
Santapan ternikmat di dunia itu hanya ada satu bersantap bersama orang yang kita sayangi, tak perlu menu yang mewah menu sederhana pun mengalahkan segalanya.
Ya.. Itu dirasakan oleh para mahasiswa-mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN di desa ini.
Mereka begitu lahap menikmati hidangan ala kadarnya ala bu Imah dan Cempaka.
Mereka menikmati hingga tak tersisa, ikan bakar plus sambal terasi beserta lalapan.
Rasa kenyang dirasakan, kenikmatan pun mereka rasakan pula. Menu yang jarang sekali mereka temukan di rumah mereka membuat mereka merasakan betapa nikmatnya masakan yang berasal dari tangan seorang Ibu.
Kehangatan kasih sayang yang diberikan bu Imah kepada mereka membuat mereka terharu.
Para gadis membersihkan sisa-sisa dari makanan mereka, setelah bersih mereka berkumpul di ruangan keluarga sekaligus ruang tamu.
Mereka bercerita, bersenda gurau sehingga tak terasa malam pun telah larut.
Para cowok segera berpamitan untuk pulang kerumah kontrak mereka, rombongan lolly dan bu Endang juga pamit untuk pulang, tinggallah mereka berlima di rumah yang sederhana ini.
Bu Imah menyuruh cempaka dan yang lain segera beristirahat agar esok tak kesiangan.
"Cempaka, Biyan, Sherly, Sintya ayo nak segera istirahat dah malam besok kesiangan lo!" ucap bu Imah kepada mereka semua.
"Hmm... Nanti bu.. Bentar lagi," Ucap Biyan dan di ikuti dengan yang lain.
"Iya bu, kita mau bahas rencana kita besok mau bawa bekal saat melihat Irigasi di persawahan bu.." Ucap Sherly.
"Iya bu.. Soalnya tadi Tya liat kayaknya enak deh bu makan di gubuk tengah sawah gitu keg Bapak-bapak dan Ibu-ibu tadi bu.." Sintya menimpali dan dia bergumam sendiri '' hmm jadi pengen. ".
Ibu Imah pun mendudukkan dirinya kembali setelah sebelumnya dia ingin masuk kamar untuk beristirahat. Dia pun bertanya menu apa yang akan mereka buat untuk bekal besok, namun Cempaka langsung menimpali nya.
"Jadi besok rencana kita mau buat bekal apa kak?" Tanya Cempaka.
"Hemmm.," Biyan hanya berdehem sambil memikirkan menu apa yang enak di santap di tengah sawah dan telunjuknya mengetuk-ngetuk bibirnya.
"Iya ya.. Apa ya yang enak dimakan di tengah sawah gitu!" Sherly menimpali dan ikut berpikir.
Bu Imah yang melihat gadis-gadis nya sibuk dengan pemikirannya sendiri, diapun mengusulkan bagaimana kalau menu yang sama dengan menu makan malam mereka.
" Bagaimana kalau menunya seperti menu tadi sewaktu kita makan malam. " Ibu Imah memberikan usulnya.
"Enak juga tuh bu.." Sahut Tya dengan antusias dan mengagetkan temannya ya g asik dengan pemikiran tadi.
"Tapi bu, apa kita harus bakar ikan subuh-subuh?" Tanya Cempaka.
"Ya terserah kalian mau di bakar atau di goreng saja, kan sama aja yang penting sambal terasi nya." Jawab bu Imah dengan tersenyum dan mengelus rambut putrinya.
"Ehmm gimana ayam goreng aja besok bu." usul Biyan.
"Boleh juga besok biar ibu bumbuin ayamnya." Ucap bu Imah.
"Yaudah sana kalian tidur, lihat dah jam berapa itu? ibu juga mau istirahat." ajak bu Imah kepada para gadis dan dia pun masuk kamar dan pamit kepada para gadis-gadis nya.
"Yaudah ibu duluan ke kamar ya." Ucap nya lagi.
"iya bu.." Ucap mereka serentak dan mereka pun masuk ke kamar nya masing-masing.
**
Seperti biasa bu Imah selalu terbangun di sepertiga malam dan dia melaksanakan dua rakaat dan bu Imah selalu berdzikir dan tak lupa dia memanjatkan doa buat sangat putri dan Alm. Suami serta kedua orang tua dan yang keluarganya yang telah mendahuluinya.
Terdengar sayup suara adzan subuh bu Imah pun segera melaksanakan sholat wajib dia rakaatnya,. Para gadis pun telah terbangun dan menjalankan kewajiban kepada sang penciptanya.
Kewajiban kepada sang Khalik telah mereka laksanakan, dan sekarang mereka semua telah bersiap berkutat di dapurnya bu Imah.
Mereka terkejut karena ayam nya sudah di bumbui oleh bu Imah, dan mereka bertanya-tanya kapan bu Imah membumbui nya sedangkan ayam belum mereka keluarkan dari freezer.
Pertanyaan Cempaka seolah mewakili pertanyaan mereka semua.
"Bu.. Kapan ibu membumbui ayamnya?" tanya Cempaka.
Bu Imah hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
"Kemaren kan kamu kak yang bilang kalau hari ini kalian mau membawa bekal ke sawah, dan sewaktu kita mau bakar ikan ibu bingung bekal apa yang akan kalian bawa sedangkan ibu gak belanja. Terus ibu buka kulkas sewaktu ingin minum air dingin eh kulkasnya dah penuh, ya ibu keluarin deh ayam yang kalian taruh di freezer." ibu menjawab dan menjelaskannya secara rinci kepada mereka semua dan mereka hanya ber O ria..
Ya sewaktu bu Imah pulang dari ladang kemaren Cempaka bercerita kepada ibunya bahwa kakak-kakak KKN ingin makan di gubuk tengah sawah seperti para petani yang mereka lihat sewaktu pulang tadi.
"Yaudah sana kamu goreng tahu ma tempenya dahulu, terus baru ayamnya ya." Ucap ibu menyuruh Cempaka untuk menggoreng tahu, tempe dan ayam yang telah dia ungkap bumbu kuning sebelumnya.
Biyan membuka kulkas guna mencari sayuran yang bisa di buat lalapan namun Biyan tak menemukan.
"Yah bu.. Kita gak ada bahan lalapan nya bu." Ucap Biyan dengan lesu dan menghampiri dimana bu Imah dan teman-teman nya berada.
"Lalapan nya wortel ma labu siam aja di rebus." jawab bu Imah.
" Kurang dong bu.." Ucap Biyan dengan lesu dan mengerucutkan bibirnya.
Bu Imah tersenyum melihat tingkah laku Biyan,.
"Nanti ibu petik timun dan kol di ladang buat tambahan lalapan nya." Ucap bu Imah dan terlihat rona bahagia dari Biyan.
"Bu sini biar Biyan aja yang ngulek sambal terasi nya." Biyan menawarkan diri untuk membuat sambal terasi dan dia mengambil ulekan yang di pegang bu Imah.
"Gak usah, biar ibu aja banyak loh ni buatnya ntar tangan Biyan kepedasan kena cabe." Tolak bu Imah namun Biyan masih keukeuh untuk menguleg , bu Imah pun pasrah dan memberikan ulekan kepada Biyan.
Sherly dan Sintya telah selesai mengupas labu siam dan wortel, mereka beranjak untuk mencuci bersih di belakang. Setelah bersih mereka segera mencemplungkan satu persatu dari wortel dan labu siam ke dalam panci yang sudah berisi air mendidih.
Karena semua pekerjaan telah dipegang oleh para anak gadis, Bu Imah pun membuat sarapan pagi dengan bihun goreng.
Setelah semua selesai mereka menata semua kedalam rantang-rantang yang telah di siapkan oleh bu Imah.
Semua mereka kumpulkan di meja ruang tamu agar mudah memasukan kedalam mobil nantinya. Mereka semua pun beranjak membersihkan diri mereka masing-masing secara bergantian.
Karena nunggu giliran lama Cempaka berinisiatif mandi di luar. Dia menghidupkan keran di luar dan menampung dalam baskom dan dia pun menggunakan sarung sebagai basahan dan dia pun mandi.
Melihat Cempaka mandi di luar. Sherly yang sedang menunggu giliran pun gak sabaran dia pun mengikuti jejak Cempaka, jadilah mereka berdua mandi diluar.
Posisi Rumah Cempaka sebelumnya Kamar mandi berada di luar dan ada sumur di tengah-tengah nya. Karena waktu kecil Cempaka jika ingin membuang Air kecil selalu takut jika keluar rumah maka ayahnya berinisiatif membangun nya, jadi kamar mandi serta sumur tersebut menjadi seperti berada didalam rumah.
Acara mandi pun telah usai dan mereka pun telah siap dengan pakaian rapi. Bu Imah mengajak mereka untuk sarapan.
Sarapan pagi ini Bihun goreng, telor ceplok. nasi putih dan orak arik tempe tak lupa kerupuk goreng.
Mereka pun mengambil sarapannya tak lama terdengar ketukan pintu dan salam ternyata lolly Tika dan Sinta, mereka bertiga masuk dan bu Imah juga mengajak mereka untuk sarapan bersama. Mereka pun menyantapnya dengan nikmat.
Seperti biasanya sehabis sarapan mereka membersihkan sisa-sisa sarapan dan mencuci piring-piring kotor.
Tak lama rombongan Cogan alias cowok-cowok ganteng pun datang dan mereka pun segera bersiap serta memasukan Bekal-bekal mereka kedalam mobil.
Setelah semua dimasukkan dan tidak ada yang tertinggal mereka segera melajukan ke persawahan.
**
Sungguh sejuk di pandang mata, aroma khas pedesaan sungguh nikmat untuk di hirup. Udara segar yang masih bersih tak terkontaminasi oleh pencemaran.
Seluas mata memandang hanya kehijauan padi-padi yang terhampar terbentang luas di area persawahan ini.
Maka nikmat tuhan mana yang engkau dustai..
Mereka semua menelusuri pinggiran tepian Irigasi, mereka sedang menuju narasumber yang telah di tunjuk oleh pak kades untuk menjelaskan sistem Peririgasian di desa ini.
Setelah sampai diseberang sawah mereka menemui Pak Udin sebagai narasumber yang akan mereka tanyain tentang irigasi disini.
Mereka pun telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pak Udin, dan pak Udin pun menjelaskan satu persatu dari pertanyaan mereka.
Setelah cukup dari sesi pertanyaan mereka pun kembali menelusuri tepian irigasi tersebut bersama-sama dan melihat hijaunya padi yang tertanam di sana.
Tampak apik dan tertata secara rapi, air yang bersih dan jernih mengaliri di sepanjang Irigasi tersebut.
Kata pak Udin itu air berasal dari mata air yang berada di bukit seberang Persawahan tersebut.
Tak hanya ada padi yang masih menghijau namun ada juga sebagian padi yang telah menguning dan siap untuk di panen.
**YANG BERKENAN DENGAN NOVEL AUTHOR JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN
VOTE
RATE⭐⭐⭐⭐⭐
LIKE❓❓❓❓❓❓
KOMEN
YANG TIDAK BERKENAN KONDISIKAN JEMPOL KALIAN
MAKASIH😍🙏🙏**