
Vote jangan lupa baby 😂
Happy Reading guys: ")
****
Angelica dan Salsa pergi turun ke lobby menggunakan lift saat keluar dari lift banyak dari para karyawan menyapa Angelica, dan semua sapaan itu hanya dibalas dengan senyum hangat dari Angel.
Salsa tidak pernah menyangka bahwa ia tengah berjalan beriringan bersama istri mantan CEOnya yang secara tidak langsung mommy dari CEOnya sekarang itu semua terasa seperti mimpi.
Namun ada sedikit rasa minder yang Salsa rasakan saat berjalan beriringan bersama Angelica, bagaimana tidak Angelica dengan tampilannya yang elegan dengan gaun yang mungkin rancangan dari designer ternama ditambah dengan paras yang cantik walau mungkin umurnya sudah tidak muda lagi sedangkan dirinya hanya menggunakan rok dengan model pensil ditambah dengan blus berwarna putih ahh sangat tidak sebanding dengan penampilan Angelica.
Salsa sangat tidak pede dengan penampilannya oleh sebab itulah semenjak keluar dari lift tadi Salsa hanya menundukkan kepalanya tak mampu menatap karyawan-karyawa yang menyapa Angelica.
" Menurutmu sebagai wanita bagaimana Frans?" Tanya Angelica pada Salsa setelah keluar dari kantor, sembari menunggu Alex mengambil mobil diparkiran.
"Tuan Frans?" Beo Salsa,Angel mengangguk antusias menunggu Salsa melanjutkan kalimatnya, Salsa sempat berfikir sejenak apakah harus ia berkata pada mommy CEOnya bahwa anaknya itu sangat arrogant, menyebalkan dan sangat kasar padanya.
Bisa saja Salsa berkata jujur pada Mommy CEOnya tapi apa sanggup Setelah mengucapkan kejujuran itu Salsa akan langsung dipecat, apa ia sanggup menjadi pengangguran dan makin menjadi bahan bullyan ibu dan saudari tirinya oh tentu saja jawabnnya tidak. Salsa tentu tidak siap.
"Tuan Frans CEO yang tegas, berwibawa, sangat kompeten dan sangat__"
"Bukan bukan, maksud mommy kau sebagai wanita yang sering melihat Frans dari pagi hingga sore apa menurutmu Frans yah eum tampan? " Salsa menyeritkan dahinya, apa telinga nya tidak salah mendengar?
Mommy CEOnya bertanya pada sekertaris anaknya hanya untuk menanyakan wajah sangat anak? Are you kidding me?
Apa Angelica masih meragukan wajah sang anak? Sampai-sampai ia harus bertanya pada Salsa, "Well, tuan Frans memang tampan, bahkan sangat tampan" Ucap Salsa, mendengar hal itu membuat sudut bibir Angel tertarik keatas membentuk sebuah senyum sumringah.
Jujur saja CEOnya yang sekarang ini memang tampan yah walaupun sebenarnya dengan berat hati Salsa harus mengakui hal itu, namun sayang sekali wajah tampannya itu sangat tidak sesuai dengan sikap dan tingkah lakunya yang sangat arrogant dan sok berkuasa.
Well, manusia pasti mempunyai sisi positif dan negatifnya kan? Yah jika Frans memiliki wajah yang tampan sebagai nilai positifnya maka sikap buruknya dianggap sebagai sisi negatifnya, right?
"Apa menurutmu begitu?" Tanya Angel tentu diangguki oleh Salsa
"Apa banyak wanita yang menyukainya?"tanya Angel lagi Salsa lagi-lagi mengangguk.
"Yah sangat banyak nyonya, bahkan ketika tuan Frans baru keluar dari mobil sudah banyak pasang mata yang menatap kagum terhadapnya"
"Bahkan banyak juga dari mereka yang sampai berteriak histeris ketika melihat tuan Frans dengan gaya coolnya,Saya saja sampai terheran-heran apa aura tuan Frans sebegitu hebatnya?" Ucap Salsa setengah jujur setengah berbohong.
Yah apa salahnya membahagiakan Mommy dari CEOnya hitung-hitungan mencari pahala ngehehehe.
"Begitukah?" tanya Angel memastikan, lagi-lagi Salsa mengangguk.
Mobil yang dikemudikan oleh Juan telah berada didepan pintu kantor "mari nyonya, mobilnya sudah siap" Ucap Juan menghampiri Salsa dan Angelica.
Salsa dan Angelica pun langsung masuk kedalam mobil meninggalkan bangunan bertingkat itu. Dalam mobil yang dikendarai oleh Juan suasana yang apa ada dalam fikiran Salsa tidak terjadi, Salsa kira selama perjalan akan hanya ada keheningan namun nyatanya Angelica tidak membiarkan keheningan menyelimuti mobil yang dikendarainya.
"Bagaimana dengan keluargamu Salsa? Apa kau tinggal bersama kedua orang tuamu?" Tanya Angelica beruntun sambil menatap Salsa dari samping, Salsa diam sejenak.
"Ibu dan ayah saya telah meninggal dunia nyonya dan sekarang saya tinggal bersama ibu dan saudari tiri saya" Balas Salsa membalas tatapan Angelica sambil menunjukkan senyum simpulnya.
Jujur saja pembahasan yang paling ingin Salsa hindari adalah pembahasan tentang kedua orang tuanya, mungkin jika Salsa hanya mendengar cerita temannya tentang keluarga mereka Salsa masih bisa biasa saja tapi ketika mereka menanyakan tentang keluarganya maka Salsa akan langsung mengganti topik lain.
Bukannya apa-apa, Salsa hanya tidak mau mengingat masa-masa indah dengan orang tuanya, karena itu sungguh sangat menyakitkan.
"Ah, maaf mommy tidak tau jika kedua orang tuamu telah tiada" Balas Angelica dengan nada bersalah.
"Tidak apa-apa nyonya"
"Mommy saja Salsa, kau boleh menganggapku seperti mommy mu sendiri Sal" Ucap Angel dengan tulus.
"Nyonya adalah ibu dari CEO saya, tidak mungkin saya berani memanggil nyonya dengan sebutan mommy saya rasa itu tidak sopan" Balas Salsa mengutarakan pemikirannya.
"Khusus untukmu, kau boleh memanggilku mommy dan Jika kau ingin curhat tentang suatu hal kau juga bisa menganggap mommy sebagai temanmu bukankah ini penawaran yang menggiurkan? " Canda Angelica.
Mau tak mau Salsa terkekeh lumayan keras, "terimakasih nyonya atas tawarannya, saya merasa terhormat mendapat tawaran menggiurkan itu"
"Sudah mommy katakan, panggil mommy bukan nyonya" Balas Angelica sambil mencubit gemas pipi Salsa.
Salsa yang diperlakukan seperti itu pun hanya dapat terkekeh, sudah lama bibirnya tidak memanggil sebutan mommy dan rasanya Salsa seperti orang yang baru bisa berbicara, sangat menyenangkan bisa mengucapkan kalimat itu ada kehangatan tersendiri yang Salsa rasakan.
"Nyonya dan nona kita telah sampai" Ucap Juan menyadarkan Salsa dari kesenangannya sesaat.
" Juan kau tunggu disini saja aku akan menelepon mu jika sudah selesai" Ucap Angelica pada Juan.
"Baik nyonya"
"Mari Sal" Ucap Angelica mengajak Salsa keluar, Salsa dan Angelica pun keluar mereka telah sampai di sebuah rumah sakit milik keluarga Miller.
Yah Angelica yang menyuruh Juan untuk mengantarkannya ke rumah sakit agar memeriksa luka yang Frans katakan tadi saat di kantor, bukannya Angelica tidak percaya pada anaknya sendiri hanya saja Angel akan percaya 100 persen bila ia sendiri yang memeriksakan nya dan melihatnya secara langsung.
"Untuk apa kita kesini nyon__mommy " Ucap Salsa agak kikuk.
"Untuk suatu hal, ayo" Angel pun langsung menarik tangan Salsa untuk mengikuti langkahnya.
Sepanjang perjalanan memasuki rumah sakit itu semakin banyak perawat, dokter dan para pekerja rumah sakit yang menyapa Angelica sama seperti kejadian saat dikantor tadi.
"Ayo masuk Sal" Salsa memandang sekilas ruangan itu, ia tidak terlalu yakin apa ruangan itu.
Angel mengetuk sekilas lalu masuk tanpa menunggu orang didalamnya menjawab "oh kau Lica, ada apa? " Tanya Brayen yah itu Brayen pria yang pernah mencintai Angelica, Angel juga tidak menyangka ternyata Brayen selain menjadi model dan CEO ternyata ia juga seorang dokter itulah cita-cita yang Brayen raih dengan mengorbankan perasaannya terhadap Angel.namun itu cerita masa lalu bukan. Tidak perlu diungkit.
"Ini Cementu ku pinggangnya sedikit cedera bisa kau periksa? " Brayen mengangguk.
" Sini nak, Jadi aku kalah start lagi untuk kedua kalinya yah?" Ucap Brayen menyuruh Salsa mendekatinya sekaligus bertanya pada Angelica.
"Yah kau kalah lagi, sudah aku katakan anakku yang akan mendapat wanita deluan" Bangga Angelica.
"Tidak bisakah kau mengalah untuk kali ini Lica, biarkan sekali saja aku menang" Ucap Brayen mendramatisir.
"Tidak, aku tidak mau kalah dari mu " Keukuh Angelica.
"Kau sudah seperti Frankly saja Lica sama-sama tidak suka dikalahkan" Kekeh Brayen.
"Ya, karena dia suamiku"
"Hm, lagian mengapa kau kesini bukankah kau memiliki dokter pribadi?"
"Dr.wahyu sedang liburan jadilah aku disini kau tidak suka?"
"Ckck, bukan tidak suka kukira kau kesini karena rindu padaku bukan karena alasan lain"
"In your dream Brayen "
Salsa sedari tadi tidak mengerti apa yang dibahas oleh dokter yang memeriksanya dengan nyonya yang sekarang menjadi mommy angkatnya itu hanya diam menyimak.
"Bagian mana yang sakit?" Tanya Brayen, Salsa langsung menunjuk bagian pinggangnya yang sakit.
"Boleh dokter melihatnya?" Salsa sedikit ragu, bukanya apa-apa bagian pinggangnya yang terkena sudut meja itu berada dia bagian belakang jika dibuka sedikit saja orang-orang yang melihatnya akan sedikit salah paham.
Yah contohnya Mr. Frankly dan Mrs. Angelica tadi saat dikantor.
"Tenang saja Brayen hanya akan memeriksanya Salsa jika dia berani melakukan hal lebih mommy yang akan memukulnya" Ucap Angelica meyakinkan.
Salsa pun akhirnya mengangguk, Brayen membukanya sedikit hanya untuk melihat cederanya setelah itu ia menutupnya.
"Mengapa pinggangmu sepeti ini? " Tanya Brayen.
"Memangnya ada apa Brayen?"
"Em hanya terbentur dinding" Jawab Salsa setengah gugup.
"Begini cederamu sebenarnya sedikit parah karena menurutku cedera itu bukan karena terbentur dinding tapi karena terbentur benda cukup runcing hal itu juga yang menyebabkan warna pada cideramu berwarna ungu kebiruan mungkin waktu penyembuhannya hampir 2minggu " Jelas Brayen menatap Angel dan Salsa bergantian.
"Aku akan memberi salep untuk meredakan nyerinya cukup dioleskan setiap hari pasti akan langsung sembuh " Sambung Brayen.
"Lain kali berhati-hatilah kau akan membuat seseorang marah bila terjadi sesuatu padamu" Ucapan barusan membuat Salsa menyeritkan dahinya tak mengerti.
"Sudahlah Salsa tidak usah difikirkan ucapan Brayen" Ucap Angelica yang melihat Salsa menyeritkan dahinya.
"Oh iya perkenalkan Salsa dia paman Brayen teman mommy dan Brayen dia Salsa Cementu ku "
"Salsa paman"
"Brayen saja nak Salsa" Ucapan Brayen barusan langsung mendapat jitakan dari Angelica.
"Kau harus ingat umur, istri dan anakmu Brayen sudah tua masih saja genit "Marah Angelica.
"Akhhh"ringis Brayen
Yah Salsa akui orang-orang yang pertama kali melihat Brayen tidak akan menyangkan bahwa ia sudah memiliki istri dan anak wajahnya sangat awet muda sekali seperti Mr. Frankly dan Mrs. Angelica.
"Kejam sekali kau Lica"
"Biarkan saj__" Ucapan Angelica terpotong dengan suara decitan pintu yah terbuka.
"Hallo daddy" Ucap seorang pria dari depan pintu.
Angel, Brayen dan Salsa pun terkejut karena kehadirannya yang mendadak.
Salsa yang melihat pria itu mengingatkan ia pada seorang pria yang pernah ia temui. Namun ia lupa dimana.
"Kau? " Ucap pria itu sembari memandang wajah Salsa dengan seksama.
Salsa yang ttersadar dengan ingatannya langsung mengikuti ucapan pria itu.
"Kau? "
TBC
Happy Reading: ")