FLOWERS

FLOWERS
Ziarah



Setelah bu Imah selesai sholat dia pun menuju dapur dan langsung meracik bumbu gulai, yah rencananya bu Imah akan menggulai pucuk ubi dan ayam rica-rica untuk makan siang anak-anak barunya.


Pagi pun menjelang semua berkumpul untuk sarapan nasi goreng.


Nasi goreng telah terhidang tak lupa pula pelengkapnya kerupuk dan teh hangat



Mereka semua memakan sarapan sambil berbincang-bincang, namun beda dengan Cempaka menyantap sarapan dengan diam.


"Oh ya Cempaka, hari ini ikut kita ya?" Ajak Sherly.


"Maaf kak, Cempaka gak bisa." Tolak Cempaka.


"Yah Cempaka, gak ada kamu sepi nih!" sahut Alex dengan muka yang di cemberut kan.


"Iya Cempaka gak ada kamu gak seru, terasa hampa dunia ini tanpa mu." Ucap Bimo yang menggoda Bram.


"Emang hari ini Cempaka ikut ibu lagi ya?" Tanya Biyan.


"Iya kak, Cempaka pagi ini mau ikut ibu." Jawab Cempaka.


"Oo gitu ya!" Ucap Biyan.


"Maaf ya kakak semua." jawab Cempaka dengan menghabiskan sarapannya.


Setelah selesai sarapan Biyan dan kawan-kawan pamit kepada bu imah akan pergi ke desa sebelah dan mereka pun keluar dari rumah namun Bram masih ada di dalam rumah bu Imah.


Setelah semua keluar cempaka membereskan suatu bekas sarapannya dan di bawa ke dapur untuk di cuci nya.


Saat Cempaka hendak mengambil piring kotor Cempaka kaget kalau Bram masih ada di dalam.


"Astagfirullah." Ucap Cempaka.


"Kok kakak tidak ikut mereka?" tanya Cempaka kembali.


"Tidak,kakak akan menyusul nanti." Jawab Bram dengan tatapan mata yang serius.


"Oh, kalau gitu permisi Cempaka mau mencuci piring." Ucap Cempaka dan berlalu pergi kedapur dan Bram mengekor kemana Cempaka pergi.


Cempaka duduk di kursi kecil dan dia pun memulai aktivitas mencuci piringnya, begitu pula Bram mengambil kursi kecil satu lagi dan duduk di samping Cempaka dan selalau menatap ke arah Cempaka.


Cempaka yang merasa dirinya seluruh diperhatikan akhirnya bertanya juga.


"Kakak, kenapa kesini? lebih baik kakak susul aja teman-teman kakak." Ucap Cempaka dengan mata terus ke arah piring yang dia cuci.


Bram hanya diam dan terus memperhatikan Cempaka, Cempaka pun akhirnya diam saja dan terus menyelesaikan mencuci piring.


Tak lama cucian piring pun selesai Cempaka angkat piring-piring tersebut dan akan diletakkan pada tempatnya.


Bram terus mengekor kemana perginya Cempaka tanpa bersuara. Ibu melihat bahwa Bram masih dirumah pun bertanya-tanya.


"Loh nak Bram kok masih dirumah?" Tanya ibu yang masih lihat kelakuan Bram yang selalu mengekor kemana Cempaka berjalan.


"Iya bu, nanti Bram menyusul." jawabnya.


"Ada apa nak Bram, kelihatannya nak Bram seperti menyimpan sesuatu dan kelihatannya nak Bram mau bicara sama Cempaka." Ucap ibu dan ibu duduk di atas dipanggil yang ada di dapur.


"Ehmm iya bu." jawab Bram yang langsung berjalan menuju ibu dan duduk disamping ibu.


"Kalau boleh ibu tau nak Bram kenapa?" Tanya ibu kembali.


"Bu... Bram mau minta izin."


"Apa nak?" jawab bu Imah.


"Bu, Bram minta izin mau menjadikan Cempaka sebagai pacar Bram dan insya Allah jika Allah mengizinkan Bram mau Cempaka menjadi pacar halal Bram juga." Ucap Bram tanpa ada keraguan.


Bu Imah yang mendengarkan nya terasa tak percaya ada seorang pemuda yang secara langsung meminta izin menjadikan putrinya pacar halalnya yang biasa diartikan berupa lamaran.


"Maafkan ibu nak, tapi Cempaka masih muda dan Cempaka hendak meraih cita-cita nya terlebih dahulu." Jawab ibu dengan senyuman yang selalu terukir di bibirnya.


Cempaka hanya mendengarkan obrolan ibu dan Bram dan setelah itu diapun beranjak masuk kamar.


"Gak apa bu, jika Cempaka hendak meraih cita-cita nya Bram akan menunggunya." Jawab Bram.


"Cempaka tinggal 1bulan ini dia sekolah SMA nya nak dan besok dia pulang dan akan menjalankan ujian nasional." Ucap ibu.


"Ayah Cempaka menginginkan Cempaka menjadi seorang dokter, nak Bram kan tau kalau kuliah kedokteran itu lama," Ucap ibu Imah dan berhenti sejenak dan terus memandang Bram.


"Ibu bukan tak mengizinkan niat baik nak Bram, cuma ibu gak mau nak Bram menunggu Cempaka begitu lama." Ucap bu Imah dan Bram terus mendengarkan.


"InsyaAllah Bram akan menunggunya bu." Ucap Bram penuh dengan kepercayaan.


"Apa nak Bram beneran sayang dan cinta sama anak ibu Cempaka?" Selidik ibu kepada Bram.


"Iya bu, Bram serius walau Bram baru kenal dengan Cempaka tapi Bram merasa nyaman berada dekat dia dan terutama berada dekat dengan ibu."


"Bram tidak tau harus berkata apa dan harus menjanjikan apa, tapi Bram sangat suka berada disini,"


"Bram beberapa hari ini tidak melihat Cempaka, Bram merasa ada yang hilang dari diri Bram bu." terang Bram dengan terus mengeluarkan segala yang ada di hatinya.


"Kamu ini pandai ngegombal." jawab ibu sambil tersenyum.


"Bram gak ngegombal bu. Bram serius dengan apa yang Bram ucapkan."


Ibu terus memperhatikan Bram dan melihat manik mata Bram yang ternyata dari sorot mata nya terlihat keseriusan yang mendalam tanpa ada celah kebohongan disana.


"Tapi apa nak Bram sanggup menunggu Cempaka hingga dia lulus sampai ke gelar spesialis bedah." Ucap ibu Imah.


"Insya Allah bu, pasti nanti ada jalan agar kami tetap bersama walau nanti Cempaka harus kuliah." Ucap Bram meyakinkan bu Imah.


"Semoga aja niat baikmu dikabulkan Allah nak."


"Insya Allah bu, aamiin ya rabbal alamin." jawab Bram.


"Oh ya nak...." bu Imah akan menanyakan perihal Bram dan Biyan namun di potong oleh Cempaka yang sudah ada di dapur.


"Bu.. Ayo kita berangkat sekarang nanti kesiangan." Ajak Cempaka.


Bram melihat Cempaka memakai pakaian yang berbeda dari biasanya.


"Emang ibu mau kemana?" Tanya Bram.


Sebelum ibu menjawab Cempaka memberikan kode kepada ibunya agar tidak memberitahukan kemana mereka akan pergi.


"Ehmm ibu mau ziarah ke makam ayahnya Cempaka untuk ." jawab ibu Imah.


"Ooh ibu gak ke ladang hari ini?" tanya Bram lagi.


"Ke ladang nak setelah pulang dari makam." Jawab ibu.


"Bu.. Apa Bram boleh bicara dengan Cempaka sebentar." mohon Bram kepada bu Imah.


"Iya boleh, kalau begitu ibu mau siap-siap dulu ya." jawab ibu sambil senyum dan berlalu masuk ke kamarnya.


Bram mendekati Cempaka dan setelah sampai dihadapan Cempaka Bram mengajak Cempaka untuk duduk di luar.


Akhirnya Cempaka pun mengikuti Bram dan mereka pun duduk di bawah pohon jambu.


Lama Bram melihat wajah Cempaka sebelum dia berkata apa yang membuat Cempaka berubah.


"Kakak mau bicara apa?" Tanya Cempaka yang melihat Bram hanya duduk dan diam begitu pula Bram sadar akan lamunannya.


"Ehm.. Dek kenapa beberapa hari ini berubah." tanya Bram.


"Maksud kakak?" Cempaka bukannya menjawab malah balik nanya kepada Bram.


"Gak ada apa-apa kak, Cempaka hanya kepikiran ujian nasional aja." Jawab Cempaka.


"Kakak tidak percaya itu, ada apa sebenarnya dek?" Bram selalu memberikan pertanyaan kepada Cempaka.


"Iya kak Cempaka hanya kepikiran ujian nasional aja." Cempaka memberikan alasan yang sama kepada Bram namun Bram tidak percaya akak alasan tersebut.


"Kalau hanya memikirkan masalah ujian nasional adek dapat bertanya sama kakak dan kakak bisa membantu adek, bukan menghindari kakak seperti ini, kakak merasa ada sesuatu yang membuat adek menghindari kakak." Ucap Bram.


"Gak usah kak terimakasih, Cempaka hanya ingin fokus ke ujian dulu." Elak Cempaka.


Cempaka melihat ibu sudah bersiap dan sudah mengeluarkan sepeda, Cempaka pun hendak pamit kepada Bram.


"Maaf kak, Cempaka sama ibu mau Ziarah ke makam ayah." Ucap Cempaka.


"Biar kakak antar." Bram pun menawarkan untuk mengantarkan Cempaka sama bu Imah, Bram pun berdiri dan menghampiri bu Imah.


"Bu... Biar Bram antar sekalian." Pinta Bram kepada bu Imah.


Bu Imah melihat ke arah anaknya namun Cempaka hanya menggelengkan kepala tanda ia tidak menyetujui kalau Bram mengantar mereka. Ibu pun menganggukkan kepala kepda Cempaka kalau di menyetujui keinginan anaknya itu.


"Makasih nak Bram, gak usah repot-repot jalan nya beda arah sama nak Bram." Tolak ibu dengan tak enak hati.


"Gak apa bu, nanti setelah mengantarkan ibu dan Cempaka Bram bisa putar arah." ucap Bram sungguh-sungguh.


Bu imah tak enak hati kepada Bram karena berulang kali Bram menawarkan kepada dia dan Cempaka, Bu Imah pun melihat ke arah Cempaka karena perdebatan antara ibu dan Bram tak kunjung selesai akhirnya Cempaka pun menganggukkan kepala nya kepada Bu Imah.


Bram tau kalau sebenarnya Cempaka yang tidak menginginkan dia mengantar ke makam ayahnya.


"Baik lah nak kalau itu tidak merepotkan dan mengganggumu." Jawab Bu Imah menerima ajakan Bram.


"Makasih Bu, ibu tidak merepotkan kok." Jawab Bram.


Mereka pun masuk kedalam mobil Bram namun Cempaka menolak untuk duduk di samping Bram. Bram pun menurutinya sehingga Bu Imah lah yang duduk di samping Bram.


Sesampainya di TPU Bu Imah dan Cempaka turun dari mobil dan hendak langsung masuk menuju makan ayahnya Cempaka.


Saat Bu Imah sudah turun Bu Imah pun mengucapkan terimakasih.


"Makasih ya nak sudah mengantarkan ibu dan Cempaka ke sini." Ucap Bu Imah.


"Makasih kak." Ucap Cempaka.


"Sama-sama bu." Jawab Bram.


"Yaudah kalau gitu ibu sama Cempaka langsung masuk ya. kamu hati-hati di jalan." ucap Ibu.


"Iya bu."


Bu Imah dan Cempaka langsung berlalu masuk ke dalam TPU dan langsung menuju ke makan ayahnya.


Tak disangka Bram pun ikut turun dan mengekor di belakang kedua wanita yang dia sayangi. Ya Bram sangat menyayangi Bu Imah dan Cempaka. Karena Bram merasa nyaman dan hangat berada dekat dengan mereka.


Bu Imah dan Cempaka telah sampai di pusara ayahnya Cempaka.


"Assalamu'alaikum ayah." Ucap Bu Imah dan Cempaka duduk di kedua sisi pusara tersebut.


Bu Imah dan Cempaka langsung membaca al-fatihah dan membaca Yassin serta do'a-do'a lainnya.


Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, apalagi makam orangtua sendiri. Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah. Islam juga masih menghormati orang-orang yang sudah meninggal.


Kebiasaan kita ziarah kubur menjelang Ramadhan atau sesudah pulang shalat Id. Walaupun sebenarnya bukan diwaktu itu saja yang disyariatkan dalam Islam. Namun, banyak di antara kita yang terkadang jarang ziarah kubur. Padatnya aktivitas menjadi salah satu alasan sebagian dari kita tidak melakukan ziarah kubur.


Adapun tujuan disyari’atkannya kembali ziarah kubur adalah untuk mengingatkan peziarah bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal dan mengingatkan kepada hari akhir. Ziarah kubur boleh kapan saja. Dahulu Rasulullah memang melarang para sahabatnya untuk berziarah kubur sebelum disyari’atkannya. Sebab waktu itu umat Islam banyak yang salah arti tentang ziarah kubur.


Sebagaimana Rasulullah bersabda:


“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR. Muslim).


Dalam tata cara ziarah kubur, ada adab yang harus dan tidak harus dilakukan. Salah satu adab dalam tata cara ziarah kubur menurut Islam adalah mendoakan orang yang dimakamkan di hadapan kita. Sementara menaburkan bunga atau menyiramkan air di atas makam bukan menjadi bagian wajib dari tata cara ziarah kubur sesuai sunnah.


Berikut tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang dianjurkan oleh agama Islam.


Berwudhulah terlebih dahulu


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang pertama adalah berwudhu. Sebelum pergi ziarah kubur, hendaknya peziarah berwudhu terlebih dahulu.


Ucapkan salam kepada ahli kubur


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang kedua adalah ucapkan salam. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengucapkan salam yang juga sekaligus doa ketika masuk ke dalam area pemakaman.


"ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN. WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN. WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH."


Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian".


Menghadap ke kiblat saat bedoa untuk almarhum dan zikir


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang ketiga adalah menghadap ke kiblat saat bedoa untuk almarhum. Saat akan mendoakan mayit, hendaknya menghadap kiblat. Dianjurkan juga untuk membaca tasbih, takbir, tahmid dan zikir.


Kirimkan doa untuk almarhum


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang keempat adalah berdoa untuk almarhum. Setelah itu membaca tasbih, takbir, tahmid, zikir dan doa yang dikhususkan untuk mayit. Kemudian mendoakan mayit yang diakhir dengan bacaan al-Fatihah sebagai penutup.


Berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai Islam:


A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.


Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.


Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.


Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.


Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.


Membaca ayat-ayat pendek


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang kelima adalah membaca ayat ayat pendek. Seperti riwayat al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan: "Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat Ikhlash dan al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka."


Jangan duduk atau menginjak bagian atas kuburan


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang keenam adalah jangan duduk atau menginjak bagian atas kuburan. "Janganlah kalian sholat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim).


Jangan melakukan Hal-hal yang berlebihan


Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang ketujuh adalah jangan melakukan hal-hal yang berlebihan. Salah satu contoh bentuk sikap yang berlebihan dalam konteks kuburan adalah menjadikan makam seperti masjid.


Hadis di atas mengatakan bahwa manusia tidak boleh meminta sesuatu kepada kuburan karena itu adalah perbuatan syirik. Padahal melakukan ritual sholat di kuburan sangat dilarang karena akan mengikis makna ibadah yaitu menyembah hanya pada Allah SWT.


Hal berlebihan lainnya saat ziarah kubur adalah mencium batu nisan atau menangis sambil meratapi makam di depannya. Bersikap berlebihan dalam urusan agama adalah hal yang terlarang, termasuk dalam melaksanakan ritual ziarah kubur ini.


Semoga ilmu di atas bermanfaat bagi kita semua.


Bab kali ini samapai disini dulu ya riders terima kasih telah setia di karya author


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN