
Sherly yang mendengar itu pun mencoba mengingat-ingat.
"Apa karena itu ya?" Gumam Sherly namun masih bisa di dengar oleh mereka semua.
"Karena apa Sher?" Tanya Tya.
"Iya Sher karena apa?" Tanya Biyan.
"Ada apa sebenarnya Sher? Apa lo tau sesuatu?" Tanya Bram.
Sherly melihat kearah semua sahabatnya yang menunggu penjelasan dari dirinya.
"Ehmm gue kurang tau juga apa masalahnya, cuma waktu itu gue pernah dengar Cempaka lagi ngomong sama ibunya keg curhat gitu." Ucap Sherly.
"Emang mereka bicara apa Sher? Tanya Biyan.
"Gue juga kurang tau benar apa nggak Bi." ucap Sherly.
"Emang apa yang kamu dengar Sher?" Tanya Bram.
"Ehmm, tapi tunggu gue mau nanya nih ama lo Bram dan lo Bi?" Tanya Sherly.
"Tanya apa? Jawab Bram dan Biyan bersamaan.
"Sebelumnya apa yang udah kalian berdua lakukan?" Sherly bertanya dan Bram hanya menautkan kedua alisnya begitu pula dengan Biyan.
"Emang kita ngelakuin apa?" ucap Bram.
"Ya mana gue tau lah makanya gue tanya." ketus Sherly.
"Perasaan nggak ada ngelakuin apa-apa deh Sher, emang apa hubungannya coba dengan kepergian Cempaka tampa pamit ke kita." ucap Biyan.
"Yah ada, karena yang gue denger nama lo berdua disebut-sebut." ucap Sherly.
"Hah maksud lo apa Sher jangan mengada-ngada deh lo." Ucap Bram yang udah tersulut emosi karena frustasi menyerangnya.
"Lah mana gue tau Bram napa lo jadi ngegas gitu sih." Ucap Sherly.
"Udah udah nih kok malah jadi tegang urat gini sih." ucap Satria.
"Dia duluan." Ucap Sherly.
"Gini deh coba lo ceritain apa yang udah lo denger Sher?" Ucap Bima.
Bram udah seperti cacing kepanasan yang gak tau gimana perasaan nya saat ini. Sedang sayang-sayangnya mah ditinggal pergi tanpa pamit lagi.
"Achh" Ucap Bram dengan meremas rambutnya dengan kedua tangannya.
Semua sahabatnya mengerti akan kondisi Bram yang lagi frustasi dan bagaimana perasaan nya yang mana beberapa hati lalu Cempaka seolah menghindar darinya.
"Coba lo ceritain Sher biar kita tau apa masalahnya." Ucap Lolly.
"Hemm gini waktu malam itu tengah malam gue merasa kerongkongan gue haus dan merasa kebelet pipis jadi ya gue bangun dan keluar kamar, sewaktu itu gue gak tau kalau ibu dan Cempaka dah bangun karena mata gue ngantuk banget jadi ya gue jalan aja nah pas mo buka pintu kamar mandi gue denger suara ibu dan Cempaka lagi ngomong jadi ya gue dengerin apa yang Meraka omongin."
"Apa yang mereka omongin?" Tanya Bram.
"Bram dengerin Sherly cerita dulu deh." Ucap Biyan, Bram pun diam.
"Gue denger mereke ngomong."
Flasback on
"Apa dia sudah nyatakan perasaannya sama kamu nak?"
"Sudah Bu, tapi!"
"Tapi apa nak?"
"Dia ada hubungan dengan orang lain Bu!"
"Hubungan gimana maksudnya? Apa kamu sudah tanya sama dia?"
"Dia memiliki hubungan dengan kak Biyan Bu, Cempaka melihat mereka berpelukan kemaren."
"Cempaka gak mau merusak hubungan orang Bu,"
"Apa kamu juga menyukai Bram?"
"Jujur Cempaka juga menyukai kak bram Bu."
"Kamu sayang sama dia?"
"Iya Bu."
"Sebaiknya kamu tanyakan dulu sama Bram apa benar dia ada hubungan dengan Biyan atau nggak, jangan sampai nanti malah jadi kesalahpahaman di antara kalian."
"Gak usah lah Bu, kelihatan kok dari mereka berpelukan mereka berdua saling menyayangi."
"Gak apalah Cempaka mengalah aja dari sekarang Bu."
"Percayalah nak kalau dia jodohmu kemana pun dan bagaimana pun rintangannya kalian pasti akan berjumpa kembali."
( Baca di bab Curhat sama ibu)
Flasback off
"Nah gue cuma denger segitu aja terus mereka menyadari kalau gue ada di sana jadi gue berpura-pura aja gak denger setelah itu ibu dan Cempaka mau masuk dan gue hanya menganggukan kepala gue aja dan langsung deh gue masuk kamar mandi."
"Emang elo pernah pelukan ma Biyan, Bram." ucap Alex.
"Lah lo kan tau Lex gue biasa ngerangkul gitu ma Biyan." ucap Bram.
"Emang dimana Cempaka ngeliat lo berdua pelukan." Ucap Radit.
Mereka semua terdiam mencari jawaban dengan pemikiran mereka sendiri-sendiri.
"Waktu lo denger cerita itu gak denger lo Sher dimana Cempaka ngeliat mereka berdua ni berpelukan?" Tanya Rudi sambil menunjukkan narinya ke arah Bram ma Bianca.
"Nggak Rud." ucap Sherly seadanya karena dia emang tidak mendengarkan percakapan mereka seutuhnya.
"Ehmm Nah lo Bi merasa gak lo berpelukan ma Bram di belakang Cempaka." Ucap Rudi lagi.
"Perasaan gue gak ada deh." Ucap Biyan sambil mikir-mikir.
"Nah lo gimana Bram." tanya Alex.
"Gue.. hmmm kayaknya.. " Ucap Bram sembari mikir.
"Ehmm tunggu atau Jangan-jangan Cempaka liat waktu kita berpelukan di pinggir irigasi itu kali ya Bi." Ucap Bram tiba-tiba mengingat kejadian demi kejadian sebelumnya dan membuat yang lain terperangah.
"APAA!!" ucap mereka semua.
"Maksud lo apa Bram?" Tanya Radit.
"Iya Bram maksud lo apa?" Tanya Alex dan Radit hampir bersamaan.
"Bi.. Bram apa kalian menjalin hubungan? Tanya Lolly.
"Eh nggak kok, gue ma Bram gak da hubungan kok, gila aja gue berhubungan dengan sepulu gue sendiri." elak Biyan.
"Kalau nggak kenapa kalian sampe berpelukan gitu." Ucap Sherly.
"Betul juga tu," Ucap Sintya dan Tika.
"Coba lo ceritain ke kita k napa kian bisa berpelukan gitu?" Ucap Alex
"Lo Bram kenapa bisa gitu?" Tanya Alex menatap Bram.
"Gue reflex aja Lex." Jawab Bram.
"Reflex lo bilang, yang jelas kalau mau masalah lo ini kelar." Ucap Alex ketus.
"Ya waktu itu pas kita di irigasi kalau nggak salah pas habis makan siang gue keluar gubuk buat menghirup udara segar sehabis makan nah gak sengaja gue ngeliat Bianca ada di pinggiran irigasi dan gue liat dia seperti gusar makanya gue hampiri dia." ucap Bram.
"Terus." ucap Rudi.
"Terus setelah gue hampir dekat dengan dia gue ngeliat dia dari belakang keg orang lagi habis nangis jadi ya gue semakin ngedeketin dia, nah disitu gue tanya ada apa malah dia makin kenceng nangisnya dan langsung meluk gue dan gue pun membalas pelukan dia." terang Bram.
"Apa benar gitu Bi?" selidik Lolly.
"Eh iya betul Ly." jawab Biyan.
"Kok lo ngejawab keg ragu gitu Bi? selidik Satria.
"Ragu gimana? Yang di bilang Bram emang betul gitu gue habis terima telpon dari nyokap dan gue nangis terus meluk Bram."
"Fix jadi jelas kalau Cempaka pasti ngeliat kalian berdua berpelukan saat di irigasi itu, kan sifat dia berubah setelah habis kita survey irigasi itu." ucap Radith menerka akar dari permasalahan yang sebenarnya di timbulkan dari sana.
"Betul juga itu Dith, secara semenjak itu dia terus selalu menolak kalau kita ajak." Jawab Alex.
"Ehmm Bi, Cempaka tau nggak kalau lo ma Bram saudara sepupu?" Tanya Siska.
"Eh iya tuh Cempaka tau gak hubungan kalian berdua sebenarnya apa." Sahut Satria.
"Nggak." Ucap Biyan dan Bram bersamaan.
"Aduuh." Ucap Satria.
"Napa Sat." Ucap mereka serentak.
"Ya ini berarti Cempaka salah paham ma kalian berdua." jawab Satria.
"Terus gimana?" tanya Bram.
"Ya lo jelasin la Bram kalau lo mau hubungan lo baikan." Sahut Radith.
"Gimana mau gue jelasin lah orang nya dah gak ada gini." Ucap Bram frustasi.
"Gimana di susul aja." jawab Rudi memberi usul.
"Mau nyusul dimana dodol kita aja gak tau dia tinggal dimana." jawab Sherly.
"Ya tanya lah." sahut Rudi.
"Tanya ma siapa? Ucap Bram Biyan dan yang lainnya
"Ini nih kalau penyakit cinta akut hampir ternoda pikiran pun dah gak bisa jernih." ucap Rudi.
"Maksud lo apa?" Tanya Bram.
"Heh kalian pada otak kalian dah pada konslet semua ya, ya bertanya lah." ucap Rudi.
"Ya nanya ma siapa dodol? ucap lolly.
"Kalian ini ya seenak perut kalian aja bilang gue dodol kan tambah bikin gue lapar kalau nyebut nama dodol." Ucap Rudi.
"Lah nih bocah gue timpuk juga lo, dari tadi jawab gak jelas mulu." Ucap Alex.
"Ye yang gak jelas itu kalian semua, terutama lo nih cewek-cewek yang tinggal di rumah ini." ucap Rudi sambil nunjuk ke arah para cewek.
"Kalian kan tau kalau Cempaka punya sahabat ya tanya ma sahabatnya lah." ucap Rudi.
"Maksud lo.." Ucap Alex terpotong seolah dia dan yang lainnya tau siapa yang dimaksud.
"Milaa" Ucap mereka semua
"Hemm dah nyambung kabel otak lo pada" Ucap Rudi namun gak di hirauin mereka semua.
"Yaudah kita hubungi Mila dan tanya ma Mila." Ucap Bram semangat.
"Yaudah ayook."
"Eh bentar-bentar ayok kemana?" Tanya Rudi
"Ya kita temuin Mila lah." Tanya Sherly.
"Ckk kalian ini, atur planning dulu guys ini dah jam berapa." ucap Rudi.
Mereka pun menyadari kalau haripun sudah sore hari mereka pun pergi ke tempat masing-masing guna membersihkan diri dan beristirahat sejenak.
Flowers nya segini dulu ya riders.
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
πππTERIMAKASIHπππ