
Happy Reading guys, 😚
Vote nya JGN LPA YAHHH 😌
*********
Saking asiknya menatap wajah Frans mataku mulai menggelap, bahkan bibirku sudah beberapa kali menguap, hingga akhirnya kegelapan menguasi ku.
****
Author Pov
Boss dan sekertaris itu tidur dengan lelapnya. Namun karena handphone Salsa yang berbunyi terus-menerus didalam tas dengan sangat terpaksa membuat mata yang tertutup itu kembali terbuka.
Salsa mengucek matanya sambil menguap, otot lehernya terasa kaku akibat posisi tidur yang salah, Salsa meregangkan terlebih dahulu otot lehernya sambil mencari benda pipih yang berbunyi itu didalam tasnya.
"Hallo? "
"Dasar wanita ****** mengapa kau belum pulang-pulang juga huh? Apa kau sedang menjual tubuhmu pada bossmu? " Ucapan seseorang dari sebrang telepon itu membuat bola mata Salsa membulat Salsa lalu menatap nama yang ditampilkan di layar handphonenya.
"Wanita ular" Itulah nama tampilan di layar handphone Salsa yang tak lain dan tak bukan adalah Anne.
"Kau sengaja yah tidak pulang! supaya aku yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumahmu! Ingat Salsa kau itu hanya menumpang dirumah ku jadi kau harus cukup sadar diri!... "
Salsa tak menghiraukan ucapan wanita ular itu Salsa langsung menatap jam yang berada di ruangan itu.
02.00
Waktu telah lewat tengah malam, pantas saja badan Salsa terasa kaku pasti karena tidur dalam posisi yang tidak mengenakkan. " Kau cepatlah pulang dasar bicth! " Setelah puas mengoceh Sambungan telepon terputus begitu saja.
"Apa dia tidak sadar diri apa,siapa yang ******! " Gumam Salsa, sambil berdiri merapikan pakaiannya, Salsa melihat Frans dengan seksama, apa tidak apa-apa jika boss nya itu ditinggal sendiri dalam keadaan mabuk seperti itu.
Jujur saja rasanya tanggung sekali jika Salsa harus pulang apalagi Salsa masih dalam keadaan ngantuk-ngantuknya ditambah hari kian sudah menjelang pagi. Namun harus bagaimana lagi si wanita ular sudah meneleponnya bukannya takut Salsa akan diusir dari rumah itu bukan, tpi Salsa hanya malas bertengkar terus-menerus dengan Anne katakan saja Salsa adalah wanita bodoh yang tidak mau melawan.
Salsa kan hanya mencari kedamaian!
lagian rumah yang ditempatinya sekrang adalah rumah Salsa bersama mendiang kedua orang tuanya, namun ntah bagaimana rumah itu bisa menjadi atas nama saudari tirinya.
"Sudahlah tak apa meninggalkan nya sendirian disini lagian kantor ini pasti memiliki security yang berpatroli setiap malam!" Setelah mengucapkan itu Salsa pun bergegas keluar dan turun ke lobby sesampainya di lobby benar saja dugaan Salsa ada seorang orang security yang tengah berjaga mengecek isi kantor.
"Lho baru mau pulang yah non? " Tanyanya sambil menyenteri wajah Salsa, Salsa pun mengangguk.
"Iya, kalau begitu saya pulang deluan yah pak" Izin Salsa pada security itu, security itu pun mengangguk sembari berpesan bahwa Salsa harus berhati-hati saat perjalanan pulang.
Sesampainya Salsa diparkiran Salsa langsung bergegas memakai helm dan langsung menyalakan mesin motor kesayangannya dan dengan segera mmelajukkan motornya untuk kembali kerumah.
Setelah menempuh hampir 15 menit Salsa pun akhirnya sampai dihalaman rumahnya, Salsa mematikan mesin motornya Salsa masuk kedalam rumah sambil menenteng masuk helm nya.
"Sudah berapa ronde kau melakukannya dengan boss mu? " Bisa ditebak bukan siapa yang bersuara itu. Yah Anne.
" Apa kau mulai melupakan ucapan ku tempo lalu huh? "Ingatan Salsa pun langsung terflasback dengan kejadian tempo hari dimana Anne dengan sengaja mengambil liontin pemberian ibunya, dengan mengancam Salsa bahwa liontin itu akan hancur bila Salsa tidak mau membuat Frans bercinta dengannya.
" Aku...tentu tidak lupa... Dimana liontin itu? " Tanya Salsa, Anne langsung mengangkat liontin itu setinggi pandangan Salsa, Salsa mendekat ingin meraih liontin itu namun sayang Anne lebih cepat menyembunyikan liontin itu dibelakang badanya.
"Lakukan terlebih dahulu perintahku baru aku akan memberimu liontin ini" Ucap Anne dengan Seringainya.
"Mengapa harus aku kau kan model pasti Mr. Frans langsung luluh denganmu! " Salsa tak habis pikir mengapa Anne malah menyuruh Salsa untuk membuat Anne dan Frans dekat padahalkan tau sendiri jika Anne adalah seorang model.
"Kau tidak perlu tau! Yang pasti kau harus membuat aku dekat dengan Frans hingga kami bercinta dengan begitu liontin ini akan kembali ketanganmu dengan utuh! "
"Ah iya, aku memberimu waktu 1 hari untuk mempertemukan aku dengan Frans! " Sambungnya, Anne langsung pergi memasukki kamarnya setelah mengucapkan itu.
Akh, ini pekerjaan yang berat untuk Salsa bagaimana bisa ia membuat Frans mau menemui Anne. Astaga hanya 1 hari Salsa harus memikirkan caranya.
Dengan rasa ngantuk yang telah hilang berganti dengan rasa pusing yang menjadi Salsa memasuki kamarnya sambil membaringkan badanua menatap langit-langit kamarnya.
"Apa aku harus memohon pada Frans untuk menemui Anne dan memintanya bercinta dengan Anne? "
Gumam Salsa mulai berfikir apa Frans akan mengiyakan permohonannya? Ntahlah, namun ntah mengapa untuk ucapannya yang kedua ada rasa nyeri dibagian dada Salsa, namun rasa itu segera ditepis dengan cepat.
Setelah pergulatan panjang dengan pikirannya rasa kantuk pun kini mulai menghampiri Salsa, hingga akhirnya mata Salsa mulai meredup dan kegelapan mulai menghampiri Salsa.
***
Matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya, dengan perlahan tapi pasti sinar itu memasuki celah tirai yang tidak tertutup dengan rapat, hingga mambuat seorang pria merasa kesilauan akan hal itu.
Pria itu bangkit dari tidurnya, ia memegang kepalanya yang terasa habis dipukul dengan sebalok kayu hingga berkali-kali.
Pria itu menyenderkan badanya di sofa, menatap ruangan tempatnya berada, seingatnya kemarin setelah kejadian di kantin rumah sakit itu ia kembali ke kantor mencoba mengalihkan pikirannya dari amarahnya hingga akhirnya memilih mambuk karena tidak bisa menahan amarahnya yang kian bergejolak karena terus terngiang-ngiang masalah itu.
Yah pria itu adalah Frans, ia menatap sekelilingnya bersih dan rapi botol-botol vodka yang kering tergeletak diatas meja kandas ntah kemana.
"Ah mungkin Juan yang membersihkannya! " Pikirnya, Frans menatap jam dinding, pukul 05.30 masih terlalu pagi untuk seorang boss sudah menampakkan diri di kantor.
Karena Frans malas untuk kembali ke apartemennya ia memutuskan untuk mandi didalam kamar rahasia yang ada diruangan tersebut, untung saja daddynya dulu membangun kamar rahasia diruangan ini jika tidak sudah dipastikan Frans akan terlambat masuk kantor karena harus bolak-balik kantor dan apartemen.
Setelah mandi dan memakan stelan kerja yang sangat terlihat menggoda kaum hawa, Frans keluar dari kamar rahasia itu dan langsung melanjutkan pekerjaan yang kemarin sempat tertunda.
Baru saja menyalakan laptop yang ada di hadapannya pintu ruangan tersebut terbuka menampilkan seorang wanita yang kemarin telah membuat moodnya jelek.
Wanita itu sempat terpaku sesaat mungkin karena terkejut dengan Frans yang sudah rapi dengan stelan jasnya dan bersiap-siap untuk mulai berkerja.
"Ada apa kau kemari Sal? " Tanya Frans mentap Salsa sengan intens, Frans sangat terpesona dengan penampilan Salsa pagi ini, Salsa menggunakan blush biru lengan panjang dengan rok pensil yang sangat pas melekat pada tubuhnya dengan rambut yang hanya diikat biasa ditambah sentuhan make up natural makin membuat Salsa terlihat makin mempesona dimata Frans.
"Em, saya kesini hanya untuk memastikan saja apa anda sudah bangun apa belum" Salsa pun langsung menunduk setelah mengucapkan itu.
Dahi Frans menyerit bingung apa jangan-jangan yang membersihkan botol-botol vodka itu Salsa? Tapi apa mungkin? Bimbang Frans.
"Lalu? " Ucapan Frans membuat Salsa sadar bahwa ia juga ingin memberikan bossnya itu obat perasaan sakit akibat mabuk.
"Ah dan iya saya hanya juga ingin memberikan ini? " Salsa mendekati meja Frans dan meletakkan totebag yang berisi obat pereda mabuk dan bekal tentunya untuk Frans mengisi perutnya yang kosong.
Frans pun tersenyum simpul setelah tau apa isi totebag itu, ia yakin sekali bahwa Salsa kini sudah mulai memberikan lampu hijau kepadanya.
"Lalu untuk apa kau masih disini apa kau mau meminta imbalan karena telah memberiku ini" Tanya Frans dengan seringainya itu membuat Salsa kelabakan.
"Eh.. Tentu ti.. "
"Tidak salah lagi kan? Kau mau imbalan seperti apa? Morning kiss, pelukan atau kau mau lebih" Tanya Frans menaik turunkan alisnya hal itu membuat pipi Salsa merah padam bisa-bisanya Frans berucap mesum seperti itu di kantor apalagi hanya ada mereka berdua saja didalam ruangan.
"B.. Bukan seperti itu sebenarnya ada satu hal lagi yang mau saya tanyakan"
"Aku akan mengizinkan mu bertanya apabila kau memanggil nama ku saat kita berdua "
"Tap... "
"Mau atau tidak "
"Baiklah, begini tua.. Eh Frans apakah kau ada waktu malam ini? "
"Memangnya ada apa? "
"Jika ada waktu bisakah kau datang ke restoran caramel machiato? Hm kumohon kau datanglah ok pukul 22.00 " Setelah mengucapkan hal itu Salsa langsung keluar dengan terburu-buru.
Frans pun terkekeh apa-apaan ini kemarin saja ia ditolak malah sekarang Salsa yang tiba-tiba mengajak kencan terlebih dahulu, harga diri Frans sebagai laki-laki sudah sangat jatuh tapi tak apalah di depan Salsa.
Frans bahkan rela mengorbankan nyawanya hanya untuk Salsa.
TBC
Klian bnyk vote aing mkin bnyk up ny ngehehehe 😌
Yh smcam simbolis mutualisme gtulh.
Paham kn 😉