
Vote biar cepat up 😅😋
**********
"*Kau pria sialan itu? " Ucap Salsa kaget, yah penyelip itu adalah pria yang tadi nyaris menabrak Miss Anderson.
Sang pria yang melihat wanita tadi yang sudah mengumpatnya pun hanya dapat menampilkan smirk nya.
" "Kau baru saja membuat dirimu masuk kedalam kanda singa yang tengah lapar nona, dan singa yang lapar itu kini akan segera menyantapmu "
Batin Franslica Endailer Miller*
**************
"Akhh sialan mengapa pria itu ada disini apa ia mengikuti lalu ingin membalas dendam " runtuk Salsa sambil mengacak pelan rambutnya pelan.
"Sialan! Sialan! Sialan ! " umpatnya lagi sambil menduduki sebuah kursi yang sudah di persiapkan di ruangan tersebut.
"Hey, kau tidak apa-apa nona?"tanya seorang pria yang melihat Salsa mulai mengacak-acak rambutnya .
Salsa sotak saja menghentikan aksinya itu,Salsa kemudian menatatap sang pria dari bawah keatas .
Salsa tercengang saat melihat wajah pria tersebut,bagaimana tidak pria yang berada dihadapannya ini tidak pantas di sebut pria ia lebih pantas menyandang gelar pangeran dari negeri sebrang.
Wajahnya yang sempurna yang Tuhan ciptakan untuk menjadi objek cuci mata bagi wanita,mata yang indah untuk dipandang, bentuk bibir yang yang pas sekali untuk diajak berciuman dan jangan lupakan dada bidang yang tertampak jelas walau ia memakai stelan jas mahalnya.
Oh astaga,bagaimana bisa pria bak pangeran itu berada di perusahaan tempat Salsa berkerja,apa ini adalah pria yang dikirim tuhan untuk melenyapkan status jomblonya Salsa?
"Nona hey, kau baik-baik saja nona?"tanya pria itu lagi sambil sedikit mengguncang tubuh Salsa.
"Ah_ak saya tidak apa apa "jawab Salsa dengan tampang cengonya,untung Saja pria dihadapnnya tidak tau bahwa ia sedang berfantasi liar tentang dirinya.
" Syukurlah saya kira anda sedang sakit" Ucap pria itu lagi dengan leganya.
"Ah ti_tidak saya tidak sakit kok, terimakasih telah mengkhawatirkan saya " Balas Salsa dengan senyumnya, jujur ini pertama kalinya Salsa kamu saat berhadapan dengan seorang pria.
Pria itu pun tersenyum pada Salsa "kalau begitu saya permisi dulu yah nona " Setelah mengucapkan itu pria itu pun berlalu pergi meninggalkan Salsa yang masih dalam keadaan cengo nya.
"Astaga, ada apa dengan diriku? Aku tidak pernah berfikir mesum sebelumnya tapi setelah melihat pria tadi pikiranku berubah menjadi akhh menjadi mesum! Oh astaga kurasa aku harus menjauhi pria itu! Harus!jika aku berdekatan dengan nya aku akan kehilangan kendali... Sialan! " Batin Salsa berkata.
"Yah aku harus menjauhi pria itu! " Janjinya pada diri sendiri.
"Pria siapa? " Tanya Jennifer yang tiba-tiba datang bersama Raymond. Lihatkan mereka sudah kembali berbaikan!
"B_bukan siapa-siapa, ah ya kalian sudah berbaikan? "Tanya Salsa mengalihkan pembicaraan.
" Well,seperti yang kau lihat. Kau tau kan Sal, Raymond tidak bisa berlama-lama marah pada ku " Balas Jennifer sambil mempererat genggaman tangannya pada lengan Raymond.
"Ya ya ya aku tau " Ucap Salsa sambil memutar bola matanya malas. Ini nih yang Salsa kurang suka pada Jennifer saat berpacaran.
Jennifer akan sangat memamerkan keromantisannya dengan Raymond pada setiap orang yang ia temui, ntah itu di cafe, mall, supermarket dan tempat ramai lainnya.
Well, keromantisan itu bagus untuk sepasang kekasih, tapi tidak di depan Salsa yang sedang Jomblo juga kan!
"Bisakah kalian tidak seperti itu, kalian sangat menganggu pemandangan saja " Salsa mulai menyuarakan suaranya dengan sinis kearah Jennifer dan Raymond.
Bukannya marah Jennifer dan Raymond hanya tertawa mendengar ucapan Salsa. "Ck, bilang saja kau cemburu! Makannya cari pria sana biar bisa di gandeng, bisa dipeluk, bisa diajak berduaan. Benerkan honey " Ucap Jennifer sambil menatap Raymond untuk mengiyakan apa yang ia ucapkan barusan.
"Yah benar sekali, seharusnya kau mencari pria! Kau kan cantik mengapa sampai saat ini kau belum juga memiliki kekasih? Apa kau tipe wanita pemilih? "Ucap Raymond bertanya pada Salsa.
" Bukan pemilih ia hanya mencari yang tepat saja honey "balas Jennifer, Raymond pun mengangguk mendengar pembelaan Jennifer barusan.
Ah yasudahlah terserah mereka saja mau menganggap Salsa seperti apa!.
" Tes tes " Suara seseorang pun mulai terdengar melalui sound speaker sontak saja itu menjadi perhatian seluruh karyawan yang berada di ruangan ini.
"Ah rupanya sudah menyala baiklah, kalian sudah tau pasti mengapa kalian dikumpulkan disini bukan? " Ucap Zain kepala bagian HRD yang tiba-tiba menjadi host.
"Sebelum saya memanggil CEO baru kita, terlebih dahulu ada baiknya kita dengarkan lagu yang akan dibawakan oleh The Beatles grup musik yang baru dibentuk beberapa hari yang lalu " Ucap Zain lagi dengan semangatnya, para karyawan khususnya para wanita pun langsung menjerit ketika 5 pria itu naik keatas panggung.
"Yah walaupun grup ini baru dibentuk bisa saya pastikan anda-anda pasti akan terkagum-kagum dengan para lelaki ini, ok baiklah tanpa buang waktu lagi mari kita dengarkan lagu yang akan dibawakan sambil memakan hidangan yang telah disediakan" Zain pun turun dari panggung diruangan itu. Bersamaan dengan itu suara musik pun mulai terdengar.
Kebisingan musik bercampur dengan suara teriakan wanita pun kini mulai terdengar apalagi ketika the Beatles mulai memainkan alat musiknya.
"Sangat membosankan! " Cibir Salsa sambil menatap kearah para wanita yang sedang berteriak-teriak kegirangan ketika pria paling tampan di kantor itu mulai melantunkan suara merdunya.
"Apa para wanita itu tidak ada kerjaan yang lebih bermanfaat apa? Mengapa setiap ada pria pria tampan mereka slalu berteriak kegirangan? Apa mereka tidak pernah bertemu dengan pria tampan apa sebelumnya? " Sambung Salsa mulai mengomentari wanita-wanita yang berteriak itu.
"Ck, kau ini seperti tidak tau saja, maklumlah mereka kan Wanita-wanita yang haus akan belaian kasih sayang " Balas Jennifer asal.
Salsa pun hanya diam tak menanggapi, terserahlah apa yang wanita-wanita itu lakukan yang penting sekarang Salsa harus mengisi perutnya karena ia mulai merasa lapar sedari tadi.
Salsa pun bangkit dari posisi duduknya kemudian ia pergi dari dua sejoli yang tengah asik menikmati lagu yang dibawakan oleh beberapa anggota karyawan itu.
Salsa mulai menyusuri bagian menu yang sudah tersaji, ia sangat bersyukur karena tidak makan pagi tadi dirumah jika ia makan ia pasti menyesal karena tidak bisa mencicipi makanan seenak dan gratis ini.
acara pengangkatan CEO saja sudah seperti acara pernikahan bagaimana jadinya jika CEO baru itu akan benar-benar mengadakan pernikahan lalu para karyawan kantor diundang seluruhnya, Salsa tidak bisa membawakan betapa banyaknya hidangan yang akan ia santap.
"Astaga inikan makanan yang semalam ku tonton " Ucap Salsa dengan mata berbinarnya menatap sebuah makanan itu.
Tangan mungilnya pun mulai mengambil makanan yang ntah apa namanya itu, Salsa pun mulai memasukkan satu sendok makanan itu kedalam mulutnya.
Betapa terkejutnya ia setelah makanan itu masuk kedalam kerongkongan nya, rasa gurih, enak, dan berbagai rasa lainnya menjadi satu. Itu adalah makanan yang paling sempurna yang pernah ia cicipi.
Salsa pun mulai memasukkan makanan itu satu persatu kedalam mulutnya, ia tidak hanya memakan satu jenis makanan namun hampir setiap makanan yang tersaji ia cicipi semuannya.
Sayang sekali bukan jika ada makanan enak tapi kita tidak mencicipi nya.
Salsa terus makan dengan lahap, tidak memperdulikan lagu yang telah usai, bahkan Salsa tidak memperdulikan acara sambutan dari MR. Miller sang CEO lamanya. Oh my good Salsa!
Bahkan hingga Suara heboh tepuk tangan dari para karyawan kantor yang tengah menyambut kedatangan CEO baru mereka Salsa sama sekali tidak terganggu dengan itu, ia terus mencicipi hidangan itu. Ntah Salsa kelaparan atau doyan tapi yang pasti ia merasa seperti dunia miliknya seorang.
"Terimakasih Tuan Frankly Miller atas sambutannya "
"Sekarang mari kita sambut CEO baru kita Franslica Endailer Miller " Tepuk tangan pun mulai terdengar.
"Baiklah saya disini akan menggantikan posisi ayah saya, saya harap kita dapat berkerja dengan baik dan saya pribadi berharap semoga di bawah pimpinan saya perusahaan ini akan semakin maju " Ucap Frans dengan tegasnya, matanya terus menyusuri setiap ruangan ini.
Hingga ekor matanya menatap seorang wanita yang dengan tidak sopannya makan dengan lahap disaat ia sedang berpidato, sangat tidak sopan.
"Ehem, saya tidak menyangka bahwa diperusahaan ini masih ada karyawan yang tidak punya sopan santun, bagaimana bisa ia asik makan saat CEO barunya tengah berpidato" Sambung Frans lagi dengan dingin, karyawan yang lainnya pun mulai mencari siapa orang yang CEO barunya itu maksud.
Mata Frans lurus kearah wanita itu, para karyawan yang melihat arah tatap Frans pun mulai melihat kearah wanita yang sedang asik menikmati hidangan yang tersaji.
"Sal, ssssttt Salsa " Mendengar namanya dipanggil dengan bisikan Salsa pun menoleh betapa terkejutnya ia ketika semua tatapan menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.
Salsa pun mulai gugup, apa ia melakukan suatu kesalahan? Hingga semua karyawan menatapnya seperti itu?
"Saya sedang berpidato bukan sedang mengajak anda kencan! Saya tunggu Anda di ruangan saya setelah acara ini " Suara di mikrofon itu mulai terdengar, Salsa pun langsung menoleh kearah panggung.
Betapa terkejutnya ia mengatahui siapa yang berbicara tadi bahkan nadanya saja sudah seperti mengejek Salsa saat ini.
Sialan!!!
Pria itu pun langsung menuruni panggung dengan gaya coolnya. Membuat para wanita di ruangan ini menjadi histeris.
Salsa masih termenung? Apa pria itu berbicara kepadanya? Atau pada wanita lain? Jika pria sialan itu berbicara padanya, mengapa ia berkata seperti itu? Apa ia melakukan kesalahan? Berbagai pertanyaan muncul dalam otak Salsa.
Ia tidak dapat berfikir jernih setelah mendapat tatapan dari seluruh karyawan tadi, "maaf nona, Tuan Frans ingin menemui anda! " Ucap Sebuah suara, membuat Salsa mau tak mau harus kembali kedunia nyatanya.
"Ahh.... Ba... Baiklah " Gugup Salsa sambil mengikuti pria yang ntah siapa namanya itu.
TBC