
Vote jangan lupa 😘
Happy Reading guys 😙😋
* * * *
Sudah dua hari berlalu Sejak kejadian terebutnya first kiss Salsa sejak dua hari itu juga Salsa terus-menerus menghindari Frans, Salsa masih merasa malu dan kesal jika mengingat kejadian itu dia masih belum berani berhadapan dengan Frans jika bukan urusan pekerjaan,ia tidak akan mau menatap bahkan ia tidak mau berada satu ruangan dengan boss mesumnya itu.
"Apa jadwal ku hari ini? " Tanya Frans tanpa melihat Salsa.
" Pada pukul 09.00 nanti anda akan rapat dengan para dewan Redaksi, pada pukul 12.00 siang anda akan bertemu dengan investor di restoran Happy of love, dan pada pukul 18.30 nanti anda ada janji dengan Mr. Brandon di Night Club Casanova untuk membahas kerjasama antar perusahaan " Ucap Salsa membacakan schedule Frans.
Frans hanya mendengarkan dengan seksama tanpa mau mengalihkan perhatiannya dari layar monitor yang berada dihadapannya " Jika anda tidak memerlukan sesuatu lagi saya mohon undur diri" Salsa mulai melangkah menjauh namun suara Frans menginterupsinya untuk tidak meninggalkan tempatnya berdiri.
"Salsa "
Salsa berhenti kemudian ia membalikan badannya agar dapat melihat Frans dengan jelas, Frans menatap Salsa ia tidak lagi memperdulikan layar monitor yang menyala dihadapannya "anda memerlukan sesuatu? " Tanya Salsa tidak mau menatap mata Frans ia berusaha menatap sekitarnya bahkan jika bisa ia akan menundukkan wajahnya, namun Salsa tidak mau melakukan hal itu, jika ia melakukannya itu sama saja seperti ia takut pada boss mesumnya itu Big Noo!
Frans diam ia menautkan tangannya sambil terus menatap wajah Salsa Frans tau jika Salsa tidak mau menatap wajahnya sejak kejadian dua hari lalu, Frans tau ia salah namun itu semua bukan kemauannya itu kehendak dirinya namun hati dan pikirannya berkata bahwa ia harus melakukan hal itu.
"Tuan? " Ucap Salsa tidak mau menatap mata pria mesum itu.
"Maaf " Satu kata itu mampu membuat kedua bola mata Salsa menatap mata yang ia hindari selama dua hari belakangan, Salsa menatap tajam manik mata boss mesumnya itu ia ingin mencari sebuah kebohongan yang mungkin terselip melalui mata itu,namun nihil Salsa tidak mendapat apa yang ia cari, mata itu seolah-olah berkata jujur seiring dengan kata yang pria itu ucapkan.
"Anda meminta maaf untuk apa tuan? " Tanya Salsa dengan tenang ia ingin menguji Frans, apa Frans masih ingin menahan egonya atau tidak.
"Kejadian dua hari yang lalu aku meminta maaf untuk itu "
"Ah kejadian itu saya sudah melupakannya tuan, jadi anda tidak perlu merasa bersalah seperti itu" balas Salsa dengan senyum sampulnya.Bohong jika Salsa sudah melupakan kejadian itu, bohong jika Salsa tidak mengharapkan permintaan maaf dari Frans.
Sebenarnya Salsa ingin sekali memaki,meneriaki bahkan memukul pria di hadapannya itu karena telah merenggut hal yang Salsa jaga untuk kekasihnya kelak, ingin sekali rasanya Salsa keluar dari kantor itu karena tidak tahan bertatap muka dengan atasan mesumnya itu namun lagi -lagi ia harus sabar mengingat keiinginannya itu dapat menjadi boomerang bagi dirinya sendiri .
Mau hidup seperti apa ia jika tidak berkerja ?
"Jika kau sudah melupakannya lantas mengapa kau menghindariku?"
Salsa diam baru kali ini ia meruntuki jawaban yang ia keluarkan " saya tidak menghindari anda "
" kalau kau tidak menghindariku mengapa saat kau berbicara kau tidak mau menatap wajahku?" Double skak .
"Sa..saya tidak menghindari kotak mata dengan anda " Salsa ragu dengan jawabannya barusan.
"Kau terbata-bata itu sudah menunjukkan bahwa kau berbohong, dan juga sedari tadi saat kau membacakan jadwalku kau tidak pernah sekali pun menatap wajahku kenapa?karena kau sedang menghindariku !" Sergah Frans ia sudah cukup muak dengan semua alibi yang Salsa lontarkan.
"Jika iya mengapa?Saya menghindari anda karena saya malu tidak puaskah anda sudah mengambil apa yang seharusnya tidak anda ambil! saya masih marah jika melihat wajah anda,wajahnya mengingatkan saya tentang kejadian itu dan itu membuat saya tidak bisa berkonsentrasi !" Cukup sudah bagi Salsa beralibi.
Diam
Frans diam ia sudah tidak dapat berucap lagi ia bingung mau mengeluarkan kata-kata seperti apa.
"Jika anda tidak membutuhkan sesuatu lagi saya mohon undur diri permisi " Salsa keluar dari ruangn bossnya itu dengan tergesa-gesa.
Frans hanya dapat menatap punggu Salsa yang pergi lalu hilang dibalik pintu itu, ia tau ia salah karena telah menciumnya, ia juga tau bahwa itu adalah ciuman pertamanya sudah terlihat jelas bahwa Salsa sangat marah padanya ! Apa yang ia harus lakukan sekarang ?
***
Salsa kembali kemeja kerjanya yang berada didepan ruangan CEO itu, sejak berganti jabatan sejak saat itu juga meja dan tugasnya ikut berganti.
Ia tidak menyangka bahwa nasibnya bisa sesialan ini saat bertemu dengan CEOnya itu,hidupnya menjadi tidak tenang bayang-bayang akan apa yang terjadi dua hari lalu masih terekam jelas diotak Salsa. Tapi apakah Salsa tidak keterlaluan pada Frans bukankah Frans juga telah merawatnya saat sakit?
Bahkan boss mesumnya itu memanggil dokter pribadinya tapi sikap Salsa pada Frans? Salsa hanya berfokus pada first kiss nya yang terebut tidak pada tindakan Frans yang lain itu lah satu sikap yang buruk akan menutupi kebaikan-kebaikan yang lain.
" apa aku sudah keterlaluan yah padanya?"tanya Salsa dalam hati,     " ahh tidak tidak, tindakkanku telah benar lagian aku tidak pernah menyuruhnya untuk merawatku " gumamnya lagi .
Salsa pun kembali fokus pada layar monitornya ia harus menyelesaikan tugasnya,jari-jarinya dengan lugas menari-nari diatas keyboard .
Saat ia terus berfokus pada layar monitornya bunyi pintu terbuka mengalihkan pandangannya yah itu tuan Frans ia keluar ruangan dengan jas yang masih bertengger di lengannya Salsa langsung berdiri sebagai tanda hormat pada Frans.
"Anda ingin pergi kemana tuan?" Tanya Salsa dengan sopan .
"Batalkan semua jadwalku hari ini " perintahnya,Salsa tercengan apa ia tidak salah dengar membatalkannya oh my god ada apa dengan boss mesumnya ini baru beberapa menit ia keluar dari ruangannya bossnya itu sudah bertindak diluar nalar.
"Tap..i tuan rapat dengan invesor dan jadwal la __"
"Aku bilang batalkan yah batalkan apa kau tuli? " Jleb Salsa pun bungkam ia membiarkan Frans pergi menjauh, ia tidak habis fikir dengan sikap boss nya itu.
Tak mau ambil pusing Salsa pun kembali melakukan pekerjaannya tak berapa lama handphone nya berbunyi tanda sebuah panggilan.
"Sal, bisakah kita makan siang bersama hari ini? "
Salsa mulai berfikir makan siang bersama? Tapi mengingat kejadian tempo hari membuat Salsa ingin menolaknya kejadian dimana Salsa menghabiskan seluruh jam istirahatnya hanya untuk menggunakan kedatangan pria itu namun sayang yang ditunggu malah tidak menampakkan batang hidungnya dan pada saat itu pula maag nya kambuh untung saja ada seorang pria yang baik mau menolongnya.
"Hallo Sal? Kau masih disana? "
"I...iya "
"Bagaimana apa kau mau? Kumohon Sal, aku akan menjelaskan kejadian tempo hari "
" Ba... Baiklah tapi,kita harus ke caffe itu bersama-sama agar aku tidak perlu repot-repot menunggu mu " Tak ada salahnya kan mendengar penjelasan orang lain.
"Baiklah aku akan menunggu mu di lobby see you Sal ".
Panggilan pun terputus mau tak mau Salsa kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
***
12.00
Salsa melirik jam tangannya waktu makan siang telah tiba, ia dengan segera mematikan komputernya karena Daniel telah mengiriminya pesan untuk segera turun ke lobby namun saat ia ingin masuk kedalam lift sebuah tangan kekar terlebih dahulu mencengkal pergelangan tangannya.
"Eh? "
"Ikutlah dengan ku! " Itu bukan sebuah permintaan tapi itu sebuah perintah pria mesum dihadapannya ini membuat Salsa harus memperbanyak stok kesabarannya ia tidak mau mati muda karena terlalu banyak marah- marah dengan pria mesum dihadapannya itu, yeah he is Franslica si boss mesum.
Frans menarik tangan Salsa menjauhi lift yang akan ia naiki menuju lift yang hanya dikhususkan untuk para petinggi perusahaan.
"Kita akan kemana? " Tanya Salsa, ia sedari tadi penasaran bagaimana bisa boss mesum itu tiba-tiba datang setelah pergi berjam-jam entah kemana.
Frans diam ia tidak menjawab, Salsa yang merasa terabai pun kesal dibuatnya dan Salsa akhirnya memutuskan untuk diam saja.
Biarkan saja boss mesum itu akan membawanya kemana, asal tidak kekamar hotel . Karena jika sampai itu terjadi Salsa tidak akan diam, ia akan mengeluarkan ilmu beladiri yang pernah ia pelajari.
***
Ntah mengapa Frans sebegitu marahnya ketika ia mendengar informasi dari Juan bahwa Salsa akan bertemu dengan bawahannya yang sangat kurang ajar karena telah membuat Salsa celaka karena menunggunya dicafe hampir setengah jam.
Well, sebenarnya Daniel tidak dapat menemui Salsa itu dikarenakan tugas dadakan yang diberikan oleh Frans, Frans menyuruh kepala bagian HRD untuk membuat Daniel sibuk dengan tugasnya, namun ia tidak menyangka bahwa Salsa akan tetap menunggunya prediksinya meleset jauh.
Namun itu bukan salah Salsa itu Salah Daniel mengapa tidak mengiriminya pesan bahwa makan siang itu dibatalkan! Sakit Salsa kambuh itu karena Daniel itu yang Frans tau.
Frans dan Salsa telah berada di dalam mobil hampir 15 menit yang lalu, namun tidak ada yang membuka suara terlebih dahulu, Salsa pun tak mau ambil pusing ia larut dengan Handphone nya sekaligus ia ingin mengabari Daniel bahwa makan siang kali ini batal.
Ekor mata Frans melirik Salsa yang tengah sibuk dengan ponselnya " Aku tidak suka saat seseorang bersamaku malah sibuk dengan hal lain " Frans mengeluarkan suaranya.
Salsa berdecak kesal " Apa-apaan boss ini,! " Runtuk Salsa dalam hati tidak mungkinkan ia mengeluarkan makian itu disaat seperti ini walau bagaimana pun Frans adalah atasannya dan ia harus menghormati itu kecuali ketika Frans telah bertindak kurang ajar padanya, pada saat itu Salsa harus menghajarnya.
" Kau tidak mendengarkan ku? "Tanya Frans tajam
" Maaf tuan, saya hanya mengirimi seseorang pesan apa salah jika saya bermain Handphone. Lagian anda kan juga sedang menyetir jadi fokuslah kedepan tidak usah menghiraukan saya " Kesal Salsa bahkan Ayahnya pun dulu tidak pernah memarahinya bermain Handphone.
"Kau kira aku supirmu dan kau sebagai atasanku? Hah? " Salsa memutar bola matanya dengan kesal, ia tahu bossnya ini hanya ingin membuatnya kesal.Sabar Salsa sabar....
" Terserah anda saja " Salsa pun kembali menuliskan pesannya pada Daniel dan pada Jennifer. Namun saat jarinya ingin menekan tombol send sebuah tangan terlebih dulu mengambil alih handphone nya.
"Eh? Handphoneku "
" Sudah aku katakan jangan bermain handphone saat bersama ku " Ucap Frans sambil memasukkan handphone Salsa kedalam saku jasnya.
"Tapikan tidak usah diambil juga, sini kemblikan iss " Kesal Salsa sambil berusaha menarik jas Frans.
"Sudahlah nanti akan aku kembalikan cepat turun kita sudah sampai " Salsa pun langsung memberhentikan aksinya.
"Sudah sampai? " Tanyanya tak percaya.
"Sudah cepatlah " Frans pun turun terlebih dahulu diikuti oleh Salsa. Saat baru turun dari mobil Salsa terpengarah akan apa yang ada dipandangannya.
TBC
Puasa beb ?gmna puasanya para readers lancar?lancar dong pSti yh ~~~
😅😄