
Seperti biasa sehabis makan Cempaka membereskan dan mencuci piring kotor di dapur dan stelah itu Cempaka langsung masuk kamar dengan alasan dia ingin menyetrika pakaiannya.
Yah Cempaka masuk kamar dan tak menghiraukan Bram dan yang lainnya, dikamar Cempaka memang hendak menyetrika pakaiannya karena esok pagi dia akan berangkat ke kota.
Semua pakaian telah disetrika nya dan tak terasa badannya pegal-pegal dan matapun mengantuk, dia pun langsung naik ke atas ranjangnya dan langsung tertidur pulas.
Di tengah malam Cempaka terbangun karena sesak ingin buang air kecil, Cempaka liat jam weckernya jam 2 dini hari, dia pun langsung menuju kamar mandi untuk membuang hajat.
Selesai BAK Cempaka masuk kamar, karena dia lagi datang bulan makan dia tak melaksanakan sholat sunnah dua rakaat , Cempaka duduk ditepian ranjangnya.
Cempaka berdzikir saat bangun di tengah malam, dimana dzikir ini jjug dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w untuk kita baca.
Bahkan Rasulullah s.a.w menjelaskan bahwa ketika seseorang terjaga dari tidur pada malam hari jika ia berdoa maka akan dikabulkan doanya dan jika bangun kemudian shalat maka salatnya akan diterima oleh Allah ta'ala.
Ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari berikut.
Dari Ubadah bin Shamit Radhiallahu'anhu, dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca:
لا إله إلا الله, وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيء قدير, الحمد لله, وسبحان الله, ولا إله إلا الله, والله أكبر, ولا حول ولا قوة إلا بالله
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir, Alhamdulillaah, wa Subhaanallaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya.
Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia adalah Maha Kuasa atas semua hal. Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Lalu dia berkata:
اللهم اغفر لي
Allaahummaghfir lii.
Ya Allah, ampunilah dosa saya.
Atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya. " al-Bukhari 1103, Abu Dawud 5060, Tirmidzi 3414 dan Ibnu Majah 3878, shahih.
Imam Ibnu Baththal Rahimahullah berkata, "Bagi orang sampai kepadanya hadits ini, sepantasnya dia berusaha mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya (ketika mengamalkannya) untuk Allah Ta'ala."
(Dinukil oleh Imam Ibnu Hajar Rahimahullah dalam kitab Fathul Baari 3/41).
Keterangan:
Imam Ibnu Hajar Rahimahullah berkata, "Perbuatan yang disebutkan dalam hadits ini hanyalah (mampu dilakukan) oleh orang telah terbiasa, senang dan banyak berdzikir (kepada Allah), sehingga dzikir tersebut menjadi ucapan (kebiasaan) dirinya sewaktu tidur dan terjaga, maka Allah Ta ' ala memuliakan orang yang demikian sifatnya dengan mengabulkan doanya dan menerima shalatnya. "(Kitab Fathul Baari 3/40).
Keutamaan mengucapkan dzikir ini juga berlaku bagi orang yang terjaga di malam hari kemudian dia mengucapkan dzikir ini (berulang-ulang) sampai dia tertidur
Imam an-Nawawi berkata, "Orang yang terjaga di malam hari dan ingin tidur (lagi) setelahnya, dianjurkan baginya untuk berdzikir kepada Allah Ta'ala sampai dia tertidur.
Dzikir-dzikir yang dibaca (pada waktu itu) banyak sekali yang disebutkan (dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam), di antaranya, Kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam menyebutkan hadits di atas (kitab al-Adzkaar hal. 79 - cet. Darul Manar, Kairo, 1420 H).
Di antara para ulama ada yang menjelasakan bahwa peluang dikabulkannya doa dan diterimanya shalat pada saat setelah mengucapkan dzikir ini lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya (lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi (9/254).
Tidak ada larangan bagi seorang perempuan yang sedang halangan untuk berdzikir,
Cempaka terus berdzikir dan tak lupa pula dia panjatkan do'a untuk alm. Ayah semoga diberi jannah nya Allah SWT dan untuk ibunya agar selalu diberi kesehatan serta dia berdo'a agar ujiannya nanti lolos dan memuaskan dan dia juga meminta kepada sang khaliq agar dia bisa mendapatkan beasiswa di universitas dalam kota.
Setelah segala doa dan permohon nya disampaikan kepada Allah SWT dia pun segera membereskan pakaian -pakaian nya serta buku-buku kedalam tas.
Setelah semua beres Cempaka hendak keluar untuk mengambil minum, saat dia membuka pintu ibu sudah berada di depan pintu kamarnya hendak mengetuk.
"Eh ibu, kok ada di depan kamar Cempaka?"
" Iya barusan ibu mau ngetuk pintu, kamu sudah buka."
"Apa ada yang ingin ibu bicarakan?"
"Iya kak apa boleh ibu mengatakan sesuatu?"
"Boleh bu, ayok masuk ke dalam kamar Cempaka."
Ibu masuk ke dalam kamar anaknya Cempaka dan duduk di pinggiran kasur anaknya. Ibu terus melihat wajah anaknya dan berkata.
"Nak, ibu cuma mau menyampaikan pesan ayahmu."
Cempaka mendengar kata pesan ayah terenyuh karena dia amat merindukan ayah nya.
"Apa bu?"
"Ayah ingin cempaka jadi dokter spesialis bedah nak."
"Tapi bu, untuk jadi dokter spesialis biaya nya sangatlah mahal bu,"
"Masalah biaya jangan kamu pikirkan nak, insya Allah tabungan ibu dan Ayah khusus buatmu cukup."
"Apa... Ayah memiliki tabungan untuk Cempaka bu?"
Tak terasa air mata Cempaka menetes di pipi mulusnya.
"Iya nak, Ayah selalu menabungkan hasil panen serta sedikit gaji serta bonus yang dia dapat dari Puskesmas selama dia berkerja."
Ibu memberikan buku Tabungan itu kepada Cempaka. Cempaka menerima dan melihatnya dan saldo yang tersimpan cukup untuk masa pendidikan kedokteran sesuai keinginan ayahnya.
"Itu tabungan kami buat pendidikanmu, Ayah sangat menginginkanmu masuk kedokteran."
Ibu berhenti sejenak dan menceritakan cita-cita ayahnya.
"Dulu ayahmu ingin masuk kedokteran tapi keadaan tidak mendukungnya."
"Sebenarnya ayahmu orang yang berduit, semenjak ayahnya meninggal keluarga dari pihak kakek mu menuntut hak harta tersebut."
"Padahal mereka tau kalau harta yang diperoleh kakekmu bukanlah harta keluarga melainkan harta yang kakek dan nenekmu kumpul dari hasil titik keringat mereka."
"Emang kakek kerja apa bu?"
"Kakek mu seorang dokter nak, dan nenek mu seorang bidan desa. Maka dari itu kakek dan nenekmu mengumpulkan rezekinya agar kelak anaknya bisa masuk kedokteran juga."
Kakek dan nenekmu disaat ada rezekinya mereka membeli tanah berhektar-hektar dan di tanami padi, teh serta sayur mayur. "
"Terus kakek meninggal kapan bu?"
"Kata ayahmu kakek meninggal disaat dia SMP. "
"Apa kakek sakit bu?"
"Nggak nak, kakek mu mengalami kecelakaan di saat dia akan mengecek perkebunananya."
Ibu imah pun memulai menceritakan siapa ayahnya sebenarnya.
"waktu itu kakek pergi ke perkebunan namun dalam perjalanan rem mobil kakekmu blong seperti itu yang di katakan polisi saat dalam penyelidikan."
"Terus nenek?"
"Nenekmu mendengar kabar itu sangat terpukul saat itu dia sedang membantu persalinan di desa sebelah."
"Apa lagi ayahmu dia amat kehilangan ayahnya."
"Dua bulan sudah kepergian kakek mu, notaris meminta semua keluarga berkumpul. Notaris datang kerumah dan keluarga pun sudah berkumpul, notaris pun membacakan dan menyatakan kalau tanah-tanah itu sudah atas nama bapakmu, karena tanah-tanah itu emang hasil jerih payah nya beserta istrinya."
Namun adek dari kakekmu mendengar bahwa tanah-tanah itu hak ayahmu mereka tidak menyetujui dan mereka meminta hak mereka kata mereka itu adalah harta dari buyutmu."
"Kok Notaris bisa tahu bu."
Ibu imah hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya melihat anaknya yang tidak sabaran.
"Makanya kalau ibu lagi cerita jangan di putus-putus dulu kak." Ucap ibu dan mengelus kepala cempaka yang sudah berada di pangkuannya.
"Hem maaf" Jawab Cempaka dengan bibir dimanyunkan.
" Notaris itu adalah sahabat kakekmu dia adalah kakeknya Mila ayah dari Pak kades."
"Notaris itu melanjutkan membaca wasiat itu, Notaris itu juga mengatakan kakekmu menyerahkan harta warisan yang ditinggalkan buyutmu yang berupa rumah tua di desa sebelah beserta tanah 2 hektar yang mana itu bagian kakek dari buyutmu untuk adik-adik nya"
"Tapi mereka masih tidak mau, mereka masih menuntut kalau tanah itu milik dari buyutmu. Padahal mereka tau saat buyutmu sebelum meninggal sudah menyerahkan warisan-warisan tersebut kepada anak-anak nya."
"Mereka di bagi merata dari warisan dari buyutmu. Namun ke iri dengkian mereka masih tak terima. Karena mereka adik-adik kakek mu masih berdebat serta istri mereka mengompori maka jadilah pertengkaran."
"Nenekmu melihat adanya pertengkaran nenekmu pun angkat bicara."
Flash back on.
" Kalian tahu betul saat bapak meninggal bapak memberikan warisan tersebut secara merata tapi karena kalian serakah kalian ingin lebih dari apa yang didapat oleh suamiku dan akhirnya suamiku merelakannya, gak apa dia hanya mendapatkan rumah serta 2hektar tanah yang berada dekat rumah itu." ( Ucap nenek Cempaka)
"Dan sekarang kalian setelah suamiku tiada dia masih sempat untuk memberikan haknya kepada kalian. Tapi kalian malah menginginkan harta yang aku dan suamiku rintis!" ( Ucap nenek cempaka dengan marah)
"Kalian memang manusia tak tau berterimakasih." ( Ucap nenek cempaka).
"Hei kak, mana kau tau tanah-tanah yang dimiliki abang kami itu adalah milik dari bapak kami. " ( Ucap adik dari kakek Cempaka).
Ibu Imah menarik nafas nya dalam dan akhirnya melanjutkan ceritanya.
"Mereka tetap tidak menyetujui kalau tanah-tanah itu atas nama bapakmu dan mereka mengancam nenekmu."
"Sudah lama tak mendengar kabar mereka tau-taunya mereka meneror nenekmu dan mengancam akan membunuh bapakmu."
"Bapakmu sempat di culik oleh mereka dan mereka akan mengembalikan bapak mu hidup-hidup jika nenekmu menuruti kemauan mereka."
"Nenekmu sudah melaporkan ke polisi ternyata polisi itu tidak menindak lanjuti karena polisi itu berkerja sama dengan mereka."
"Akhirnya nenek minta pendapat sama sahabat kakekmu itu dan sahabat kakekmu itu menyarankan untuk melaporkan ke polisi dan nenekmu sudah mengatakan kalau nenek sudah lapor tapi tidak ada kemajuan."
"Seminggu sudah bapakmu di culik, akhirnya nenek pasrah dan disaat mereka menelpon nenekmu. Nenekmu meminta mereka datang. Mereka datang begitu pula sahabat kakekmu yang jadi Notaris itu, akhirnya nenekmu rela menyerahkan harta kakekmu kepada mereka. Merekapun akan menyerahkan bapakmu yang kelihatan kurus tak terurus."
"Di hadapan notaris itu mereka mengatakan walau tanah dan rumah ini sudah menjadi milik mereka nenek dan bapakmu bisa tinggal di rumah itu."
Namun omongan mereka hanyalah swkwdar omongan belaka tidak sesuai dengan kenyataannya. "
"Setelah tanah-tanah itu menjadi milik mereka dan setelah penanda tanganan selesai nenek serta ayahmu di usir dari rumah mereka."
"Nenek dan ayahmu pergi dengan membawa pakaian seadanya. Nenekmu rela kehilangan harta benda asal tidak kehilangan ayahmu."
"Sebelum nenekmu ke luar dari rumah itu nenekpun berkata."
"Bersenang lah kalian di atas harta suamiku, seumur hidupku tak akan meridhoi nya kelak harta ini pula yang akan menghancurkan hidup kalian." (Ucap nenekmu dengan rasa sakit di hatinya).
Ibu Imah terus bercerita dan menitikkan air matanya.
"Nenek mu pergi ketempat sahabatnya Notaris tersebut dan Notaris itu pun membantu nenekmu."
"Yah ternyata Notaris tersebut tidak memasukkan segalanya kedalam isi wasiat itu, entah mengapa sahabat kakekmu itu merasa akan ada masalah bagi anak dan istri sahabatnya.
Notaris itu bercerita kalau kakekmu sebenarnya ada membeli tanah perumahan serta sawah dan ladang di daerah lain yaitu daerahnya sahabat kakekmu ini"
"Kakek mu juga meninggalkan buku tabungan untuk nenek dan bapakmu dan isi tabungan itu hasil dari ladang dan sawah ini dan juga sekian persen dari hasil dari tanah-tanah kakek yang dirampas itu."
"Ya rumah sawah dan ladang yang sekarang kita olah ini warisan dari kakekmu yang dibeli tanpa sepengetahuan nenekmu."
"Nenek kan bides bu, apa nenek pindah kesini masih menjadi bides?" Tanya Cempaka yang penasaran.
"Iya nenekmu sebelum pindah ke daerah ini dia tinggal di kontrakan dari keluarga istri sahabat kakekmu itu sambil mengurus surat perpindahan tugas."
"Nah kan nenek sudah ada sawah dan ladang kenapa nenek gak lanjutin ayah ke kedokteran bu?"
"Karena tabungan nenek tidak cukup untuk memberikan pendidikan ayah mu ke kedokteran."
"Setelah SK nenekmu keluar nenekpun bertugas di desa ini, dia juga membuka praktek di rumah, nenekmu kadang tidak mau nerima uang dari orang yang tidak mampu."
"Dengan kejadian itu ayah pun mengambil hikmahnya dan ayahmu juga membuat tabungan untuk pendidikan mu."
"Bu, kok ibu tau apa ayah yang menceritakan kepada ibu?".
" Iya kak sebagian ayah yang cerita dan lebih banyak nenekmu bercerita kepada ibu, bahkan nenekmu juga menunjukkan foto-foto keluarga ayahmu kepada ibu."
Bu Imah terdiam sebentar dan setelah itu dia melanjutkan ceritanya.
"Kata nenekmu kelak jika anak cucunya bertemu dengan keluarga itu biar tau dan jika anak cucunya saling menyukai maka supaya jangan sampai ada pernikahan sedarah."
Bu Imah melihat jam telah jam 4.15 subuh dan tak terasa begitu lama dia berada di dalam kamar anaknya.
"Nak apa baju-baju dan buku-buku sudah di masukkan semua?"
"Sudah bu, bu apa bu Riana ada nelpon ibu?"
"Oh iya ada tadi SMS dari bu Riana katanya nanti berangkat jam setengah sembilan kak, katanya dia ada urusan ke desa sebelah dulu."
"Kalau gitu lagi kita ke makam ayah dulu yok buk, Cempaka kangen sama ayah."
"Iya kak besok kita ke makan ayah dulu." Jawab bu Imah sambil mengusap rambut anaknya.
Suara adzan subuh pun berkumandang bu Imah pun keluar dari kamar Cempaka.
"kak ibu sholat subuh dulu ya, kakak buat sarapan nasi goreng aja ya?"
"Oke bu,"
Cempaka pun keluar kamar dan menuju dapur bersama ibunya. Ibu menuju kamar ma di untuk mandi dan berwudhu dan Cempaka mulai meracik bumbu untuk nasi goreng.
Setelah bu Imah selesai sholat dia pun menuju dapur dan langsung meracik bumbu gulai, yah rencananya bu Imah akan menggulai pucuk ubi dan ayam rica-rica untuk makan siang anak-anak barunya.
Pagi pun menjelang semua berkumpul untuk sarapan nasi goreng.
Setelah selesai sarapan Biyan dan kawan-kawan akan pergi ke desa sebelah.
Akankah Cempaka akan memberitahukan Bram atas keberangkatannya? ikutin terus ceritanya ya riders Flowers.
**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN
VOTE
RATE
LIME
KOMEN
💖💖MAKASIH ATAS KESETIAANNYA KEPADA FLOWERS 💖💖**