First Love

First Love
Nathan dan Alice



Pagi itu cuaca sangat cerah, anginnya juga terasa sejuk. Awan pun sangat indah ditambah dengan pemandangan burung burung yang beterbangan kesana kemari membuat langit tampak begitu indah untuk dipandang.


Cuit cuit cuit cuit


Suara burung burung terdengar di pagi hari seperti nyanyian indah untuk membangunkan mereka yang masih tertidur.


Kriiiiiing kriiiiiing


Terdengar suara alarm yang begitu kencang, namun sang lelaki masih tertidur pulas. Hingga alarm bunyi beberapa kali pun ia masih saja belum bangun. Hingga tiba tiba datang seorang gadis ke kamar yang tidak lain adalah tetangganya sekaligus sahabatnya. Rumah mereka bersebelahan, bahkan kamar mereka pun bersebrangan. Mereka sudah berteman sejak kecil. Karena gadis itu mendengar suara alarm yang terus berbunyi, ia berfikir bahwa pasti lelaki itu belum bangun. Maka dari itu gadis itu pun pergi ke kamar sang lelaki melalui balkonnya.


“Astaga, kenapa ia tidur seperti mayat saja. Bahkan alarm sekencang itu pun ia tidak mendengarnya” ucap sang gadis. Lalu gadis itu pun memikirkan bagaimana caranya agar temannya itu bangun. Hingga muncullah ide untuk mengerjainya dengan cara membekap mulutnya.


“Jangan salahkan aku yaa Nachan. Hihi” ucap Alice sambil tertawa. Yaa nama lelaki tersebut ialah Nachan. Dan gadis itu ialah Alice.


“Hmph hmph!” teriak Nachan saat mulutnya dibekap oleh Alice


“Hahhh apa yang Nachan bilang?” ledek Alice sambil tertawa


“Fuwahhh! Kamu mau membunuhku yaa Alice?!” teriak Nachan kesal


“Habisnyaa Nachan nggak bangun bangun sih hehe” jawab Alice tertawa.


“Pagii Nachaannn” lanjut Alice mengucapkan selamat pagi kepada Nachan. Namun tiba tiba saja..


“Aku memang Nachan. Tapi aku kan juga cowok!” jelas Nachan sedikit kesal namun dingan pipi yang merona. Ntah mengapa nachan merasa malu. Nachan pun langsung bangun dan bergegas menuju kamar mandi. Sedangkan Alice menunggu di meja makan keluarga nachan. Mereka sudah terbiasa bersama sejak kecil. Maka dari itu orang tua Nachan pun tidak kaget melihat Alice turun dari kamar Nachan saat pagi hari.


Alice termasuk orang yang blak blakan atau lebih tepatnya tidak mementingkan bahwa ia adalah seorang gadis. Alice pun diberi sarapan oleh ibunya nachan. Hingga tak lama kemudian Nachan pun turun ke meja makan. Mereka sarapan bersama. Hari ini merupakan hari pertama mereka masuk SMA.


“Gimana? Hari ini aku ganteng kan?” tanya Nachan sambil merapikan rambutnya


“Tentu saja” jawab Alice singkat namun penuh makna. Yaa itu karena memang Alice mengagumi ketampanan sahabatnya itu. Mereka pun pergi ke kelas bersama.


“Pagi ..” ucap Nachan tak mau kalah kepada teman temannya.


Namun sepanjang perjalanan menuju kelas yang terdengar hanyalah gosip tentang hubungan mereka berdua.


“Eh mereka cocok yaa. Seperti sepasang kekasih” ucap salah satu murid


“Iyaa aku setuju. Mereka cocok banget. Apalagi mereka udah akrab bahkan dari SMP” ucap murid lainnya.


Mereka tak sadar bahwa Alice mendengar apa yang mereka ucapkan.


“Eh maksudnya mereka apa yaa?” tanya Alice kepada nachan sambil terus memberi senyum kepada teman temannya. Namun tiba tiba Nachan melihat ke empat sahabatnya. Mereka adalah Koharu, Elizabeth, Moko dan Moro.


“Pagii kawann” sapa Alice kepada ke empatsahabatnya


“Pagi jugaa Alice” jawab Koharu dan Eliz berbarengan.


“Habisnya kalian ini SMP satu sekolah bahkan sekarang SMA pun satu kelas. Kalian ini memang ditakdirkan selalu bersama” ucap Moro yang sebenarnya ia juga berharap bahwa Nachan dan Alice dapat menjadi sepasang kekasih.


“Kalian ini ngomong apasih, kita ini Cuma teman masa kecil. Iya kan Nachan?” jawab Alice polos. Alice memang belum mengerti tentang perasaannya itu.


“Yaa.. jawab Nachan


“Tapi kami lebih dekat dari teman masa kecil biasanya” ucapnya lagi


Degg degg


Ucapan Nachan membuat degup jantung Alice tak karuan. Bahkan berhasl membuat pipinya merah merona. Yaa itu karena memang Nachan sudah terbiasa selalu bersikap dan berkata seperti itu di depan teman temannya. Dia selalu terus terang. Tapi Alice meyukainya. Namun tiba tiba saja Nachan berkata..


“Akusih nggak ada perasaan apapun melihat anak kecil seperti Alice. Mending aku lihat kakak senior yang can..” belum selesai Nachan berbicara tiba tiba alice memukulnya..