
"Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan, atau yang lain mengejar, untuk berbuat jahat atas namanya."
Semilirnya angin berhembusan menerpa wajah Cempaka disaat di teriknya sinar matahari, namun tak menyejukkan hatinya yang di bakar asli cemburu akibat kesalah pahaman.
Disaat dia akan menuju pinggiran irigasi untuk membasuh kakinya yang terpeleset di pematang sawah, dia melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hatinya.
Dia melihat Bram orang yang baru saja menjadi kekasihnya berpelukan kepada teman yang baru juga dikenalnya.
Keinginan Cempaka untuk mendekati mereka di urungkan karena dia merasa Siapakah dirinya?.
Lama Cempaka tercengang melihat duo sejoli yang saling berpelukan di tepian irigasi, di saat tersadar dia pun mengurungkan niatnya buat membasuh kakinya di tepian irigasi tersebut.
Cempaka membersihkan kakinya di pematang sawah yang ada airnya, setelah membasuh kaki nya Cempaka pergi ke gubuk yang telah di tempati oleh kakak-kakak barunya.
Sesampainya di gubuk di lihat nya para Mahasiswi tersebut telah terlelap mengarungi mimpi dengan AC alami, Cempaka pun ingin memejamkan matanya sejenak namun matanya tak ingin terpejamkan seolah bayangan orang yang dia sayangi menari-nari di pelupuk matanya.
Kesunyian di tengah sawah ditemani hembusan angin sepoi-sepoi tak berpengaruh oleh Cempaka yang terbakar oleh api cemburu.
Ditariknya nafas dalam-dalam dan di hembuskan nya perlahan lewat mulutnya agar keresahan yang menaungi kalbunya ikut keluar.
"Ya Tuhan ada apa dengan diriku, kenapa aku jadi begini, siapa aku?"
"Apakah kak Bram dan kak Biyan ada hubungan? apakah mereka sepasang kekasih? Jika iya aku mengalah ya Tuhan." Gumam Cempaka dengan diiringi tetesan bening dimatanya.
Dihapusnya tetesan bening yang tanpa permisi mengalir di pipinya. Ditariknya kembali nafasnya dalam-dalam dan di hembuskan nya secara perlahan.
Cinta yang baru hadir di hatinya baru terhitung dua hari apakah harus kandas saat ini juga?
Baru dia merasakan kasih sayang dari seseorang selain ibunya, apakah itu kasih sayang semu semata?
Didalam lamunan nya waktu pun terus bergulir, cahaya matahari mulai meredup meninggalkan seberkas cahaya Oranye.
Para penghuni gubuk pun telah terbangun dari tidurnya dan mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
Bu Imah dan bu Endang menghampiri anak-anak barunya dan merekapun berpamitan untuk pulang terlebih dahulu karena mereka menggunakan sepeda.
Dilihatnya bu Imah dan bu Endang membawa berbagai sayuran, Cempaka pun ingin ikut pulang dahulu bersama ibunya.
"Bu.. Cempaka ikut pulang bersama ibu ya.." Ucapnya.
"Loh terus yang lain gimana kak?" Jawab bu Imah.
"Udah kak kakak bersama yang lain aja." ucap bu Endang.
Cempaka ingin menghindari Bram dan dia masih ngotot untuk pulang bersama ibunya.
"Kan ada Mila bu yang menemani mereka, ya kan mila?" Ucap Cempaka.
"Maaf ya kakak-kakak Cempaka pulangnya sama ibu ya, kasian ibu capek mengayuh sepeda." Cempaka beralasan kepada mereka semua.
"Lolly juga mau pulang pakai sepeda, bu Endang Lolly pulang sama ibu ya?" Sahut Lolly dia pun menuju kesepiannya bu Endang.
"Yaudah kalau maunya gitu." Jawab bu Imah.
Akhirnya mereka pun sepakat Cempaka dan Lolly pulang pakai sepeda dan sayuran yang ada di sepeda bu Imah dan bu Endang di taruh ke dalam mobil.
"Yaudah kalian duluan hati-hati jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya!" Ucap bu Imah kepada mereka yang akan pulang menggunakan mobil.
"Iya bu.." ucap mereka dan mereka pun melajukan mobilnya menelusuri jalanan yang terlihat ibadah panorama di sore hari.
Cempaka mengayuhkan sepedanya bersama bu Imah si belaknagnya dan Lolly bersama bu Endang.
Di tengah jalan bu Imah melihat ada bapak-bapak yang sedang menjala ikan dia pun berhenti dan menanyakan apakah bapak tersebut mau menjual hasil tangkapannya.
"Wah Pak Ibnu banyak hasil tangkapan sore ini." bu Imah berbasa-basi.
"Alhamdulillah bu Imah, baru pulang bu?" Jawab pa Ibnu seraya dia bertanya kepada bu Imah dan diapun menoleh kke arah bu Imah dan dilihatnya ada Cempaka .
"Lah ada Cempaka, kapan pulangnya neng?" Tanya nya lagi.
"Iya Pak, udah hampir seminggu." jawab Cempaka.
"Oh ya pak Ibnu, ikannya di jual gak?" Tanya bu Imah lemah lembut.
"Eh kalau bu Imah dan Cempaka mau buat lauk malam ini sok di ambil aja." Jawab nya.
"Ya gak enak atuh pak, ini mau buat lauk anak-anak KKN yang ada di rumah saya sekalian." Ucap bu imah.
"Kalau di jual saya gak ada timbangan bu Imah," Jawabnya.
"Yaudah kalau bu Imah mau, dikira aja seberapa nya.'' ucapnya lagi.
Bu Imah pun menanyakan kepada cempaka mau ikan yang mana. kebetulan di sana juga ada ikan lele nya.
"Kok ada ikan lele ma belut pak Ibnu, emang masuk di dalam jala." Tanya bu Imah.
"Iya bu sehabis subuh pasang bubu di sawah dan tadi baru di ambil, alhamdulillah lumayan dapat nya." Jawab pak Ibnu.
Ya pak Ibnu selain petani dia juga pencari ikan yang mana nanti hasil tangkapannya di jual ke tetangga-tetangganya atau di jualnya ke pasar esok paginya.
Bu imah dan cempaka pun mengambil lele dan belut dan di harusnya kedalam karung kecil.
"Ya udah pak saya ambil lele ma belut nya, nanti sesampai di rumah saya timbang dan uangnya saya antar ke rumah aja ya pak." Ucap bu imah.
Begitu pula dengan bu endang beliau pun membeli ikan-ikan nya pak Ibnu.
"Oh boleh-boleh buk, ini ada karung kecil di sepeda saya buat wadahnya." Jawab pak Ibnu seraya membantu bu imah dan bu Endang menangkap ikan lele dan belut yang berada dalam galon dan di masuknya ke dalam karung.
Setelah membeli ikan dan belut mereka pun berpamitan untuk pulang.
Mereka melajukan sepedanya pelan sambil menikmati pemandangan di kiri kanan mereka. Sudah lama Cempaka tidak bersepeda bersama ibunya.
Empat puluh lima menit sudah mereka bersepeda dan akhirnya mereka sampai juga di rumah. Para mahasiswa-mahasiswi yang pulang pakai mobil telah sampai terlebih dahulu di rumah, mereka duduk-duduk santai di bawah pohon jambu.
"Assalamu'alaikum." salam bu Imah kepada mereka semua.
"Waalaikum salam." mereka menjawab salam dengan serentak.
Sesampainya di rumah bu Imah dan Cempaka langsung memasuki rumahnya dan tak lupa pula mereka membawa sayuran-sayuran yang di bawa bu Imah ke dalam.
Bu Endang pun juga pamit untuk pulang dan membawa sayuran-sayuran nya.
"Yaudah ibu ma Cempaka kedalam dulu ya." pamit bu Imah dan terus menuju masuk ke rumah.
Bu Imah menaruh sayuran seperti bayam dan kangkung kedalam baskom dan di beri air sedikit agar tetap segar hingga esok.
Setelah menaruh sayuran-sayuran bu Imah mandi dan akan melaksanakan sholat ashar yang waktunya hampir habis begitu pula dengan Cempaka.
Setelah menunaikan perintah Illahi bu Imah dan Cempaka kembali ke dapur, mereka akan memasak untuk makan malam mereka semua.
"Bu, masak apa kita malam ini?" Tanya Cempaka.
"Gimana kalau kita masak sambal ijo belut aja kak dan sayur nya sop aja kan masih ada sisa ayam dan ceker di dalam kulkas. " Jawab bu Imah dan dia terus berjalan menuju kebelakang untuk membersihkan ikan dan belut, namun sebelum nya dia timbang terlebih dahulu.
Cempaka pun mengeluarkan sisa daging ayam dan ceker ayam dari kulkas dan dia rendam ke dalam air agar mencair.
Cempaka memilih sayuran apa aja yang akan dia tambahkan ke dalam soup nya.
Cempaka membuka tas bu imah yang berisi sayuran, dan di sana ada kol, wortel dan kentang yang bu Imah bawa dari ladangnya.
Cempaka pun mengupas wortel dan kentang.
Disaat Cempaka lagi mengupas kentang Biyan Sintia dan sherly masuk kedalam rumah dan mereka pun akhir ya membantu Cempaka.
"Lah dek, kenapa gak panggil kita-kita sih." Ucap Sherly seraya dia mengambil kol yang ada di atas dipan tersebut.
"Ibu mana dek?" Tanya Biyan karena dia tak melibatkan sosok bu imah di dapur.
"Ibu dibelakang kak lagi bersihin ikan." Jawab Cempaka dengan sedikit senyuman.
Biyan dan Sintya pun menuju ke belakang dan di lihat ya bu imah sedang menyiangi ikan dan belut dan mereka pun membantu bu imah membersihkannya.
Sayuran telah terpotong dan telah di cuci bersih, begitu pula dengan ikan dan belut yang telah bersihkan.
Bu Imah menyiapkan bumbu-bumbu untuk membuat sop dan sambal ijo belut nya. Tak lupa dia asam garam kan belut nya.
Bu imah mengambil semua apa yang dia butuhkan dan dia menyuruh Cempaka untuk mengupas jahe dan kawan-kawannya bumbu.
Setelah bahan untuk sop telah di kupas dan di cuci bersih, bu imah mengulegnya dengan halus, sedangkan Cempaka menyiapkan untuk sambal ijonya. Tak lupa sebelumnya mereka merebus air agar acara masak mereka tak memakan waktu lama.
Bumbu buat sop telah siap di uleg dan tinggal ditumis. Cempaka membersihkan ulekan dan setelahnya dia menguleg cabe hijau tidak terlalu halus.
Biyan dan yang lain disibukan dengan menggoreng belut dan heboh sendiri karena belut yang berada di minyak panas meletup-letup.
Bu Imah menumis bumbu sop setelah tercium harum bu imah masukkan tumisan bumbu tersebut kedalam periuk yang telah berisi rebusan ceker dan sedikit daging ayamnya berserta kentang wortel , setelah bumbu dimasukkan bu Imah taruh kembali periuk tersebut ke atas kompor. Setelah mendidih lagi bu Imah mencemplungkan kol ke dalamnya serta mencemplungkan penyedap rasa.
Cempaka mengiris daun bawang dan seledri sebagai pelengkap dan dia masukkan ke dalam soup . Bu imah mencicipi soup dan setelah dirasa rasanya pas bu imah matikan.
Biyan dan yang lain pun telah selesai menggoreng belut nya, selanjutnya bu imah yang menumis cabe hijau sampe aromanya khas menyeruak setelah itu dimasukkan belut kedalamnya dan tak lupa garam dan penyedap rasa di tambahkan ke dalam sambal ijo belutnya
Acara masak memasak mereka pun siap dan menu makan malam mereka kali ini soup ceker ayam dan sambal ijo belut.
Selamat menikmati dan memandang menu ini ya.. Author jadi kepengen buat juga π€£π€£π€£
Makan malam pun tiba mereka semua berkumpul di rumah bu Imah dan mereka menikmati santapan menu yang menyegarkan.
Anak dara pergi mandi di kali
Dikali ada ikannya
Assalamu'alaikum cukup disini dulu bab kali ini
Jangan lupa vote like rate dan jejak komennya
**JANGAN LUPA DUKUNGAN DANN TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA
VOTE
RATE βββββ
LIKEββββββ
KOMEN**