First Love

First Love
Kenapa kau menghindariku?!



Alice.. bisa kita ngobrol?!” suara siswa lelaki memanggil Alice. Mendengar itu Alice pun mencoba pergi keluar untuk menemui dua cowok itu.


“Tunggu! Aku kesana” jawab Alice.


Namun saat Alice akan melangkah keluar tiba tiba saja bajunya ditarik oleh Nachan. Alice pun menoleh ke arah Nachan sambil mengerutkan alisnya yang artinya ia bertanya mengapa. Nachan pun kebingungan bagaimana harus menjawabnya.


“Mungkin mereka mau nembak Alice!” pekik salah satu diantara mereka yag sedang bermain. Alice pun kaget mendengarnya.


“Hari ini cowok cowok memperhatikanmu saat kau membuat makan malam” Ucap siswa lain.


“Eh…tapi aku kan Cuma masak!” jawab Alice yang kebingungan.


“Itu cukup membuat cowok memperhatikanmu!” Ucap Nachan tiba tiba dan membuat Alice semakin bingung dibuatnya. Alice bingung mengapa hanya memasak bisa jadi diperhatikan.


“Uuhh!! Gimana caranya menghilangkan rasa terbakar ini?!”gumam Nachan yang sebenarnya merasakan emosi saat ada orang lain yang mencoba mendekati Alice. Tiba tiba saja guru datang berkeliling untuk melihat apakah para siswa siswi sudah tidur. Dan itu membuat mereka semua yang sedang bermain kaget juga takut.


“Guru! Gawat! Gimana kalau kita ketahuan ada ditenda cowok?!” ucap siswi perempuan. Mereka memang bermain di tenda milik Nachan.


“Jangan balik sekarang! Cepat sembunyi di sleeping bag!” tegas Nachan meyuruh mereka semua bersembunyi dan pura pura tidur.


Alice yang daritadi diam saja karena kebingungannya tiba tiba saja ditarik tangannya oleh Nachan kedalam sleeping bag berdua dan itu membuat Alice kaget.


Degg degg


Jantung mereka berdua sama sama berdebar karena posisi Alice yang berada dipelukan Nachan.


“Nachan..apakah teman masa kecil akan melakukan hal ini?! Hatiku..berdebar debar seakan tidak bisa bernafas” gumam Alice dalam hati yang merasakan perasaan aneh itu. Bahkan itu membuatnya merasa sesak. Hingga akhirnya guru pun sudah pergi kembali. Namun mereka masih saja hanyut dalam pikirannya masing masing. Hati Alice terasa semakin berdebar, bahkan lebih cepat dari biasanya. Dan itu membuat Alice gelisah.


Akhirnya mereka semua pun keluar dari dalam sleeping bag masing masing. Mereka tertawa karena merasa hal itu lucu mereka harus bersembunyi dari guru.


“Eh! Ada apa dengan Nachan dan Alice? Kenapa mereka diam saja..” ucap Eliz yang jugq ada ditenda itu. Saat menyadari keberadaan Alice dan Nachan yang saling membelakangi tanpa berbicara.


“Eh? Kenapa? Kita nggak ada apa apa kok” Kilah Alice mencoba mencairkan suasana.


“Kita seperti biasa kan Alice!” Ucap Nachan mengelak juga


“I..iya benar..” jawab Alice mencoba tersenyum.


Namun saat Alice menatap mata Nachan yang juga membalas senyumnya, membuat Alice kembali berdebar debar dan lari pergi meninggalkan mereka semua. Sepanjang malam Alice terus memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya. Mengapa ia merasa setiap kali bertatap muka dengan Nachan ia akan merasakan debaran tak menentu di hatinya.


Malam pun berlalu tanpa terasa hingga akhirnya terbit matahari.


“Alice kenapa sih?!” gumam Nachan merasa kesal.


** Di sisi lain


“Ada apa sih?! Sebenarnya ada apa antara kamu dan Nachan?” tanya Koharu yang sedari tadi memperhatikan Alice berlarian kesana kemari hanya untuk menghindari Nachan. Alice pun bingung bagaimana cara menjelaskannya. Tapi ia berfikir untuk memberitahu kepada kedua temannya itu.


“Kalau melihat Nachan, hatiku jadi deg degan” jelas Alice kepada kedua temannya.


“Alice..perasaanmu sudah tergerak..apanya yang nggak ada apa apa?!” jawab Eliz yang lebih mengerti mengenai apa yang dirasakan oleh Alice. Namun Alice masih saja bingung dan tak mengerti apapun.


“Apa kamu pernah deg degan kalau dekat sama cowok lain?” tanya Eliz mencoba mencari tahu.


“Eh! Enggak..”


“Apa ada cowok lain yang menurutmu baik?” tanya Eliz lagi


“Eh! Enggak ada..” jawabnya lagi. Mendengar jawaban Alice membuat Eliz mengerti akhirnya.


“Nggak ada karena kamu nggak mencarinya kan? Karena sejak kecil…sudah ada Nachan yang paling baik. Dan selalu ada disampingmu. Yakan?!” jelas Eliz kepada Alice.


Mendengar perkataan Eliz membuat Alice berfikir bahwa apa yang dikatakan oleh Eliz ada benarnya. Tanpa sadar Alice berjalan berkeliling disekitar tenda sambil memikirkan perkataan Eliz. Sejak kecil Alice dan Nachan sudah bersama. Nachan selalu ada untuk Alice, baginya Nachan adalah satu satunya orang penting dalam hidupnya.


“Nachan!” gumam Alice dalam hati saat tidak sengaja melihat Nachan yang tertidur dibawah pohon. Melihat Nachan membuat Alice kembali berdebar tak karuan. Nachan terlihat sangat lelah. Alice pun mencoba menyelimuti Nachan menggunakan jaketnya agar tidak kedinginan. Sayangnya karena postur Alice yang lebih kecil dari Nachan, membuat jaket itu terlihat sangat kekecilan dibadan Nachan. Tanpa sadar Alice menatap Nachan yang sedang tertidur itu. Lalu tiba tiba saja Nachan membuka matanya dan membuat Alice terkejut.


Degg degg


Mata mereka saling bertemu dan itu membuat jantung mereka kembali berdebar.


“Aarrgghh!” teriak Alice yang kaget dan mencoba pergi namun berhasil ditangkap tangannya oleh Nachan.


“Kenapa kamu selalu lari?!” tanya Nachan


“Lihat aku!” pinta Nachan karena Alice sama sekali tidak melihatnya dan membuang muka. Itu membuat Nachan merasa sedih. Namun Alice masih saja diam tak menjawab karena ia gugup tangannya dipegang oleh Nachan.


Mohon bantu like 💙dan komentar ya kakak. Jangan lupa rate nya! 🤗


Terima kasih! Semoga sehat selalu.