Gg

Gg
Anne + Salah Paham



Happy reading 🌹🌹


Sebelum baca ada baiknya ngevote dulu :")


****


"Baru pulang heh?" Ucap sebuah suara saat Salsa baru ingin melangkahkan kakinya keanak tangga .


Yah itu suara Anne dari belakang Salsa,Salsa berbalik menatap Anne yang menatapnya dengan tatapan tajam sambil melipat kedua tangannya hanya sesaat Salsa menatap Anne kemudia ia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti .


Salsa tidak mau berurusan dengan Anne, karena Salsa tau berurusan dengan Anne sama saja mencari masalah bukannya Salsa takut dengan Anne bukan! Hanya saja Salsa cukup lelah untuk meladeni sikap kekanak-kanakan saudari tirinya itu.


"Berhenti atau aku buang ini!" Ucap Anne dengan kerasnya sambil memegang sebuah liontin berbentuk kupu-kupu,Salsa dengan refleks langsung berbalik melihat apa yang dipegang saudari  tirinya sontak membuat mata Salsa melebar dengan  bergegas  Salsa menuruni beberapa tangga yang baru saja ia naiki untuk mengambil liontin miliknya.


Liontin itu,liontin yang Anne pegang itu adalah liontin Salsa dari mendiang ibunya.


"Kembalikan Anne!!" Marah Salsa sambil berusaha merebut kembali barang miliknya,namun sayang tinggi Anne tidak dapat dijangkau oleh Salsa yang mempunyai tinggi badan kurang dari Anne.


"Woaahh kau mau aku mengembalikan liontin jelek ini ? Coba saja kalau bisa! " ejek Anne sambil menjauhkan liontin itu dari jangkauan Salsa .


Salsa tau liontin itu tidak begitu bagus dimata orang lain tapi liontin itu sangat berharga untuk Salsa apalagi itu pemberian dari mendiang ibunya dan Salsa tidak terima jika ada orang yang menghina pemberian ibunya menghina pemberian ibunya sama saja menginjak-nginjak harga diri Salsa.


"Anne selagi aku memintanya dengan baik-baik berikanlah sebelum aku melakukan hal yang tidak-tidak padamu" ucap Salsa kali ini Salsa tidak akan main -main dengan ucapannya ia tidak akan mundur saat ini demi liontin berharganya .


"Ckck kau sudah mulai berani yah semenjak kau mengenal CEO itu!"decak Anne kesal dengan ucapan Salsa yang seakan-akan menentangnya.


" ini tidak ada hubungannya dengan Frans__"


"Hooh jadi CEO itu bernama Frans ckck kau sudah melakukan apa saja dengan boss mu itu? Sehingga berani sekali kau memanggilnya tanpa embel-embel pak! Kau sudah menjual tubuhmu padanya yah?" What the hell? Yang benar saja,hell no and big no .


Plakkk


"Jaga ucapanmu Anne,aku tidak semurah apa yang kau ucapkan! Cepat sebaiknya kau kembalikan liontin itu An!!" Anne terdiam menatap Salsa dengan tatapan tajam sambil memegang pipinya yang baru saja mendapat tamparan dari Salsa .


" kau berani menamparku!? Cih dasar ****** sudah tertangkap basah masih saja tidak mau mengaku !!" Balas Anne sambil mendorong Salsa yang terus menerus berusaha menggapai liontinnya .


Salsa yang terdorong pun langsung mengenai pinggiran meja yang menjadi tempat televisi "aughhhh" ringis Salsa .


"Hanya karena liontin jelek ini kau berani melawanku! Dan hanya karena  ucapanku yang benar bahwa kau seorang ****** kau berani menamparku! Sialan! "  Anne menatap Salsa dengan tatapan seolah ingin menghabisi Salsa saat itu juga .


Anne mendekati Salsa yang masih memegang pingga belakangnya karena insiden terdorongnya ia tadi.


Plakkk


"Itu balasan karena kau berani melawanku!!"


Plakk


"Itu balasan karena kau berani menamparku, ingat Salsa jika kau mau aku mengembalikan liontin jelek ini sebaiknya kau bantu aku mendekati Frans jika tidak kau pasti tidak menyangka apa yang akan aku perbuat dengan liontin ini " ucap Anne sambil terus menarik rambut Salsa.


Plakkk


"Ini tamparan bonus dariku semoga kau berhasil bicth " Anne pergi menaiki tangga meninggalkan Salsa dengan keadaan mengenaskan pipi yang merah,sudut bibir yang mengeluarkan cairan kental kemerahan,rambut yang acak-acakan ditambah dengan belakang pinggang yang mungkin membiru Salsa sudah terlihat seperti Zombie sakit pinggang saja.


Dengan langkah tertatih-tatih Salsa menuju kearah dapur untuk mengambil kompresan dan kotak P3K  untuk mengobati luka yang ada pada tubuhnya.


Setelah itu barulah Salsa pergi kekamarnya dengan langkah yang masih gontai akibat pinggangnya yang terus berdenyut nyeri.


Salsa tidak tau apa sebenarnya motif Anne mendekati Frans ia tidak begitu yakin Frans akan mau berkencan dengan Anne? Apalagi melihat sikap Frans yang selalu bersikap dingin pada wanita Salsa yakin sekali Frans tidak mau berkencan dengan Anne!? Sekarang ia harus bagaimana?ia tidak tau apa yang nantinya akan Anne lakukan pada liontin berharganya itu!


" enghh Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Salsa pada dirinya sendiri.


Sambil terus berfikir tangan Salsa dengan telaten mengobati lukanya ditepi ranjang yang sederhana itu.


Setelah mengobati seluruh lukannya Salsa bergegas untuk tidur,untuk menyambut hari esok yang mungkin tidak ia harapkan.


"Semoga esok ada sesuatu yang membahagiakan" harapan Salsa sebelum menutup matanya.


***


Setelah menyelesaikan semua pekerjaanya dirumah Salsa berangkat dengan motor kesayangannya kali ini Salsa membawa bekal agar dikantor ia bisa sarapan pagi karena jika ia makan dirumah kemungkinan besarnya Salsa akan terlambat dan ia tidak mau kejadian seperti sebelumnya terulang kembali.


Salsa tidak tau kemana perginya Anne dan mommy tirinya berada jadi Salsa putuskan untuk pergi tanpa izin terlebih dahulu.


Seperti hari-hari biasanya Salsa slalu menyapa para tetangga dan orang-orang yang ia lihat dan lewati dengan senyum cerah yang slalu ia pancarkan.


Salsa tinggal dilingkungan yang sebagian besar peduduknya mempunyai tingkat keramahan diatas rata-rata oleh sebab itulah sikap keramahan tertular padanya apalagi dulu sebelum kedua orang tuanya meninggal Salsa slalu diajarkan untuk slalu menyapa para tetangga yang berada dilingkungannya.


Karena dulu ibunya slalu berkata bahwa "tetangga adalah keluarga terdekat yang kau miliki jika kau mempunyai masalah,oleh sebab itulah kau harus menjaga tali kekeluargaan dengan para tetanggamu"


Kata-kata itulah yang slalu Salsa ingat,ibunya benar tanpa tetangga mungkin dulu saat ayahnya sakit tidak ada yang mau membantunya membawanya kerumah sakit,dan saat ayahnya dulu meninggal mungkin tidak ada yang mau datang ke pemakamannya.


Salsa bersyukur memiliki tetangga  yang ramah padanya dan mempunyai hati yang baik.


Tidak disangka-sangka akhirnya Salsa sampai diparkiran kantor,Salsa akhirnya memarkirkan motor kesayangannya dan melepas helm berwarna pink miliknya itu sebelum meninggalkan parkiran Salsa mengecek wajahnya terlebih dahulu agar Jennifer tidak menanyakan hal yang tidak bisa Salsa jawab dengan jujur.


Salsa mempertebal kembali lipstik dan bedak dibagian pipi dan bibirnya agar menyamarkan luka di bagian ujung bibirnya dan bekas tampar Anne di kedua pipinya.


"Perfect" setelah dirasa sudah Salsa kemudian melangkahkan kakinya pergi menuju loby kantor terlihat disana bahwa Jennifer dan Raymond telah menunggunya dengan ekspresi wajah Jennifer yang terlihat kesal.


" kau tau Sal,menunggu adalah sesuatu yang tidak aku sukai" ucap Jenniefer saat Salsa telah sampai dihadapan sepasang kekasih itu.


"Yah aku tau Jen"


"Tapi mengapa kau slalu membuatku menunggu Sal? Why? " balas Jennifer dengan wajahnya yang dibuat seolah- olah sedang bersedih.


"Kau jelek seperti itu Jen "ejek Salsa sambil terkekeh melihat wajah bebek milik Jennifer


" yayaya aku akan mengerti,yah sudah ayo keatas " ucap Jennifer meninggalkan Salsa dan Raymond dibelakang.


"Maafkan Jenni Sal,dia sedang PMS " ucap Raymond dengan perasaan tak enak.


"Santai saja aku sudah terbiasa  dengan sikap Jenni yang seperti itu. aku sangat suka membuatnya bete atau marah itu membuat ekspresinya lebih lucu dan sangat cocok untuk ditertawakan " balas Salsa dengan kekehan.


Raymond pun ikut terkekeh, Raymond tau Salsa tidak keberatan denga  sikap kekasihnya yang masih bisa dibilang seperti anak SMA labil dan Salsa tidak mempermasalahkan hal itu Raymond bersyukur karena Jennifer dan dia bertemu dan berteman dengan Salsa .


"Jika ingin membicarakanku sebaiknya jangan dibelakangku " ucap Jennifer skartis saat Salsa dan Raymond telah memasuki lift bersama-sama.


"Ckck pede sekali kau Jen, kami tidak membicarakanmu iyakan Ray ?" Salsa mencari pembelaan kepada Raymond, Raymond pun hanya mengangguk sambil terkekeh pelan.


"Kami tadi hanya membicarakan seekor bebek yang marah karena lama menunggu apalagi bebek itu ketika marah makin memajukan bibirnya membuat bibirnya semakin sexy " Jenniefer pun langsung mencubit pinggang Salsa .


"Aughh sakit Jen,kau jahat sekali padaku" sial bagi Salsa Jennifer benar-benar mencubit pinggangnya yang nyeri.


"Kau jahat mengataiku bebek " Salsa masih memegang area yang baru dicubit oleh Jenni .


"Aku tidak mengataimu bebek aku hanya bercerita bahwa aku dan Raymond membicarakan kartun donald duck yang kemarin habis aku tonton kau saja yang kepedean " balas Salsa berusaha menahan perihnya.


Jujur saja kemarin malam saat Salsa lihat pinggangnya telah berubah menjadi warna biru keunguan ntah sekarang menjadi warna apa setelah dicubit oleh Jennifer.


Ting.


"Sudahlah honey, Salsa tidak membicarakanmu ayo kita kekubikal honey " ucap Raymond menarik tangan Jennifer yang makin memajukan bibirnya.


"Sal kami pergi dulu "pamit Raymond pada Salsa yang tersenyum kaku.Salsa pun hanya mengangguk .


Salsa dengan buru-buru menutup pintu lift kembali karena sekarang Salsa telah menjadi sekertaris Frans maka dari itu meja kerjanya juga telah berpindah tempat.


"akhhhh oh my god ini perih sekali "ringis Salsa sambil membelakangi pintu lift.


Salsa pun berjongkok menaruh bawaannya dilantai sambil terus meringis perih.


"astaga aku lupa membawa salepnya,sialan!"  Umpat Salsa saat memeriksa tas yang berisi bekalnya.


"astaga,astaga, astaga "ucap Salsa sambil mengelus-ngelus pelan bagian pinggangnya.


Tanpa Salsa sadari ternyata pintu lift telah sampai pada tujuannya dan telah terbuka dan sialnya lagi saat itu pula Frans yang niat awalnya ingin masuk kedalam lift malah melihat Salsa yang berjongkok membelakangi pintu lift sambil mengelus-ngelus pinggangnya merasa heran apalagi dengan gumaman Salsa.


"Kau sedang apa?" Deg Salsa pun meneguk salivanya dengan pelan.Salsa berdiri dengan pelan sambil mengelus pinggangnya dan tangan satunya mengambil tas yang berisi sarapannya.


"saya tidak sedang apa-apa" ucap Salsa merasa sudah tertangkap basah.


"Jangan berbohong Sal " sergah Frans merasa ada yang aneh dengan tingkah Salsa .


"saya tidak apa-apa tuan" balas Salsa ingin  keluar dari lift karena pintu lift hampir tertutup otomatis Frans langsung menarik Salsa dan untuk kedua kali sialnya pinggang Salsa terkena sedikit sisi pintu lift ditambah dengan tangan Frans yang menarik pinggang Salsa sehingga Salsa jatuh kedekapan Frans membuat bibir Salsa tak mampu menahan perihnya lagi.


"akhhh perihnya "ringis Salsa sepelan mungkin namun karena Frans memiliki telinga yang tajam Frans pun mencoba mencari tahu apa yang tengah dialami Salsa.


Frans makin mengencangkan kaitan tangannya di pinggang Salsa dan itu makin membuat Salsa meringis dan mencoba melepaskan dekapan Frans.


"Sudah kuduga ada yang tidak beres denganmu "Frans pun langsung menarik tangan Salsa menuju ruangannya.


Didalam ruangan Frans meletakkan bawaan Salsa diatas mejanya dan menyuruh Salsa untuk membelakanginya " anda ingin apa tuan? " tanya Salsa merasa deja vu .


Frans tak menjawab ia mencoba membuka baju Salsa untuk melihat ada apa dengan pinggang Salsa "anda jangan macam-macam tuan!" Merasa Frans mulai membuka baju bagian belakangnya membuat Salsa menjauhkan dirinya.


Namun sayang dengan sigap Frans menarik kembali Salsa dan mengembalikan posisi seperti semula Salsa tentu berontak,namun lagi lagi dewa Afrodit tidak berpihak padanya


Frans yang kebetulan duduk dikursi karena tinggi badanya lebih dari Salsa menggunakan kesempatan itu untuk mengunci kaki Salsa dan kembali mencoba membuka baju bagian belakang Salsa.


"Kau tidak bisa seperti ini Frans " ucap Salsa saat Frans telah hampir membuka baju bagian belakangnya.


" kenapa dengan ini Sal?" Tanya Frans dingin, Salsa hanya dapat menutup matanya sambil mengigit bagian bawah bibirnya.


mendengar nada seperti itu dari bibir Frans membuat Salsa tak dapat berkutip." Jawab Salsa!" Tanyanya lagi kali ini nada Frans naik satu oktaf.


"It..itu hanya tersenggol meja saat membersih rumah " gagap Salsa berbohong.


"Kali ini jangan berbohong padaku Sal"


"Akutidakberbohong " balas Salsa dengan cepat. Frans pun hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kau diam disini aku akan mengambil salep " setelah mengucapkan itu Frans berdiri meninggalkan Salsa yang masih membelakangi kursi CEO mesumnya itu.


Frans kembali dengan membawa sebuah salep dan kembali duduk dikursi kebesarannya. "Belakangi aku" mendengar itu tanpa menunggu perintah yang kedua kali Salsa langsung menurutinya.


Frans diam dia tak mengucapkan apapun ia hanya fokus mengoleskan salep di pinggang Salsa.


Saat kulit tangan Frans menyentuh kulit Salsa rasanya seperti ada sengatan listrik yang menjalar keseluruh tubuh Salsa.


" akhhh " ringis Salsa pelan sambil memegang pinggiran meja dengan kuat seakan-akan mengalirkan rasa sakitnya kemeja itu.


Keduanya sama-sama diam hingga seseorang masuk kedalam ruangan itu tanpa permisi.


Cletak


" maaf tuan Mr.Frankly___" ucapan Juan menggantung saat melihat Salsa yang membelakangi Frans sementara Frans dengan fokusnya mengoleskan salep pada pinggang Salsa apalagi posisi mereka yang membuat Juan makin gagal fokus.


Dari arah belakang Juan terdengar sebuah teriakan yang mampu membuat Salsa dan Frans menjadi kalang kabut" FRANSLICA ENDAILER MILLER !!!"


TBC