
**Cuitt
Cuitt
Cuiitt**
Suara merdu dari burung bernyanyi di pagi hari. Ya, karena vila terletak di pedesaan. Jadi suara burung itu terdengar jelas. Namun ketiga gadis itu masih dalam mimpinya.
Drrtt Drrrttt Drrttt
Getaran ponsel telah membangunkan salah seorang gadis. "Emh .. halo, mah!" Kata Alice ketika dia melihat ponselnya bergetar. Dan nama di layar adalah ibunya.
"Apakah kamu sudah sampai Alice? Kenapa kamu tidak memberi tahu mama?" tanya mama Alice dengan cemas.
"Em iya maafin Alice mah. Alice lupa! Lagi pula Alice terlalu lelah diperjalanan mah" ungkapnya kepada mamahnya.
"Kenapa Nachan nggak ikut sama kalian? Biasanya kalian selalu bersama?!" tanya mama Alice bingung.
"Nachan sibuk mah" jawab singkat Alice.
"Yaudah yah mah Alice bangunin Koharu sama Eliz dulu yah! Bye ma! Mmuuacch" sambungnya lagi dan langsung meletakkan kembali ponselnya.
Alice pun membangunkan kedua sahabatnya itu yang masih terlelap. 15 menit kemudian akhirnya Alice berhasil membangunkan mereka berdua. Yaa, mungkin karena cuaca desa yang sejuk dan asri terutama di pagi hari membuat mereka tak ingin bangun dari tidurnya.
Hoammzzz
"Aku masih ngantuk lho ini Alice" saut Eliz sambil menguap karena rasa kantuknya.
"Matahari udah terbit lho! Emang kalian gak mau nikmatin suasana pagi di desa ini?" tanya Alice.
"Ah benar juga apa yang dikatakan Alice. Sepertinya akan sangat menyenangkan!" balas Koharu.
"Cepat Eliz banguunn! Jangan sampai kita melewatkan cuaca dipagi hari ini!" ajak Koharu sambil menarik lengan Eliz yang masih tiduran berbalut selimut.
"Ah iya iyaa aku bangun" jawab Eliz lalu bangun dari tidurnya.
Tak lama kemudian pun mereka sudah siap untuk pergi menikmati indahnya suasana pedesaan. Mereka berjalan kaki mengelilingi sekitar desa tak jauh dari villanya. Eliz yang tadinya bermalas malasan justru kali ini dia yang sangat bersemangat setelah melihat pemandangan desa. Desa asri yang dikelilingi oleh pepohonan hijau. Bahkan ada bukit tak jauh dari desa itu. Pemandangan itu benar benar membuat Eliz tergila gila. Koharu pun ikut senang dapat menikmati pemandangan yang indah dan cuaca yang sejuk. Mereka merasa berterima kasih sekali kepada Alice karena telah mengizinkan mereka menginap di villa milik keluarga.
Satu jam kemudian mereka mulai merasa lelah. Yaa tentunya itu karena mereka tidak terbiasa berjalan kaki.
"Eh didekat kebun teh itu ada gubuk. kita istirahat disana yuk!" ajak Koharu saat melihat sebuah gubuk didekat kebun teh.
"Boleh! Aku juga sudah lelah dan mulai lapar" sahut Alice sambil memegang perutnya yang terus berbunyi.
Mereka bertiga pun akhirnya beristirahat di gubug tersebut untuk menghilangkan rasa lelah.
"Permisi pak? Apa didekat sini ada yang jual makanan?" Alice bertanya kepada seorang petani yang lewat.
"Oh ada non! Itu disebelah sana!" jawab sang petani sambil menunjuk ke arah dimana warung berada. Yang tak jauh dari gubug tempat mereka beristirahat.
"Oh terima kasih pak kalau begitu"
"Sama sama non" jawab sang petani
Karena Koharu dan Eliz masih merasa lelah, akhirnya Alice memutuskan untuk pergi sendiri ke warung tersebut.
Sampai di warung tersebut Alice langsung memesan makanan untuk sarapan mereka bertiga. Sambil menunggu makanan siap, Alice pun memesan minuman terlebih dahulu karena merasa haus. Saat sedang meminum minumannya matanya teralihkan oleh seorang lelaki yang duduk di sebrangnya bersama seorang pria tua.
"Dillan! Kenapa dia ada disini juga?!"gumam Alice merasa bingung karena bertemu dengan Dillan disana.
"Apa yang sedang dia lakukan disini?!" gumamnya lagi.
Uhuk Uhukk
Saat Alice tanpa sadar terus memperhatikan Dillan, Alice tersedak minumannya sendiri. Alice terkejut karena tiba tiba Dillan menoleh kearahnya. Sehingga mata mereka saling bertemu.
Saat Alice sedang sibuk membèrsihkan wajahnya karena tumpahan air minum tadi, tanpa ia sadari Dillan berjalan mendekat kearahnya.
"Hei! Kamu 'anak kecil' kenapa bisa ada disini?!" bisik Dillan mendekat ke telinga Alice hingga membuat Alice kembali terkejut.
"Arrggh!" teriak Alice merasa kaget.
"Aku? dekat dekat kamu?" tanya Dillan dengan nada sindiran.
"Iya! Kalau bukan kamu siapa lagi yang sekarang ada didekatku?!" jawab Alice.
"Bukankah kamu yang mengikutiku sampai kesini?" Ledek Dillan
"Enak saja! Aku disini di villa ku ya bersama teman temanku!" sahut Alice merasa tidak senang dengan pertanyaan Dillan.
"Memangnya aku bertanya kamu sama siapa?!" Timpal Dillan dengan menyunggingkan sedikit senyuman tipis.
"Ih!" ketus Alice merasa kesal dengan perkataan Dillan. Lalu pergi meninggalkannya begitu saja setelah makanan pesanannya sudah selesai.
"Sedang apa dia disini?" gumam Dillan yang penasaran.
•••••
Brakkk
Alice kembali ketempat dimana ia beristirahat. Dan duduk dengan menjatuhkan dirinya hingga membuat suara gaduh. Dan itu mengagetkan kedua sahabatnya itu.
"Astaga! Kau mengagetkanku Alice" ucap Koharu langsung bangun dari posisinya.
"Ada apa lagi denganmu Fira?" tanya Eliz yang juga merasa terganggu karena suara gebrakan Alice.
"Kau sungguh mengagetkan kami berdua Alice!" sambungnya lagi.
Alice pun akhirnya menceritakan tentang kejadiannya. Alice menceritakan kepada Koharu dan Eliz bahwa ia bertemu Dillan ditempat dimana ia membelikan makanan untuk mereka. Bahkan Eliz dan Koharu pun merasa terkejut dan tidak menduga bahwa mereka akan bertemu didesa yang jauh dari perkotaan ini.
"Dunia memang sempit!" ucap Eliz karena menyadari dimanapun Alice pasti ada Dillan.
"Apa mungkin kalian jodoh?" ledek Koharu namun berhasil membuat Alice kesal.
"Impossible!" balas Alice dengan penuh keyakinan.
~●Di Kota ●~
***Tokk
Tokk
Tokk***
Nachan mengetuk pintu rumah Alice. Dan ternyata mamanya Alice lah yang membukakan pintunya.
"Ah Nachan! Ayo masuk nak!?" ajak mama Alice menuju ruang tamu.
"Alicenya kemana ya tan? Kok nggak kelihatan?" tanya Nachan yang tidak melihat dimana keberadaan Alice.
"Lho! Kamu emang nggak tau Alice ke villa bersama Eliz dan Koharu?!" tanya mamanya Alice merasa bingung.
"Bukannya kata Alice kamu sibuk makanya nggak ikut dengan mereka?!" tanyanya lagi.
Mendengar pernyataan dari mamanya Alice membuat Nachan mengerti dan mencoba menolong Alice.
"Apa kita sejauh ini sekarang Alice? gumam Nachan merasa sedih namun tetap membantu Alice berbohong kepada orang tuanya
□ ☆☆☆☆ □
Halo readers!
Jangan lupa ninggalin jejaknya yah. Jangan lupa juga KRISAN dan votenya yah 😚😚
Terima kasihh sudah mau membaca sampai episode ini.
Semoga kalian sehat selalu 🤗
Salam hangat dari saya 🤗🤗😘😘