First Love

First Love
Apa dia merasakannya juga??!



“Sejujurnya aku tidak tahu harus berusaha apa, aku tidak mengerti. Tapi…aku ingin memperjuangkan cinta ini!” gumam Alice dengan semangat. Meskipun sebenarnya ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


**DI sisi lain**


Nachan yang masih berada di sekolah berkeliling sekitar sekolah. Karena ia lupa jam berapa klub sepak bola akan dimulai. Namun langkahnya terhenti didepan ruang panitia Festival. Nachan berfikir akan tidak ada orang disana, karena jam pulang sudah lewat.


Kriett


“Lho nggak dikunci” ucap Nachan saat membuka pintu ruangan tersebut.


“Apa ada orang yaa?!” ucapnya lagi sambil berjalan masuk.


Betapa terkejutnya Nachan saat melihat ternyata ada seorang gadis didekat jendela sedang menatap keluar. Dan ternyata gadis itu adalah Jasmine. Mendengar suara langkah kaki masuk pun membuat Jasmine menoleh ke belakang hingga mereka berdua pun saling menatap.


“Ma..Maaf” ucap Nachan terbata.


“Ah! Aku ingat. Dulu kamu pernah menangis di ruang UKS. Apa kamu sedang menangis lagi?” tanya Nachan kepada Jasmine saat ia mengingat pertama kali melihat Jasmine di ruang UKS sedang menangis. Namun Jasmine malah melangkah pergi meninggalkan Nachan seraya berkata.


“Maaf.. mungkin kamu salah orang” ucap Jasmine sambil tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan Nachan. Perkataan Jasmine membuat Nachan bingung dan tak mengerti.


“Jadi.. apa aku harus berfikir bahwa aku tak pernah melihatnya menangis?!” ucap Nachan bingung namun tetap mencoba memahaminya. Karena ia berfikir mungkin Jasmine tidak ingin terlihat lemah dimata orang lain. Dari pada pusing memikirkan hal itu, Nachan pun pergi kembali ke klub sepak bola. Kegiatan dimulai hingga sore hari. Nachan pun pulang ke rumahnya.


“Ng..siapa itu yang di depan rumah?!” ucap Nachan heran saat melihat ada seorang gadi sedang berdiri didepan pagar rumahnya sambil terus melangkah maju.


“Nachan..” suara gadis tersebut yang tak lain adalah Alice.


Deggg


Melihat Alice berpakaian seperti itu membuat Nachan terkesima dan membuat jantungnya berdebar.


“Ah.. eh.. tiba tiba sajaa aku ingin mengubah penampilan” ucap Alice dengan sangat gugup. Karena ia tak mungkin memberitahukan alasan sebenarnya. Bahwa Alice memang sengaja ingin memperlihatkan penampilannya kepada Nachan.


“Pasti Nachan berfikir yang aneh aneh. Melihatku perubahan tiba tibaku yang seperti ini” gumam Alice yang merasa dirinya akan terlihat aneh di depan Nachan.


“Kamu.. cantik kok” puji Nachan dengan pipi yang merona karena kecantikan Alice.


Deggg


Mendengar itu membuat Alice berdebar dan tersipu malu. Tanpa sadar Alice pun terus menatap wajah Nachan karena terkejut dengan pujian yang diucapkan oleh Nachan.


Plukkk


“Bodoh.. jangan terus menatapku. Bikin malu aku saja” ucap Nachan setelah memukul dahi Alice yang terus menatapnya tanpa berkedip.


“Nachan..apa mungkin ia berdebar debar melihatku?” gumam Alice dalam pikirannya. Karena ia tidak tahu bagaimana isi hati Nachan yang sesungguhnya. Walaupun sebenarnya ia berharap Nachan juga merasakan apa yang dirasakan olehnya.


“Aku suka padamu..


“Aku suka pada Nachan..” ucap Alice tiba tiba. Membuat Nachan terkejut sampai melamun. Bahkan Alice sendiri pun terkejut mendengar apa yang diucapkan dirinya sendiri. Namun karena Alice sudah bertekad untuk memperjuangkan cintanya, ia pun rela menahan rasa malu karena mengungkapkan perasaannya kepada Nachan.


Haii semua! Sudah sampai bagian ini gimana menurut kalian? Jangan lupa like dan komennya yaa 😉👍. Vote dan juga rate tentunya 🤗🤗👍💙💙.


Terima kasih! Semoga kalian sehat selalu. Mohon dukungnnya 🙏🙏😙


Oh iya maaf yaa untuk episode ini agak pendek. Karena lagi sibuk 🙏🙏🙏