
Nachan merasa jenuh berada di rumah dihari libur. Biasanya saat libur sekolah Nachan dan Alice akan pergi bermain bersama. Namun justru kali ini berbeda karena Alice pergi tanpa Nachan di sisinya.
"Kak jalan yuk! Bosan nih di rumah aja" keluh Nachan pada kakaknya yang sedang menikmati secangkir kopi.
"Kenapa? bosan di rumah karena nggak ada Alice?!" sindir kak Tomo.
"Apaan sih ka?! Udah ayo kak kita keluar!" ajak Nachan sambil menarik paksa lengan kakaknya. Kak Tomo pun mengikuti kemauan adiknya itu.
Mereka berdua pergi mengendarai motor ke suatu tempat.
~Di Sisi Lain~
Koharu dan Eliz terus saja meledek Alice karena pertemuannya dengan Dillan dimana saja.
Mereka menertawakan Alice. Tanpa sadar candaan mereka membuat Alice melupakan masalahnya dengan Nachan sesaat.
"Sudah sudah.. sekarang kita kembali ke villa aja yuk! Rasanya badanku ini terasa lengket" ajak Eliz
"Iyaa! Aku juga ingin kembali ke kasur yang nyaman itu ahahaha" ucap Koharu sambil tertawa.
"Eh tapi kan kalian belum makan! Aku udah membelikan kalian makanan lho! Masa kalian tega nggak mau memakannya?" ucap Alice memelas.
"Nanti saja kita makannya di villamu. Iya nggak Liz?" jawab Koharu seraya bertanya kepada Eliz.
"Iya betul kata Koharu!" sahut Eliz.
Mereka pun kembali ke villa. Sesampainya di villa mereka langsung menyantap lahap makanan yang dipesan oleh Alice di warung desa. Walau ini kali pertamanya mereka mencoba makanan daerah. Mereka sangat terkesan dengan cita rasanya yang kaya akan rempah rempah.
"Wahh ini enak lho!" ucap Eliz sambil mengunyah makanannya.
"Iya Alice ini enak banget. Sudah lama aku tidak menikmati rasa seperti ini" sahut Koharu juga.
Alice hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya itu menikmati makanan yang ia bawa. Seketika Alice kembali mengingat Nachan. Yaa, karena sewaktu kecil Nachan selalu menyukai masakan kaya rasa akan rempah rempah yang sering dibuat oleh mamanya Alice.
Tess.. Tess..
Air mata menetes tanpa pamit. Agar tidak dilihat oleh kedua sahabatnya itu. Alice pun pamit ke kamar mandi kepada mereka.
"Guys! Aku ke kamar mandi dulu ya. Kalian nikmati saja dulu makanannya. Dan jangan lupa mandi setelah itu!" seru Alice sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
••••
Alice menangis tanpa suara di balik pintu kamar mandi.
"Nachan. Aku merindukanmu." gumam Alice dalam tangisannya. Alice sangat merindukan saat saat bersama Nachan. Namun semuanya musnah karena perasaannya yang telah berubah. Alice merasa bersalah. Ia merasa salah telah mencintai Nachan. Ia merasa salah telah mengubah persahabatan menjadi rasa cinta.
Alice terus menangis di balik pintu kamar mandi. Namun tanpa ia sadari ternyata isak tangis Alice terdengar oleh kedua sahabatnya yang sudah berada di depan pintu. Koharu dan Eliz merasa penasaran karena sudah 20 menit Alice berada didalam kamar mandi namun tak kunjung keluar.
Mereka sengaja tidak mengetuk pintunya setelah memahami apa yang dirasakan Alice. Yaa, mereka berdua paham mengapa Alice menangis.
"Kita biarkan saja dia melampiaskan emosinya" ucap Koharu dengan suara pelan.
"Ya! Tapi rasanya aku tidak tega membiarkannya menangis sendirian di dalam sana" jawab Eliz merasa tak tega.
"Mungkin Alice juga butuh waktu untuk sendiri. Kita sebagai sahabat harus mendukungnya. Luka yang dia rasakan sangatlah tidak mudah untuk disembuhkan. Seperti kataku sebelumnya. Bahwa cinta itu seperti bom yang bisa meledak kapan saja dan tidak tahu apa yang akan terjadi" ucap Koharu menjelaskan.
Mereka pun akhirnya meninggalkan Alice sendirian. 15 menit berselang Alice pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk agar tidak ketahuan oleh kedua sahabatnya pikir Alice.
"Apa aku terlalu lama?" tanya Alice kepada Koharu dan Eliz yang sedang asyik menonton televisi.
"Tentu nona! Bahkan aku telah menunggumu selama 3 hari. Ahahaha" ledek Eliz mencoba menetralkan suasana.
"Eliz! Itu sangat tidak lucu. Dan berhenti meledekku dengan sebutan nona!" pintanya dengan nada menegaskan kepada Eliz.
Eliz pun kaget mendengar perkataan Alice.
"Ah maafkan aku Eliz. Aku tidak bermaksud marah kepadamu. Hanya saja.."
"Aku tidak apa apa Alice. Sungguh!" sambungnya lagi karena tidak ingin Alice merasa bersalah.
Akhirnya mereka pun secara bergantian ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah itu mereka masih menikmati kenyamanan mereka masing masing di villa. Alice sibuk membaca novel, Eliz yang asyik menonton tv sambil memakan cemilan, dan Koharu yang sibuk menatap pada layar komputer.
~Sore Hari~
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.
Drrtt Drrttt
Ponsel Alice bergetar di atas meja. Ternyata mamanya lah yang menghubunginya.
"Ada apa ma? Kenapa mama terus menerus menghubungiku? Aku baik baik saja!" ucap Alice saat mengangkat telponnya karena sedikit merasa kesal karena rasa khawatir orang tuanya.
"Kamu kok mama telfon malah jawabnya gitu?! Kamu nggak seneng mama telfon?" jawab mama Alice merasa kecewa.
"Bukan begitu mah.. Alice hanya tidak ingin mama terlalu mengkhawatirkan Alice disini. Karena Alice baik baik saja" sahut Alice merasa bersalah.
"Iya udah. Mama cuma mau minta tolong kamu main ke rumah tante Lani. Temen mama dulu itu lho! Tante Lani kangen sama kamu Alice. Tadi mama habis telfon sama tante Lani menanyakan kabarnya. Ternyata dia lagi sakit. Jadi kamu tolong wakilkan mama menengok tante Lani yah? Mau kan Alice anak mamah?" jelas mamanya dengan sedikit merayu agar Alice mau menurutinya.
"Tapi aku lupa ma rumah tante Lani" jawab Alice. Yaa, itu karena memang Alice bertemu dengan Tante Lani terakhir kali ketika masih berusia 10 tahun.
"Nanti mama kasih nomor tante Lani ya. Biar kamu tanya tante Lani saja supaya mengirimkan lokasi rumahnya" ucap mamanya.
"Oke deh ma kalau gitu!" jawab Alice
"Yaudah kamu hati hati ya disana Alice. Mama matikan dulu telfonnya" ucap sang mama lalu mematikan panggilannya.
Ting!
Pesan masuk dari mamanya.
"Ini nomor telfon Tante Lani 085×××××××××. Jangan lupa kabari mama ya kalau kalian sudah sampai di rumah tante Lani" isi pesan masuk dari mamanya.
Alice pun mencari kedua sahabatnya itu yang sedang asyik berenang di kolam renang samping villa.
"Eliz! Koharu! Udahan yuk. Temenin aku ke rumah teman mamaku!" ajak Alice sedikit berteriak.
"Ok!" jawab mereka berdua kompak.
Mereka pun segera naik dari kolam renang dan berganti pakaian. Tidak lupa Alice menghubungi tante Lani untuk meminta mengirimkan lokasinya.
Ting!
Pesan masuk dari Tante Lani yang berisikan alamat rumahnya. Setelah selesai berpakaian mereka bertiga bergegas menuju ke rumah Tante Lani dengan minta diantar oleh Pak Nur.
"Pak nur! Tolong antar kami ke alamat ini ya!" pinta Alice kepada pak Nur sambil menunjukan isi pesan yang berisikan tentang alamatnya.
"Baik non! Tidak jauh kok. Hanya setengah jam perjalanan" jawab Pak Nur setelah melihat isi alamat itu.
"Baik pak! Tolong hati hati ya!" ucap Alice.
"Siap non!" balas Pak Nur.
Pak Nur pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan berangkat menuju alamat tersebut. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Pak Nur bahwa perjalanan tidak memakan waktu lebih dari setengah jam mereka sudah sampai.
~☆☆☆☆~
Haii! Jangan lupa like, komen dan votenya yaa 🤗👍
Terima kasih.
Semoga sehat selalu 😉