
Mentari pagi menyinari bumi pedesaan nan asri, udara segar yang belum ternodai menjadi simbol keasrian sebuah pedesaan.
Bukannya penduduk desa tak memiliki kendaraan roda empat, mereka lebih menikmati jika di kampung mereka berpergian ke sawah maupun ladang menggunakan kendaraan roda dua seperti motor atau pun sepeda.
Hamparan hijau terbentang luas eksotis nya panorama pedesaan. Para petani pagi-pagi sudah berkutat di sawah maupun ladang mereka, ibarat pepatah jangan sampai rezeki di patuk oleh ayam itulah yang mereka tanamkan.
Mayoritas penduduk desa merupakan seorang petani dan rezeki mereka berada di sawah dan ladang sehingga mereka dengan giat mengelolanya.
Bu Imah dan Cempaka hari ini pergi ke ladang mereka untuk memanen sayuran. Cempaka sengaja hari ini ikut dengan ibunya untuk membantu walau sebenarnya diladang sudah banyak yang membantu. Yah di pedesaan masih memegang sistem gotong royong antar sesama petani.
Saling gotong royong yang mereka terapkan dapat membantu meringankan pekerjaan sesama mereka.
Sesampai di ladang para ibu-ibu dan bapak-bapak sudah berkumpul untuk memanen hasil tanaman mereka.
Mereka memanen hari ini di bagi-bagi kelompok agar semua dapat diselesaikan pada hari ini.
Tanpa menunggu waktu lama mereka segera melaksanakan pekerjaan mereka secara bersamaan dari satu ladang keadang yang lain.
Setiap kelompok di bagi menjadi 12orang atau lebih ( bapak-bapak ikut membantu) untuk 6 ladang per hari, pertama mereka melakukan di ladang paling belakang terlebih dahulu, ladang bu Imah berada di tengah-tengah.
Berbagai macam sayuran yang mereka panen , dari Kol, wortel, kangkung, bayam, daun bawang dsb. Biasanya waktu yang mereka butuhkan satu hari untuk menyelesaikan panen mereka, para tengkulak atau para juragan akan standby sore hari jam lima untuk membeli dan mengangkat hasil-hasil panen tersebut.
Tak jarang pula bagi petani yang memiliki mobil pickup langsung menjual sendiri ke agen-agen mereka dipasar induk.
Mereka tak pernah merasa lelah mengerjakan semuanya apa lagi dikerjakan secara bersamaan. Matahari telah tegak lurus menandakan waktu telah siang. Mereka semua berhenti sejenak untuk beristirahat.
Mereka beristirahat di pondok-pondok dan mereka menyantap makan siang yang mereka bawa dari rumah, setelah makan siang usai mereka semua tak pernah melupakan kewajiban mereka kepada sang kuasa pemberi rezeki.
Mereka beristirahat selama kurang lebih 45 menit. setelah itu mereka melanjutkan lagi pekerjaan mereka. Sekarang giliran ladang bu Imah.
Hasil panen bu imah kali ini lumayan banyak cukup buat tabungan anak semata wayangnya ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Bu Imah memiliki ladang seluas 1ha , Ladang bu imah di tanami kacang panjang, mentimun kangkung, bayam, jagung, wortel, kentang dan cabe.
Hari ini bu Imah memanen mentimun, kacang panjang, kangkung, bayam dan cabai. Sedangkan jagung, wortel dan kentang belum siap untuk di panen.
Karena dikerjakan bersama maka semua cepat terselesaikan.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai dengan cepat kerjaan kita kali ini." Ucap bu Sri.
"Iya bu, karena kita mengerjakan bersama maka pekerjaan yang kita anggap berat jadi ringan." Sahut bu Irma.
"Alhamdulillah hasil panen kita kali ini lumayan meningkat dari sebelumnya." Ucap bu Imah.
"Iya bu Imah, alhamdulillah." Ucap mereka serentak.
Dan mereka bergotong royong kembali membawa hasil panen mereka ke pinggir jalan agar nanti para juragan yang akan membeli tidak masuk terlalu dalam.
Mereka mengangkat hasil panen dengan menggunakan gerobak tradisional maupun modern. Disusun semua hasil panen di atasnya dan mereka berduyun-duyun mengangkutnya.
Setelah semua sudah terkumpul di pinggiran jalan dan para agen atau juragan sudah berjejer disana untuk menimbang dan mengangkut semuanya kedalam mobil mereka.
Waktu pun telah sore mereka semua membereskan semua peralatan mereka dan mereka simpan di gubuk mereka masing-masing.
Sebelum pulang bu imah dan Cempaka melaksanakan sholat ashar yang telah lewat.
"Ayo kak kita pulang," Ajak bu Imah.
"Apa semua udah kita bereskan bu? " Tanya Cempaka.
"Udah kak, dan nih bawa sayuran buat masak di rumah nanti." Ucap bu Imah dan menyuruh Cempaka untuk membawa sayuran yang akan di bawa.
Bu Endang menghampiri mereka dan mereka pun pulang bersama.
Makan siang hari ini buat anak-anak Mahasiswa-mahasiswi, bu imah masak sama saat subuh tadi. Cempaka merasa tenang untuk membantu ibunya memanen hari ini dengan tidak tergesa-gesa pulang buat masak.
Seperti biasa setiap pulang melewati jembatan dan jika bertemu dengan pak Ibnu bu Imah selalu berhenti untuk membeli hasil tangkapannya.
Cempaka dan bu Imah sampai rumah saat adzan maghrib berkumandang. Seperti biasa jika sama lain rumah bu Imah dan Cempaka langsung menuju ke pintu dapur.
"Assalamu'alaikum.'' Bu Imah dan Cempaka mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam." Jawab Biyan yang tengah menggoreng ikan.
"Eh ibu dan Cempaka dah pulang." Ucap Sherly yang baru keluar dari kamar mandi dan segera menyalami bu Imah.
"Iya nak." Jawab bu imah dan meletakkan ikan yang dia beli tadi ke dalam ember.
"Maaf kak, kita telat pulang dan gak bantu masak." ucap Cempaka kepada mereka yang ekadame di dapur dan Cempaka mendekat ke Biyan.
"Gak papa Cempaka, sekali-kali kita masak sendiri hehehe." Jawab Biyan.
"Yaudah sana pada bersih-bersih dulu, stop masaknya, adzan maghrib dah lewat." titah bu imah kepada Biyan dan yang lain.
"Bentar bu, dikit lagi nanggung nih." Jawab Biyan dan terus menggoreng sisa ikan.
"Yaudah kalau gitu ibu mau bersih-bersih dulu, kak sana bersih-bersih juga ntar lewat maghrib nya." Ucap bu blm ah dan memerintahkan kepada Cempaka untuk tuk segera mandi.
"Iya bu, kak Cempaka mandi dulu ya." Ucap Cempaka kepada Biyan yang sedang menggoreng ikannya.
"Iya Cempaka kebetulan kakak hari ini lagi off sholat kok hehe." Jawab Biyan dan kebetulan saat ini dia lagi datang bulan.
Cempaka langsung pergi menuju kamar untuk mengambil handuk dan pakaian ganti setelah itu dia langsung menuju kamar mandi satunya.
Setelah menunaikan sholat maghrib bu imah menuju dapur dan melihat apa yang dimasak oleh anak-anaknya.
"Masak apa nih kalian?" Tanya bu Imah kepada Biyan dan Sherly.
"Rencananya sih mau sambal ikan bu." Jawab Biyan.
"Iya bu, kita masak sambal ikan dan sayur bening bayam campur wortel sama jagung bu, tadi kita beli di pasar." Ucap sherly.
"Kalau sayur lain kali gak usah beli ya nak, tunggu ibu pulang aja." Ucap bu Imah dengan penuh kelembutan.
Masakan makan malam ala Biyan. Sherly dan Sintya pun selesai.
Setelah makanan di hidangkan lara cowok pun berdatangan dan mereka pun menyantap makan malam mereka dengan penuh syukur.
Siang-siang nonton film india
Jangan lupa cemilannya
Siang ini flowers update terbarunya
jangan lupa dukungan dan jejaknya.
**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAKNYA
VOTE
RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
LIKE ❓❓❓❓❓
KOMEN**