FLOWERS

FLOWERS
Ikut Serta Membantu Team KKN



Suara adzan telah berkumandang di musholla terdekat menyerukan kepada setiap insan di dunia untuk menjalani kewajiban.


Ayam jantan pun berkokok ikut membangunkan insan yang masih terlelap dan terbuai dalam mimpi.


Ibu Imah telah bangun dari pukul 3 subuh guna melaksanakan sholat laill, stelah sholat dua rakaat dilaksanakan diapun langsung menuju dapurnya dan mengerjakan seperti biasa dia kerjakan.


Cempaka pun selalu rutin bangun sebelum adzan berkumandang, sehabis melaksanakan kewajiban kepada sang Khalik dia juga selalu membantu bu Imah untuk mempersiapkan keperluan bu Imah di pagi hari untuk pergi ke ladang dan sawah.


Ibu dan anak itu memasak nasi serta lauk pauk seadanya untuk sarapan mereka di pagi hari.


Tiga orang gadis dari kota pun sudah terbangun ketika adzan berkumandang, mereka ikut serta membantu Cempaka dan ibunya.


"Assalamu'alaikum, Cempaka.. Ibu." Ucap Berliana.


"Waalaikumsalam." Balas ibu Imah dan Cempaka.


"Sudah bangun nak Berlian." Sapa ibu dan dengan terus menggoreng kerupuk.


"Sudah buk.. Ada yang bisa Biyan bantu buk." Ucap Berlian menghampiri diman ibu Imah berada.


"Gak usah nak, sudah ada Cempaka yang bantu ibu." Jawab bu Imah sungkan.


"Gak apa buk, gak enak kan kita sudah di beri tumpangan tapi gak ikut membantu." Jawab Berlian sembari mengambil kerupuk yang sudah ditiriskan dan hendak memasukan ke dalam toples.


"Yaudah.. Kalau mau bantu tolong bersihkan dan potong-potong sayuran ini saja ya." Ucap Ibu Imah sembari memberikan beberpa macam sayuran kepada Berliana dan menjelaskannya.


Berliana pun mengambil sayuran tersebut dan memulai membersihkannya dan memotongnya sesuai arahan yang diberitahu bu Imah.


Tak berselang lama Sherly dan Sintya pun ikut bergabung di dapur.


"Assalamu'alaikum Ibu, Cempaka." Ucap mereka berdua.


"Waalaikumsalam." Jawab Ibu, Cempaka dan Berliana.


"Wah jadi gak enak kita buk, ibuk dan Cempaka sudah masak-masak pagi-pagi gini." Ucap Sherly dan dia pun ikut membantu Cempaka yang sedang mmbersihkan ikan teri.


"Eh gak usah kak, biar Cempaka aja."


"Gak apa Cempaka aku tolongin gak enak lah kita sudah numpang malah kayak boss aja." Jawab Sherly dan terus membersihkan ikan teri tersebut.


Sedang Sintya dia mencoba mencari sapu namun tidak diketemukan oleh pandangannya.


"Cempaka.. Sapunya mana?" Tanya Sintya kepada cempaka karena sedari tadi dia mencari tak menemukannya.


"Buat apa kak." Tanya Cempaka.


"Ya buat sapu lah sayang." Jawab Sintya.


"Ehm gak usah kak, biar Cempaka aja nanti."


"Cempaka sayang mulai hari ini kita berbagi tugas oke." Ucap Sintya.


"Sekarang tunjukan dimana sapunya biar aku yang menyapu. Soalnya kalian sudah mengambil alih perdapuran." Ucap Sintya dengan sedikit candaan.


Cempaka pun berdiri dan mengambil sapu yang tergantung di balik pintu dekat kamar mandi dan dia pun memberikan kepada Sintya.


"Ini kak sapunya, makasih sebelumnya kak." Ucap Cempaka dengan senyuman.


"No no no, jangan bilang makasih sudah kewajiban kami pula membantu disini." Ucap Sintya dan dia pun langsung menuju ruang makan dalam.


Setiap ruangan di rumah Cempaka sudah di sapu oleh sintya, dan sintya pun membersihkan setiap sudut rumah itu.


Semua sudah beres dari memasak hingga membersihkan ruangan rumah, mereka pun satu persatu membersihkan diri.


Ibu Imah pun bersiap untuk pergi ke ladang dan sawahnya, bu imah pamit sama Cempaka, tak lupa pula bu imah membawa bekal untuk makan siangnya nanti.


"Kak Ibu ke ladang dulu ya.. Kamu hati-hati di rumah kalau mau keluar jangan lupa rumah di kunci.'' Pamit dan pesan Ibu kepada Cempaka.


"Iya bu.. maaf Cempaka gak bantu Ibu di ladang." Jawab Cempaka dan diapun menyalami serta mencium tangan ibunya.


"Gak apa nak, kitakan lagi ada tamu gak enak juga kan kita tinggalin mereka dirumah kita." Ucap Ibu seraya mengusap kepala anak semata wayangnya penuh kasih sayang.


"Yaudah Ibu berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum." Pamit Ibu.


"Waalaikumsalam hati-hati ya buk." Jawab Cempaka.


Bu imah pun berangkat dengan mengendarai sepeda ontel nya menuju ladang tempat dia mencari nafkah buat dirinya dan anak semata wayangnya.


Ladang dan sawah adalah harta peninggalan sang suami selain rumah yang mereka tempati.


Ladang dan sawah yang tak begitu luas bu Imah menanam beraneka sayur dan palawija lainnya serta padi untuk kebutuhan serta biaya kehidupan mereka.


Sepeninggalan bu Imah ke ladang para anak gadis telah bersiap untuk sarapan ala kadarnya.


"Ayo kak kita sarapan dulu." Ajak Cempaka kepada mahasiswi KKN.


"Ayoo dah laper nih perut." Jawab mereka serentak.


"Loh Cempaka, mana ibuk?" Tanya Biyan yang tak melihat keberadaan bu Imah.


"Iya Cempaka, ibu gak ikut sarapan?" Tanya Sherly.


"Gak enak la kalau gini, masa kita sarapan ibu gak ada." Ucap Sintya merasa enggan.


"Ibu sudah berangkat ke ladang kak, gak apa ayo makan tadi Ibu gak sempat pamitan takut kesiangan ke ladangnya." Jelas Cempaka.


"Emang jauh ya Cempaka ladangnya?" tanya Sintya.


"Lumayan kak Di bawah lereng bukit sebelah sana." Jawab Cempaka.


"Mari kak kita makan saja, nanti kakak telat untuk tugas-tugas kakak nantinya." Ucap Cempaka


Mereka pun akhirnya mau dan mereka sua menikmati makanan ala pedesaan.


"Ternyata pagi-pagi makan nasi seperti ini nikmat juga ya." Ucap Biyan.


"Iya juga ya," jawab Sherly.


"Andai aja dirumah seperti ini." Gumam Sintya pelan nyaris tak terdengar.


Cempaka hanya mendengar celotehan mereka dengan senyuman.


"Emang di rumah kakak, kalau sarapan pakai apa?" Tanya Cempaka kepada mereka.


"Oh ya Cempaka kamu kalau sarapan emang selalu sendirian." Tanya Biyan mengalihkan pertanyaan Cempaka.


"Nggak kak, biasa selalu sama Ibu sarapannya." Jawab Cempaka polos.


"Kamu gak sekolah Cempaka?" Tanya Sherly.


"Sekolah kak." jawab Cempaka singkat.


"Sekolah kelas berapa? Dimana?" Tanya Sintya beruntun.


"Cempaka sekolah di Kecamatan sebelah kak, kelas tiga SMA. "


"Wah jauh dong, jam berapa kamu berangkat? Pakai apa?" Ucap Biyan bertubi.


"Cempaka ngekos kak, kebetulan aja saat ini lagi liburan menjelang UAN."


"Emang disi ini gak ada SMA Cempaka?." Tanya Sintya.


"Iya kok harus ke Kecamatan sebelah. " Timpal Sherly.


"Gak ada kak, disini hanya ada TK dan SD Kalau SMP nya ada di desa sebelahnya lagi."


"Setelah ini kamu mau lanjut kuliah Cempaka?" Tanya Biyan.


"Belum tau kak, karena kalau kuliah Cempaka harus kekota, kasian ibu." Jawab Cempaka sendu.


Ditengah obrolan mereka datang Siska, Lolly dan Tika.


"Assalamu'alaikum." salam mereka serentak.


"Waalaikumsalam." Sahut mereka yang berada dalam rumah.


Cempaka pun membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk.


"Ayo kak masuk." Ucap Cempaka.


"Makasih Cempaka." Jawab mereka serentak dan mereka pun langsung masuk menghampiri teman-temannya.


"Gimana dah siap kalian?" Tanya Lolly.


"Eh kalian dah sarapan." Tanya Biyan balik.


"Udah tadi." jawab Siska.


"Ternyata seru ya tinggal disini." Ucap Tika.


"Seru gimana?." Selidik Biyan karena diapun merasakan hal yang sama.


"Seru Bi.. Habis Subuhan tadi kita masak bareng sama bu Endang, Bu Endang baik orangnya." Jawab Tika antusias.


"Eh yaudah yuk kita berangkat ke Balai Desa sekarang." Ajak Lolly.


"Aisss lo kebiasaan deh." Sungut Tika dengan cemberut nya.


"Denger lo cerita keburu siang kita." Ucap Lolly dan disebut gelak tawa sama mereka semua.


"Oh ya Cempaka, ikut kita yuk." Ajak Biyan.


"Kakak duluan aja nanti cempaka nyusul ke Balai Desa nya." Jawab Cempaka.


"Kita barengan aja yuuk." Ajak Sintya seraya merangkul Cempaka.


"Nanti aja kak, kakak duluan aja Cempaka bersihkan ini dulu." Jawab Cempaka sambil mengumpulkan piring-piring bekas sarapan mereka.


"Eh Iya lupa kita kan belum merapikan nya." Ucap Biyan dan dia pun ikut merapikan meja.


"Gak usah kak biar Cempaka aja." Tolak Cempaka kepada Sherly yang hendak membantunya mencuci piring.


Sherly tidak menggubrisnya dia terus duduk dan menyabuni piring,.


"Bila dikerjakan bersama maka pekerjaan akan cepat terselesaikan Cempaka." Ucap Sherly acuh.


Mereka pun akhirnya mencuci piring bersama, benar adanya bila segala sesuatu dikerjakan bersama maka akan terselesaikan dengan cepat.


Semua sudah di bereskan dan mereka pun akhirnya pergi bersama ke Balai Desa.


Sesampainya di Balai Desa para Mahasiswa cowok sudah berada duluan disana.


"Hay guys sorry kita telat ya." Sapa Sintya.


Namun mereka hanya mendapatkan jawaban dengan tatapan.


"Sorry bro kita telat lima menit," Ucap Biyan dengan senyuman.


Mereka tetap diam namun tatapan mereka seakan terhipnotis ke arah Cempaka.


Lolly merasa ada yang ganjal diapun memperhatikan para cowok tersebut dimana mata nya menangkap tatapan arah mata para cowok tertuju ke Cempaka.


"Woyy..." Gertak Lolly mengagetkan mereka semua yang ada disana.


"Apaan sih lo Loll." Bentak Biyan yang kaget karena posisi dia tepat berada di samping Lolly.


"Iya apaan sih lo, pagi-pagi teriak aja." jawab Bima sewot.


"Lah kalian yang apaan, di sapa gak ada yang nyahut." Jawab Lolly dengan melototkan matanya.


"Kalian kenapa telat." Tanya Bram kepada mereka.


"Yah sorry kalau kita telat," jawab Sherly Mesem-mesem.


"Eh Pak Kades gak kesini?" tanya Tika.


"Pak Kades masih di kantornya bentar lagi juga kesini." Jawab Bima ketus.


"Ketus amat jawabnya pak." Canda Siska.


"Yaudah terus perencanaan kita hari ini apa dulu nih." Tanya Biyan.


"Oh ya lupa gue, nih kenalin dulu namanya Cempaka anaknya buk imah rumah yang kita tempati." Ucap Biyan memperkenalkan Cempaka kepada para mahasiswa.


"Oh ya cempaka kenalin mereka teman-teman kita sekampus." Ucap Sherly seraya memperkenalkan teman-temannya kepada Cempaka.


"Hai gue Bima." Ucap Bima menjulurkan tangannya.


"Cempaka kak." Jawab Cempaka dan menerima uluran tangan Bima.


"Gue Alex." Ucap Alex mengulurkan tangannya juga.


"Cempaka." jawab Cempaka.


"Gue Satria." Ucap Satria


"Cempaka."


"Gue Rudi." Ucap Rudi.


"Cempaka."


"Raditya panggil aja Radit." Ucap Radit


"Cempaka."


Ketika Cempaka hendak mengulurkan tangan ke Bram pak Kades datang.


"Assalamu'alaikum." salam Pak Kades.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka serentak.


"Gimana, apa perencanaan kalian hari ini?." Tanya Pak Kades dengan ramah.


"Rencana kita hari ini ke kantor Desa Pak." Terang Bima.


"Seperti perencanaan kita sebelumnya kita akan membagi beberapa kelompok dalam peninjauan kita di Desa ini pak." Ucap Bram.


"Oh iya iya, untuk melihat Irigasi nanti kalian akan di bantu oleh Cempaka dan anak saya Mila." Terang Pak Kades.


"Cempaka nanti bantu antar kakak-kakak nya untuk melihat Irigasi persawahan di desa kita ya, nanti kamu bersama mila." Ucap Pak Kades.


"Baik Pak, ehmm Mila nya gak kemari Pak?" Tanyq Cempaka.


Tak lama Mila pun muncul dan mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum." Ucapnya.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka serentak.


"Nah ini dia, kenalkan ini anak bapak namanya Karmila, dia teman sekolahnya Cempaka juga." Ucap Pak Kades memperkenalkan anaknya.


"Hai kakak-kakak kenalin nama ku Mila." Mila memperkenalkan dirinya dengan riang.


"Hai Mila." Ucap para Mahasiswi serentak.


"Oh ya Mila nanti kamu temani Cempaka untuk mengantar kakak-kakaknya ke Irigasi persawahan di Desa kita ya." Titah Pak Kades.


"Siap Pak." jawab Mila dengan senyuman.


Karmila anak yang periang berparas cantik anaknya manja namun mandiri, dia anak perempuan satu-satunya Pak Kades.


Karmila sahabatnya Cempaka dan Karmila juga teman satu kost serta satu sekolahan dengan Cempaka.


Sesuai perencanaan sebelumnya mereka semua pergi ke Kantor Desa Pak Kades pun memperkenalkan mereka kepada semua Staff Desa.


"Saya harap Bapak-bapak dan Ibu-ibu bisa membantu kami selama kami KKN disini." ucap Bram selaku ketua team.


"Insya Allah kami semua akan membantu adik-adik semua agar tugas KKN nya berjalan lancar di Desa kami ini." Ucap salah satu Staf.


"Makasih sebelumnya Pak, Buk." Ucap Biyan sambil menautkan kedua tangannya ke dadanya.


"Sama-sama dek." Ucap Bapak Staf Kepegawaian.


Mereka pun memulai aktifitas pertama mereka di kantor Desa. Mereka membantu para Staf disana, baik membantu membereskan berkas-berkas ataupun membantu Staf dalam melayani masyarakat yang ingin mengurus data-data atau lainnya.


Cempaka dan Mila juga turut serta walau kebanyakankebanyakanv mereka mengurus urusan mereka sendiri.


Tak terasa matahari telah tegak lurus menandakan waktu telah siang dan waktu istirahatnya para pegawai, Cempaka pun berpamitan untuk pulang, kebetulan Cempaka melihat Biyan dia pun mendekatinya.


"Maaf kak Biyan, Cempaka pulang duluan ya sudah siang, Cempaka mau masak buat makan siang kita nanti." Pamit Cempaka.


"Eh bentar Cempaka, kita barengan pulangnya." Ucap Biyan sembari merapikan berkas-berkas yang dia susun sebelumnya.


Tak memakan waktu lama mereka pun semua pamit kepada para Staf yang juga akan pulang ke rumah masing-masing karena sudah masuk jam istirahat.


Setelah berpamitan mereka pulang, Mila juga pulang ke rumahnya.


Sebelum menuju rumah Cempaka akan pergi ke pasar dahulu untuk membeli lauk pauk.


"Kak, kakak-kakak pulang duluan aja ya Cempaka mau ke pasar sana dulu." Ucap Cempaka.


ya sebelum bu Imah berangkat ke ladang dia memberikan uang kepada Cempaka untuk membeli lauk pauk dan bahan-bahan yang sudah habis dirumahnya.


"Eh gak gak..Kita ikut kamu Cempaka, aku ingin liat pasar juga." jawab Biyan.


Akhirnya mereka pun pergi bersama ke pasar yang terletak di seberang jalan tak jauh dari kantor Desa.


Mereka memilih-milih lauk apa yang akan mereka beli, Cempaka langsung menuju kios yang menjual bumbu-bumbu kering dan diapun membeli sesuai dengan yang disuruh ibunya.


Sedangkan Biyan, Sherly dan Sintya dia menuju ke kios yang menjual ayam potong. ikan dll. Mereka membeli ayam, ikan segar, dan daging.


Begitupula dengan Lolly, Siska dan Tika mereka pun belanja untuk bu Endang.


Cempaka merasa kehilangan mereka semua, Cempaka pun mencari mereka dan Cempaka bertemu mereka di kios ikan..


"Eh disini ternyata kakak-kakak semua." Ucap Cempaka sambil melihat ikan-ikan.


Disaat Cempaka akan memilih ikan di cegah oleh Biyan.


"Kamu mau ngapain dek." Tanya Biyan.


"Mau beli ikan kak, buat lauk kita siang ini dan makan malam nanti." Jawab Cempaka sambil terus memilih ikan.


"Gak usah, udah kita beli kok ini." Jawab Biyan sambil memperlihatkan tentengan nya.


"Loh kok kakak yang belanja jadinya." Ucap Cempaka.


"Ya emang selayaknya kita yang belanja dek, yaudah yok kita cari sayuran lagi." Ucap Biyan terus berlalu menuju kios sayuran.


"Sayuran gak usah beli kak, nanti ibu juga bawa dari ladang." Ucap Cempaka.


Karena mereka sudah selesai belanjanya mereka pun langsung pulang dengan membawa tentengan yang banyak di tangan mereka masing-masing.


____________TBC__________


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA


VOTE


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


LIKE


KOMEN


MAKASIH😘😘😘😘