First Love

First Love
Tetap Spesial



"Umm.. aku nggak tau dia ganteng atau enggak. karena aku liat dia setiap hari. tapi kenapa dia kelihatannya senang sekali yaa" gumam Alice yang sedikit kesal melihat para siswi mengerumuni Nachan dan dibalas senyuman oleh Nachan.


Jam pelajaran pun dimulai. Para murid kembali ketempat duduknya masing masing. Seperti dahulu, Alice dan Nachan duduk bersebelahan. Namun kali ini Alice agak kesal terhadap Nachan sehingga ia pun tidak menoleh sama sekali ke arah Nachan.


Saat istirahat tiba, Alice memilih untuk pergi ke perpustakaan untuk menghilangkan rasa kesalnya. Siapa sangka saat Alice akan masuk ke dalam perpustakaan, Alice malah melihat Nachan sedang asyik mengobrol dengan para siswi. Bahkan sesekali Nachan menggoda mereka. Melihat itu Alice merasa sedih.


"Aku benar benar tidak tahu kalau Nachan itu populer, kupikir aku tahu segalanya tentang Nachan..sepertinya hanya aku saja yang tidak tahu kalau Nachan populer" gumam Alice bersedih dan tanpa terasa air matanya menetes. Sesaat Alice kembali mengingat kejadian 10 tahun yang lalu saat mereka masih kecil.


**Flashback


Zrasss zrasss


Saat itu sedang hujan deras, Nachan pergi dari rumahnya. Alice pun mencarinya.


"Ketemu juga!" ucap Alice saat melihat Nachan yang bersedih sedang duduk ditaman bermain


"Alice.." Nachan kaget saat melihat Alice membawa payung seorang diri mencarinya


"Nachan suka tempat ini yaa.." kata Alice sambil tersenyum


"Aku sudah dengar papa dan mama Nachan mau berpisah ya.." ucapnya lagi


"Mamaku akan pergi.." jawab Nachan bersedih. Namun Alice tak menjawabnya. Alice malah menangis ikut bersedih. Untuk menghiburnya Alice pun berjanji bahwa ia akan selalu membuatkan makanan kesukaan Nachan setiap hari. Mendengar itu Nachan pun ikut terharu, tidak disangka bahwa Alice tetap akan bersamanya walaupun orang tua Nachan tidak lengkap. Yaa itulah kepingan masa lalu antara Nachan dan Alice.


Alice pun semakin sedih, karena dia fikir meski sudah berteman lama dia sudah megenal Nachan. Ternyata Alice salah, dia tidak sepenuhnya mengenal Nachan.


**Di lain sisi


Setelah asyik megobrol Nachan pun kembali keruang kelasnya. Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat beberapa siswa sedang mengintip ke ruang uks. Ternyata yang berada di dalam ruang UKS adalah Alice bisik para siswa. Melihat itu seketika Nachan menjadi emosi. Amarahnya pun meledak


Brakkk..


Nachan memukul jendela dan mencoba memperingatkan kepada para siswa itu.


"Jangan mengintip!" ucap Nachan sangat tegas. Hinggak akhirnya para siswa pun pergi. Ntah mengapa Nachan merasa tidak suka jika ada yang mengganggu Alice atau bahkan menggodanya. Namun tiba tiba guru UKS pun keluar karena mendengar suara gebrakan. Guru pun bermaksud untuk memberi hukuman kepada Nachan. Namun tiba tiba Alice datang.


"Lho kamu datang darimana?"tanya Nachan bingung karena melihat Alice datang dari tempat yang berbeda


"Eh..dari kelas kok. aku buru buru kesini" ucap Alice.


Saat itu juga Nachan sadar kalau teman temannya tadi mengerjainya dengan mengatakan bahwa yang ada didalam adalah Alice. "*A*paa..jadi mereka nggak mengintip Alice" gumam Nachan kesal merasa dijebak.


"Iyaa dia tertangkap sedang mengintip" jawab guru


"Tapi... guruu...Nachan tidak akan melakukan sesuatu yang melukai orang" kata Alice mencoba membela Nachan agar tidak dihukum.


"Bukan Nachan pelakunya!" Suara seorang gadis yang membela Nachan yang tidak lain adalah Jasmine.


"Tapi saya memergoki dia sedang mengintip" jelas guru


"Jika dia pelakunya, kenapa ada didepan pintu? nggak mungkin kan. ini pasti cuma salah paham" jelas Jasmine kepada gurunya. Mendengar itu pun gurunya berfikir bahwa apa yang dikatakan oleh Jasmine sangat masuk akal. Nachan pun dibebaskan dari hukuman.


"Jika terjadi sesuatu saya yang akan betanggung jawab" ucapnya lagi


"Nachann..Nachann.. Jasmine sangat cantik yaa" kata Alice yang juga terpesona oleh kecantikan alami Jasmine. Namun Nachan tidak menjawabnya, karena ia fokus memperhatikan Jasmine.


"Terima kasih Jasmine!" ucap Nachan mengejar Jasmine karena sudah meolongnya.


"Itu hanya pemikiranku. lagi pula..itu sebagai rasa terima kasihku karna kamu sudah menyelamatkanku waktu itu" kata Jasmine. Lalu jasmine pun pergi meninggalkan mereka berdua. Nachan hanya bisa melihatnya saja.


"*D*ia benar benar cantik..sepertinya nachan sangat memperhatikannya" gumam Alice saat melihat nachan terus menatap kepergian Jasmine.


Setelah itu mereka kembali ke kelas masing masing dan melanjutkan pelajaran sampai akhir. Hari ini Nachan dan Alice tidak pulang bersama, karena Nachan ada janji dengan seseorang. Sepanjang perjalanan pulang Alice sangat gelisah. "*A*da beberapa hal yang belum kuketahui tentang Nachan, kalau seperti ini terus...hal hal yang penting sebelumnya akan hilang" gumam Alice. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mampir ke supermarket dahulu sekedar menghilangkan rasa jenuh.


"Sosis ini mungkin enak untuk buat makanan kesukaannya" kata Alice saat sedang berkeliling dan melihat ada sosis. Dan itu mengingatkannya kembali dengan omongan manis Nachan tadi pagi yang berkata bahwa ia merasa lebih semangat jika makan masakan buatan Alice.


"*P*embohong! Nachan pembohong!" gumam Alice merasa sedih karena Nachan. Lalu Alice pun berniat ingin meletakkan kembali sosis itu.


"Kenapa sosisnya diletakkan lagi?!" suara seseorang yang ia kenal.


"Nachann!" saat melihat ternyata memang Nachan orangnya. Ia pun bingung kenapa Nachan bisa berada disitu. Alice meletakkan kembali sosis itu ke tempatnya.


"Hah?! kenapa dibalikkin?" tanya Nachaan bingung


"Habisnya Nachan kan nggak butuh makanan buatan aku lagi, gadis lain yang akan membuatkannya kan?!" ucap Alice sedih.


"Eh..masakan buatan Alice tetap spesial kok!" kata Nachan


Degg degg


Jantung Alice kembali berdebar mendengar ucapan Nachan.