Gg

Gg
Mungkinkah?



Vote jangan lupa ~~


Biar semangat 🌹💋


************


Setelah kejadian di mana Salsa membentak sangat Boss besar di saat itu pula Salsa ingin menghabisi dirinya sendiri.


Bagaimana bisa ia melakukan hal gila seperti itu? Ntah apa yang ada dipikirannya saat itu, yang ia tau ia hanya kesal di tambah dengan Jennie yang tidak mengerti suasana hatinya dan ditambah lagi dengan kehadiran Boss sialannya itu, makin mebuat Salsa ingin melenyapkan mereka semua!


Lagian itu bukan salah Salsa sepenuhnya kan, ia hanya ingin membentak seseorang yang berani mengetuk kubikalnya dengan nyaring, seharusnya Boss sialannya itu menggunakan mulutnya untuk memanggil nama Salsa bukan dengan mengetuk sisi kubikal dan malah membuat Salsa semakin kesal.


Jadi sebenarnya ini salah siapa? Salsa yang membentak atau Boss sialannya itu yang mengetuk kubikalnya Salsa dengan nyaring?


Lagian untuk apa CEO sialan itu menghampiri Salsa?  Mau langsung memecatnya di hadapan teman-teman Salsa.? Tapi apa mungkin? Tanya Salsa dalam hati.


"Duduk! " Perintah Frans pada Salsa yang masih berdiri di hadapannya.


Well, mereka sudah berada di ruangan Frans,bagaimana tidak setalah Salsa tanpa sengaja ku tekankan lagi Tanpa sengaja membentak Boss sialan or CEO sialan itu, sesaat itu juga Boss sialan itu langsung menarik Salsa untuk mengikutinya.


Banyak pasang mata yang melihat kejadian itu langsung berbisik-bisik, Salsa juga sempat melihat Jennie yang menatap kearah Salsa dengan tatapan kasihan,  ahh sialan!


Salsa pun langsung menuruti saja ucapan Boss sialannya itu, persetankan dengan dia seorang CEO atau apalah?  Yang pasti Salsa punya dendam kesumat dengan pria dihadapannya ini.


" Kau punya sopan santun kan?Lain kali jika seseorang berbuat baik padamu seharusnya mengucapkan terimakasih!  Bukan malah membentaknya "ucap Frans sambil melemparkan sebuah tas kearah Salsa.


"Inikan Tas aku?bagaimana bisa ada di boss sialan ini? "ucap Salsa dalam hati.


" Kau meninggalkannya dimobilku! "Balas Frans seakan-akan mengerti apa yang ingin Salsa tanyakan.


"Pantas saja aku seperti kehilangan sesuatu tetapi lupa apa yang hilang!  "


"Kau tidak ingin berterimakasih kepadaku? " Tanya Frans.


"Eh,??  Untuk apa aku berterimakasih kepadamu! Karena kau telah mengantarkan aku ke kantor?  Itukan kau yang memaksa?  Atau karena kau tidak memecat ku?  Itukan kau juga yang mau? Atau karena kau telah mengembalikan tasku?  Aku tidak memaksa jika kau tidak mau mengembalikan tasku! " Balas Salsa marah, ntahlah kenapa hari ini Salsa sangat kesal sekali dengan semua orang.


''Ckck, seharusnya kau memang harus berterimakasih kepadaku atas semua ucapanmu tadi? Aku mengantarkan mu kekantor hanya untuk memastikan jika karyawan ku datang tepat waktu, dan soal tidak terpecatnya dirimu, seharusnya kau bersyukur karena aku sedang berbaik hati padamu! Kau mau ku pecat sungguhan? Dan untuk tasmu, aku bisa membeli yang lebih mahal daripada itu, dasar tidak tau diri sekali " Balas Frans mulai tersulut emosi. Sungguh berhadapan dengan wanita satu ini sangat menguras tenaga.


"Hanya mengucapkan terimakasihs saja tidak bisa!! " sambung Frans lagi.


"Tenang Salsa tenang,  kau hanya perlu mengucapkan terimakasih! "


"Apa ini sopan santun yang ibu dan ayahmu ajarkan! " Balas Frans lagi, dan lagi.


Salsa pun langsung menatap tajam Frans, ia paling tidak suka ketika ada seseorang yang menghina kedua orang tuanya yang telah wafat itu. Tidak siapa pun tidak juga boss sialan dihadapannya ini.


"Aku ucapkan padamu terimakasih untuk semuanya, tapi untuk ucapanmu yang terakhir aku tidak bisa menerimanya!  Kau boleh menghinaku tapi tidak dengan kedua orang tuaku! Kau tidak berhak menghina kedua orang tuaku! " Balas Salsa sambil mendorong dada Frans dengan jari telunjuk nya.


Setelah itu ia pergi meninggalkan Frans yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Salsa pun pergi dari ruangan tersebut dengan suasana hati yang mendung, ntah mengapa ucapan pria sialan itu terus mengiang di kepala Salsa, apa seburuk itu kelakuan Salsa saat ini?


Jika memang iya, ini kan bukan kesalahan orang tuannya? Ini salah dirinya sendiri yang memang tidak bisa berlaku baik dihadapkan Frans.


Salsa pun berjalan kearah lift tanpa Sadar sebuah cairan bening mengalir dari peluk mata karena ucapan Frans tadi. Sungguh ucapannya tepat mengenai uluh hati Salsa.


"Kau jelek jika sedang menangis " Ucap sebuah suara, Salsa pun langsung mendongkakKepalanya menatap sang pemilik suara.


Dia?


Buru-buru Salsa langsung menghapus air matanya dengan lengan bajunya, namun gerakan itu tiba-tiba dihentikan oleh pria tersebut.


"Jorok sekali, gunakan ini " Pria itu pun akhirnya memberikan Salsa sebuah saputangan.


"Terimakasih " Ucapan Salsa serak.


"Sama-sama, kau wanita yang kemarin kan? Mengapa  Kau  menangis setelah dari  ruangan Frans?  Apa kau baru dipecat? "Tanyanya beruntun.


" Ah iya aku wanita yang kemarin, aku menangis karena terharu ketika tuan Frans tidak jadi memecatku " Jawab Salsa sambil terkekeh paksa.


"Syukurlahaku pikir kau habis dipecat, "


"Ah, iya kita belum berkenalan namaku __"


Ting


Salsa sebenarnya ingin membalas jabatan tangan pria itu namun karena pintu lift sudah terbuka dan dihadapan mereka telah banyak karyawan yang ingin menaiki lift tersebut akhirnya Salsa urungkan.


"Maaf tapi saya harus pergi, permisi " Salsa pun langsung keluar dari lift tersebut tanpa memperdulikan tatapan dari karyawan yang lain.


*********


"apa kau tidak apa apa Sal? Apa tadi tuan Frans memecatmu?  " Tanya Jennie saat jam makan siang telah tiba.


Ia, Jennie dan Raymond slalu makan siang bersama jika ada waktu. "Hem.. Hampir " Balas Salsa seadanya jujur sekarang ia malas mendengar nama pria sialan itu.


"Ja.. Jadi kau tidak jadi di pecat..... Huaaaa aaaa syukurlah kukira  aku tidak bisa melihatmu lagi besok, kurasa tuan Frans memang sangat baik pada karyawannya" Ucap Jennie kegirangan.


"Honey, bersikap biasa sajalah kau tidak lihat banyak pasang mata yang langsung melihat kita karena teriakan mu " Peringatan Raymond.


"Tapi teriakan mu menganggu makan siang mereka "


"Terserah mereka mau terganggu atau tidak lagian inikan tempat umum!  Jika mereka terganggu yah silahkan pergi dari sini tak ada yang melarang kan " Huftt mulai deh pertengkaran.


"Ais sudahlah kalian berdua ini, jika ingin beradu argumen jangan disini akh kalian makin membuat moodku hancur saja " Kesal Salsa.


"Hufftt " Mereka berdua pun langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Yayaya, nyonya Salsa yang terhormat, kau hari ini sensitif sekali?  Apa kau sedang datang bulan atau kau sedang hamil?  Moodmu slalu berubah-ubah? " Ucap Jennie berniat bercanda.


"Yakk , aku hamil?  Pacaran saja tidak pernah mana mungkin hamil sialan kau Jen! " Rajuk Salsa.


"Habisnya kau sensitif sekali seperti orang yang sedang hamil! " Ucap jennie sambil tertawa.


"Sialan kau!  Aku tidak hamil astaga! Ray, coba lihat kekasih mu itu mulutnya minta di kecup " Ucap Salsa frontal. Sontak saja pipi Jennie langsung memerah.


"Tenang saja Sal, setelah ini aku akan langsung mengecup bibirnya dan membungkamnya dengan bibirku " Balas Raymond sambil mengedipkan matanya kearah Jennie.


"Ahh jangan buka-bukaan soal itu pada Salsa Ray " Ucap jennie malu-malu kucing.


"Kyaaaa kalian sangat menjijikkan sekali" Ucap Salsa pada Raymond dan Jennie. Mereka bertiga pun sontak tertawa karena ulah masing-masing.


"Makanannya Sal, lekaslah mencari pasangan agar hidupmu lebih berwarna " Ucap Jennie disela tawanya.


"Aku tidak ada waktu untuk mencari laki-laki " Balas Salsa seadanya.


"Ck, tidak perlu mencari kan sudah ada Daniel yang siap menjadi calon masa depanmu " Balas Raymond sambil memakan kentang gorengnya.


"Iya tuh benar, lagian mengapa sih kau tidak dengan Daniel saja dia ganteng, punya pekerjaan, mandiri, ramah, baik apa yang kurang darinya? Jika kau tidak mau berikan dia padaku akan kujadikan dia simpanan! " Ucap Jennie. Langsung mendapatkan tatapan tajam dari Raymond.


"Bercanda honey " Kekeh Jennie pada Raymond.


"Aiss sudahlah mengapa pembahasannya seperti ini!  Ah iya aku harus pergi sekarang banyak tugas yang harus kukerjakan byeeee RayJen " Salsa pun langsung pergi meninggalkan  kedua sejoli itu.


"Yak, Salsa kau lupa membayar makananmu! " Teriak Jennie pada Salsa yang sudah menjauh.


"Kau saja yang bayar hitung-hitungan itu traktiran! " Balas Salsa dengan teriakan juga.


"Ais wanita itu! " Kesal Jennie, "sudahlah Honey, biar aku saja yang membayar semuanya " Jawab Raymond.


"Kyaaa, kau  calon suami idamanku Ray " Ucap Jennie sambil memeluk Raymond, sedangkan Raymond pun hanya dapat terkekeh.


*******


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu sekarang sudah waktunya pulang bagi para karyawan di perusahaan Miller groups ini.


"Sal, kau tidak pulang? " Tanya Jennie pada Salsa yang masih berkutat dengan komputer miliknya.


"Tidak masih ada yang harus aku kerjakan kalian pulang saja deluan " Balas Salsa tak melihat kearah Jennie dan Raymond.


"Ah baiklah, kau jangan terlalu berkerja terlalu larut, jika kau pulang naik taksi saja lebih aman daripada naik bus atau naik kereta jika perlu kau boleh menghubungi Raymond untuk menjemput mu " Ucap Jennie lagi.


"Iyaiya Jennie ku sayang, sudah sana balik " Usir Salsa pada Jennie, Raymond pun hanya dapat meng geleng-gelengkan kepalanya melihat kedua wanita dihadapannya.


" Ck, dikasih perhatian malah ngusir, yah udah bye Salsa "ucap Jennie pergi sambil menggandeng Raymond. Raymond pun hanya dapat tersenyum simpul kearah Salsa.


Ck seperti perangko saja!


Para karyawan-karyawan yang lain pun mulai pergi kerumah mereka masing-masing.hanya tinggal Salsa seorang yang berada di lantai 5 ini.


Salsa terus fokus untuk mengerjakan tumpukkan kertas di hadapannya itu.


Hingga jam sudah memasuki pukul 23.30,itu pertanda hari sudah sangat malam sekali.


" Hufftttttt, akhirnya selesai jugaaa, "sorak Salsa, ia pun melirik jam tangannya 23.30


Salsa tidak yakin apa dijam segini taksi masih ada. Salsa pun segera bergegas mematikan komputer nya dan merapikan tumpukkan kertas dihadapannya.


Setelah itu ia pergi dari ruangan tersebut dan bergegas kearah lift, ketika pintu lift terbuka seseorang langsung menarik tangannya secara tiba-tiba.


"Hey lepaskan! " Berontak Salsa. Namun tak digubris sedikit pun.


Pria berstelan jas itu mengajak Salsa ke parkiran kantor "masuk! " Perintahnya sambil mendorong Salsa secara paksa.


"Aku tidak menyuruh karyawan ku lembur sampai semalam ini! " Marahnya pada Salsa yah dia Boss sialan itu a.k.a Franslica Endailer Miller.


"Ak... Ak... Aku hanya ingin mengerjakan  semuanya agar besok tidak terlalu menumpuk! Itu saja, lalu letak salahnya dimana? " Ntah kenapa setiap berbicara pada pria satu ini rasa amarah Salsa slalu mengebu-ngebu.


Frans pun hanya diam lalu menyalakan mobilnya.


"Ada apa dengan dirimu Frans? " Batin Frans.


TBC


Up ✌✌ vote and comment jangan lpa guys....... 😍😍🌹ada apa dengan Frans! Mungkin kan sudah tumbuh benih-benih cinta?  Asek


Spa yg punya temen kek Jennie?  Nyebelin bgt kan yh biar nyebelin tpi perhatian seh 😛😛