
Alice yang sudah berada di dalam kamarnya pun merasa sangat lelah dengan semua kejadian hari ini. Dimulai dengan pertengkarannya dengan Nachan. Hingga bertemu dengan Dillan si 'cowok menyebalkan'.
"Arghhh! Rasanya hari ini aku setres sekali." teriak Alice merasa terbebani.
"Nachan.. kenapa kita harus seperti ini? Dulu kita sangat dekat. Mengapa sekarang jadi seperti ini? Apa ini semua memang salahku yang telah mencintaimu?!" Ucap Alice sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur .
Drrtt Drrtt
Panggilan masuk di ponselnya menyadarkan Alice dari lamunanya. Ternyata Eliz lah yang menghubungi Alice.
"Halo Eliz! Ada apa?" tanya Alice
"Emh .. Nggak ada apa apa kok. Cuma ingin memastikan kamu baik baik saja" ucap Eliz tanpa sengaja. Karena Alice tidak tau kalau teman temannya sudah mengetahui ada masalah antara Nachan dan Alice.
"Maksudnya ?" tanya Alice bingung sambil mengerutkan dahinya.
"Aku tau terjadi sesuatu antara kamu dan Nachan. Coba jujur katakan padaku apa masalahnya?" tanya Eliz
"Emh.. itu yaa.." jawab Alice sedikit bimbang.
"Nachan menolakku" sambungnya lagi dengan nada suara melemah.
"Apa??! Apa kamu serius Alice?!" tanya Eliz penasaran.
"Tentu! Sangat serius malah" jawabnya melemah.
"Astaga! Aku sungguh tidak menyangka Nachan akan menolakmu. Karena kalian terlihat seperti saling menyukai" timpal Eliz.
"Dan lebih tidak menyangka karena kalian sudah berteman sejak lama, namun ternyata Nachan tega melukaimu" sambungnya lagi.
"Aku tau . Akupun tidak menyangka akan sesakit ini ketika Nachan menolakku. Rasanya sangat perih. seperti tertusuk ribuan jarum. Hingga membuat jantungku seakan berhenti berdetak" ucap Alice.
"Baiklah. Kita lupakan saja masalah ini. Bagaimanan jika besok sepulang sekolah kita pergi piknik? Karena lusa kan weekend libur sekolah. Bagaimana?" ajak Eliz.
"Sepertinya itu ide bagus. Baiklah kalau begitu!" jawab Alice menyetujuinya. Dan Alice pun memberi tawaran agar mereka menginap di villa milik pamannya di kota L. Eliz pun menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu kututup dulu telponnya ya! Aku juga akan mengajak Koharu bersama kita" ucap Eliz
"Sampai jumpa!" sambungnya lagi.
"Sampai jumpa besok Eliz!" jawab Alice lalu mematikan ponselnya.
•• Di Sisi Lain ••
Nachan terlalu lelah dengan semua masalah hari ini. Hingga ia tertidur begitu saja saat sampai di kamarnya.
Tok Tok Tok
Suara ketukan di pintu membangunkannya.
Krieettt
Nachan membuka pintu kamarnya dan ternyata kakaknya lah yang mengetuk pintu.
"Kak Tomo? Ada apa sih ka malam malam kekamarku?" dengus Nachan kesal.
"Sini kamu ikut kakak!"ajak kak Tomo menarik tangan Nachan keluar dari kamarnya menuju taman belakang rumahnya.
"Ih kakak apa apaan sih ini uda malem tau! Dingin kan diluar!" ucap Nachan
Mereka pun duduk dibangku taman. Dan tanpa basa basi kak Tomo pun langsung memulai percakapannya.
"Kamu lagi ada masalah sama Alice?" tanya kak Tomo.
"Apaan sih ka tiba tiba nanya soal aku dan Alice?! Lagi juga kakak kenapa bisa nanya kaya gitu, aku dan Alice kan teman kecil jadi nggak mungkin kita musuhan!" jawabnya berbohong.
"Kakak liat kamu sama Alice cuek cuekan barusan. Dan beberapa hari yang lalu kakak ketemu Alice yang lagi sedih karena kamu. Apa kali ini kamu juga yang memulainya?"tanya kak Tomo.
"Jadi kakak udah tau yaa?" jawab Nachan pasrah karena kakaknya ternyata mengetahuinya. Nachan pun menceritakan semuanya dengan detail kepada kakaknya. Termasuk saat Alice menyatakan cinta kepadanya dan Nachan malah menolaknya. Kak Tomo sedikit terkejut saat mengetahui Nachan menolak Alice. Yaa, itu karena menurut kak Tomo bahwa adikknya itu juga memiliki perasaan yang sama kepada Alice.
Tak lupa Nachan juga menjelaskan bagaimana perasaannya terhadap Alice. Kak Tomo yang sudah lebih dewasa pun mengerti bahwa Nachan juga menyukai Alice. Hanya saja tertutup oleh egonya yang menyatakan bahwa Alice dan Nachan hanya sekedar 'teman masa kecil'.
"Coba deh kamu pikir baik baik lagi dari hatimu. Siapa yang lebih baik antara Alice dan Jasmine" ucap Kak Tomo setelah mendengarkan cerita Nachan tentang adanya Jasmine di pikiran Nachan.
"Tapi aku dan Alice memang hanya teman masa kecil ka! Dan itu nggak mungkin berubah!" jawab Nachan tetap pada egonya.
Kak Tomo pun mengalah karena tidakingin berdebat dengan adiknya. Ia pun bangkit dari duduknya berniat meninggalkan Nachan di taman.
"Suatu saat nanti kelak kamu menyadarinya. Semua itu akan terlambat. Inget itu Nachan!" pesan kak Tomo dengan nada sedikit tegas dan sangat meyakinkan.
Mendengar itu membuat Nachan semakin bingung. Nachan pun kembali ke kamarnya.
~Pagi Hari~
Hari ini Alice berangkat terlebih dahulu meninggalkan Nachan. Mereka berdua berangkat masing masing ke sekolah.
"Dia benaar benar ingin menjauh dariku" gumam Nachan dalam hati saat Alice berpindah tempat duduk.
"Hai Chan! Maafkan aku yaa yang haru menjadi teman sebangkumu mulai sekarang" ucap Koharu karena melihat raut wajah Nachan yang terlihat sedih saat Alice pindah tempat duduk.
"Tidak apa apa kok. Mungkin dia memang ingin menjauhi ku" jawab Nachan dengan suara yang melemah.
Koharu merasa kasihan kepada Nachan. Namun apa yang dilakukan Nachan memang sudah sangat melukai Alice. Tak lama kemudian Jam pelajaran pun dimulai seperti biasa. Para murid belajar dengan tenang hingga jam pelajaran usai.
Kriiing kriiing
Suara bel pulang berbunyi tanda jam pelajaran telah usai. Para murid pun bergegaa untuk pulang. Tidak terkecuali dengan Alice, Koharu dan Eliz. Mereka masih berada di dalam kelas untuk merencanakan kegiatan apa yang akan mereka lakukan saat tiba di villa.
"Akhirnyaa! Kita bisa liburan" ucap Eliz bersemangat.
"Iyaa! Pasti rasanya sangat menyenangkan ya. Apalagi tinggal di villa keluarganya Alice. Uuuncchh .. kamu baik banget sih Alice" ucap Koharu sambil mencubit pipi Alice.
"Aww sakit tahu!" ucap Alice kesakitan saat pipinya dicubit oleh Koharu.
"Eh sampe di villa nanti kita ngapain nih?" tanya Eliz
"Iyaa juga yaa. Kita kan belum mikirin kegiatan apa aja yang akan kita lakuin" ucap Koharu.
"Yaa kalau udah sampe kita istirahat lah! kan nyampenya juga malam. Haha" jawab Alice sambil tertawa.
" Ah! Benar juga ya. Kita kan pasti sampainya malam hari. Ahahaha" jawab Koharu ikut tertawa. Sebelum mereka pulang ke rumah Alice untuk berkemas. Mereka memutuskan untuk pergi berbelanja terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli beberapa snack untuk dijalan.
•••••
"Eh itukan Dillan!" ucap Eliz saat ia melihat Dillan berada di supermarket yang sama sambil menunjuk ke arahnya.
"Kita samperin yuk!" sambungnya lagi.
"Dia lagi! Ya tuhann mengapa aku selalu bertemu dengan cowok menyebalkan itu!" gumam Alice saat melihat ke arah Dillan.
"Ah ngapain sih! Kita kan gak bisa lama lamaa!" sambungnya lagi karena memang Alice tidak ingin bertemu dengan Dillan. Alice pun langsung menarik tangan Eliz menjauh dari Dillan.
Koharu hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Selesai berbelanja mereka pun berjalan menuju kasir untuk membayarnya.
Setelah itu mereka kembali melangkahkan kakinya pulang ke rumah Alice. Sesampainya disana mereka langsung merapikan dan mengepack barang barang dan perlengkapan apa saja yang akan mereka bawa.
Jam sudah menunjukan pukul 15:30 sore. Mereka akan diantar oleh supir pribadi keluarga Alice. Perjalanan menuju villa di kota L memakan waktu 3 jam lebih karena jalan sangat padat.
Akhirnya mereka sampai di villa pada jam 7 malam.
"Ah badanku rasanya seperti remuk!" ucap Eliz yang merasa pegal pegal karena perjalanan yang sangat panjang.
"Iya! Tulangku bahkan seperti mau patah" sahut Alice.
"Aku tidak menyangka perjalanan ini akan memakan waktu sangat lama karena padatnya kendaraan" sambungnya lagi.
Huwekkkk
Tiba tiba ada suara orang yang sedang mual. Dan ternyata itu Koharu yang mabuk perjalanan.
"Kamu tidak apa apa Koharu?" tanya Alice khawatir.
"Tidak apa apa! Aku hanya sedikit mual saja. Beristirahat sebentar juga akan membaik" jawab Koharu.
"Yaudah kita langsung istirahat aja ke dalam yah! Kebetulan aku udah mesenin sama Mbok Itha untuk beresin kamar kita. Yuk Koharu kiya ke kamar!" ajak Alice.
"Oiya pak Nur! Tolong bawain tas kita ke dalam yah pak. Maaf harus merepotkan bapak" ucap Alice meminta bantuan kepada supirnya itu Pak Nur.
"Tidak apa apa non! Ini kan sudah tugas saya" jawab Pak Nur.
Mereka pun langsung masuk ke kamar dan beristirahat. Alice sengaja meminta Mbok Itha hanya menyiapkan satu kamar untuk mereka bertiga. Karena akan lebih baik jika berkumpul.
Pak Nur membawakan tas mereka ke dalam villa. Lalu meletakkannya di depan kamar mereka.
Tok Tok Tok
"Non! ini tasnya saya taruh di depan kamar ya non!" ucap Pak Nur.
"Saya permisi dulu!" sambungnya pamit lalu pergi.
"Oh iya pak terima kasih. Nanti akan saya ambil!" jawab Alice sebelum pak Nur pergi.
Karena Koharu sedang tidak enak badan, mereka bertiga pun langsung beristirahat setelah mengambil tas mereka masing masing.
~☆☆☆☆~
Haii! Jangan lupa like, komen dan Votenya yaa kawan. Makasih udah mau baca sampe eps. ini.
Salam hangat dari saya🤗😘😘