
Sinar cahaya mentari telah menampakkan diri menyinari bumi, para penghuni rumah telah melakukan segala aktivitas nya.
Hari ini Cempaka ingin ikut ibunya kembali keladang, hari ini panen bergilir di ladangnya bi Endang.
Setelah semua rutinitas selesai para mahasiswi juga bersiap untuk menjalankan tugas-tugas nya.
"Cempaka, hari ini ikut kita-kita ya?" Ajak Biyan kepada Cempaka.
"Maaf kak, hari ini Cempaka ikut ibu lagi keladang." Jawab Cempaka.
Bu Imah yang mendengar anaknya ingin ikut kembali diapun tak bisa menolaknya. Bu imah bertanya kepada anak-anak barunya kemana mereka hari ini menjalankan tugas-tugas nya.
"Emang kalian hari ini kemana?" Tanya bu Imah.
"Kita hari ini jadwalnya di Kantor Desa bu." Jawab Biyan.
"Iya bu, karena hati ini hari Jum'at jadi jadwal kita di Kantor Desa saja." Sahut Sherly.
"Oh, Maaf kan Cempaka ya nak, hari ini dia ingin bantu ibu, apa lagi hari ini giliran di ladang bisnis Endang yang panen." Terang bu Imah.
"Yaudah bu, oh ya Cempaka besok ikut ya? Soalnya besok kita mau ke lingkungan sebelah." Ucap Sintya.
"Insya Allah kak." Jawab Cempaka.
Tak lama datang Lolly dan teman-temannya dan mereka pun berpamitan untuk pergi ke Kantor Desa.
"Bu, kami pamit ya assalamualaikum." Pamit Biyan dan mereka pun pergi.
Sepeninggalan anak-anak barunya bu Imah dan Cempaka juga bersiap untuk tuk berangkat ke ladang, BI Endang sudah menghampiri nya dan mereka pun berangkat bersama.
Seperti biasanya mereka berangkat ke ladang menggunakan sepeda, 30 menit menempuh perjalanan mereka pun sampai dan semua sudah berkumpul.
Bu Imah pergi ke gubuknya untuk mengambil peralatan dan di bawa ke ladang bi Endang.
Setelah semua siap mereka semua memulai pekerjaan, seperti kemaren berkelompok dan memulai dari ladang yang paling belakang dan ladang bi inah berada paling depan.
Sudah tengah hari mereka semua menghentikan pekerjaannya, para bapak-bapak pulang ke rumah karena mereka akan melaksankan sholat jum'at.
Para ibu-ibu sebelum beristirahat dan makan siang mereka mengangkat semua hasil panen dan di kumpulkan dekat ladang bu Riana, setelah semua telah di angsur mereka pun beristirahat dan makan siang bersama di gubuk bu Riana, yah karena setelah beristirahat giliran ladang bu Riana untuk di panen.
Karena hari Jum'at mereka beristirahat cukup lama. Santapan makanan siang pun telah usai dan mereka bercerita satu sama lain.
Disaat bercerita bu Riana bertanya kepada Cempaka kapan dia kembali ke kota.
"Nak Cempaka masih lama ya liburannya?" Tanya bu Riana.
"Nggak bu, minggu ini Cempaka pulang." Jawab Cempaka.
"Oh, hari minggu ya? Sayang ya padahal ibu besok mau ke kota, apa Cempaka mau bareng sama ibu? " Tawar bu Riana.
" Loh bu Riana mau ke kota?" Tanya bu Imah.
"Iya bu, soalnya mau kontrol bapak malam minggunya." Jawab bu Riana.
Iya suami bu Riana, pak Ramlan bulan lalu habis operasi jantung dan bulan ini adalah jadwal untuk kontrol, untuk mengetahui perkembangan hasil dari operasi tersebut pak Ramlan tiap bulan harus kontrol minimal 6 bln.
"Gimana nak? mau tidak besok berangkat bersama ibu saja." Tanya bu Riana.
Cempaka melihat ke arah ibunya dan ibunya hanya menganggukan kepalanya.
"Oh ya kapan berangkatnya bu?" tanya bu Imah.
"Pagi bu Imah, biar gak kesorean nyampe dan ada waktu istirahat sebentar menjelang pergi ke praktek dokternya." Jawab Bu Riana.
"Jam berapa bu?" Timpal Cempaka.
"Jam 7an nak." Jawab bu Riana.
"Gimana nak Cempaka mau tidak bareng ibu aja berangkatnya? gratis kok." Ucap bu Riana.
"Tapi kan sekolah Cempaka di kecamatan nya bu. "
"Ya gak apa nak, toh ibu kan lewat jalan sana menuju kotanya." terang bu Riana.
Cempaka melihat ke ibunya dan meminta pendapat ibunya.
"Gimana bu? Apa boleh Cempaka berangkat sama bu Riana?" Tanya Cempaka.
"Terserah kamu aja nak, tapi sebelumnya jangan lupa beritahu Mila ya? nanti dia nungguin kamu." Jawab bu Imah.
"Baik bu." Ucap Cempaka dan memeluk ibunya.
Di ladang Cempaka sedang merencanakan keberangkatannya ke kota, karena waktu liburnya pun tinggal dua hari lagi.
Namun beda dengan keadaan di kantor desa ada yang sedang gundah gulana beberapa hari tidak melihat senyuman dari gadis pujaan.
Alex yang melihat sahabatnya tak seperti biasanya diapun bertanya.
"Bram, lo kenapa?"
Tak ada jawaban dari si Bram membuat para sahabat keheranan.
"Hei lo kenapa sih bro, dari pulang sholat jum'at tambah kusut aja tuh muka." Ucap Satria.
"Iya ada apa bro, bilang dong kalau bisa di bantu kita bantu kok ya nggak guys." Timpal Bima.
"Oh ya, hari ini Cempaka masih ikut ibunya ke ladang ya Biyan?" Tanya Leo.
Biyan yang merasa dirinya di panggil berhenti sejenak dari kerjaannya.
"Ehmm iya dia ingin bantu ibunya kata dia sih gitu." jawab Biyan.
"Atau jangan-jangan lo galau sob karena Cempaka gak ikut kita ya!" Ledek Rudi.
Bram hanya melihat mereka semua dengan enggan dan menarik nafas dalam.
Karena gak ada juga sahutan dari Bram mereka semua menyelesaikan tugas-tugas mereka di Kantor Desa.
Bram merasa dirinya tidak konsen dalam pekerjaannya, dia selalu termenung gadis yang baru saja menjadi kekasih nya kenapa beberapa hari ini berubah sikapnya.
"Ada apa sih dengan kamu Cempaka."
"Kenapa sikap kamu akhir-akhir ini beda! seolah kamu menjauhiku." Bram seluruh bergumam dalam hatinya.
Diambilnya benda pipih yang tergeletak di meja kerjanya, dan dia pun membuka galeri HP nya dilihatnya foto Cempaka yang sedang tersenyum di tengah sawah.
Bram selalu mengambil foto Cempaka di setiap ada kesempatan.
Dipandangnya satu persatu foto gadis yang telah mengisi relung hati nya dan yang telah memporak-porandakan hati dan pikirannya.
"Kenapa kamu seolah menghindariku, apa aku telah melakukan kesalahan kepadamu? apa aku telah tak sengaja menyakiti hatimu?" Bram terus bergumam dalam hati dan mengelus wajah sangat gadis yang berada di galeri HP nya.
"Lebih baik aku mendapatkan kemarahan secara terangan dari mu dari pada kau terus mendiami ku seperti ini."
Waktu terus berputar waktu pulang pun telah tiba sedangkan Bram terus melamun dan terus bertanya didalam hatinya.
Para sahabat telah membereskan dan merapikan berkas-berkas dan disusun pada tempatnya.
Bu Imah dan yang lain juga telah selesai panen dan hasil panen mereka juga telah di ambil oleh agen langgan mereka masing-masing.
Setelah hasil panen telah di angkut mereka pun membereskan dan menyimpan peralatan mereka di gubuk mereka masing-masing.
Seperti sebelumnya bu Imah Cempaka dan bu Endang selalu pulang bersama dan mereka selalu berhenti bila telah tiba di jembatan untuk membeli hasil tangkapan pak Ibnu.
Setelah membeli ikan bu Imah Cempaka dan bu Endang melanjutkan perjalanan mereka, di perjalanan Cempaka selalu ngobrol bersama ibunya dan Cempaka juga memberitahu ibunya kalau nanti sampai rumah jangan bilang sama yang lain kalau dia besok akan berangkat.
"Bu.."
"Iya kak."
"Cempaka boleh minta tolong gak."
"Tolong apa kak?"
"Nanti sampai rumah ibu jangan bilang-bilang ya kalau kakak besok berangkat."
Bu Imah hanya diam dia tak mengerti kemauan anak semata wayangnya itu.
"Bu.."
"Hmm."
"Emang kenapa dan ada apa kak?"
"Gak ada apa-apa bu, Cempaka cuma gak mau merepotkan mereka saja." Cempaka membuat alasan.
"Jujur sama ibu ada apa kak?"
"Gak ada bu, Cempaka cuma gak mau merepotkan mereka saja cuma itu kok."
"Yaudah kalau itu maumu, tapi apa kamu sudah menanyakan sama nak Bram?"
"Nanya apa bu?"
"Ya nanya yang kemaren, jangan sampai ada kesalahan pahaman nak." Ucap ibu mengingatkan Cempaka.
"Gak perlu lah bu, sekarang Cempaka mau fokus ke ujian nasional Cempaka dulu bu."
"Do'ain Cempaka ya bu, suasana nilai Cempaka bagus untung-untung Cempaka dapat bea siswa ke Universitas.
"Aamiin ya rabbal alamin, ini selalau mendo'akan mu nak." jawab ibu.
"Semoga cita-cita ayah kepadamu tercapai ya nak." Ucap ibu kembali dengan sendu karena dia takut tak bisa mewujudkan cita-cita almarhum terhadap anak yang mereka sayangi.
Mereka pun terus mengobrol dan tak terasa mereka sudah sampai di rumah.
Seperti biasanya bu Imah dan Cempaka masuk rumah melewati pintu samping yang langsung menuju dapur.
"Assalamu'alaikum" Ucap bu Imah dan Cempaka.
"Waalaikumsalam." jawab Sherly yang kebetulan dia berada di depan pintu karena Sherly sedang menyapu.
"Waalaikumsalam." Sahut Sintya dan Biyan yang sedang memasak.
Bu Imah dan Cempaka langsung masuk dan menaruh sayuran kedalam baskom yang sebelumnya dia beri air.
Cempaka langsung menuju ke arah sumur karena dia akan langsung membersihkan ikan-ikan yang di beli ibu Imah tadi.
"Wah dah pada masak nih?" Tanya ibu.
"Iya bu." Jawab Sintya dan Biyan serentak.
"Masak apa nak?"
"Hmm ikan bakar teflon, sambal kecap sama tumis kangkung bu." jawab Sintya.
"Iya bu, tapi gak tau deh enak apa nggak." sahut Biyan.
Cempaka telah selesai membersihkan ikan dan dia pun memasukkan ikan-ikan tersebut ke dalam kulkas.
Setelah membersihkan ikan Cempaka langsung masuk ke dalam kamar dan mengirim sms kepada mila bahwa dia akan berangkat besok pagi bersama bu Riana. setelah mengirim sms Cempaka mengambil handuk dan pakaian ganti dan setelah nya dia langsung pergi mandi.
Ibu juga pergi untuk membersihkan diri karena waktu maghrib akan tiba.
"Yaudah. ibu mau mandi dulu ya! Apa kalian sudah pada mandi?" Tanya ibu.
"Belum bu, setelah beres-beres dan bersihin peralatan kotornya baru mandi." jawab Biyan.
"Nanti aja bersihinnya, kalian mandi aja dulu sudah mau masuk maghrib." Ucap ibu.
Mereka menuruti apa yang dikatakan bu Imah dan mereka pun bergantian mandi.
Adzan maghrib telah berkumandang dan seisi rumah pun melaksanakan sholat maghrib bagi mereka yang melaksanakan.
Karena Cempaka hari ini dia tidak sholat diapun menyiapkan makan malamnya.
Disaat sedang menyiapkan makan malam ada suara mobil di depan rumah dan tak lama pintu pun diketuk.
"Assalamu'alaikum."
Terdengar salam dari luar, Cempaka pun menjawab salam tersebut dan membukakan pintu.
"Waalaikumsalam." jawab Cempaka.
Disaat membuka pintu ternyata Bram yang ada di balik pintu dan mereka pun saling pandang satu sama lain.
"Mari masuk kak." Ucap Cempaka dan mempersilakan mereka masuk.
Setelah mempersilahkan mereka masuk Cempaka kembali ke dapur, Bram yang melihat Cempaka diam diapun mengikuti Cempaka kedapur.
Cempaka menyiapkan segala peralatan seperti piring, sendok, dan gelas dan dia bawa ke ruang tengah tanpa menghiraukan Bram yang ada di dapur, melihat Cempaka menuju ruang tengah Bram pun mengekor dibelakangnya.
Setelah mengantar peralatan makan Cempaka kembali kedapur untuk mengangkat lauk pauk, sayur dan nasi yang ditaruh nya di atas nampan besar.
Bram selalu mengekor mengikuti kemana Cempaka tuju.
Satrio, Bima, Leo, Rudi, Alex yang melihat kelakuan sahabatnya itu pun hanya mampu melongo dan geleng-geleng kepala.
Ibu sudah selesai sholatnya dan menuju ke dapur, dilihatnya kelakuan Bram terhadap anaknya hanya mampu menggelengkan kepalanya.
Disaat Cempaka menuju dapur Bram tetap mengekor, Cempaka ingin mengambil teko air minum dan akan di bawanya ke ruang tengah namun di cegah oleh ibu.
"Kak, liat tuh di ekorin terus sama nak Bram." Ucap ibu dan Cempaka hanya melihat sekilas dan akan melanjutkan kembali kerjaannya tapi lagi-lagi di hentikan ibu.
"Sudah biar ibu yang bawa, mungkin nak Bram mau bicara sama kamu." Ucap ibu dan berlalu pergi keruang tengah.
Saat ibu sampai pintu pembatas ruang tengah dapur Sintya dan Sherly hendak menuju dapur namun dihentikan sama ibu.
"Sudah beres semua, ayo masuk." Ajak ibu.
Sintya dan Sherly pun mengikuti ibu. sedangkan Biyan sudah duduk di tengah-tengah para pujangga.
Di dapur hanya ada keheningan tidak ada yang ingin membuka suara. Karena lama menunggu Cempaka pun berdiri hendak pergi keruang tengah tapi tangannya di tarik sama Bram sehingga tubuh Cempaka terjatuh dipangkuan Bram.
Mata mereka saling bertatap, ada rasa rindu di mata mereka berdua.
Cempaka mencoba menetralisir detak jantung dan perasaanya dia selalu bergumam "Tidak Cempaka dia bukan milikmu"
Berbeda dengan Bram dia terus memandang mata coklat milik Cempaka yang amat dirindukan nya dan dia mengusapkan tangannya di pipi gadis pujaannya.
Cempaka merasa pipinya di usap diapun tersadar dan langsung berdiri.
"Maaf." Ucap Cempaka dan hendak berdiri.
Bram terus melihat Cempaka.
"Ayo kak masuk makan malam nya sudah siap." Cempaka mengajak Bram dan Cempaka berlalu pergi masuk.
Bram masih termenung di dapur saat tersadar Cempaka telah tiada di sana diapun beranjak untuk masuk dan bergumam.
"Ada apa dengamu Cempaka."
Mereka semua telah menghadap hidangan makan malam mereka dan mereka menyantap nya dalam diam.
**Hari ini hari sabtu
Malamnya malam minggu
Cukup disini bab Flowers riders ku
Kitakan lanjut di lain waktu
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
MAKASIH😘**😘