Gg

Gg
Gagal Mesum



Happy Reading guys


Semoga menikmati!!!!


**************


*Ia tidak dapat berfikir jernih setelah mendapat tatapan dari seluruh karyawan tadi, "maaf nona, Tuan Frans ingin menemui anda! "  Ucap Sebuah suara, membuat Salsa mau tak mau harus kembali kedunia nyatanya.


"Ahh.... Ba... Baiklah " Gugup Salsa sambil mengikuti pria yang ntah siapa namanya itu*.


***


Tok tok tok


Pria itu pun mengetuk pintu yang diyakini itu adalah tempat pria yang tadi memanggilku dihadapan seluruh karyawan.


Cletak


Karena tidak mendapat jawaban sang pria itu pun langsung membuka pintu tersebut dengan gaya slow motion nya.


"Permisi tuan, saya kemari membawa wanita yang tadi anda panggil tuan" Ucapnya sambil menunduk hormat pada seseorang dibalik kursi tersebut. Yang kuyakini adalah seorang pria.


Pria yang berada dibalik kursi tersebut pun hanya mengangkat tangannya kemudian memberikan isyarat agar pria disamping Salsa pergi keluar.


Cih, apa ia tidak punya mulut apa?


Pria yang tadi bersama Salsa  pun akhirnya keluar,pria itu belum berbalik juga kearah Salsa ia masih setia dengan keadaan duduknya dikursi yang membelakangi Salsa.


"Ekhem, maaf Tuan saya ingin bertanya mengapa Anda memanggil saya? " Tanya Salsa dengan gugupnya


1


2


3


Pria itu langsung membalikkan kursinya dan itu mampu membuat Salsa  menganga lebar saat ini, bagaimana mungkin pria sialan itu, yah pria yang tadi pagi hampir menabrak seorang nenek-nenek kini tengah duduk manis di sebuah kursi dan di depan meja tersebut bertuliskan CEO yang secara tidak langsung saat ini Salsa tengah menghadapi BIG BOSS di perusahaan tempatnya bekerja.


"Masih mau bertanya mengapa kau dipanggil kesini? " Tanya Frans dengan gaya cool khasnya.


Salsa pun tersadar dari keterkejutannya, otak cantik Salsa mulai menerka-nerka apa sebenarnya motif dari dipanggilnya ia ke ruang pria sialan ini!


Apa ia mau memecat ku karena telah menghinanya tadi pagi? Atau apa ia ingin membuatku tidak betah berkerja disini,dengan begitu aku akan keluar  dengan sendirinya dari perusahaan ini?


Banyak argumen-argumen yang otak Salsa fikirkan saat pria sialan itu bertanya"Masih mau bertanya mengapa kau dipanggil di sini? "


"Maaf sebelumnya tetapi Saya sama sekali tidak tahu mengapa saya dipanggil kesini " Ucap Salsa jujur.


Frans pun langsung berdecak, sungguh hari ini adalah hari tersial yang pernah Frans rasakan.


"Ckck, bagaimana bisa perusahaan ini menerima karyawan seperti dirimu ? Apa saat kau masuk ke sini kau menggunakan cara yang curang? Yah seperti menjual diri pada salah satu petinggi di perusahaan ini ,agar kau bisa berkerja diperusahaan ini?" Ucapan Frans barusan sontak membuat darah  Salsa mendidih.


"Maksud anda apa berkata seperti itu?  Anda kira saya wanita murahan seperti semua wanita one night stand anda, saya mohon maaf sekali tuan CEO yang terhormat perlu anda tau perusahaan ini menerima saya karena melihat potensi dalam diri saya " Murka Salsa dengan kepalan tangannya di sisi badan.


"Cih! Bagaimana bisa  Perusahaan ini memperkerjakan wanita yang tidak tau sopan santun dan tidak tau bagaimana cara berkata  sopan pada orang lain  " Tantang Frans sambil menatap tajam Salsa.


Salsa yang mendengar ucapan Frans barusan pun langsung menjadi konek kemana arah pembicaraan ini berlabuh.


"Anda berbicara sopan santun kepada saya? Saya rasa anda harus bercermin diri dulu! Bagaimana bisa seorang pria dengan tampang  sombongnya keluar dari mobil tanpa mau menolong orang yang nyaris ditabrak? Apa itu yang disebut sopan santun? " Balas Salsa tak mau kalah.


"Saya tau anda ingin balas dendam dengan saya karena telah mempermalukan anda tadi pagi, sungguh saya minta maaf soal itu?" Ucap Salsa tulus, Frans pun menampilkan smirk nya.


" Apa seperti ini cara semua karyawan meminta maaf atas penghinaan yang telah dilakukan  pada atasannya? " Balas Frans lagi.


Gigi Salsa pun mulai menggeretak tanda bahwa Salsa sudah sangat sangat kesal saat ini.


Bagaimana bisa pria sialan seperti dia mampu menjadi CEO diperusahaan yang terkenal ini. Salsa tak habis fikir bagaimana bisa perempuan-perempuan tadi bisa histeris dengan wajah sombongnya.


" Dasar pria Sialan "desis Salsa.


" Saya mendengarnya nona Smith " Balas Frans, Salsa pun langsung menatap tajam Frans.


Andai saja Salsa punya leser dimatanya ia pasti akan langsung menggunakan leser itu untuk melenyapkan pria yang ada dihadapannya itu!


"Jadi mau anda apa? Mau menuntut saya?  Mau meminta pertanggung jawaban?  Atau mau memecat saya? " Geram Salsa, sudah cukup bagi Salsa untuk slalu bersabar,Sekarang kesabarannya sudah menipis bahkan sudah hampir habis.


"Well, sebenarnya aku ingin sekali memecatmu tapi setelah dipikir-pikir lagi aku ingin bermain-main terlebih dahulu dengan mu sebelum memecatmu" Frans pun mulai mengitari meja kerjannya dan berjalan kearah Salsa.


" Teriak saja sekeras-kerasnya "jawab Frans Santai.


" Berani sekali ia menantang Seorang Franslica Endailer Miller " -batin Frans


Frans semakin mendekat, mau tak mau kaki jenjang Salsa pun berjalan kebelakang untuk menghindari pria sialan dihadapannya.


"Stop, Stop "ucap Salsa karena Frans yang semakin memperkecil jarak diantara mereka.


" Kenapa? Kau takut padaku? "Frans makin maju kearah Salsa, hingga punggung Salsa menabrak pintu, Salsa tak menjawab ia bungkam.


Melihat Salsa yang bungkam pun membuat Frans memajukan wajahnya kearah Salsa, Salsa sontak langsung menoleh kesamping untuk menghindari wajah Frans.


" Tuan tolong jauhkan wajah anda, atau anda akan menyesal "ucap Salsa dengan suara tercekatnya.


" Jika aku tidak mau!  Kau mau apa? "Tantang Frans, masih dengan posisinya kali ini kedua tangan Frans berada disamping kepala Salsa, membuat Salsa semakin kehilangan ruang geraknya.


Brakkkkkk


Salsa pun langsung menendang pusaka milik Frans dengan kuat, Frans pun langsung meringis kesakitan sambil memegang bagian bawahnya.


"Itu akibatnya karena berani mesum dengan saya, saya tidak perduli apa setelah ini anda akan memecat saya, saya tidak perduli " Setelah mengucapkan hal itu Salsa pun pergi dengan kesalnya.


"Dasar wanita sialan! " Desis Frans sambil meringis kesakitan.


Salsa tidak perduli jika setelah ini ia akan dipecat, ia tidak ingin berkerja dengan boss mesum seperti pria sialan itu!


Dia kira dia bisa berbuat seenaknya denganku apa?!  Apa ia kira aku sama seperti wanita-wanita one night stand nya itu? Cih jangan harap kau bisa berbuat macam-macam padaku boss sialan!


Salsa pun terus memaki Frans sepanjang perjalanannya keluar kantor, ia tidak perduli dengan semua karyawan yang menatapnya dengan aneh, yang terpenting sekarang Salsa perlu tempat untuk meredakan emosinya.


****


"Akhhh, sialan ini sakit sekali" Runtuk Frans memegang benda pusakanya, sungguh ini adalah tragedi limited edition yang pernah Frans rasakan.


Bagaimana bisa seorang Frans disodok menggunakan betis dengan kerasnya, andai kalian tau betapa ngilu nya saat wanita itu menyodok nya dengan keras.


Jika kebanyakan wanita memuja sekaligus menginginkan Frans lain halnya dengan wanita ini. Wanita yang mengomelinya didepan umum karena nyaris menabrak seorang nenek dan sekarang malah menyodok Frans dengan lututnya itu malah terlihat seperti membenci Frans.


Ini semakin menarik perhatian Frans, Frans semakin tertantang untuk membuat wanita itu jatuh pada pesona Frans, Frans berjanji akan membuat wanita itu menyerahkan dirinya secara pasrah untuknya.


Cletak


"Hai bung__" Seseorang yang baru memasuki ruangan Frans pun langsung menatap Frans dengan tatapan anehnya.


"Ada apa? " Tanya Frans tajam, Frans sudah sangat kesal hari ini ditambah dengan kedatangan pria dihadapannya  yang datang tak diundang seperti Jailangkung.


"Pertanyaan pertama mengapa kau senyum-senyum sendiri dan mengapa kau memegang 'itu' mu? " Tanyanya dengan senyum jailnya.


"Apa kau baru bermain dengan salah satu pegawai mu disini? Atau kau baru saja ditolak, lalu wanita itu menendang pusaka mu? " Tebak pria itu dengan tampang menyebalkannya.


"Ck, sudahlah ada apa kau kemari? " Ucap Frans mengalihkan pembicaraan, Frans sangat gengsi mengakui bahwa tebakan keduannya nyaris benar ah ralat bahkan itu adalah tebakan yang memang benar adanya.


"Well, sebenarnya aku hanya ingin mengunjungi mu, sekaligus ingin mencari poin agar aku bisa mendekati adik cantikmu itu" Ucap pria itu sambil duduk disofa panjang yang berada di ruangan tersebut.


"Ckck, aku tidak akan membiarkan adikku bersama pria seperti mu! " Balas Frans sambil duduk dikursi kebesarannya.


"Yah, sayang sekali padahal aku ingin sekali melamarnya dan aku ingin sekali menikah dengannya lalu kami akan__"


"Sudahlah Brandon, kau mengganggu waktu kerjaku sebaiknya kau pergi dari sini" Potong Frans, Frans sudah lelah mendengar celotehan pria yang bernama Brandon itu.


"Ckckc, baiklah aku akan pergi, tapi jangan lupa malam ini kau harus menemuiku di club ok! "


"Yayayaya terserah" Balas Frans seadanya tanpa melihat Brandon yang mengacuhkan jempolnya kearah Frans.


"Oh ya, tentang pertanyaan tadi kurasa opsi ku yang kedua adalah faktanya " Ucap Brandon sebelum menutup rapat pintu kebesaran itu.


Frans pun langsung mengangkat wajahnya dengan kaget! Jadi Brandon tau tentang kejadian tadi? Tapi bagaimana?


"Double sialan!! " Desis Frans.


TBC


Up ( ͡°❥ ͡°)


Thanks udh nunggu! 😘