
Tanpa disadari ternyata ada teman sekelasnya yang melihat Alice sedang berbicara dengan Danil. Alice juga tidak tahu kalau diantara mereka ternyata ada Nachan.
“Lho, itu Alice lagi bicara sama murid kelas khusus itu ya” Ucap salah satu siswa
“Dillan namanya. Nggak biasanya Alice ngobrol sama cowok lain selain Nachan” Ucap siswa lainnya.
Nachan yang sedang memalu paku pun kaget mendengarnya. Hatinya terasa sakit mengetahui Alice dekat dengan cowok lain selain dirinya. Ia menjadi merasa kesal hingga tak sadar paku itu mengenai tangannya.
“Auww!” Teriak Nachan
“Aku mau minta perban sama Alice ah!” Ucapnya lagi sambil berlari mencari keberadaan Alice.
“Nachan terlihat aneh ya? Mungkin hubungan mereka berdua akan beruba selama orientasi ini. Ya. Kan?” Ucap salah satu siswa sambil tertawa menyadari keanehan tingkah laku Nachan barusan.
**Di sisi lain
“Ah. Alice aku mencarimu.” Ucap Nachan saat berhasil menemukan keberadaan Alice.
“Emm, malam hari boleh tidak aku ketendamu?” Tanyanya lagi.
Namun Alice diam tak menjawab dan pergi meninggalkan Nachan. Melihat Alice pergi begitu saja Nachan pun mengejarnya.
“Tunggu! Alice aku ikut!” teriak Nachan berusaha mengejarnya. Nachan pun berhasil mengejarnya dan tanpa sengaja menarik bahu Alice hingga wajah mereka pun saling berhadapan.
Deg…
Jantung mereka berdua sama sama berdebar kencang.
“Waaa!” Teriak mereka berdua saat menyadari itu. Alice pun reflek menjauh mundur hingga membuat sayuran yang dibawanya berjatuhan kemana mana. Mereka pun memungutinya bersama.
“A…Ada apa? Ada apa denganku?” gumam Alice karena jantungnya yang berdebar debar sambil membelakangin Nachan.
Sementara Nachan juga merasakan hal yang sama. “Kenapa dadaku berdebar debar saat wajah kami saling berdekatan” gumam Nachan.
“Alice…” Panggil Nachan tiba tiba
“I…iya” jawab Alice gugup
“Dillan..orangnya seperti apa?” Tanya Nachan tiba tiba membahas Dillan. Karena itulah sebenarnya tujuan Nachan mencari Alice. Untuk mencari tahu kedekatan antara Alice dan Dillan.
“Kenapa tiba tiba nanya begitu?” Tanya Alice heran sambil mengerutkan kedua alisnya.
“A..Alice?” panggil Nachan lagi karena Alice diam saja dan mendadak raut muka Alice berubah.
“Aku nggak akan akrab dengan orang seperti itu!! Akh ! Mengingatnya saja membuat aku kesal..!” teriak Alice yang sangat emosi.
Nachan yang mendengarnya pun dibuat kaget. Nachan tak menyangka bahwa Alice akan marah seperti itu bahkan sampai berteriak. Nachan ingin bertanya lagi kenapa. Namun Alice sudah berbicara duluan.
“Kenapa Nachan ingin tau hal itu?!” Tanya Alice lagi sambil cemberut. Mendengar itu membuat Nachan kebingungan, ia pun tertawa kecil untuk menutupi rasa malunya.
“Ah..nggak! Hanya saja…saat mendengar Alice akrab dengan Dillan hatiku merasa terbakar” Ucap Nachan malu tetapi juga sedih. Alice pun kaget mendengar perkataannya Nachan.
“Aku juga! Hatiku terasa terbakar saat melihat Nachan dekat dengan cewek lain” Jelas Alice.
“Alice juga?!” Tanya Nachan kaget.
“Haha..itu karena kita teman kecil!” Ucap mereka berdua kompak sambil tertawa. Mereka pun melanjutkan kembali langkahnya menuju tenda. Alice merasa senang sekaligus bersyukur karena akhirnya misteri hubungan mereka terpecahkan pikir Alice.
Sesampainya di tenda Alice langsung pergi ke dapur umum untuk membuatkan masakan kesukaan Nachan. Semua siswa yang menyaksikan Alice memasak memujinya karena pintar memasak. Bahkan masakan buatannya pun sangat lezat saat dicoba oleh siswa lainnya.
“Aliceku memang hebat!” ucap Nachan sombong kepada teman temannya karena terus memperhatikan Alice. Bahkan beberapa siswa juga ikut memuji keahlian memasak Alice.
“Alice itu gadis yang hebat! Dia itu akan menjadi calon istri yang hebat” ucap salah satu siswa laki laki.
“Iyaa benar. Alice memang hebat!” puji siswa lainnya.
“Alice jadi populer hehe” Ucap Nachan saat banyak cowok yang memuji Alice. Entah mengapa melihat itu kembali membuat hati Nachan terasa terbakar sekaligus sedih.
Akhirnya para murid pun berkumpul untuk menyantap makanan buatan Alice.
Keahlian memasak Alice memang tidak diragukan. Bahkan siswa siswi kelas lain pun ikut memuji masakan Alice itu. Melihat Nachan sangat bersemangat saat menyantap makanan buatannya membuat Alice merasa senang.
“Apapun yang bisa kulakukan untuk Nachan. Akan kulakukan! Karena itu janjiku pada Tuhan!” gumam Alice dalam hati. Lalu Alice pun ikut berkumpul dan menyantap makanannya.
“Aku hanya ingin melihat Nachan selalu tertawa seperti sekarang” ucap Alice dengan suara yang pelan.
Malam pun tiba. Mereka asyik berkumpul dan bermaib suatu permainan. Nachan dan Alice pun tidak ketinggalan ikut bermain. Permainan yang mereka lakukan adalah *****. Alice selalu mendapatkan kemenangan. Itu membuat teman temannya merasa jengkel, walau hanya bercanda. Namun saat mereka asyik bermain, terdengar suara berisik berasal dari arah tenda Alice.
Sudah sampai episode ini. Mohon bantu like, komen dan juga rate nya ya kakak🙏🙏 mohon maaf apabila banyak kesalahan kata. Terima kasih! Semoga sehat selalu.