini seperti tidak pernah muda saja.


"Anak sama daddy sama aja" Gumam Angelica yang masih dapat didengar oleh Salsa.


"Ekhm boleh kita berkenalan secara resmi?" Salsa menatap Brandon dengan senyum simpulnya lalu kemudian mengangguk mengiyakan ajakan Brandon.


"Perkenalkan nama ku Brandon Dominik pria tampan dan mapan yang menjadi incaran semua wanita di dunia" Ucapan Brandon mampu membuat Salsa terkekeh sementara sangat Daddy dan tante Angelica hanya dapat memutar bola matanya dengan jengah.


Benar kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.  "Saya Salsabilla Smith " Balas Salsa sambil membalas uluran tangan Brandon. Brandon tentu langsung tersenyum lebar saat tangan Salsa mulai membalas jabatan tangannya.


"Ah Ngomong-ngomong kau tadi berkata 'sakit lagi' kan Brandon, apa maksud dari ucapan mu itu? " Salsa hanya diam berharap semoga Brandon tidak akan keceplosan pada mommy boss nya itu.


"Oh itu... Bukan apa-apa tan, gimana kabar Key tan, masih jadi kekasihnya Daniel kan tan? Atau sudah putus"  Balas Brandon mengalihkan pembicaraan,  Brandon tau Salsa tidak ingin Brandon mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya sebelum ini itu terlihat jelas dari raut wajah Salsa yang cukup menegang saat Angelica melontarkan pertanyaan tadi.


"Keylica ah anak itu ntah sudah berapa pria  dalam minggu ini yang meminta putus padanya, aku bingung apa yang salah pada anakku" Angelica mulai frustasi jika sudah membahas anak perempuan satu-satunya itu.


Ntah mengapa anak perempuannya itu sangat susah sekali menjalin hubungan dengan pria manapun apa yang salah sebenarnya pada anaknya, Angelica bahkan lelah mendengar anaknya itu merengek setiap hari tentang diputuskannya dia dengan banyak pria.


"Sudahlah tan jangan terlalu dipikirkan nanti pasti Key akan menemukan pria yang cocok dengan nya, jika tidak bertemu juga mungkin Brandon yang memang ditakdirkan untuk Key,tan " Ujar Brandon asal. Angelica pun langsung melotot sementara  Brayen dan Salsa hanya dapat terkekeh mendengar penuturan Brandon.


"Ah yah Salsa kau pasti laparkan? Bagaimana bila kita makan siang bersama? " Usul Brandon.


"Eh, sa.. Saya... "


"Tidak!  Setelah ini Salsa akan pulang bersama tante,  kamu ini Brandon mau modus aja sama cementu tante seperti tidak ada wanita lain saja " Balas Angelica dengan nada tak suka.


"Ya ampun tante, Brandon hanya ingin mengajak Salsa makan siang bukan ke pelaminan, masa tidak boleh? Lagian Salsa belum tentu mau jadi cementunya tante" Ujar Brandon, Salsa yang namanya dia bawa-bawa hanya diam menyimak.


Ia tidak mengerti apa yang dipermasalahkan dia orang di hadapannya ini, mommy dari bossnya itu sendiri menyebutnya cementu,  memang arti dari cementu itu sendiri apa sih?


Ah ini Salsa yang kurang update atau memang mereka saja yang berbicara menggunakan bahasa Alien?


"Eh Salsa pasti mau dong, siapa sih wanita yang tidak terpikat dengan pesona anak tante, anak bayi aja pasti langsung terpesona dengan karisma anak tante" Ucap Angelica percaya diri,  ntah sudah keberapa kali Angelica dan Brandon suka sekali beradu mulut.


Mungkin jika Angelica beradu mulut dengan Brayen, Brayen akan dengan senang hati mengalah namun dengan Brandon?  Angelica harus mengkerahkan seluruh kekuatannya agar bisa menang melawan mulut Brandon yang pandai berkata itu.


"tante percaya diri sekali, Hati-hati tante orang yang percaya dirinya tinggi jika jatuh sakit banget lho tan"


" lagian jika tante percaya kalau Salsa sudah terpesona dengan Frans seharusnya tante tidak perlu khawatir dong jika Salsa akan berpindah hati pada Brandon " Sambung Brandon.


" T.. Tante... " Cukup sudah Angelica kehabisan kata-katanya.


"Sudahlah Lica, benar apa kata Brandon, biarkan Salsa yang memilih jangan memaksakan keadaan Lica " Ujar Brayen.


Angelica hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan kasar,  ini sebernanya Brayen memihak anaknya atau memang sedang dalam mode bijak?


"Bagaimana Sal, apa kau mau? " Tanya Brandon sekali lagi. Salsa langsung menatap Angelica dengan tatapan bertanya, Angelica yang ditatap seperti itu hanya dapat menghanguskan nafasnya.


"Terserah Salsa sajalah jika Salsa ingin makan siang dengan Brandon mommy bisa apa? " Pasrah Angelica berusaha tersenyum di hadapan Salsa.


"Yess" Gumam Brandon masih dapat didengar oleh Brayen dan Angelica.


"Ayo Salsa " Ajak Brandon, Salsa pun hanya mengangguk sambil mengikuti langkah kaki Brandon.


"  ingat Brandon hanya makan siang setelah itu kembalikan cementu tante di sini tante beri waktu 30 menit, awas saja jika cementu tante lecet akan tante hukum kau Brandon" Ucap Angelica sedikit keras sebelum Brandon menutup pintu kerja Daddynya.


"Huffttt"


"Sudahlah Lica, biarkan Frans dan Brandon bersaing untuk memiliki hati Salsa"


"Kau tau melihat Brandon dan Frans menyukai wanita yang sama mengingatkanku pada masa lalu " Sambung Brayen sambil terkekeh.


" Kau benar, aku baru menyadari hal itu ternyata kisah mereka tidak jauh berbeda dengan kisah kita dulu " Angelica pun ikut terkekeh.


Sungguh siapa yang dapat menyangka bahwa kisah anak-anak mereka sebelas duabelas dengan takdir yang dijalankan mereka dahulu.


*******


"Sudah tidak ada yang ingin daddy bicarakan lagi kan? " Tanya Frans to the point.


"Kau ini seperti tidak suka berbincang  dengan daddy?" Balas Frankly dengan nada tak sukanya.


"Bukan begitu daddy, Frans ingin menjemput Salsa ingin mengajaknya makan siang bersama" Ujar Frans sembari mengambil jasnya di kursi.


"Memang kau tau Salsa dimana? "Frans tak menjawab ia hanya diam dan langsung memakai jas yang telah diambilnya.


"Terserah kau sajalah, bilang pada mommy mu untuk segera kesini daddy akan menunggunya" Sambung Frankly, Frans hanya mengangkat jempolnya.


Frans pun akhirnya meninggalkan gedung bertingkat itu untuk menjemput sang pujaan hati, ia tau Angelica pergi membawa Salsa kemana karena Frans sudah meletakkan alat pelacak pada handphone Salsa.


Bukan bermaksud lancang tapi Frans takut jika sewaktu-waktu Salsa hilang ntah kemana Frans jadi tidak perlu terlalu khawatir karena Salsa akan slalu berasa di bawah pengawasan Frans.


Dengan kecepatan sedang akhirnya mobil yang dikendari Frans sampai di tempat tujuan, Frans langsung memarkirkan mobilnya dan langsung turun untuk pergi ke tempat dimana Sang pujaan hati berada.


Saat berjalan dilorong rumah sakit milik paman Brayen banyak mata yang memperhatikannya, Frans yang sudah biasa mendapat tatapan memuja dari banyak orang itu pun hanya diam mengabaikan sambil terus berjalan menuju ruang Sang paman.


Cletak.


"Dimana Salsa? " Tanya Frans setelah membuka pintu, Angelica dan Brayen yang berada di dalam ruangan tersebut pun langsung terkejut mendengar suara Frans.


"Ya ampun Frans bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu? "Ucap Angelica.


" Dimana Salsa? "Tanya Frans sekali lagi tidak mengidahkan ucapan Sang mommy.


" Bisakah kau duduk dan bertanya baik-baik Frans? "Kali ini Brayen yang bersuara.


" Aku bertanya dimana Salsa? " Sungguh keras kepala seperti Frankly pikir Brayen.


"Tadi Brandon mengajaknya makan siang dikantin rumah sakit" Ucapan itu sontak membuat Frans membulatkan matanya, Frans langsung saja keluar dari ruangan itu dengan tergesa-gesa menuju kantin rumah sakit.


Sesampainya dikantin rumah sakit, dilihatnya dari jauh Salsa sedang tertawa bersama Brandon  dengan lepasnya.


"Bahkan Salsa belum pernah tertawa lepas seperti itu dengannya" Batin Frans.


Dengan langkah lebarnya Frans menuju kearah meja Brandon dan Salsa.


"Ayo pulang " Ucap Frans sambil menarik tangan Salsa.


"Eh?? "


.


.


.


.


.


.


TBC


Tok tok tok


Cletak


msh ad kg yg membaca ini?


Krik krik krik


Gk ad yh? Ok


Agu kuat 😂



penampakan Salsabilla Smith