Gg

Gg
Skak Mat



Vote jgn lupa❤


Happy Reading baby~™©


****


"FRANSLICA ENDAILER MILLER!! "


Pekikkan  itu mampu membuat kedua insan yang masih terbengong-bengong menjadi kalang kabut dalam waktu yang singkat.


***


Setelah kejadian beberapa menit lalu disinilah mereka berempat sekarang Frans, Salsa,Frankly ayah dari Frans dan Angelica ibu Frans  duduk saling berhadap-hadapan.


"Silahkan diminum tuan dan nyonya " Ucap Alex-asisten Frankly meletakkan empat cangkir teh yang masih hangat di atas meja setelah meletakkan itu Alex pamit undur diri untuk memberikan ruang pada tuan dan nyonyanya menginterogasi si putra sulungnya.


Tak ada yang memulai pembicaraan setelah Alex keluar Frankly dan Angel makin menatap kedua insan dihadapanya dengan tatapan tajam dan hal itu makin membuat Salsa makin menundukkan kepalanya sambil memejamkan matanya berkali-kali berharap apa yang dihadapkannya ini adalah sebuah mimpi buruk.


" Apa yang kalian lakukan dikantor ku? " Tanya Frankly membuka suara Salsa makin memejamkan matanya dengan kuat karena tak kuasa mendengar suara exCEOnya itu.


"Daddy... Ini tidak seperti yang Daddy dan Mommy pikirkan ini hanya kesalah pahaman__"


"Kesalah pahaman kau bilang?  Kau mau berkilah seperti apa lagi huh?  Setelah apa yang Daddy dan Mommy mu lihat? Kau dan dia sedang...astaga Frans kau sudah dewasa tidak mungkin Daddy dan mommy terus menerus mengajari mu tata krama " Potong Frankly dengan suara marahnya Angelica yang duduk di sampingnya pun hanya dapat mengelus lengan sangat suami dengan lembut agar dapat meredakan emosinya.


" Apa yang daddy dan mommy lihat hanya salah paham!  Aku hanya mengobati pinggang belakangnya yang terluka hanya itu!  Aku juga masih punya pikiran yang jernih untuk melakukan hal itu di dalam kantor! " Balas Frans tak Terima atas tuduhan sang ayah yang sangat melenceng jauh dari kenyatannya.


Yah walaupun pada kenyataannya sesungguhnya Frans ingin sekali melakukan hal itu dengan Salsa, tapi ia tidak mungkin akan melakukannya dikantor itu sama saja mencari perkara.


"Kau pikir daddy akan percaya?  Untuk apa kau mengobati gadis yang jelas-jelas hanya sekedar bawahan mu? " Jleb bagai petir disiang bolong ucapan itu sangat ngena sekali dihati Salsa.


Untuk apa boss nya mau mengobatinya padahal ia hanya sekedar bawahannya saja?  Untuk apa pula boss nya itu sangat mengkhawatirkan nya?  Untuk apa pula boss nya itu sangat peduli dengannya semua itu untuk apa?


Pertanyaan pertanyaan itu tiba-tiba muncul dibenak Salsa. " Yah...aku hanya tidak mau saja sekertaris ku sakit saat masih banyak pekerjaan kantor yang menumpuk!" Balas Frans cepat terdengar tidak yakin dengan ucapannya sendiri.


"Lagian Daddy sama mommy ngapain kesini? " Sambung Frans lagi seperti mengalihkan pembicaraan.


"Kau ini__"


"Sudahlah Frank, " Potong Angelica cepat. Angelica tau maksud Frankly ingin membuat Frans berkata jujur bahwa Frans menyukai gadis disampingnya namun melihat Salsa yang sedari tadi menunduk ketakutan  membuat Angelica yakin bahwa gadis disamping itu belum mendapat pernyataan cinta dari sang anak sulungnya.


Jadi Angelica akan membiarkan Frans menaklukan dan mencari cara sendiri agar gadis disampingnya mau menerima kehadiran Frans.


"Nama mu siapa? " Tanya Angel dengan suara lembutnya, Salsa yang merasa ditanya pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah Angel.


Cantik itulah kesan pertama Salsa saat menatap wajah Angel,Salsa pernah melihat Angel di majalah namun ia tidak menyangka ternyata wajah asli ibu Frans lebih cantik dari yang ia lihat di majalah.


" Salsa saya Salsabilla Smith " Ucap Salsa gugup  ini baru pertama kalinya Salsa dihadapkan pada kedua orang yang sangat berpengaruh di perusahaan tempatnya berkerja ralat bukan dia tapi tiga dengan pria yang berada disampingnya.


" Nama yang bagus, kau sekertaris barunya Frans benar? " Salsa pun langsung mengangguk dengan senyum simpulnya bibirnya keluh untuk berbicara.


" Ngomong-ngomong apa pinggang belakangmu tidak apa-apa? " Tanya Angelica lagi dengan nada khawatir nya.


"Apa perlu mommy menelpon Dokter Wahyu untuk segera kemari? " Sambung Angel lagi.


"Ti.. Tidak perlu nyonya Sa.. Saya tidak apa-apa"  Balas Salsa cepat yang benar saja ibu dari CEO nya mau repot-repot menelpon seorang dokter hanya karena pinggang belakang sang sekertaris terluka mereka pikir Salsa ini calon istri anaknya apa?  Kalau calon pun Salsa rasa itu terlalu berlebihan?! eh?


"Boleh mommy lihat luka mu? " Tanya Angelica lagi, Angel tak ingin terlalu memaksa Salsa tapi jujur Angel sangat khawatir melihat wajah Salsa yang terlihat seperti sedang menahan sakit apalagi setelah Angel menelisik ujung bibir Salsa terlihat sedikit terrobek namun karena Salsa memoleskan lipstik dengan sedikit tebal dapat menipu pandangan orang yang melihat Salsa.


"Mom sudahlah aku tidak berbohong soal pinggangnya!  Lagian mommy jangan membuatnya takut " Ucapan Frans langsung mendapatkan tatapan tajam dari Angel.


"Kau kira mommy mau memakannya!  Frankly lihat anakmu berani sekali mengatai mommy nya! " Frankly pun hanya dapat terkekeh sedangkan Frans hanya dapat memutar bola matanya.


"Frans,  jangan seperti itu pada mommy mu " Frans hanya dapat memutar bola matanya dengan malas mendengar penuturan Daddynya.


" Salsa apa kau takut dengan mommy? " Tanya Angel pada Salsa yang sedang menunduk.


"Ahh.. Tentu tidak nyonya " Jawab Salsa pelan.


" Jangan memanggilku nyonya panggil mommy saja, kau tau kan aku memiliki anak perempuan tapi ia jarang sekali pulang apalagi anak ku yang satu ini hampir tidak pernah pulang kalau tidak dipaksa " Lagi lagi Frans hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan kasar mommy nya lagi lagi membuka kejelekannya.


"Mom__"


"Jangan sungkan sungkan pada mommy Salsa, kalau kau di apa-apakan sama anak mommy yang nakal ini lapor saja pada mommy " Salsa hanya terkekeh sungguh keluarga yang unik.


Frans hanya dapat memutar bola matanya dengan malas ketika mendengar penuturan dari sang mommy, sedangkan sang suami Frankly hanya dapat terkekeh geli melihat sang istri.


" Mommy dan daddy hanya ingin mengunjungi mu apa tidak boleh? "Jawab sang mommy.


Frans lagi-lagi dibuat kesal oleh sang mommy, mommy dan daddynya tidak akan mungkin datang ke kantornya hanya untuk sekedar berkunjung pasti ada alasan lain yang ingin dibicarakan sang mommy dan daddynya Frans yakin itu.


" Aku bukan anak kecil mom, aku tau mommy dan daddy tidak akan repot-repot mengunjungi ku untuk suatu hal yang tidak penting! Pasti ada yang ingin mommy dan daddy bicarakan kan? " Ucapan Frans barusan langsung mendapatkan jitakan dari sang mommy, Frans pun langsung meringis.


Anak dan ibu yang suka berdebat pikir Salsa mengamati apa yang ia lihat ia merasa aura wibawa Frans tiba-tiba luntur bila sedang berhadapan dengan mommy nya.


Mungkin jika satu kantor tau bahwa ekspresi wajah Frans ketika beradu argumen dengan mommy nya  tampak seperti balita yang tidak diberi permen mungkin topik itu akan menjadi tranding topik slama beberapa hari kedepannya.


Memikirkan hal itu membuat sudut bibir Salsa terangkat sedikit.


"Kau ini slalu berfikir negatif tentang orang tuamu! Sudahlah,Frank kau ajari saja anakmu itu tata krama aku akan jalan-jalan dengan Salsa "  Ucap Angelica sambil berdiri diikuti dengan Frans, sementara Salsa ia langsung terkejut ketika nyonya nya mengajaknya untuk berjalan-jalan.


"Mom, pinggang belakang Salsa masih sakit! Jika mommy ingin berjalan-jalan mengapa tidak meminta Key untuk menemani mommy atau siapapun teman mommy yang pasti bukan Salsa! " Ucap Frans tegas.


"Kau kira mommy mau mencelakai camentu mommy, mommy tidak perduli mommy mau mengajak Salsa keluar, ayo Salsa" Ajak Angelica sambil menarik pergelangan tangan Salsa. Salsa hanya dapat menurut apa yang di perintahkan nyonya nya.


Frans yang ingin mencegah Salsa pun langsung dihadang oleh sang daddy, "tapi dad, mommy sudah__"


"Sudahlah Frans, mommy mu tidak akan mencelakai camentu nya lagian ada yang daddy ingin bicarakan padamu " Frans hanya dapat menyeritkan dahinya cemantu? Bahasa dari mana itu?


"Camentu? Cemara berhantu? " Beo Frans.


"Calon MenaNtu! Apa kau menyukai Salsa? " Tanya Frankly.


"Ckck daddy bahasamu sudah persis seperti mommy sama-sama aneh"Frans hanya dapat menggeleng kan kepala nya.


" Walaupun aneh tanpa kami kau tidak akan pernah lahir Frans!" Ucap Frankly dengan santainya, Frans pun hanya mengangguk mengiyakan saja apa yang daddynya ucapkan.


" Soal suka pada Salsa apa kau menyukainya? Aku dengar dari Juan akhir-akhir ini kau sering sekali perhatian padanya, kau sering sekali khawatir tentang hal yang ada padanya bahkan Juan pernah bilang bahwa kau mencari tau latar belakang Salsa right? " Frans diam ia tidak menyangka bahwa Juan membocorkan hal itu pada daddynya.


Ingatkan Frans untuk menghukum Juan setelah ini!


"Jangan salahkan Juan, daddy yang menyuruhnya menjadi tangan kananmu sekaligus mata-mata daddy untuk memantau mu " Mendengar pembelaan dari sang daddy untuk Juan membuat Frans berdengus kesal.


"Daddy tidak perlu memata-matai ku aku sudah dewasa dan bisa memilih mana yang terbaik untukku "


"Iya daddy tau kau sudah dewasa sudah bisa meniduri wanita-wanita yang kau inginkan untuk memuaskan nafsumu "


Jleb


Tamatlah kau Frans!!


" Jangan kau kira daddy tidak tau tingkahmu diluar sana Frans!  Daddy tau semuanya kau mabuk, meniduri wanita di club, merokok, astaga Frans  kau tau semua itu hal yang mommy mu tidak suka kau tau kan alasannya mengapa mommy mu tidak suka kau meniduri wanita One night stand " Marah Frankly.


"Jika kau ingin meniduri wanita nikahi salah satu dari  mereka agar jika wanita itu hamil ia dalam keadaan memiliki suami dan anak itu akan mendapat kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya"


"Tapi dad__? "


"Dan soal Salsa daddy harap kau tidak melakukan hal yang tidak - tidak padanya dia anak yang baik" Frans tau Salsa wanita baik yah walaupun sedikit menyebalkan ketika Salsa tidak menuruti ucapan Frans.


"Tapi jika kau menyukainya daddy sangat setuju jika kau melamarnya dan mewujudkan impian mommy yang ingin segera menimang cucu "


"Hm, belum melamar sudah membahas cucu daddy ini! " Tawa Frankly pun memenuhi ruangan sementara Frans hanya dapat tersenyum simpul.


Ia sudah mendapat lampu hijau dari sang daddy dan sang mommy tanpa perlu repot-repot menjelaskannya panjang lebar.


Ia sangat bersyukur pada Juan yang secara tidak langsung mempermulus jalannya dengan Salsa


Ingatkan Frans setelah memberi hukuman Juan ia akan memberikan Juan bonus: ")


Masalah dengan orang tuanya sudah selesai tinggal bagaimana menyadarkan Salsa bahwa Frans sang boss tampannya sangat menyukainya?  Dan ingin dia yang melahirkan anak-anak Frans.


Mungkin tugas menaklukkan hati Salsa akan lebih sulit lagi: ")


TBC


Aing comeback


Happy Reading