
Alice merasa lebih tenang saat ini. Dan ia pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya.
"Eh! Dia seperti Dillan? Tapi untuk apa dia disini?!" gumam Alice bingung saat ia melihat sesosok lelaki yang lewat dan terlihat seperti Dillan.
"Ah! apaan sih aku ini! Ngapain juga tiba tiba mikirin dia" ucap Alice kesal saat menyadari dirinya tanpa sadar mengingat Dillan si cowok menyebalkan itu.
Saat di tengah jalan Alice memutuskan untuk mampir ke supermarket terdekat. Sesampainya disupermarket Alice pun berbelanja barang kebutuhannya dan juga bahan makanan untuk di rumah.
"Ini kan makanan kesukaan Nachan!" ucap Alice sambil memegang makanan kesukaan Nachan. Alice pun kembali mengenang masa masa mereka saat masih sangat dekat. Tanpa terasa air mata Alice menetes saat mengingatnya.
"Astaga! apasih yang aku pikirin" ucap Alice sambil meletakkan kembali makanan tersebut ke tempatnya.
Setelah selesai memilih dan mencari. Alice pun bergegas menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya.
Brukkk
Tanpa sengaja Alice menabrak seseorang saat hingga membuat barang belanjaannya berjatuhan ke lantai.
"Ah maafkan aku. Aku sungguh tidak sengaja!" ucap Alice meminta maaf tanpa melihat siapa yang ditabraknya. Alice pun sibuk membereskan barang belanjaannya yang berjatuhan.
"Ohh!" Jawab orang itu singkat.
"Suara ituu.. Sepertinya aku mengenalnya!?" gumam Alice dalam hati saat menyadari suara tersebut sangatlah mirip dengan seseorang yang ia kenal.
"Kamu!" ucap Alice kaget saat melihat ternyata orang itu adalah Dillan.
"Ada apa?" tanya Dillan pura pura tidak tahu. Alice pun tidak menjawabnya. Ia segera membayar barang belanjaannya di kasir dan bergegas pulang. Dillan pun meninggalkan Alice terlebih dahulu.
"Ah! Kenapa aku harus bertemu dengan cowok menyebalkan seperti diaaa" gumam Alice dalam hati. Seketika Alice menjadi emosi kembali setelah bertemu dengan Dillan. Tak mau pikir panjang Alice pun melanjutkan kembali perjalaannya untuk pulang ke rumah.
**Di Sisi Lain**
"Ada apa sih sama lo chan? Kenapa permainan lo hari ini jelek banget?!" ucap Moko saat menyadari Nachan yang terlihat tak semangat.
"Tau nih nggak seperti biasanya. Ada apa sih?" tanya Moro juga
Yaa, setelah bertengkar dengan Alice ia memang masih ada latihan si klub sepak bola. Namun, entah mengapa pikkrannya terus saja memikirkan Alice hingga membuatnya tidak bisa konsentrasi.
"Emh.. Alice marah sama gue" jawab Nachan. Dan itu membuat Moko dan Moro kaget. Bagaimana tidak, karena selama ini Alice tidak pernah marah terhadap Nachan. Apalagi sampai membuat Nachan gundah seperti sekarang. Bahkan kehilangan konsentrasinya.
"Dia marah pasti ada sebabnya kan? Ada apa ? cerita sama kita!" ucap Moko dan didukung oleh Moro.
Nachan pun akhirnya menceritakan kejadiannya secara detail. Mereka pun kaget saat tau kenyataannya.
"Gila! Lho nolak Alice? Serius?" pekik Moko
"Apa sih yang ada difikiran lo sampe tegaa nolak Alice?" sambung Moro.
"Tau tuh!" ucap Moko kesal.
"Kita kan hanya teman masa kecil" jawab Nachan polos.
"Kalian itu udah berteman sejak kecil. Pasti kalian berdua masing masing udah tau satu sama lain. Dan Alice. Alice itu selalu baik sama lo! Apa salahnya dia Chan??" ucap Moko yang sudah sangat kesal. Dia tidak menyangka bahwa Nachan akan menolaknya begitu saja.
"Sekarang gini gue tanya. Lo suka nggak sama Alice?!" tanya Moro.
"Lo itu cuma penasaran sama dia!" ucap Moko.
"Gak tau kenapa gue ngerasa khawatir saat liat dia nangis" jawab Nachan bimbang
"Itu karena lo nggak pernah liat Alice nangis di depan lo. Jadi saat lo liat ada perempuan nangis di depan mata lo. Lo ngerasa kasian. Tappiii... kali ini lo udah buat Alice nangis Chan. Lo udah nyakitin dia!" ucap Moro yang kesal.
Nachan memikirkan apa yang dikatakan oleh teman temannya memang benar. Selama ini ia tidak pernah melihat Alice menangis. Alice selalu berusaha terlihat kuat.
"Gini deh gue tanya sama lo! Lo nyaman nggak kalau di dekat Alice?" tanya Moko.
"Emh iya..
"Lo kesel nggak kalau liat dia deket sama cowok lain selain lo?"
"Iyaa..
"Lo pernah nggak liat orang yang lebih baik dari Alice?"
" Emh itu juga nggak!"
"Itu karena lo nggak pernah nyari orang lain selain Alice. Lo udah nyaman sama Alice!" ucap Moko mencoba menjelaskan isi hati Nachan yang sebenarnya juga menyukai Alice. Namun tertutup oleh egonya.
Nachan memikirkan apa yang dikatakan temannya memang benar. Tapi entah mengapa Jasmine juga ada dipikirannya.
"Yaudah gue balik dulu. Mendingan lo pikirin apa yang gue bilang" pamit Moko lalu meninggalkan Nachan.
"Gue juga pamit Chan!" ucap Moro lalu mengikuti Moko pergi meninggalkan Nachan.
"Argghhhh!" teriak Nachan kesal dan melemparkan bola yang sedari tadi iya pegang. Nachan benar benar bingung dan frustasi tak tahu harus bagaimana.
"Apa aku salah Alice? Aku minta maaf jika telah melukaimu" gumam Nachan memikirkan kesalahan yang dilakukannya hingga membuat Alice terluka. Nachan pun bergegas pulang ke rumahnya.
......
"Apa aku salah telah mencintai teman masa kecilku sendiri?" gumam Alice sambil terus berjalan.
Waktu kembali mempertemukan mereka berdua. Yaa, Nachan dan Alice berpapasan saat mereka masing masing sudah dekat dengan rumah.
"A.. Alice" Ucap Nachan gugup saat melihat Alice yang juga baru sampai rumah. Namun Alice mengacuhkannya dengan terus berjalan masuk ke dalam rumah. Melihat Alice seperti itu hati Nachan terasa sakit. Namun ia masih bingung dengan apa yang dirasakannya.
"Entah mengapa kita dekat, namun terasa sangat jauh" gumam Nachan sambil memegang dadanya yang terasa sesak karena memikirkan Alice.
"Alice.. kapan kau akan memaafkanku? Ini sungguh menyiksaku" gumamnya lagi sambil berjalan masuk.
~☆☆☆~
Haloo ..
Makasih yang sudah mau baca sampe sini. Jangan lupa like, komen dan votenya yaa 🤗🤗😘😘
Terima kasihh 😚😚😚
Semoga kalian sehat selalu 🤗🤗👌