
Bab 7
"Wow, saya benar-benar ga nyangka, suara Tika sebagus itu. Saya salah udah underestimate dia diawal" - Gio -
...----------------...
*Bel pulang berbunyi*
"Baiklah bel pulang sudah berbunyi, silahkan pulang. Kalau mau main ganti baju dulu! Terima kasih, wassalamu'alaikum" Ujar Pak Ari lalu berjalan keluar kelas.
Yeah, akhirnya pulang juga, sudah terbayang olehku soal empuknya kasur yang menunggu dirumah. Setelah membereskan buku ke dalam tas, aku langsung keluar kelas dan berjalan pulang, bersama Gio dan Gita! yay. Sebenarnya aku harusnya piket sih... Tapi besok pagi aja lah ya, bisa kan?? Bisa lah~
"Heh Dik, lu bukannya piket ya hari ini?" Tanya Gita.
"Ehm iyaa, tapi gue undur sampe besok. Heheh, ga apa-apa kan??" Jawabku.
"Wah parah sih, ntar gue bilang ke Bu Ira ya!" Ujarnya meledek.
"Lah, cukup tau sih. Jangan jahat-jahat begitu lah, ntar gue traktir seblak deh" Balasku.
"Hah, maksud lu apa?? Lu mau nyogok gue?! Asal lu tau ya, gue tuh orang yang ga bisa disogok-sogok begitu~" Ujar Gita dengan pede.
"Yaudah seblaknya dua deh" Balasku lagi, masih penasaran aku sama pendirian dia.
"Ehem, jadi seblaknya tiga ya? Deal deh" Jawabnya.
"Deal!" Ujarku.
Tadinya aku lega, tapi kalau dipikir-pikir lagi kenapa aku harus ngeluarin duit buat beli tiga seblak untuk nutup mulutnya, kalo aku bisa nutup mulutnya langsung pake lakban... Bruh, yasudah lah ya, sekalian traktir aja sekali-sekali.
"Eh, bentar Dik. Aku mau ke minimarket dulu!" Kata Gio tiba-tiba.
"Mau ngapain?" Tanyaku.
"Jajan lah..." Jawab Gio.
"Ih, apaan sih Gio. Ga ngajak gue Lo?" Ujar Gita.
"Yaudah ayo ikut" Jawab Gio.
"Okeh, lu tunggu bentar ya Dik. Awas aja lu kalo duluan!" Ujar Gita lalu mengikuti Gio.
"Iyaa gue tunggu!" Jawabku singkat.
Dan aku pun menunggu, pengen sih sebenarnya ninggalin mereka, tapi ga usah deh, kasian. Sambil menunggu, aku mengeluarkan buku tulis dari tasku dan mengerjakan beberapa contoh soal untuk menghilangkan rasa bosan.
Ditengah mengerjakan, ada yang menepuk pundakku, ku pikir itu Gio atau Gita, jadi langsung saja aku berdiri lalu berjalan pergi.
"Eh, udah? Yaudah yuk" Ucapku sambil berjalan kecil, pandanganku masih tertuju pada buku.
"Hah, udah apaan?" Orang itu bertanya, tapi aku kenal suara ini.
"Tika? Kamu bukannya dijemput??" Tanyaku setelah membalik badan.
"Harusnya sih dijemput, tapi ayahku lagi sibuk" Jawabnya.
"Ohh begitu..."
"Umm kamu ngapain disini?" Tika bertanya balik.
"Inii, aku lagi nungguin Gio sama Gita, hehe. Mereka di minimarket lama banget" Jawabku.
"Mereka lagi jajan ya? Aku juga ikut deh kalo gitu" Ujarnya sambil berjalan.
"Kamu ga mau ikut?" Tanya Tika sebelum masuk.
"Engga deh, aku tunggu aja disini ya" Jawabku lagi, sembari kembali duduk.
"Okee deh kalo gitu" Ujarnya.
Well aku nunggu lagi, tapi kali ga lama, mereka bertiga keluar dari minimarket dengan kantung penuh jajanan mereka.
"Heh, udah nih. Yuk balik!" Ajak Gita.
"Yaudah, lagian kalian lama amat sih" Balasku.
"Terus?"
"Yaudah sih, kalo lu ga mau minumannya sih ga apa-apa, buat gue aja" Kata Gita sambil mengangkat minuman kesukaanku.
"Eh, gue mau kok. Siniin dong botolnya..." Ucapku sambil menjulurkan tangan.
"Idih, nih" Kata Gita sambil melempar botol itu.
"Heheh, makasih ya!" Ujarku pada Gita.
"Bilang makasih ke Tika tuh, dia yang bayarin" Ujar Gita, aku reflek menengok ke Tika.
"Ini... Kamu yang beliin?" Tanyaku.
"Iyaa tadi, habisnya aku liat minum kamu udah habis. Sekalian ngabisin uang mingguan aku juga" Jawab Tika.
"Ohh begitu, makasih ya... Jadi ga enak" Ucapku sambil menggaruk kepalaku.
"Iyaa sama-sama, udah minum aja" Ujar Tika.
Kami pulang dengan jalan santai, sambil mengobrol dan menikmati jajanan kami. Atau lebih tepatnya jajanan mereka, tapi aku juga ikutan makan, HAHA.
Gita dan Gio berpisah lebih dulu karena gang mereka berada lebih di depan dibandingkan gang rumahku dan Tika. Aku kini hanya jalan berdua dengan Tika, dan karena ga mau diam-diaman saja, aku coba untuk memulai percakapan.
Hmm... Tapi topiknya apa ya, topik ini ga boleh gagal untuk bikin aku dan Tika ngobrol terus.
"Eh Tika, kamu kenapa pindah kesini?" Tanyaku.
"Orang tuaku pindah tempat dinas, udah biasa sih kalo pindah-pindah begini" Jawab Tika.
"Oh ya? Emang sebelumnya kamu dimana aja?" Tanyaku lagi, disini aku malah jadi penasaran.
"Umm... Sebelumnya aku tinggal di Tangerang, aku memang lahir disana. Tapi saat usiaku tiga tahun, ayahku dipromosi dan dipindahtugaskan ke Surabaya. Aku tinggal di Surabaya sekitar tiga setengah tahun. Setelah itu ayahku dipindah lagi ke Kota Yogyakarta, aku disana paling lama sekitar lima setengah tahun. Setelah dari Yogya, ayahku dipindah lagi ke Bandung, aku tinggal di Bandung itu sekitar dua tahun. Baru deh habis dari Bandung, aku pindah kesini" Jawab Tika dengan penjelasan yang rinci.
"Wah, udah sering juga ya. Kamu ga capek pindah-pindah terus?" Tanyaku lagi.
"Sebenarnya ada capeknya sih, hehe. Tapi kelebihan hidup pindah-pindah itu banyak pengalaman, yang mungkin ga didapatkan sama teman-temanku yang tinggal menetap. Yah... Diambil positifnya aja sih" Ujar Tika, pemikirannya memang sangat dewasa ya.
"Iyah bener, setiap kejadian pasti ada hal positif yang bisa diambil" Ujarku.
"Kalo kamu, orang mana? Atau asli sini??" Kata Tika balik bertanya.
"Iyaa asli sini kalo aku mah" Jawabku.
"Ohh begitu..."
Begitulah percakapan kami terus berlanjut, aku merasa berhasil nemilih topik hari ini, haha. Saking menariknya obrolan kami, sampai tidak terasa kini kami sudah harus berpisah, pulang ke rumah masing-masing maksudnya...
"Eh, ga terasa udah sampai" Ujarku menghentikan pembicaraan.
"Ohh ini gang rumahmu?" Tanya Tika.
"Iyaa, di gang Mawar nomor tujuh. Rumahmu di gang Melati no 9 kan?" Tanyaku balik.
"Bener! Kok kamu tau sih?" Ujar Tika.
"Hehe, waktu itu aku liat kamu pas dijemput naik motor" Jawabku.
"Oalah, haha! Yaudah kalo begitu, aku duluan ya!" Ujar Tika berpamitan padaku.
"Siap, hati-hati!" Balasku.
Wah, dia orangnya friendly ya, sampai orang-orang yang berada didekatnya pasti akan merasa nyaman. Dan setelah sampai rumah, aku melakukan aktivitas seperti biasa, rebahan, mengerjakan tugas, makan, dan kemudian tidur. Udah, emang seperti itu terus setiap hari.
Bersambung...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca!
Semoga dengan membaca bab ini kalian jadi terhibur~
Anyway, selamat tahun baru 2023!