
"Bunga-bunga padang adalah anak-anak kasih semesta alam, dan anak-anak manusia adalah bunga-bunga cinta dan kasih sayang."
Mereka menikmati menu makan malam yang
menyegarkan tenggorokan sop ceker ayam dengan perpaduan sayuran dan bumbu-bumbu menyatu dalam kaldunya.
Setelah selsai bersantap mereka memperistirahat kan perut mereka sejenak dari kekenyangan. Kekenyangan yang mereka rasakan membuat mereka malas untuk bergerak.
Sesungguhnya bersikap berlebihan dalam makanan adalah salah satu hal yang tidak dianjurkan oleh syara’, dalam hal ini Allah subhanahu wata’ala berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf, Ayat: 31).
Rasulullah sendiri menganjurkan pada umatnya agar tidak berlebihan dalam makan dan minum. Beliau menyarankan agar seseorang makan dan minum dalam kadar yang sedikit, cukup makan beberapa suapan dengan kadar yang dapat menegakkan punggungnya. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadits:
ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات
يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه،
وثلثٌ لنفَسِه
“Tiada tempat yang manusia isi yang lebih buruk ketimbang perut. Cukuplah bagi anak adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya) maka hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. Ahmad)
Dalam hadits di atas tersirat pemahaman bahwa jika seseorang tidak merasa cukup dengan makanan yang hanya dapat menegakkan punggungnya (makanan yang sedikit) maka hendaknya kadar makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak melebihi kadar dua pertiga perut, agar ia dapat menyisakan sepertiga perutnya untuk bernapas dengan mudah.
Karena masakan yang sangat menggiurkan bagi mereka, mereka melupakan apa yang telah di anjurkan eh Rasullulah.
Mereka menyantapnya dengan nikmat sampai habis tak tersisa.
Cempaka dan bu Imah membereskan semua dan membawanya kebelakang di bantu oleh bu Endang.
Cempaka mencuci segala perkakas yang kotor dan tak lama adzan isya pun berkumandang.
Bu Imah melihat anak-anak barunya tersebut dengan menggelengkan kepala dan tersenyum, dia bahagia karena apa yang dia masak di sukai oleh mereka.
Bu Endang yang mendengar suara adzan berkumandang dia pun pamit pulang terlebih dahulu.
Bu Imah mengambil wudhu setelah selesai mengambil wudhu dia masih melihat anak-anak masih enggan untuk beranjak.
Bu Imah pun memberanikan diri menegur mereka dan menyuruh mereka untuk sholat.
"Udah istirahatnya yuk sholat dulu adzan isya nya dah lewat berkumandang." Ucap bu imah.
"Bentaran lagi bu.. " jawab Biyan mewakili teman-temannya.
"Jangan menunda-nunda lagi nak. nanti karena kelalaian kita yang disebabkan kekenyangan jadi lupa sholatnya." Bu imah memberikan nasehat kepada mereka semua.
Setelah memberikan nasehat bu imah masuk kedalam kamarnya dan dia pun melaksanakan sholatnya.
Tak lama Cempaka pun masuk kedalam kamarnya dan dia pun melaksanakan ibadahnya dengan khusuk. Selesai sholat Cempaka tumpahkan segala kepenatan hatinya kepada sang pemilik hatinya.
Dia mengadu segalanya kepada Allah SWT dia memohon ampun jika dia telah berbuat dosa dan di setiap doa nya selalu di selipkan doa buat ayah yang sangat dia rindukan, tak terasa butiran bening jatuh di pipinya.
Dalam doa nya dia bergumam. "Ayah Cempaka sangat merindukan ayah, ayah Cempaka ingin memeluk ayah, Cempaka ingin tiduran dipangkuan ayah, Cempaka ingin di temani ayah saat Cempaka belajar.
Ayah.. hiks hiks hiks.. Cempaka rindu ayah.."
Air mata terus mengalir di pipi mulusnya dia sangat merindukan sesosok ayah yang selalu mengisi hari-hari nya dengan senyuman dan kasih sayang. Cempaka pun teringat disaat ayahnya meninggal.
Ayah Cempaka meninggal disaat dia kelulusan SMP tiga tahun lalu, ayahnya meninggal dalam perjalanan pulang dari mengantar pasien ke rumah sakit kota. Ambulance yang dia tumpangi mengalami kecelakaan beruntun, supir ambulance meninggal di tempat sedangkan ayah Cempaka meninggal saat Cempaka dan ibunya tiba di di rumah sakit.
Flasback on
"Yah besok Cempaka akan di wisuda kelulusan, ayah datang ya." Ucap Cempaka pagi itu.
"Wah cantiknya anak ayah kayak mau nikah aja nih anak ayah." Canda ayah kepada Cempaka disaat melihat anak gadisnya sedang mencoba kebaya
"Iss ayah.. Cempaka ngomong apa di jawab apa." Cempaka cemberut dengan sang ayah yang terus menggodanya.
"Yah anak ayah ngambek nih ceritanya, hilang dong cantiknya." Ayah masih dengan candanya dan mendudukkan Cempaka di atas pangkuannya Cempaka masih dengan bibir yang di kerucut.
"Maafkan ayah ya sayang besok ayah gak bisa ikut karena ayah pagi-pagi besok mau antar pasien ke rumah sakit kota." Ucap sang ayah sambil mengelus rambut sama putri.
"Yah gak lengkap dong yah." Jawab Cempaka yang masih dalam pangkuan sang ayah dan Cempaka memeluk ayahnya dan di rebahkan nya kepala ke pundak sang ayah.
"Ayah janji sehabis urusan antar pasien ayah langsung pulang." Janji ayah kepada sang putri.
"Janji ya yah." Ucap Cempaka dengan memberikan kelingkingnya ke ayah dan ayah menautkan kelingkingnya ke kelingking putri nya.
"Janji." Jawab sang ayah dengan senyuman dan Cempaka pun senang diapun langsung mencium kedua pipi ayahnya.
Ibu yang melihat kedekatan ayah dan anak itu pun senyum dan menggelengkan kepala.
"Yah jadi ayah aja nih yang dipeluk." Ucap ibu merajuk.
Cempaka pun memeluk sang ibu begitu pula ayah juga memeluk sang istri dan anaknya.
Keesokan harinya
"Yah janji lo ya nanti langsung pulang." Ucap Cempaka mengingati ayahnya.
"Iya insya Allah nak. Doain ayah selamat pergi dan selamat pula pulang ya." Ucap ayah sambil mengelus rambut Cempaka.
"Yaudah ayah pamit dulu, ya, Hati-hati dan selalu jaga ibu ya." Pamit ayah.
Cempaka dan ibu pun menyalami ayahnya dan mereka bertiga berpelukan.
"Assalamu'alaikum." salam ayah.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab Cempaka dan ibu.
Entah mengapa perasaan ibu tidak enak setelah sang suami pergi, hati ibu merasa was-was ibu terus beristighfar dalam hati
Ibu dan Cempaka telah berada di aula SMP dan saat nya pemberitahuan siswa terbaik di tahun ini dan akan mendapatkan beasiswa ke jenjang selanjutnya.
Siswa terbaik jatuh pada Cempaka adi putra mendengar namanya dipanggil Cempaka bahagia dan terharu dia pun memeluk sang ibu tak sabar pula dia ingin memberitahukan kepada ayahnya.
Disaat acara usai, ibu dan Cempaka hendak pulang namun ibu mendapat telpon dari sebuah rumah sakit mengabarkan bahwa Pak Adi putra Suaminya mengalami kecelakaan dan berada di rumah sakit.
Bu imah yang mendengar kabar tersebut tak kuasa menahan untuk menompang tubuhnya lagi.
Bu kades yang melihat bu imah lunglai dia pun menanyakan perihal apa yang terjadi.
"Bu Imah ibu kenapa?" Tanya bu Kades.
Bu imah diam dalam isakan tangis di dalam dadanya. Cempaka melihat ibunya lemas seperti itupun mendekatkan diri.
"Ibu ada apa? ibu sakit?" Tanya Cempaka.
Bu imah pun melihat Cempaka dan memeluknya dan akhirnya tumpah jua tangisannya.
"Ada apa bu?" tanya Cempaka kemabli dengan bergetar.
"Ayah nak.." Ucap bu Imah dengan tangisan.
"Kenapa dengan ayah bu, ada apa dengan ayah.. jawab bu..!" Tanya Cempaka.
Cempaka yang mendengar kabar itu pun lunglai dan pingsan.
Mila yang melihat Cempaka pingsan dia juga ikut menangis.
Bu kades memberikan minyak kayu putih di hidung Cempaka agar tersadar.
Karena belum juga tersadar pak kades mengangkat Cempaka ke dalam mobil dan pak kades mengajak mereka semua masuk dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit pak kades menanyakan keberadaan pasien kecelakaan atas nama Adi putra, setelah mendapatkan informasi dimana keberadaan pak Adi mereka semua menuju ruangan UGD.
Cempaka masuk dan langsung memeluk ayah ya dan menangis tersedu-sedu.
"Ayah, ayah bangun,.. Lihat ayah..Cempaka mendapatkan Piagam dan Piala siswa terbaik dan Cempaka juga mendapatkan beasiswa, ayah bangun.. hiks hiks hiks.." Cempaka terus menangis, tak lama ayah pun terbangun dan tersenyum melihat sang putrinya.
"Selamat ya nak," Ucap ayah lemah dan tersenyum.
Sebelum ayahnya menghembuskan nafas terakhir ayah nya berpesan agar dia terus mengejar cita-cita nya dan ayah Cempaka memberikan sebuah kalung yang memakai liontin C awal dari nama Cempaka. Kalung yang selalu Cempaka pakai karena itu adalah kenangan dan hadiah kelulusan dari ayahnya.
Setelah memberikan kalung tersebut ayah pun meminta kepada ibu agar terus memberikan pendidikan kepada Cempaka dan ayah pun memberikan satu set perhiasan kepada ibu dan berucap maaf.
"Maafkan ayah baru sekarang membelikan ibu perhiasan ( senyum) maafkan ayah tidak bisa bersama ibu untuk mendidik Cempaka, ayah titip Cempaka." Ucap ayah kepada ibunya Cempaka
Cempaka melihat sang Ayah juga memberikan perhiasan kepada ibunya dan selalu berucap kata maaf membuat hatinya sakit dan dada nya terasa sesak serta air mata terus mengalir.
Ayah yang melihat Cempaka menangis pun menyuruh Cempaka mendekat dan memeluknya serta memeluk ibunya, dan dia berucap.
"Anak ayah yang cantik jangan menangis ya, jangan tinggalkan sholat nya, berbakti sama ibu ya nak." Ucapnya seolah itu adalah ucapan terakhir buat Cempaka.
"Ayah..Cempaka sayang sama ayah, ayah selalu di hati Cempaka sampai kapanpun, ayah pasti akan sembuh ,makasih ayah." Ucap Cempaka disaat dalam pelukan sang ayah.
Disaat Cempaka mengucapkan itu ayah pun melafazkan dua kalimah syahadat dan ayah pun menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan sang istri dan anak yang amat di cintainya.
Cempaka merasa pelukan sang ayah melemah dan longgar pun tak kuasa menahan Sesak di dalam dadanya.
flashback off.
Bu Imah selesai dari sholatnya dan diapun keluar kamar, di lihat nya semua masih seperti semula belum ada yang beranjak. Bu Imah pun menegur mereka sekali lagi.
"Udah pada sholat belum nih." Ucap bu Imah.
"Belum bu heehe.." Jawab Lolly.
"Jangan pernah menunda-nunda nak, gak baik." Nasehat bu Imah kembali.
Ibu pun duduk dan memberi wejangan kepada mereka.
"Ingat tidak baik menunda-nunda sholat pada waktunya karena itu bisa bahaya loh." Ucap ibu.
"Bahaya apa bu?" Tanya Sinta ingin tahu.
Ibu imah pun menjelaskan kepada mereka semua hal-hal agar tidak menunda sholat.
"Agar kita tidak menunda-nunda shalat wajib saat tiba waktunya, kita harus mengetahui apa saja bahaya menunda-nunda shalat wajib? yaitu" ibu terus menjelaskan
Dosa Besar
Orang yang menunda atau bahkan meremehkan waktu shalat fardhu sampai lewat waktunya adalah dosa besar.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Makna Idha’atus Shalat (menyia-nyiakan shalat) menurut sebagian ulama tafsir adalah shalat di luar waktunya dan suka meninggalkan shalat.
Umar bin Abdul Aziz berkata tentang maksud ayat di atas, “(makna,-ter) mereka menyia-nyiakan shalat itu bukan meninggalkannya, tetapi menunda-nunda waktunya.”
Imam Ibnu Katsir menukil perkataan al-Auza’i yang dari Musa bin Sulaiman dari Al-Qasim bin Mukhaimarah tentang maksud ayat di atas, “Mereka menyia-nyiakan (menunda-nunda) waktunya, kalau meninggalkan maka telah kafir.”
Akan mendapat celaka dan kehancuran
Firman Alllah Swt yang artinya: “Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan sholatnya.” Al-Maa’uun: 4-5).
Orang-orang lupa adalah orang-orang yang lalai dan meremehkan sholat. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang orang-orang yang lupa akan salatnya. Beliau menjawab, yaitu mengakhirkan waktunya.”
Mereka disebut orang-orang yang sholat. Namun, ketika mereka meremehkan dan mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya, mereka diancam dengan Wail, azab yang berat.
3. Mengalami kerugian
Firman Allah SWT yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat ALLAH. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)
Para mufasir menjelaskan, “Maksud mengingat ALLAH dalam ayat ini adalah sholat lima waktu. Maka, barang siapa disibukkan oleh harta perniagaannya, kehidupan dunianya, sawah ladangnya, dan anak-anaknya dari mengerjakan salat pada waktunya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi
Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Amal yang pertama kali dihisab padahari kiamat dari seorang hamba adalah sholatnya. Jika sholatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya, jika rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.” (HR Tirmizi dan yang lain dari Abu Hurairah. Ia berkata, “Hasan Gharib.”)
Akan dimasukkan ke Neraka
Firman Allah Swt yang artinya, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS.Maryam:59-60)
Adapun “ghayyu“ adalah lembah yang berada di neraka jahanam, yang amat jauh kedalamannya, sangat busuk rasanya, bagi orang-orang yang melalaikan shalatnya.
Allah Ta’ala juga berfirman, “Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5)
Bu imah berhenti sejenak dan melihat para anak-anak barunya yang cermat mendengarkan wejangan dari nya dan ibu imah pun akan meneruskan wejangan nya tetapi teepotong oleh pertanyaan Biyan.
"Wail itu apa bu?" tanya Biyan.
"Wail adalah lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur karena panasnya. Itulah tempatmu kelak jika kamu tidak mau bertaubat. " jelas bu imah kepada Biyan.
"Nah Jika sudah tahu tentang ganjaran yang diterima oleh orang yang lalai terhadap ibadah shalat, mari kita berusaha untuk menyegerakan shalat saat adzan tiba. Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita untuk selalu melaksanakan shalat di awal waktu. Aamiin." Bu Imah mengakhiri wejangan kepada anak-anak barunya.
"Amiin.." Ucap mereka semua.
"Yaudah sana pada ambil wudhu." Titah bu imah kepada mereka semua dan mereka semua menurutinya.
"Siap ibu.." Jawab mereka semua.
Nah para Ridersku dah pada sholat belum??
Cukup disini dulu ya insya Allah di waktu senggang kita lanjut kembali.
**Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA
VOTE
LIKE❓❓❓❓❓
RATE⭐⭐⭐⭐⭐⭐
KOMEN**