
Sebuah Desa dengan panorama yang sejuk indah dan masih terjaga keasriannya.
Bu Imah memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik dan merupakan bunga desa di Desanya, ya Cempaka nama ank dari ibu Imah,
Banyak Para pemuda bahkan para lelaki hidung belang ingin memilikinya, namun tak satupun yang berhasil mendapatkan hatinya.
Suatu hari ada sekelompok anak dari kota yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di desa Cempaka.
Pak Kades setempat menyarankan beberapa rumah warga untuk bisa menerima anak-anak KKN tersebut menumpang di rumah warga selama KKN dilaksanakan.
Salah Satu Rumah Warga Yang Menjadi Tempat Untuk Anak KKN adalah rumah Bu Imah.
Cempaka di suruh Buk Imah ke Balai Desa untuk menemui pak Kades dan menanyakan perihal mahasiswa yang akan menumpangi menempati rumahnya.
Sesampainya Cempaka di Balai Desa semua mata memandang ke arahnya seakan terhipnotis akan kecantikkannya.
Peserta KKN terdiri dari 12 orang 6 laki-laki dan 6 perempuan.
Cempaka pun segera mendekatkan diri ke Pak Kades.
"Assalamu'alaikum, Pak Kades." Salam Cempaka
"Waalaikumsalam, Cempaka." Balas Pak Kades.
"Maaf Pak kades, Cempaka di suruh ibu kesini perihal mahasiswa yang akan menumpang menempati rumah kami." Ucap Cempaka dengan sopan dan senyuman manisnya.
"Iya Cempaka, ini kamu ajak mereka kerumah kamu dan tolong juga antar sebagian dari mereka ke rumah bu Endang ya?" jawab pak Kades seraya menunjukkan Mahasiswa perempuan yang akan menumpang di rumah Cempaka dan rumah bu Endang tetangganya.
"Oh, baik pak.. Kalau gitu Cempaka pamit ya pak? Mari Kakak-kakak ikut saya." Pamit Cempaka kepada Pak Kades dan mengajak para mahasiswi tersebut untuk kerumahnya.
"Makasih Cempaka." Ucap Pak Kades.
"Sama-sama pak." Jawab Cempaka dan segera dia keluar dari balai Desa serta tak lupa pula Cempaka menganggukkan kepalanya kepada mahasiswa di sana dengan senyuman manis terlihat sepasang lesung pipit di pipinya yang menambahkan aura tersendiri.
Tanpa di sangka para mahasiswa yang melihat Cempaka tak ada yang berkedip dan salah satu dari mereka berpura-pura memainkan ponsel namun dia memotret wajah Cempaka.
Di perjalanan Cempaka berkenalan kepada semua Mahasiswi tersebut, Setelah berkenalan mereka berbagi, tiga orang ke rumah cempaka dan tiga orang ke rumah bu Endang.
Bu Endang seorang janda tanpa anak, semenjak sang suami meninggal dia tak ingin untuk menikah lagi sehingga dia tinggal di rumahnya sendirian.
Sama halnya dengan ibu Imah namun bu Imah memiliki Cempaka dalam hidupnya.
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai, Cempaka mengantar sebagian dari mereka ke rumah bu Endang dan Cempaka mengetuk rumah bu Endang.
Tok tok tok ( Cempaka mengetuk pintu rumah bu Endang)
"Assalamu'alaikum bi.." Salam Cempaka namun tak kunjung mendapat balasan dari si pemilik rumah.
"Assalamu'alaikum.." Ucap salah satu Mahasiswi ikut memanggil penghuni rumah.
Berulangkali Cempaka mengetuk dan mengucapkan salam namun tetap sama tak ada sahutan.
Karena tak juga ada sahutan dari bu Endang Cempaka membawa mereka semua ke rumah Cempaka.
"Ehmm... Kak sepertinya bi Endang lagi gak di rumah, mari istirahat di rumah saya aja dulu." Ajak Cempaka kepada mereka semua dan mereka pun mengikuti langkah Cempaka.
Karena jarak rumah Cempaka dan bu Endang hanya di batasi oleh pohon mangga, jambu dan rambutan maka mereka tidak memerlukan waktu lama untuk melangkah.
Saat menuju rumah Cempaka mereka tidak melewati depan rumah melainkan melewati arah samping yaitu melewati pohon buahnya sehingga itu menarik perhatian para mahasiswi tersebut.
"Wah.. Jambunya buahnya banyak sekali." Ucap Berliana salah satu mahasiswi
"Wah iya nih kita duduk di sini aja dulu yuk." Ucap Siska.
"Cempaka.. ini pohon buah milik kamu atau bu Endang." Tanya sherly
"Punya ibu saya kak." Jawab Cempaka.
"Ayo kak ke rumah dulu." Ajak Cempaka kepda mereka namun mereka semua masih ingin duduk di bawah pohon buah.
"Entaran ajalah Cempaka, kita duduk disini aja dulu." Sahut Lolly.
"Iya Cempaka, kita duduk-duduk disini dulu yuk." Sahut Sintya
" Hemm enaknya nih bikin rujak apa lagi sore-sore gini." Ucap tika sambil memetik buah jambu.
"Yaudah kak, kalau gitu Cempaka ambilkan bahan buat rujak nya ya." Ucap Cempaka dengan senyuman, seolah dia mengetahui keinginan dari tamunya maka diapun masuk kedalam rumahnya.
Cempaka pun berlalu menuju ke rumahnya.
"Assalamu'alaikum." Salam Cempaka ketika hehe dak masuk rumahnya.
"Waalaikumsalam." Jawab bu Imah dan bu Imah pun melangkah menuju pintu celingukan namun dia tak menemukan apa yang dinantikan.
Bu Imah memanggil Cempaka dengan kak karena dulu Cempaka sempat akan mempunyai adik namun Allah lebih sayang kepada adiknya.
"Ada buk tuh lagi duduk-duduk di bawah pohon jambu." Jawab Cempaka.
"Kenapa gak di suruh masuk dulu istirahat." ucap Bu imah.
"Pada gak mau buk, kakak udah ngajak mereka masuk namun pada gak mau." jawab Cempaka sambil terus jalan menuju dapur dan mencari bahan untuk membuat rujak.
"Oh ya buk, kita masih ada kecap gak buk." Tanya Cempaka sambil mencari keberadaan kecap.
"Dah habis kak, buat apa sih kak." Jawab bu Imah.
"Untuk buat rujak bu, kakak-kakak itu kepingin buat rujak katanya." Jawab cempaka.
"Pakai gula merah aja tuh ada di dalam topless di bawah meja kompor." Ucap Bu imah seraya menunjuk keberadaan si gula merah.
Cempaka pun mengambil garam, gula merah, pisau, baskom berisi air dan baskom bersih, dia juga melihat ada kacang tanah sedikit lalu diapun menggoreng nya.
Setelah semua siap Cempaka menuju kebelakang rumah untuk memetik cabe rawit dan mencucinya, Cempaka pun menuju ketempat dimana para teman barunya tadi duduk.
"Maaf kak, lama menunggu." Ucap nya.
"Gak apa Cempaka, nih kita udah petik buah jambu, mangga, dan kedondong." Ucap Berliana.
"Oh ya Cempaka tapi itu kedondong di depan rumah Bu Endang kita ambil." Ucap Sherly cengengesan.
"Iya gak apa kak, nanti Cempaka bilang ke bik Endang." Jawab Cempaka.
Mereka semua mengupas buah-buahannya dan mencucinya kedalam baskom yang berisi air.
"Keg nya ada yang kurang deh." Ucap Sintya.
"Apa tya." Jawab Loly.
" Hemm ( tya melihat sekeliling dan akhirnya dia menemukan apa yang dimaksudkan) nah itu dia." Ucap Sintya seraya menunjuk sesuatu yang dia lihat.
" Gila lo.. Itu nenas orang tau tya." Ucap Lolly setelah melihat apa yang ditunjuk oleh Tya.
Mereka semua pun melihat kearah yang ditunjuk oleh tya.
"Oh itu nenas pak Udin kak, bentar biar Cempaka pinta ke pak Udin nya." Ucap Cempaka dan dia pun berlalu menuju kerumah pak udin.
"Assalamu'alaikum pak Udin." Salam Cempaka kepada pak Udin yang kebetulan juga sedang ada di kebunnya.
"Waalaikumsalam neng Cempaka, ada apa neng?." Tanya pak Udin tetangga Cempaka yang berada di depan rumahnya.
"Ehmm.. pak Udin, Cempaka boleh minta nenas nya satu nggak?" Mohon Cempaka dengan senyuman.
"Ehmm ( pak Udin melihat Cempaka dengan heran karena pak udin tau kalau Cempaka gak suka dengan nenas) tumben neng Cempaka minta nenas." Tanya pak Udin.
"Bukan buat Cempaka pak, tapi buat kakak-kakak itu." Ucap Cempaka sambil menunjukan sekelompok anak Mahasiswi itu kepada pak Udin.
"Oo lagi ada tamu toh neng Cempaka," Tanya nya.
"Iya pak, mereka tamu di Desa kita dari kota." Jawab Cempaka.
Pak udin pun masuk kedalam rumah dan mengambil tiga buah nenas yang tadi dia petik dan menyerahkan sama Cempaka.
"Ini neng, tadi bapak petik." Ucapnya dan memberikan kantong plastik berisi nenas kepada Cempaka.
"Makasih pak." Jawab Cempaka dan mengambil kantong plastik yang berisi nenas dan Cempaka pun pamit.
Kalau gitu Cempaka pamit pulang dulu pak. Assalamu'alaikum." Ucapnya lagi.
"Waalaikumsalam." jawab pak Udin.
Cempaka pun pulang dan menuju kemana para temannya berada, ternyata disana ibu dan bik Endang sudah ikut bergabung duduk dan dia pun menyerahkan nenas tersebut.
Bik Endang mengupas nenas dan mencuci bersih, sedangkan ibunya yang membuat bumbu rujaknya, jadilah mereka semua memakan rujak di sore hari di bawah pohon jambu.
**JANGAN LUPA DUKUNGANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK NYA YA
RATE⭐⭐⭐⭐⭐
LIKE❓❓❓❓❓
KOMEN
VOTE**