First Love

First Love
Gadis Cantik



Bughh


Reflek Alice memukul Nachan. Ntah mengapa Alice merasa kesal juga sesak saat Nachan mengucapkan kalimat tersebut. Rasanya seperti baru saja dibawa terbang ke langit lalu tiba tiba dijatuhkan kembali ke bumi. Sakiiit . Yaaa itu yang dirasakan Alice.


“Nachan bodohh!” teriak Alice sambil meninggalkan Nachan yang berdarah karena dipukul olehnya.


Nachan pun pergi ke ruang UKS seorang diri untuk mengobati lukanya. Namun sesampainya di ruang UKS ia tidak melihat ada satu orang pun disana, termasuk guru UKS. Nachan pun memutuskan untuk mengobatinya sendiri. Lalu ia pun mencari dimana letak obat merahnya.


Whussshh


Angin kencang membuat tirai sebelah terbuka. Dan ternyata..


Degg


Nachan melihat seorang gadis yang cantik sedang berdiri di jendela sedang menangis.


“Maa..maaaf aku tak sengaja” ucap Nachan lalu berlari keluar ruangan meninggalkan gadis tersebut.


**Di sisi lain


“Kamu nggak suka sama dia?” tanya Koharu kepada Alice


“Nachan itu Cuma teman masa kecilku. Kami nggak ada apa apa!” jawab Alice sedikit kesal karena teman temannya terus memojokinya.


“Alice, kita kan sudah SMA. Banyak hal yang berubah” jelas Eliz


“Banyak hal…?" kata Alice yang terus memikirkan apa yang dimaksud dengan banyak hal. Karena Alice sama sekali tidak mengerti.


Nachan dan Alice hanya teman masa kecil tidak lebih dan tidak kurang. Tapi kenapa ia tidak boleh menyebut bahwa mereka hanya berteman. Pikir Alice yang benar benar bingung dan tak mengerti apa apa. Hanya karena mereka sudah SMA, apa yang akan berubah dari hubungan mereka. Pikir Alice. Meski dipikirkan terus menerus alice tetap saja tidak mengerti.


**Di lain sisi


“Kenapa.. dia menangis ya” kata Nachan yang masih memikirkan gadis yang ia temui di ruang uks tadi. Ia bingung mengapa gadis cantik menangis seorang diri.


Karena akan diadakan pesta penyambutan untuk murid baru. Maka semua murid pun berkumpul di gedung olahraga.


Plukk


“Nachan, kamu abis dari mana aja?” tanya Alice saat melihat yang memukulnya adalah Nachan.


“Ke suatu tempat sebentar. Eh kamu luka tuh waktu mukul aku tadi” ucap Nachan yang menyadai ada luka di jari alice karena memukulnya. Menyadari itu Alice pun tersentuh. Luka sekecil itu saja ia perhatikan pikir Alice.


“Makasih Nachan, oh iya maaf sudah memukulmu hehe” kata Alice yang menyadari kesalahannya dan segera minta maaf. Nachan pun memakluminya dan juga mengingatkan bahwa Alice harus lebih berhati hati agar tidak terluka.


Alice pun berjalan menuju lapangan olahraga. Namun tiba tiba ia menabrak gurunya tanpa sengaja.


“Yaa pak..


“Hari ini mohon bantuannya yaa” kata pak guru


“Eh.. i.. iyaa pak” jawab Alice yang sebenarnya tidak tahu apa yang dimaksud oleh pak guru.


Pak guru yang melihat Alice kebingungan pun mencobaa menjelaskannya. Hari ini Alice harus memberikan pidato sambutan untuk murid baru, pak guru sudah mengabari kedua orang tuanya. Dan mereka setuju.


Namun mereka lupa untuk memberitahukannya kepada Alice.


Alice pun panik seketika, apalagi saat pak guru memberitahukan bahwa ada 2 murid kelas khusus yang akan memberikan pidato sambutan. Mereka adalah Jasmine dan Dillan, keduanya sama sama dari kelas 1-A. Mereka berdua merupakan murid yang pintar, makanya mereka dimasukkan ke kelas khusus.


“Aku yang bodoh begini, pasti akan menonjol diantara mereka” gumam Alice yang merasa minder karena harus berdampingan dengan orang orang pintar.


“Haii..” sapa Jasmine


“Selamat dataang..” ucap pak guru


“Yaa..” jawab mereka berdua.


Alice terus diam selama obrolan. Karena ia merasa benar benar bodoh jika disandingkan. Yang satunya wanita cantik, putih, tinggi dan pintar. Sedangkan yang satunya lagi tampan, pintar namun agak dingin sikapnya. Alice makin minder dengan perbedaan fisik mereka yang sempurna itu.


Namun tiba tiba lelaki dingin itu berkata..


“Kukira kamu anak SD” ucap Dillaan karena melihat postur tubuh alice yang memang lebih pendek dari mereka berdua.


Jreeenng jreeng


Alice merasa kesal sekaligus malu. Namun ia tetap mencoba tenang dan santai sambil berjalan ke atas panggung. Guru pun mempersilahkan masing masing memulai pidatonya. Namun di sisi lain ada seorang lelaki yang kaget sekaligus terpana melihat seseorang di atas panggung. Yaaa dialah Nachan yang terpesona karena bisa melihat gadis itu lagi.


“Wahh dia sangat cantik seperti boneka, suaranya sangat lembut” ucap Alice dalam hati yang memuji kecantikan Jasmine.


Bahkan murid murid lain juga memuji kecantikan juga kecerdasan Jasmine. Namun tanpa di duga hal buruk pun terjadi saat pidato berlangsung. Salah satu murid tidak sengaja menginjak gorden yang menyebabkan talinya putus, dan itu sangat bahaya.


Kreekkk


Suara kayu patah beserta gordennya yang siap menimpa Jasmine.


“Awaassss..” teriak Alice sambil berlari mencoba melindungi Jasmine. Semua murid dan guru pun ikut panik akan keselamatan mereka berdua.


"Aakhh anak bodohh!" ucap Nachan yang kesal karena melihat Alice berbuat sembrono tanpa memikirkan dirinya sendiri. Nachan pun berlari mencoba menyelamatkan mereka. Hingga akhirnya Nachan berhasil melindungi mereka berdua tepat pada waktunya.


"Nachann..makasihh" ucap Alice karena telah ditolong oleh sahabatnya itu.