
Tak semua padi di persawahan ini akan siap di panen, di bagian sebelah selatan banyak padi yang akan siap di panen, para petani disibukan menjaga padi-padinya dari para hama yang akan menggagalkan panennya.
Semua peserta KKN yang bertugas di desa ini satu persatu telah malaksanakan tugas-tugas mereka dengan apik.
Mereka semua masih menyusuri tepian-tepian irigasi. Sekali kali mereka pun duduk di pinggiran tepian tersebut dan menjuntai kan kaki mereka serta memainkan air dengan kaki-kaki mereka.
Terasa sejuk yang mereka rasakan sehingga dapat mengundang mereka untuk mandi di sana, namun mereka masih memiliki rasa malu dan mereka hanya mencuci wajah mereka disana.
Cempaka yang berdiri dekat pintu perairan Irigasi hanya tersenyum melihat mereka semua, seperti terlihat kebahagiaan tersendiri bagi mereka..
Bram yang melihat Cempaka berdiri sedikit menjauh dari mereka, diapun mendekat ke tempat Cempaka berdiri.
"Kenapa kamu berdiri sendiri disini?. " Ucap Bram dan membuat Cempaka terkejut.
"Ehmm gak apa kak, Cempaka sedikit berteduh aja." Jawab Cempaka dengan senyuman.
"Cempaka," Panggil Bram.
Cempaka pun melihat ke arah Bram dan dia hanya tersenyum dan menjawab.
"Iya kak ada apa." Jawab Cempaka.
"Kakak boleh tanya gak." Ucap Bram dengan ragu.
"Tanya apa kak." Cempaka menjawab dan menunggu pertanyaan dari Bram.
"Kamu masih sekolah ya? Kelas berapa? dimana?" Tanya Bram beruntun namun pertanyaan sesungguhnya bukan lah itu.
"Iya kak, Cempaka masih sekolah, kelas tiga SMA di Kecamatan sebelah " Jawab Cempaka
Karena lama berdiri Cempaka pun duduk di tepian Irigasi dan mengayunkan kakinya di air sehingga terciptalah riak-riak di air tersebut.
Melihat Cempaka duduk Bram pun ikut duduk tepat di samping Cempaka. Cempaka yang kaget melihat Bram duduk disampingnya merasa gugup dan ada getaran di jantungnya.
Begitu pula dengan Bram ada getaran dan deguban kencang di jantungnya. Untuk menghilangkan kecanggungan Bram meraih air dan di cipratkan ke arah Cempaka.
Cempaka merasa di usilin sama Bram dia pun ikut mencipratkan air ke arah Bram juga. Akhirnya mereka pun sama-sama bermain air dan ketawa bersama.
Asiknya mereka bermain air bersama tak terasa pakaian mereka basah, dan rombongan mereka ternyata sudah tak berada di sana.
Mereka berdua merasakan suasana sepi dan mereka melihat ke arah dimana teman-temannya berada sudah tidak berpenghuni.
"Wah kak kemana mereka ya?." Tanya Cempaka.
"Hmm entahlah." Jawab Bram enteng dan mengidikkan kedua bahunya.
Bram mencoba memberanikan diri nya untuk mengungkapkan perasaan nya sama Cempaka.
"Cempaka, apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Bram.
"Belum kak kenapa?" Jawab Cempaka dan berusaha untuk berdiri.
Bram melihat Cempaka berdiri ia pun ikut berdiri.
"Cempaka kakak suka sama Cempaka, Cempaka mau nggak jadi pacar kakak?" Ucap nya dengan waswas takut jika Cempaka menolaknya mentah-mentah.
"Kenapa kakak suka sama Cempaka?" Cempaka bertanya kepada Bram.
"Gak tau kenapa." Jawab Bram singkat.
"Loh gak tau kok bisa suka sama Cempaka." Jawab Cempaka.
"Ya gak tau kenapa kakak suka sama kamu, emang menyukai itu harus punya alasan!" jawab Bram.
"Ya kan setidaknya kita menyukai seseorang itu harus tau sukanya karena apa?" Tanya Cempaka dengan senyuman.
"Gak tau lah, cuma yang kakak rasakan kakak suka sama kamu, senyuman kamu, wajah kamu, selalu terbayang-bayang di mata kakak, dan kakak merasa nyaman dekat dengan kamu, hanya itu yang kaka rasakan." Bram menjelaskan kepada Cempaka.
"Kamu mau nggak jadi pacar kakak?" Tanya Bram sambil bersimpuh depan Cempaka dan memegang kedua tangan Cempaka.
Cempaka kaget diam dan tak bisa berkata apa-apa. Sesungguhnya diapun menyukai Bram sewaktu pertama kali bertemu di Balai Dasar tempo hari.
Bram masih di posisi bersimpuh dan menggenggam erat tangan Cempaka sembari was-was menunggu jawaban dari Cempaka.
Cempaka terus melihat mata Bram dan Cempaka melihat ada keseriusan di sana, dia mematung kan dirinya, Bram mencoba menggenggam erat tangannya lagi dan itu membuat Cempaka tersadar dan dia pun hanya menganggukkan kepalanya tanda dia menerima Bram.
Bram yang merasa belum ada jawaban yang jelas dari Cempaka dia pun bertanya kembali kepada Cempaka.
"Apa kamu Terima aku jadi pacar kamu?" Tanya Bram kembali.
Cempaka pun tetap menganggukkan kepala nya dan dia menjawab "Iya" dengan senyuman yang mengembang serta menampakkan dua lesung di pipi kiri dan kanan nya.
Bram yang merasa perasaannya diterima dia pun berdiri dan berteriak serta melonjak dengan riang.
"Yess.. Makasih." Jawabnya dengan bahagia dan hendak memeluk Cempaka namun Cempaka memundurkan dirinya.
Mereka pun akhirnya menyusul teman-temannya yang ternyata sudah berada di gubuk.
Karena matahari sudah menjulang tinggi perut pun sudah mengeluarkan alunan musik keroncong dan drumband menandakan minta di isi amunisi, para lelaki mengambil bekal-bekal mereka yang masih berada di mobil.
Setelah para lelaki berkumpul kembali dengan tentengan di tangan-tangan mereka, para gadis juga membentang karpet plastik dan menata piring serta air mineral cup di atas sana sedangkan makanan sengaja masih mereka tutup agar tidak terlalu dingin nantinya.
Bram merasa tak melihat ada Cempaka dan Biyan dia pun bertanya keberadaan mereka.
"Loh.. Kemana Cempaka dan Biyan." Tanya nya sambil melihat kiri dan kanan mencari keberadaan dua cewek kesayangannya.
"Oh.. Mereka pergi ke ladang bu Imah di seberang sana untuk memanggil bu Imah dan bu Endang untuk makan siang bareng kita." Jawab Sinta.
"Iya mereka juga katanya mau ambil mentimun dan kol gitu buat nambah lalapan kita." Tempat Sherly.
Mereka pun menunggu Cempaka, Biyan, bu Imah dan bu Endang sambil bercerita-cerita.
"Gimana Bro.. kenapa tadi elo ma Cempaka lama banget ke gubuk!" Tanya Bima sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Iya nih kenapa kalian berdua tadi bisa berpisah dari kita sih." Tungkas Lolly.
"Kalian ngapain aja tadi sampe telat nyusul kita." Tanya Tika
"Gimana Bro, jadi tadi?" Tanya Alex.
Bram yang mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari sahabat-sahabatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan dia pun juga bertanya kepada Bima secara ternyata Bima menyukai Mila sahabat Cempaka anaknya pak Kades.
"Nah lo sendiri gimana bro?" Ucapnya sambil memainkan matanya.
Sintya yang melihat seperti teka teki itupun ikut bertanya.
"Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua hah?" Tanya nya intimidasi.
Lolly tau kalo Bima menyukai Mila dia pun ikut menyudutkan Bima.
"Iya nih Bima gimana kelanjutannya di terima nggak?" Tanya nya.
"Ayoo jawab!" ucap Sherly, Sinta, Sintya, Lolly dan Tika bersamaan.
Mila yang berada di antara mereka hanya terdiam karena tidak tau mereka sedang bahas apa.
Bima yang melihat ke arah Mila yang sedang terdiam dengan kebingungan dia pun angkat bicara.
"Tanya aja ma orangnya." Jawab Bima dan mengarahkan pandangannya ke arah mila dan mereka semua mengikuti arah pandangan Bima..
Mila yang merasa semua mata melihat ke arahnya bingung.
"Eh kok pada ngeliatin Mila.'' Ucapnya Malu
"Gimana Mila apa kamu dan Bima sudah jadian?" Tanya Lolly tanpa basa basi alias to the point.
"Iya Mila apa Bima sudah nembak kamu?" Tanya Satria yang sedari tadi hanya diam dan sibuk dengan camera HP nya saja.
"Eh.. Emmm kok nanya nya ke Mila sih kenapa gak langsung nanya sama kak Bima nya .." Jawab mila malu.
"Kalian berdua ini sama aja di tanya malah saling melempar." Ketus Alex.
"Iya gue dah nembak Mila kemaren puas." Jawab Bima.
"Jadi kamu Terima gak Mila." Tanya Lolly.
Mila hanya menganggukkan kepala dan terlihat malu.
"Lo nembaknya dimana Bro?" Tanya Rudi.
"Iya ya.. Secara kan kita jarang nampak elo berdua ma Mila." Ucap Satria.
"Kemaren waktu kita lagi peninjauan ke Irigasi.'' Jawab Bima cengengesan.
Rudi baru sadar kalau baju Bram basah dia pun langsung bertanya.
"Nah lo sendiri Bram, kenapa lo basah-basahan jangan bilang lo mandi tadi?" Ucapnya.
Sherly pun juga mengingat kalau baju Cempaka juga basah.
"Eh Iya ya.. Baju Cempaka tadi juga basah." Timpal Sherly.
"Iya juga ya.. Ngapain kalian berdua tadi?" Tanya Alex.
"Jangan bilang ya bro kalian m andi berdua di irigasi tadi!." Tungkas Bima.
"Atau kalian berdua udah jadian ya.." Ucap Radit.
Disaat Bram akan menjawab bu Imah dan yang lain datang dan mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum." Bu Imah mengucapkan salam dan mereka serentak menjawab
"Waalaikumsalam."
"Udah pada makan." Tanya bu Endang.
"Belum bu.." Ucap Sherly dan Lolly serentak.
"Yaudah nih mentimun, Kacang panjang dan kolnya." Ucap bu Imah dan menaruh sayuran tersebut di atas salah satu piring.
Mereka para gadis pun membuka rantang-rantang dan bakul yang berisi nasi. Mereka juga mengisi piring-piring yang ada dengan nasi.
Mereka semua menyantap makan siang mereka di tengah-tengah sawah dan di iringi dengan hembusan angin yang menambah kenyamanan bagi mereka semua.
💟💟💟
Maaf jika karya author tidak berkenan di hati kalian ya, maklum masih tahap belajar.
jangan lupa beri dukungannya.
VOTE
LIKE
RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
KOMEN
Karena dukungan dari kalian merupakan penyemangat buat author.
Makasih🙏🙏🙏