
Bab 8
"Si Tika demen sama Dika atau gimana dah? Mau aja beliin minuman buat Dika. Dia bilang mau habisin uang jajan minggu ini, tapi hari ini kan baru hari Selasa, hmm... - Gita -
...----------------...
*Alarm berbunyi*
Pagi ini aku terbangun karena alarm yang berbunyi, seperti biasa aku langsung beranjak untuk berwudhu kemudian melaksanakan shalat Subuh. Tetapi, kali ini agak berbeda, setelah shalat aku malah merasa mengantuk, hingga akhirnya tertidur lagi.
Saat tengah bermimpi, tiba-tiba aku merasa ada yang menepuk badanku. Tadinya aku tidak menghiraukan hal itu, aku terus melakukan aktivitas dalam mimpi, hingga akhirnya cipratan air mengenai wajahku.
"Heh, Dika!! Liat sekarang udah jam berapa?!" Teriak ibuku yang ternyata sudah membangunkanku sejak tadi.
Aku masih terdiam, saat itu aku bingung, lebih tepatnya otakku belum mampu memproses kejadian karena benar-benar baru dibangunkan. Tapi semua itu berubah ketika aku melihat jam.
"Hah?! Jam enam!!" Aku berteriak sambil berlari panik.
"Mandi cepetan sana!" Perintah ibuku.
"Iyaa bu, ini baru ngambil handuk!" Jawabku lalu berlari masuk ke kamar mandi.
Byas-byus! suara siraman air terdengar bahkan sampai ke ruang tv. Setelah mandi aku langsung memakai seragamku, dan bergegas memakai kaus kaki serta sepatu.
Sarapan? Udah ga sempat! Aku hanya memikirkan sampai ke sekolah tepat waktu, itu saja. Aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku.
"Pakai seragam udah?" Tanya ibuku.
"Kan ini udah bu..." Jawabku.
"Sepatu?" Tanya ibuku lagi.
"Ini udah ku pake lho bu" Jawabku sambil menunjukkan kakiku.
"Buku udah disiapin??" Tanya ibuku lagi, dan lagi.
"Udah bu, udah dari tadi malam" Jawabku lagi sambil mengangkat tasku.
"Yaudah kalo begitu, ayo berangkat bareng ibu. Ibu sekalian berangkat ngajar" Ujar ibuku.
Dan akhirnya, aku berangkat bareng ibuku. Tentu saja aku jadi lebih tenang karena ibuku biasanya berangkat pakai motor, yanga artinya bisa menghindari kemacetan melalui jalan tikus.
Apalagi kalau jam sudah menunjukkan pukul 6.50 kayak gini, eh tunggu... 6.50?! Duh, sempat sampai sekolah tepat waktu atau engga ya? Karena walaupun ditengah perjalanan bisa lewat jalan tikus, saat didekat gerbang tetap harus lewat jalan utama, dan itu pasti sangat macet.
Alhamdulillah, aku sampai disekolah pukul 7.07, dan kalian tau artinya apa? Yap, gerbang sudah ditutup dan aku bersama beberapa siswa lain yang juga terlambat tertahan diluar.
"Yah bu, udah ditutup gerbangnya..." Keluhku.
"Lagian kamu bisa-bisanya kesiangan segala" Ujar ibuku.
"Terus gimana dong?" Tanyaku, yang sebenarnya aku udah tau jawabannya.
"Kenapa? Kamu ngarep pulang?? Engga! Tunggu aja sampe gerbangnya dibuka, okee anakku sayang??" Ujar ibuku.
"Yasudah bu, Dika duduk di sana ya" Ucapku lalu menyalami ibuku.
"Assalamu'alaikum" Ujar ibuku, lalu kembali menancap gas motornya untuk berangkat ke sekolah tempat ia mengajar.
"Wa'alaikumsalam..."
Lalu, apa yang ku lakukan setelah itu? Tentu saja menunggu. Biasanya gerbang kembali dibuka pada pukul 7.15 dan siswa-siswi yang terlambat boleh masuk ke dalam sekolah, tetapi dengan diberi hukuman terlebih dahulu. Dan menurutku, hukumannya sedikit tidak sesuai kalau diterapkan di sekolahku.
"Ayoo, semuanya masuk!" Ujar pak satpam sambil melambaikan tangannya. Di dekat gerbang sudah menunggu Bu Desti, guru BK di sekolahku.
Semua anak yang tertahan sebelumnya langsung berhamburan ke dalam sekolah, dan kalau aku lihat-lihat, anak yang terlambat lumayan banyak, lebih dari 20 orang.
Tapi kayaknya cuma aku yang terlambat dari kelasku, karena aku ga melihat teman sekelasku disini! Singkat cerita, aku dan anak-anak yang lain disuruh berbaris lalu mendengar 'ceramah' singkat dari Bu Desti.
"Pintar ya... Kalian yang terlambat ini!" Sindir Bu Desti.
"Kalau begitu catat nama kalian disini lalu kumpulkan sampah sebanyak sepuluh, lalu tunjukan ke saya, baru habis itu boleh ke kelas" Ujar Bu Desti menjelaskan.
Yap, inilah hukuman yang aku bilang ga sesuai tadi. Hukuman ambil sampah... Tapi masalahnya disini udah ga ada sampah! Makanya banyak murid yang marah-marah sendiri kalo dikasih hukuman ini.
Tapi ga apa-apa, aku masih bisa ngumpulin dedaunan yang gugur pagar samping sekolah, HAHA. Setelah mengumpulkan sampah, yang sebenarnya dedaunan.
Aku diperbolehkan masuk ke kelas oleh Bu Desti. Dan saat itu sudah menunjukkan pukul 7.21, yang berarti jam literasi sudah selesai dan Pak Indra sudah masuk kelas! Oh no... Aku harus berlari.
Setelah 'lari pagi' sampai lorong, aku akhirnya masuk kelas dengan kondisi keringat mengalir di sekujur tubuhku. Saat itu aku disambut oleh Pak Indra yang sedang berdiri di depan kelas.
"Permisi pak, maaf saya terlambat" Ucapku dengan lemas.
"Kenapa kamu terlambat?" Tanya Pak Indra.
"Saya tadi terjebak macet pak..." Jawabku singkat.
"Ohh yaudah sini, namamu siapa?" Tanya Pak Indra lagi sambil berjalan menuju meja guru. Aku mengikuti dibelakangnya.
"Nama saya Ahmad Dika pak, nomor absen 4" Jawabku.
"Baik, silahkan duduk sana. Lain kali jangan terlambat lagi ya, usahakan berangkat lebih pagi" Ujar beliau menasihati.
"Siap pak, terima kasih" Ucapku lalu berjalan ke kursiku.
Alhamdulillah Pak Indra ga marah, aku sudah kepikiran jikalau Pak Indra marah, Dika dengan seribu satu alasannya akan keluar demi memecah masalah, atau sebenarnya mengelak sih. Tapi ternyata Pak Indra ga marah, so... Yeah.
Setelah itu aku melanjutkan jam pelajaran Bahasa Indonesia seperti biasa. Ya! Pak Indra adalah guru Bahasa Indonesia, hari ini kami membahas tentang teks narasi. Dan seperti biasa, kami diberikan penjelasan lalu latihan, sebenarnya latihan Bahasa Indonesia itu mudah, hanya menganalisa dan menulis, tetapi kesalahan bisa saja terjadi saat kita menganalisa dan terkadang kita terlalu malas untuk menulis bagian teks yang agak panjang, oleh karena itu aku mengerjakannya harus teliti.
Tugas latihan ini selesai ku kerjakan saat jam pelajaran Bahasa Indonesia hampir berakhir, aku memang bukan orang pertama yang mengumpulkan, tapi setidaknya aku masih tepat waktu. Ga kayak Gio yang belum selesai dan akhirnya harus dilanjutkan dirumah, heheh.
Bersambung...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca!
Semoga dengan membaca bab ini kalian jadi terhibur~