First Love

First Love
Aku mencintainya



“Kalau aku ada salah, kasih tau. Kalau enggak, gimana aku bisa minta maaf.” Ucap Nachan lagi.


Mendengar permintaan maaf Nachan membuat Alice kaget dan juga bimbang. Karena sebenarnya Nachan tidak bersalah.


“Aku mengerti, sudah, nggak apa apa. Aku nggak tau salahku apa. Tapi…aku minta maaf” Ucap Nachan lagi lalu pergi meninggalkan Alice seorang diri.


Alice pun sedih dan merasa bersalah karena ia belum sempat mengatakan apapun tentang yang sebenarnya. Tanpa terasa air mata Alice kembali terjatuh untuk orang yang sama.


“Nachan tidak salah..bodohnya aku!” gumam Alice sambil menangis dengan kedua tangan memegang dadanya yang terasa sesak.


Hari berlalu begitu saja. Alice dan Nachan bahkan tidak bertegur sapa seperti biasanya. Acara orientasi pun selesai. Para murid pun pulang ke rumahnya masing masing.


** Sore hari


“Oh, lampu kamarnya masih menyala. Apa Nachan dan yang lainnya belum tidur?” Ucap kak Tomo yang tak lain adalah kakaknya Nachan. Ia memang jarang di ruma karena sibuk bekerja.


“Waaaaa!!” teriak kak Tomo saat melihat Alice duduk jongkok sendirian di halaman rumah. Dan itu membuatnya cukup kaget. Kak Tomo pun mengajak Alice untuk masuk ke rumahnya dan membuatkannya the hangat. Karena cuaca saat ini sedang dingin.


“Terima kasih kaak!” Ucap Alice saat menerima teh yang dibuat oleh kak Tomo.


“Ada apa? Apa kamu sedang bertengkar dengan Nachan?” tanya kak Tomo saat melihat raut wajah Alice yang sedang sedih.


“Nggak kok, aku yang salah. Ini pertama kalinya aku…nggak bisa berhadapan dengan Nachan..” Ucap Alice lalu menangis.


“Aku selalu menghindarinya, sehingga Nachan terluka..” jelasnya lagi kepada ka Tomo.


Kak Tomo yang sudah dewasa pun mengerti apa yang terjadi kepada mereka.


“Alice..coba keberuntunganmu dalam 3 detik. Sebelum kamu pergi dan mengalihkan pandangan darinya..coba tunggu selama 3 detik. Kamu pasti akan menemukaan jawabannya!” saran kak Tomo kepada Alice. Setelah selesai mendengar nasihat kak Tomo membuat Alice sedikit merasa tenang. Ia pun pamit pulang setelah minum teh. Malam semakin larut, dan malam berlalu begitu saja.


**Pagi hari


Seperti biasanya Alice datang kerumah Nachan untuk pergi berangkat ke sekolah bersama. Namun siapa duga ternyata Nachan sudah berangkat lebih awal dan meninggalkan Alice.


“Nachan..mengacuhkanku! Maafkan aku Nachan..” gumam Alice merasa sedih dan langsung berlari mengejar Nachan.


“Mungkin saja dia belum jauh” gumam Alice sambil terus berlari mencoba menyusul Nachan. Namun sayangnya ternyata Nachan sudah tidak ada.


Hoshh hosshh


Alice kelelahan karena berlarian mencari Nachan namun tak berhasil. Bahkan nafasnya pun terasa sesak. Alice sangat menyesal karena telah menghindari Nachan selama ini, dan membiarkan Nachan merasakan kesepian.


“Hei..awass!” teriak orang tersebut.


Greepp


Tanpa diduga seseorang datang menghentikan sepeda tersebut yang hampir menabrak Alice. Yaa, orang itu adalah Nachan. Namun Alice masih belum menyadari siapa pria yang ada dihadapannya. Saat pria itu menoleh ke arah Alice dan mata mereka saling bertemu…


Degg


Jantung Alice kembali berdebar. Dan ia mengingat apa yang dikatakan oleh kak Tomo untuk mencobanya selama 3 detik agar mendapatkan jawabannya.


*Tekk!


Tekk!


Tekk*!


Suara dentang jam yang selama 3 detik membuat Alice sadar bahwa ia mencintai teman masa kecilnya.


Pada akhirnya mereka pun kembali saling berbicara, Nachan kembali tersenyum kepada Alice. Bahkan mereka pergi ke sekolah bersama.


“Awalnya aku tidak memahami perasaanku. Namun, saat aku menatapnya selama 3 detik..aku sadar kalau aku telah jatuh cinta dengan teman masa kecilku” gumam Alice dalam hati.


Sesampainya di sekolahpun Alice bercerita kepada sahabatnya itu Eliz dan Koharu. Mendengar Alice sudah menyadari perasaannya membuat kedua sahabatnya itu senang.


“Selamat Alice..akhirnya kamu menyadarinya. Selamat!” ucap Eliz bahagia. Karena Eliz sempat berfikir apakah Alice akan selamanya jadi gadis lugu yang tidak bisa menyadari perasaannya sendiri.


“Ahh Koharu sampai menangis” ucap Eliz saat melihat sahabatnya Koharu sedang menangis.


“Habisnya, sudah beberapa tahun. Akhirnya dia sadar juga” jawab Koharu yang terus meneteskan air mata bahagia untuk sahabatnya.


“Baru pertama kalinya aku merasakan perasaan yang membuatku sangat bahagia” ucap Alice dalam hati. Alice terus saja tertawa dan tersenyum. Melihat senyuman Alice membua kedua sahabanya itu merasakan ikut bahagia.


**Di sisi lain


Nachan sedang asyik bermain bola bersama teman temannya di lapangan bola. Nachan sangat mahir bermain bola. Bahkan tidak satupun bola terlewatkan yg tidak masuk dalam gawang. Para siswi yang melihatnya pun bersorak sorak menyemangati Nachan. Tanpa terkecuali Alice dan kedua sahabatnya. Mereka menyaksikan permainan sepak bola Nachan didalam kelas melalui jendela kaca.


Mohon bantu like 💙 dan komentarnya ya kak. Jangan lupa juga rate nya. Terima kasih! Semoga sehat selalu 🤗🙏🙏