First Love

First Love
Dia sangat menyebalkan!



Pipi Alice merona mendengar apa yang diucapkan oleh Nachan.


“Kamu pikir aku nggak mau makan lagi buatanmu?” Tanya Nachan sambil mendekatkan wajahnya ke hadapan Alice. Melihat itupun membuat jantung Alice semakin berdebar tidak karuan.


“Ngomong ngomong kamu kan sudah janji akan selalu membuatkan aku makanan. Kalau kamu melanggar janji nanti dimarahi oleh Tuhan lho!” Ucap Nachan lagi karena Alice daritadi hanya bengong saja. Alice pun tertawa mendengar hal itu.


“Ternyata..dia tidak melupakan janji itu!” pikir alice membuatnya senang. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke sekolah nya seperti biasa. Mereka pun menikmati jam pelajaran di sekolah hari ini tanpa ada beban fikiran. Waktu pun berlalu begitu cepat hingga sore hari.


**Sore hari


Alice sedang memberikan makanan kepada kucing kesayangannya di halaman rumah. Tiba tiba saja jatuh suatu benda mengenai kepalanya.


Plukk


Tenyata itu adalah telepon kaleng. Yaa sudah lama mereka tidak bicara dengan telepon kaleng. Karena dulu saat mereka kecil mereka selalu menggunakan alat itu untuk berkomunikasi, karena kamar mereka yang bersebrangan.


“Haloo..” Sapa Nachan diatas balkon kamarnya.


“Yaa kedengaran” Jawab Alice sambil tersenyum.


“Apa kau sudah menambahkan sosis kemasakanmu untukku?” Tanya Nachan.


“Ahaha iyaa sudah..” Jawab Alice


“Tapi Nachann..hari Senin nanti aku tidak bisa membuatkan makanan untukmu” Jelasnya lagi.


“Kenapa?” Tanya Nachan sedikit kecewa.


“Hari senin kan ada orientasi” Jelas Alice.


“Oh gitu. Pasti menyenangkan. Apalagi akan ada murid dari kelas khusus. Aku bisa bertemu lagi dengan Jasmine” Ucap Nachan sumringah membayangkan akan bertemu kembali dengan gadis itu.


“Ohh begitu ya” Jawab Alice memaksakan untuk tersenyum. Mengingat apa yang dikatakan oleh Nachan itu membuat Alice kembali merasakan sedih. Tidak tahu mengapa hati Alice sangat sakit mendengarnya. Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka. Hari pun berlalu begitu cepat, hingga tanpa terasa hari Senin pun tiba.


**Senin pagi


Nachan memasukan beberapa snack ringan kedalam tasnya. Ia hanya membawa snack karena Alice tidak bisa membuatkannya makanan. Mereka berdua berangkat masing masing ke sekolah dan langsung masuk ke dalam bis.


“Alice nggak mual ya makan jeruk di bis?” Tanya salah satu murid saat melihat Alice sedang asyik memakan jeruk.


Namun Alice tak menghiraukannya dan terus menikmati jeruknya. Sesaat mata Alice teralihkan saat melihat sekumpulan siswi berada di kursi bis paling belakang bersama Nachan. Banyak dari mereka yang menawarkan makanannya kepada Nachan.


“Aku tidak akan membiarkan diriku bersedih lagi!” gumam Alice menyemangati dirinya sendiri. Selama perjalanan Alice dan juga Nachan sibuk masing masing. Masa orientasi sekolah akan diadakan selama 2 hari satu malam, karena itu mereka semua akan menginap.


Perlu beberapa jam agar bis itu sampai di tujuan, hingga akhirnya mereka pun tiba dan turun dari dalam bis. Saat akan turun dari bis Alice merasakan mual. Padahal sebelumnya teman temannya sudah mengingatkannya agar tidak terlalu banyak makan jeruk, namun Alice tetap saja tidak menghiraukannya. Akibatnya sekarang pun Alice merasa sangat mual.


“Saya akan membagikan tendanya! Petugas tenda silahkan kesini!” Teriak sang guru saat akan membagikan tenda.


“Oh, aku harus kesana!” Ucap Koharu yang memang ia adalah petugas tenda.


“Eh, aku juga ikut!” pinta Alice kepada Koharu. Namun belum sempat berjalan ia sudah di cega oleh Nachan yang datang menghampirinya.


“Kamu harus istirahat! Aku yang akan mendirikan tendanya.” Kata Nachan yang sebenarnya sudah memperhatikan Alice saat turun dari bis.


Nachan merasa khawatir melihat Alice seperti itu, makanya ia memutuskan untuk menghampiri dan membantunya.


“Tappiii Nachann..” Ucap Alice terpotong karena tiba tiba saja Nachan melemparkan jaket miliknya.


“Pakailah itu sebagai bantal” Kata Nachan sambil meninggalkan Alice. Nachan pun lalu membantu Koharu untuk mendirikan tendanya.


“Ternyata dia bisa diandalkan” pikir Alice. Lalu Alice pun pergi beristirahat sebentar. Selesai istirahat Alice dan teman temannya pergi ke sungai untuk mencuci bahan bahan masakan untuk malam ini.


Zrasshh


Suara arus sungai yang begitu deras namun pemandangan disekitarnya yang indah membuat mereka melupakan akan bahayanya arus sungai itu. Mereka pun berbincang bincang mengenai banyak hal. Termasuk mengenai Nachan yang ternyata belum sepenuhnya diketahui oleh Alice. Mendengar hal itu membuat Alice bersedih bahkan sampai tidak sadar kalau salah satu bahan makanannya terjatuh dan terbawa arus.


“Akhh! Tunggu tomat.” Teriak Alice kencang saat menyadari bahwa tomatnya terjatuh. Alice pun berusaha mengejarnya. Untung saja tomat itu tidak terlalu jauh terbawa arusnya karena ada seseorang yang menahannya.


“Ah..dia..diakan yang mengira aku ini murid SD” gumam Alice saat melihat ternyata Dillan lah yang menahan tomat itu.


“Te..terima kasih sudah menahan tomat itu” Ucapnya lagi. Namun perasaan Alice mendadak tidak enak, karena Dillan terus saja melihatnya.


“Oh..” Jawab Dillan singkat sambil tersenyum sinis.


Namun tiba tiba saja..


Syurr


Dillan kembali melepaskan tomat itu dan membiarkannya hanyut. Ntah apa yang ada dipikiarn Dillan hingga ia tega melakukan itu. Untung saja sebelum tomat itu terbawa jauh Alice berhasil menangkapnya.


“Dia benar benar orang yang menyebalkan!” gumam Alice kesal.