FLOWERS

FLOWERS
PERSAHABATAN



Pak Adi seorang Mantri Desa. Pak Ramlan seorang staf Desa, pak Arman seorang guru SD dan pak Raka seorang Kades.


Mereka berempat bersahabat sejak SMA, SMA mereka sama dengan SMA anak-anak mereka saat ini yaitu SMA di kecamatan sebelah.


Sebelum tinggal di desa ini pak Adi tinggal di desa Kecamatan itu karena waktu itu SK ibunya ternyata turun di desa tersebut, sehingga Adi dan ibunya tidak jadi pindah ke rumahnya di desa ini.


Sedangkan pak Ramlan dan pak Arman merupakan asli dari penduduk desa ini jadi pada saat mereka sekolah SMA mereka ngekos dekat sekolahan nya.


Setelah mereka lulus SMA mereka melanjutkan kuliah ke kota dengan jurusan masing-masing, Raka lulus di STPDN bandung mala dia pun berpisah dengan sahabat-sahabatnya.


Pak Adi awalnya mencoba ikut tes di kedokteran lulus, namun tidak di ambilnya karena terkendala di biaya, dan akhirnya dia masuk ke AKPER dan dia lulus di AKPER ini.


Pak Ramlan dan pak Arman satu kampus beda jurusan. Pak Ramlan mengambil jurusan kepemerintahan dan pak Arman jurusan PGSD karena dia ingin jadi guru SD di desa nya.


Walaupun mereka berbeda jurusan dan berbeda tempat saat melanjutkan sekolah mereka, mereka tetap saling memberi kabar.


Apabila libur tiba mereka selalu kumpul bersama yah di rumah di desa asri ini.


Semenjak Pak Adi lulus ibunya dipindah tugaskan di desa ini karena di desa ini kekurangan tim medis khususnya di bidang kebidanan.


Rumah pak Raka juga ada di desa ini yang tak lain rumah neneknya dari sang ayah yang seorang notaris sahabat dari ayah nya pak Adi.


Jadilah mereka berempat sahabat hidup di lingkungan yang sama. Pabila musim libur tiba mereka selalu mengisi waktu mereka untuk membantu orang tua mereka kesalahan atau ladang dan tak lupa memancing merupakan salah satu hobi mereka.


Persahabatan mereka selalu terjaga sehingga mereka berempat pun jatuh hati kepada para guru TK di desa ini.


Guru TK tersebut tak lain yaitu bu Imah, bu Riana, bu Endang dan bu Ayu Rastri.


****


Mereka terus bercengkrama sambil memancing dan ternyata hasil tangkapan mereka pun lumayan.


"Oh ya Di andaikan aku punya anak laki, pasti ku jodohkan sama Cempaka." Ucap paling Ramlan.


"Ada-ada aja kamu Lan Ramlan, walau kamu punya anak laki-laki gak akan ku terima hahaa." jawab pak Adi dengan tertawa.


"Kog gitu sih Di," Jawab pak Ramlan.


"Lan, aku gak mau menjodoh-jodohkan gitu biarlah anak-anak kita bebas menentukan pilihan hidupnya."


"Jangan sampai kita mengekang mereka tentang kehidupan nya kelak." Ucap pak Adi.


"Betul tu Lan, gak zamannya Jodoh-jodohkan keg itu." sahut pak Arman.


"Iya juga sih heee." Jawab pak Ramlan dengan mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Oh ya Di, kamu kelak ingin anakmu jadi apa? Aku ingin kelak salah satu dari anak-anak ku menjadi dokter." Ucap pak Ramlan penuh harap.


"Demikian juga aku Lan, aku ingin kelak Cempaka menjadi seorang dokter ahli bedah."


"Maka dari itu aku dan Imah berusaha untuk menabung buat pendidikannya kelak." jawab pak Adi


"Iya juga Di, apa lagi biaya kedokteran besar kadin kita harus menabung banyak." Ucap pak Ramlan.


"Aamin, semoga cita-cita kalian buat anak kalian tercapai." Ucap pak Arman.


"Aamiin." Ucap pak Adi dan pak ramlan.


"Waw.. Alhamdullah ternyata hasil pancingan ku banyak juga." Ucap pak ramlan heboh lihat hasil pancingan nya banyak.


"Iya sama Lan. Allhamdulillah aku juga ternyata haha." Sahut pak Adi.


"Gimana kamu Man?" tanya pak Ramlan.


"Ahamdulliah aku juga." jawab pak Arman.


"Hmm udah yok kita balik kesibukan lag." Ucap Adi.


"Iya yok dan sore juga, sekalian pulang kita." jawab pak Arman.


mereka pun kembali ke gubuk dan ternyata di gubuk lara istri sudah bersiap-siap untuk pulang. jadilah mereka pulang bersama naik sepeda dengan berboncengan dengan istri-istri mereka sambil bercanda di atas sepeda.


Di persimpangan jalan mereka berpisah, pak Ramlan dan bu Riana rumahnya beda arah dengan pak Adi dan pak Arman. Sedangkan pak Adi dan pak Arman bersebelahan.


Sesampainya di rumah mereka disambut oleh putri kecil mereka.


"Ayah.. Ibu.. kok lama sih pulangnya." Cempaka menyambut ayah dan ibunya dengan langsung minta gendong sangat ayah.


"Assalamu'alaikum putri kecil ayah." Ucap pak Adi.


"Assalamu'alaikum putri kecil ibu." Ucap bu Imah.


"Assalamu'alaikum Cempaka cantik. " Ucap pak Arman dan bu Endang.


"Waalaikumsalam ayah ibu.. Muach." Jawab Cempaka dengan menciumi pipi ayah dan ibunya.


"Waalaikumsalam paman bibi." Jawab Cempaka dan dia turun dari gendongan sangat ayah dan menghampiri pak Arman dan bu Endang dan dia menciumi pipi pak Arman dan bu Endang.


Pak Arman dan bu Endang menganggap Cempaka sebagai putrinya dan mereka juga memberikan kasih sayang mereka kepada Cempaka.


'Putri kecil ibu sudah mandi?" tanya bu Imah dan berlalu masuk kedalam rumah.


"Sudah bu." Jawab Cempaka dan diapun mengikuti ayah dan ibunya masuk rumah.


"Paman, bibi, Cempaka masuk dulu ya."


"Iya sayang." Jawab bu Endang.


Bu Imah masuk langsung lewat pintu samping yang mana langsung ke dapur nya dan diapun langsung membersihkan ikan hasil pancingan suaminya dan pak Adi sudah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sehabis membersihkan iman bu Endang langsung memasak untuk makan malam mereka.


Malam pun tiba keluarga kecil bu Imah menyantap makan malam nya dengan menu ikan hasil tangkapan sang suami.


Menu makan malam mereka yaitu ikan mujair masak kecap dan cah kangkung saos tiram yang merupakan kesukaan anak dan suaminya




Mereka menyantapnya hingga tandas tak tersisa.


**


Sehabis subuh bu Imah, pak Adi dan sahabat-sahabatnya berangkat ke sawah, karena hari ini mereka sudah merencanakan untuk memanen padi mereka.


karena hari senin adalah hari libur bersama karena hari selasa nya adalah tanggal merah mereka sudah merencanakan pada hari minggu hingga selasa akan memanen padi-padi mereka yang sudah siap panen tersebut secara bergantian.


Hari ini mereka akan memanen padinya pak Arman karena posisi sawahnya kebelakang.


Tak lupa Cempaka lu ikut ke sawah walau sampai di sawah dia hanya bermain bersama anak-anak pak Ramlan Niken dan Sari.


Niken telah kelas 6 dan sari kelas 4 sedangkan Cempaka kelas 3 mereka bertiga bermain dengan mainan tradisional yang mereka dapat dari sekitar gubuk dan mereka bertiga juga membawa boneka dari rumah.


Para orang tua memanen padi, mereka membabat batang padi dan mereka kumpulkan menjadi satu di tata di tepian.


Setelah selesai mereka membabat nya mereka mulai memisahkan padi dari tangkainya dengan di hentakan di atas papan yang telah di bentuk.





(Gambar di ambil dari Google sebagai ilustrasi)


Kebetulan cuaca pun sedang panas, mereka tak menghiraukan, setelah bulir-bulir padi tersebut terpisah dari tangkainya mereka mengumpulkannya dan memasukkan kedalam Karung-karung yang telah mereka siapkan sebelumnya.


Setelah semua sudah dimasukkan dalam karung mereka pun istirahat sejenak dan mereka lihat anak-anak telah tertidur di gubuk.


"Alhamdulillah Man, hasil panen mu kali ini lumayan dari kemaren." Ucap pak Adi


"Iya Di. Alhamdulillah Panen padi ku kali ini


dapat 50 karung." Jawab Pak Arman.


"Jadi besok kita panen tempat mu Lan?" Tanya Arman.


"Iya man, besok tempat ku dan selasa baru tempat Adi." jawab pak Ramlan.


Hari Pun sudah sore akhirnya mereka pun pulang bersama.


Padi-padian tersebut di angkat pakai mobil pickup nya pak Ramlan.


Begitu pula dengan hari esok hingga giliran sawah pak Adi, mereka memanen bersama hingga sore dan untuk mengangkutnya mobil pickup pak Ramlan, karena diantara mereka bertiga pak Ramlan lah yang mempunyai mobil.


Hari berganti tin minggu dan minggu berganti bulan. hari yang di tunggu pun tiba. semua Masyarakat desa telah mengetahui bahwa kades mereka mulai hati ini telah di ganti tapi mereka belum tau siapa nama kades tersebut.


Semua masyarakat di minta oleh staf desa untuk berkumpul di balai desa dan yak ketinggalan staf puskesmas dan staf dari sekolahan juga ada mewakili dari instansi mereka.


Staf desa telah mempersiapkan penyambutan kades baru mereka dan hari ini kades baru akan mengenalkan diri mereka kepada staf dan masyarakat di balai desa ini.


Saat kades baru beserta istrinya tiba di balai desa, tiga orang sahabat melongo melihat siapa kades mereka kali ini, mereka sungguh terkejut dan tidak menyangka kalau kades mereka adalah sahabat mereka sendiri.


Sahabat yang mereka rindukan dan sudah lama tak berkabar itu tak lain adalah Raka Atmajaya. Raka dan istri hanya tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu.


Setelah perkenalan dengan masyarakat selsai dan masyarakat pun berduyun untuk pulang ke rumah masing-masing.


Tinggallah mereka berempat sepasang sahabat ini yang tinggal di balai desa.


"Ooooo lihatlah bro siapa kepada desa ini." Ucap pak Ramlan dengan merentangkan tangannya hendak memeluk sahabatnya itu.


"Apa kabar sob." Ucapnya pula.


"Alhamdulillah aku baik gimana dengan kalian." Ucapnya.


Tak kalah juga dengan para istri mereka yang heboh dan mencari tempat lain untuk saling melepas rindu.


"Oh ya sob dirimu semenjak lulus STPDN jarang pulang ke desa ini?" Tanya Arman.


"Iya Man, kan tau sendiri lulusan IPDN ini kita di minta untuk bersedia mengabdi pada negara dan bersedia ditempatkan dimana pun."


"Aku bersyukur akhirnya akun bisa mengabdi di desa ku ini." Ucapnya.


"Iya ya, Apa lagi sekolah seperti mu banyak peminatnya karena lulusan dari sana mereka langsung menjadi PNS." Ucap pak Ramlan.


"Iya Lan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN) menjadi sekolah kedinasan dengan peminat terbanyak akhir-akhir ini." Jelasnya.


"Wah kelak aku ingin salah satu anakku juga mau masuk di sana." Jawab pak Ramlan.


"Bagus tuh Lan, kan ada pula 5 sekolah kedinasan yang bisa di pilih salah satunya."


Pak Raka pun menjelaskan apa aja yang bisa dililit dari sekolah kedinasan tersebut:


Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)


Politeknik Statistika STIS


Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)


Politeknik Imigrasi (Poltekim)


Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (PPoltekip


Salah satu kelebihan yang ditawarkan IPDN ialah ikatan dinas sebagai calon PNS bagi para lulusan.


Sehingga salah satu syarat yang diminta oleh IPDN kepada calon prajanya ialah bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan dan ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. "


Jelas Raka kepada sahabat-sahabatnya.


"Terus Ka ada syaratnya nya gak kau masuk IPDN ini?" Tanya Pak Ramlan.


"Ada Lan, ini ya syaratnya mana tau kelak anak-anak kalian berminat dan bisa menyiapkan nya sedari dini."


Persyaratan umum




Warga Negara Indonesia.




Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2020.




Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm.




Persyaratan khusus




Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan.




Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama/adat.




Tidak bertato atau bekas tato.




Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak.




Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan.




Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya dengan tidak hormat.




Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar:




Sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan.


Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.


Bersedia ditempatkan pada proses pembelajaran di seluruh kampus IPDN.


Bersedia menaati segala peraturan yang berlaku di IPDN.


Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan tindakan kriminal, mengonsumsi dan/atau menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, menyebarkan paham radikalisme dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual (LGBT).


"Oh gitu, makasih Ka semoga aja kelak salah satu anak ku mau kesana biar kejam ini juga kehidupannya kelak." Jawab pak Ramlan.


"Iya Lan sama-sama semoga anak-anak kita menjadi orang yang sukses kedepannya."


"Aamiin Ucap mereka serentak.


"Mereka pun saling bertukar cerita satu sama lain."


Flasback off.


"Oh Gitu ya pak ceritanya jadi sampai ayah dan paman Arman meninggal kalian tetap bersahabat." Tanya Cempaka.


"Iya nak, hingga kini kami tetap bersahabat." Jawab bu Riana.


"Maka kelak bapak berharap kalian tetap bersahabat dan saling bantu sama lain ya." Ucap pak Ramlan.


"Insya Allah pak."


Bu Imah yang telah duduk di antara mereka pun mendengarkan kisah mereka dahulu.


"Jadi apa sudah selesai nih pak Ramlan ceritanya." Ucap bu Imah.


"Udah bu Imah, gimana kalau kita langsung berangkat." Ucap pak Ramlan.


"Yaudah ayo.." Ucap bu Riana dan bu Imah serentak dan berdiri.


Pak Ramlan membantu Cempaka dan bu Imah memasukkan tau-tau mereka kedalam bagasi mobil.


Bu Imah pergi ke tempat bu Endang untuk pamit dan menitip pesan buat anak-anak barunya.


Namun bu Endang juga ingin ikut mengantar Cempaka maka bu Endang pun akhirnya ikut.


mereka para tuan rumah hanya mengirim pesan lewat HP mereka.


Nah para riders bab kali ini cukup disini terimakasih atas kunjungan kalian dan ikutin terus lanjutan ceritanya di keberangkatan Cempaka.


**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA


VOTE


RATU


LIKE


KOMEN


💖💖💖TERIMA KASIH💖💖💖**.